Putri Eka Sari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Uji Daya Hambat Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Propionibacterium acnes Putri Eka Sari; Tria Prayoga; Deshinta Imelia
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i1.81860

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan tumbuh-tumbuhan yang mempunyai potensi sebagai obat. Buah naga merah merupakan buah yang mempunyai potensi sebagai antimikroba. Jerawat merupakan penyakit permukaan kulit yang terjadi karena adanya infeksi oleh bakteri. Propionibacterium acnes termasuk flora normal pada kulit yang berperan dalam pembentukan acne. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) dapat bermanfaat sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) yang dimaserasi dengan pelarut etanol 96% dan menghasilkan ekstrak kental yang kemudian dilakukan uji aktivitas daya hambat antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan yaitu metode difusi cakram. Hasil penelitian larutan uji dengan konsentrasi 20%, 40% dan 80% menghasilkan zona hambat rata-rata yaitu sebesar 1,3 mm, 2,16 mm, dan 3,35 mm. Klindamisin sebagai kontrol positif mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghasilkan zona bening sebesar 5,46 mm, sedangkan etanol 96% sebagai kontrol negatif tidak menghasilkan zona hambat.Dari hasil masing-masing konsentrasi menunjukan kategori zona hambat yang lemah. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) mempunyai aktivitas daya hambat antibakteri terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa acuminata x Musa balbisiana) dengan Metode Ekstraksi Sokhletasi Putri Eka Sari; Indri Astuti Handayani; Senny Listy K.F.; Ade Saranita
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i1.81861

Abstract

Jerawat merupakan infeksi kulit yang biasa muncul pada wajah, leher, dada dan punggung. Penggunaan antibiotik untuk jerawat dalam jangka panjang dapat menyebabkan resistensi bakteri serta dapat menimbulkan kerusakan organ dan imuno hipersensitivitas. Pisang kepok kuning (Musa acuminata x Musa balbisiana) merupakan tanaman yang banyak di konsumsi di Indonesia, namun produk samping berupa kulit belum dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 70% kulit pisang kepok kuning (Musa acuminata x Musa balbisiana) yang diperoleh dari metode ekstraksi sokhletasi terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekstraksi sokhletasi. Konsentrasi yang lebih tinggi dari senyawa flavonoid akan terdeteksi dengan etanol 70% karena polaritas yang lebih tinggi daripada etanol murni. Dengan penambahan air pada etanol murni sampai 30% untuk menjadi etanol 70% polaritas pelarut menjadi meningkat. Uji aktivitas aktibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dengan klindamisin sebagai kontrol positif dan etanol 70% sebagai kontrol negatif. Penggunaan etanol 70% sebagai kontrol negatif karena menyesuaikan dengan pelarut yang digunakan untuk ekstraksi. Klindamisin sebagai kontrol positif digunakan sebagai pembanding aktivitas antibakteri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% kulit pisang kepok kuning (Musa acumintana x Musa balbisiana) didapatkan zona hambat bakteri  pada konsentrasi 100x103 µg/mL.
EDUKASI TUBERKULOSIS (TB) KEPADA KADER PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) KELURAHAN DUREN SAWIT Marta; Siti Aisyah; Fitri Savitri; Farida Tuahuns; Putri Eka Sari
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 3 No 2 (2023): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jbn.v3i2.1585

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycrobacterium Tuberculosis that enters the body through inhaling the droplets, such as saliva or phlegm as the media, containing pulmonary tuberculosis of the infected person. Based on the data from the Central Statistics Agency (BPS) in 2020, East Jakarta is the location with the most TB patients in the entire Jakarta with a total of 12,334 patients. As the most populous administrative city in the Special Capital Region of Jakarta, East Jakarta is resided by 28.76% or around 3.04 million people out of 10.56 million people residing in the entire province. The total population in 2019 in Duren Sawit District alone reached 399,595 people with a population density per square kilometer is of 17.64, that makes the area one of the districts with a high population density in the administrative area of East Jakarta. This is what motivated us to conduct TB education counseling to the Woman of Family Welfare Empowerment Program in Duren Sawit Village. Statistical tests show an increase of knowledge of the respondent after TB education was carried out. This increase in knowledge falls into the medium category. The highest increase occurred in the question number 10 related to the role of the family in preventing TB transmission.  
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK PANTI ASUHAN PUTRA UTAMA I MELALUI PENYULUHAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK Marta Halim; Putri Eka Sari; Fitri Savitri
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The law on health has mandated nutrition improvement efforts to escalate nutritional quality of individuals and communities, including through improving food consumption patterns; improvements of nutrition conscious behavior, improving access and quality of nutrition services in accordance with scientific and technological progress. Community service is carried out at Putra Utama I Orphanage. Problems that occur 70% of children at the Orphanage have a lack of knowledge about healthy snacks. It also does not have its own canteen for children to buy snacks and there has never been counseling about healthy snacks. The purpose of community service activities is to increase the knowledge of Putra Utama I Orphanage Children’s. The method was counseling about healthy snacks and giving pretest and posttest questionnaires to know their knowledge about healthy snacks. The results obtained are an increase in the average knowledge score of the Orphanage children’s in pretest and posttest was 14.9043. It can be concluded that counseling at Orphanage children can increase knowledge about healthy snacks.
ANALISIS KANDUNGAN BIOAKTIF DAN BAHAN ORGANIK ASING PADA SIMPLISIA DAUN SIRIH MERAH (PIPER PORPHYROPHYLLUM) Tria Prayoga; Nia Lisnawati; Putri Eka Sari; Daffa Salsabiil Rohman; Hafiizhah Firyal Shafa; Tiara Fadli; Ahmad Fahmi
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.3 NO.2 OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dan bahan organik asing baik dalam simplisia maupun ekstrak daun sirih merah (Piper porphyrophyllum). Simplisia dikumpulkan dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITTRO), Bogor, dan ditentukan di Laboratorium Generasi Biologi Indonesia, Gresik. Pemeriksaan meliputi analisis organoleptik, kadar air, dan bahan organik asing sesuai standar Materia Medica Indonesia dan Farmakope Indonesia VI. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode remaserasi dengan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan organik asing dalam simplisia adalah 1,43% dan kadar air adalah 0,19%, keduanya dalam batas yang dapat diterima. Hasil ekstrak adalah 26,86%, dengan hasil organoleptik menunjukkan warna hijau tua, khas bau herbal, dan rasa pedas-pahit. Skrining fitokimia mengungkapkan keberadaan alkaloid, flavonoid, dan tanin dalam ekstrak. Kesimpulannya, simplisia dan ekstrak daun sirih merah memiliki kualitas yang baik dan mengandung senyawa aktif yang mendukung potensi farmakologisnya sebagai bahan obat herbal