Rahmad Nuryanto
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Temperatur terhadap Jumlah Produk Hidrorengkah Fraksi Aspalten dari Aspal Buton dengan Katalis Mo-Ni/γ-Alumina Rahmad Nuryanto; Wega Trisunaryanti; M. Utoro Yahya
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2009): Volume 12 Issue 1 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.589 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.1.14-16

Abstract

Hydrocracking process of Butonian asphalt derived asphaltene using Mo-Ni/γ-alumina catalyst has been investigated. The processes were carried out in 1L stainless steel autoclave reactor. The reaction temperatures were 250, 300, 350 and 400C, initial pressure was 10 atm and catalyst/feed ratio was 1/2. The asphaltene was a pentane insoluble-benzene soluble (PI-BS) fraction of Butonian asphalt.The results of hydrocracking processes showed the conversion by means of 100% - coke (wt %) was followed equation konversi % (w/w) = 0,306 t (C) - 41,29Key words: hydrocracking, asphaltene, Mo-Ni/γ-alumina catalyst
Pengaruh Variasi Konsentrasi Doping Kobal terhadap Karakteristik Elektrolit Padat NaMn2-XCoxO4 Menggunakan Metode Sol-Gel Selfina Riska Ardila; Rahmad Nuryanto; Taslimah Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.616 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.101-103

Abstract

Penelitian tentang pengaruh variasi konsentrasi doping kobal dalam pembuatan elektrolit padat menggunakan metode sol-gel yang diduga dapat meningkatkan konduktivitas material telah dilakukan. Konduktivitas dapat ditingkatkan dengan menambahkan doping kation seperti kobal. Pembuatan elektrolit padat NaMn2-xCoxO4 dilakukan dengan pencampuran Na asetat 0,2 M, Mn asetat 0,3 M, Polivinil Alkohol dengan variasi Co asetat 0,025; 0,05; 0,1; 0,2; dan 0,4 M. Material yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM-EDS dan LCR-meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk dengan konsentrasi dan doping tertinggi menghasilkan konduktivitas tertinggi yaitu sebesar 3,3174 x 10-6 S/cm.
Pengaruh Temperatur Pengeringan Gel terhadap Konduktivitas Elektrolit Padat NaMn2-xMgxO4 Feni Risyanti; Rahmad Nuryanto; Linda Suyati
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.8 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.2.44-46

Abstract

Pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dengan variasi temperatur pengeringan telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur pengeringan gel terhadap konduktivitas elektrolit padat NaMn2-xMgxO4. Metode yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan adalah metode sol-gel yang meliputi pengadukan, penguapan pada 80°C, pengeringan pada variasi temperatur 150, 160, 170, 180 dan 190°C, dan kalsinasi pada 800°C. Produk yang dihasilkan dianalisis dengan uji konduktivitas, FTIR dan XRD. Hasil pengukuran konduktivitas padatan amorf dan elektrolit padat berdasarkan variasi temperatur pengeringan menunjukkan nilai konduktivitas tertinggi diperoleh pada temperatur 170°C yaitu masing-masing 2,27 x 10-9 S cm-1 dan 22,2 x 10-9 S cm-1. Konduktivitas terendah untuk padatan amorf dan elektrolit padat diperoleh pada temperatur 150°C yaitu masing-masing sebesar 1,87 x 10-9 S cm-1 dan 12,6 x 10-9 S cm-1.
Pembuatan Elektrolit Padat KMn2-xMgxO4 dengan Variasi Konsentrasi Larutan Kalium Asetat Cipto Harjono; Linda Suyati; Rahmad Nuryanto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.451 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.48-50

Abstract

Proses pembuatan elektolit padat KMn2-xMgxO4 dengan variasi konsentrasi larutan kalium asetat telah dilakukan. Kalium sebagai ion logam dalam elektrolit padat berfungsi sebagai penghasil energi dengan proses elektrolisis sehingga perlu ditinjau pengaruh perubahan konsentrasi terhadap struktur dan daya hantar (konduktivitas). Penelitian ini menggunakan pemanasan secara bertahap dan metode sol-gel yaitu dengan mencampurkan larutan CH3COOK 0,1-0,5M, Mg(CH3COO)2 0,3M, Mn(CH3COO)2 dan C6H8O7 0,3M dengan pengadukan disertai pemanasan suhu 80°C, pengeringan pada 175°C, dan kalsinasi 650°C. Peningkatan konsentrasi mengakibatkan penurunan konduktivitas yaitu pada konsentrasi 0,1 M sebesar 36,90 S/m menjadi 13,75 S/m pada konsentrasi 0,5 M. Hasil FTIR menunjukkan adanya puncak 3332,99 cm-1dan 3170,97 cm-1 (K-O-Mn bending), 594,08 dan 478,35 cm-1 (Mg-O stretching), 1450,47 dan 1404,18 cm-1 (K-O stretching). Hasil XRD menunjukkan bahwa semua produk dalam bentuk kristalin dan struktur yang terbentuk adalah KMn1,7Mg0,3O4
Efek NaCl dan Anode Besi terhadap Rendemen Mg(OH)2 pada Elektrolisis Sistem Fe|MgSO4,NaCl||H2O|C Harya Fikri Kusmananto; Rahmad Nuryanto; Wasino Hadi Rahmanto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.828 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.2.57-60

