Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengendalian Kualitas Dan Analisis Produk Margarine Blue Team Dengan Menggunakan Peta Kontrol Dan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Guna Meminimalkan Produk Cacat: (Studi Kasus: Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit) Rahmat Fachrizal; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1070

Abstract

Dalam sektor industri, salah satu hal yang diperhatikan oleh konsumen ketika memilih produk adalah mutu produk. PT. ABC adalah yang salah satu pabrik pengolah minyak kelapa sawit mentah dan menghasilkan banyak produk turunan, salah satunya adalah margarin Blue Team yang diekspor ke banyak negara. Untuk tetap kompetitif di pasar global, PT. ABC terus menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang ketat. Penelitian ini bermaksud guna meminimalkan kecacatan dan menyusun prioritas perbaikan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) serta Peta Kendali P. Metode FMEA digunakan untuk menghitung Risk Priority Number (RPN) dari setiap mode kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk koyak mempunyai nilai RPN teratas sebesar 232, diikuti dengan produk keluar dari kardus sebesar 82, produk terkontaminasi bakteri sebesar 71, dan plastik produk rusak sebesar 23. Selanjutnya, Peta Kendali digunakan untuk mengatur proporsi barang-barang yang tidak sesuai syarat kualitas atau rasio dari produk yang gagal dalam suatu proses. Berdasarkan hasil analisis, strategi perbaikan difokuskan pada peningkatan pelatihan operator, program pemeliharaan, dan pengecekan secara berkala, dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu menurunkan taraf kecacatan dan mengembangkan mutu produk margarin Blue Team secara kontinu.
Business Feasibility Analysis on Shark Fin Production at UD. Alvian, Fahri; Moh. Jufriyanto
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 12 No 1 (2025): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v12i1.5615

Abstract

This study was performed at UD. Rovita in Gresik City. UD. Rovita is a food manufacturing enterprise that makes shark fin chips and has never performed a business feasibility assessment throughout its operations. This research is to evaluate the viability of the shark fin chip enterprise at UD. Rovita. This research employs a cost-profit analysis methodology for data evaluation. To assess business feasibility, the formulas used are revenue cost (R/C), benefit cost ratio (B/C), and return on investment (ROI). The study's findings indicated that annual sales of shark fin chips amounted to Rp. 1,000,000,000, while manufacturing expenditures were Rp. 537,949,483 per year. The production expenses include fixed expenditures amounting to Rp. 519,600,000 and variable costs of Rp. 18,349,483 per year. The data analysis revealed a monthly profit of Rp. 462,050,517. The business feasibility calculation, represented by the R/C ratio, which compares income to total expenses, yields a result of 1.86, indicating that 1.86>1. The B/C ratio is the assessment of profit relative to total production expenses, which exceeds zero, with a comparative value of 0.86 or 0.86>0. The ROI value, derived from the comparison of profit and production capital, is 86%. It may be inferred that the firm is both lucrative and viable to operate.
Kepuasan Mahasiswa Kesehatan Terhadap Pelayanan Laboratorium Pendidikan Kesehatan Prodi Keperawatan Politeknik Negeri Madura: Health Student Satisfaction with Health Education Laboratory Services in the Nursing Study Program of Madura State Polytechnic Faizah, Anif Usni; Moh. Jufriyanto; Riza Ferdiyanto
JURNAL PENGELOLAAN LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pelastek.v5i2.43877

Abstract

Proses pembelajaran di laboratorium merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan kesehatan prodi keperawatan untuk pencapaian area kompetensi sesuai SKPI oleh mahasiswa. Pelayanan laboratorium sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran tersebut sehingga harus dievaluasi secara berkala. Laboratorium Pendidikan Kesehatan Prodi Keperawatan Politeknik Negeri Madura merupakan salah satu laboratorium pendidikan yang belum pernah dievaluasi proses pelayanannya sejak tahun 2018 hingga tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Data didapatkan melalui kuesioner dan analisis dilakukan secara univariat. Hasil penelitian secara umum menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa tinggi terhadap layanan informasi, biasa terhadap layanan sarana dan prasarana, dan biasa terhadap layanan penyelenggaraan suasana akademik kondusif. Perlu peran serta semua pihak baik ditingkat fakultas maupun universitas untuk peningkatan sumberdaya manusia dan infrastruktur untuk perbaikan pelayanan Laboratorium Pendidikan Kesehatan Prodi Keperawatan Politeknik Negeri Madura dimasa mendatang.
Penerapan Metode HIRARC Dan HAZOP Dalam Mengidentifikasi Potensi Bahaya Di Area Fabrikasi Moh. Syabib Ravi Newazali; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1363

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam menjamin keberlanjutan proses produksi, khususnya pada area fabrikasi yang sarat dengan bahaya mekanis dan operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi bahaya di area fabrikasi PT ABC melalui kombinasi metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, serta peninjauan dokumen kecelakaan selama Mei - Juni 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa lima kategori kecelakaan utama meliputi luka robek, benturan sling crane, luka bakar percikan las, terpeleset, dan tersandung. Penilaian HIRARC menemukan bahwa 80% risiko berada pada kategori sedang, sedangkan risiko tertinggi terdapat pada operasi crane dengan nilai 15. HAZOP mengidentifikasi deviasi seperti unstable load, wrong position, excess spray, dan inadequate ventilation. Integrasi kedua metode memberikan gambaran risiko yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan tunggal, sekaligus menegaskan bahwa kombinasi HIRARC dan HAZOP pada area fabrikasi masih jarang diterapkan dalam penelitian sebelumnya. Temuan ini memberikan dasar bagi penyusunan strategi pengendalian yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan efektivitas manajemen K3 di PT ABC.