Abstract

Telah dilakukan ekstraksi elektrolitik Mg(OH)2 dengan menggunakan elektrolisis sistem Fe|MgSO4,NaCl||H2O|C. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi NaCl dan anode besi terhadap rendemen Mg(OH)2 yang dihasilkan. Sel elektrolisis terdiri dari 2-kompartemen, kompartemen anodik berisi larutan MgSO4-NaCl dan kompartemen katodik berisi H2O. Elektrolisis dilakukan dengan menggunakan tabung U yang disekat jembatan garam berupa agar-agar, elektrode yang digunakan adalah besi-grafit dan potensial terpasang 9 volt selama 240 menit. Magnesium hidroksida dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer IR dan AAS. Semakin tinggi konsentrasi NaCl yang digunakan maka endapan Mg(OH)2 yang dihasilkan juga semakin banyak. Rendemen tertinggi yang dihasilkan pada penggunaan NaCl berkonsentrasi 0,075 M sebesar 98,90 % dengan kadar Magnesium sebesar 72,72 %. Spektra IR Mg(OH)2 hasil elektrolisis memiliki kemiripan bentuk spektra dengan spektra IR Mg(OH)2 standar. Hal ini membuktikan bahwa endapan hasil elektrolisis merupakan Mg(OH)2
Pengaruh Suhu Kalsinasi terhadap Konduktivitas dan Kristalinitas Elektrolit Padat NaMn2-xMgxO4 Medina Indriati; Rahmad Nuryanto; Linda Suyati
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.633 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.2.46-49

Abstract

Telah dilakukan pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 melalui metode sol-gel dengan variasi suhu kalsinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu kalsinasi optimum dalam pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan karakterisasi elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 menggunakan FTIR dan XRD. Elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dibuat dengan mencampurkan larutan natrium asetat, mangan asetat, magnesium asetat, dan asam sitrat, kemudian dilakukan pengadukan, penguapan pada suhu 80°C, pengeringan gel pada suhu 180°C, dan kalsinasi pada berbagai variasi suhu, yaitu 700, 750, 800, 850, dan 900°C. Uji konduktivitas elektrolit padat dilakukan melalui pengukuran tahanan menggunakan multimeter, kemudian elektrolit padat dengan nilai konduktivitas tertinggi dan terendah dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk menentukan interaksi antar atom-atom dalam elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan XRD untuk menentukan kristalinitas elektrolit padat NaMn2-xMgxO4. Data konduktivitas menunjukkan bahwa suhu 800°C merupakan suhu kalsinasi yang optimum, sedangkan data FTIR dan XRD menunjukkan bahwa elektrolit padat yang terbentuk adalah padatan kristal NaMn2-xMgxO4 dan kristalinitas sampel 900°C lebih tinggi dari sampel 800°C.
Pengaruh Variasi Chelating Agent terhadap Karakteristik Produk pada Sintesis Elektrolit Padat NaMn2-xMgxO4 dengan Metode Sol-Gel Sefthymaria Sefthymaria; Rahmad Nuryanto; Taslimah Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.426 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.79-84

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi chelating agent pada sintesis elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dengan metode sol-gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi asam (asam askorbat, asam sitrat dan asam maleat) sebagai chelating agent terhadap kristalinitas, ukuran kristal, konduktivitas dan morfologi dari material yang dihasilkan. Tahapan penelitian ini meliputi pencampuran reagen, evaporasi, pengeringan dan kalsinasi. Produk kalsinasi dikarakterisasi menggunakan XRD, multimeter dan SEM-EDS. Mineral penyusun elektrolit padat meliputi NaMnO2, MnO2 MgO dan Na2O. Kristalinitas terendah dan konduktivitas tertinggi dimiliki oleh produk yang menggunakan asam askorbat sebagai chelating agent, dengan nilai konduktivitas 1,91 x 10-4 Scm-1; ukuran kristal 26,09 nm dan ukuran aglomerasi 0,66 μm. Elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 yang dihasilkan untuk variasi chelating agent asam askorbat memiliki formula spinel NaMn1,32Mg0,68O4.
Efek KOH terhadap Rendemen Magnesium Hidroksida pada Elektrolisis Sistem C│KOH║MgSO4,KCl│C Fitria Fatichatul Hidayah; Linda Suyati; Rahmad Nuryanto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.151 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.3.76-79

Abstract

Magnesium hidroksida bermanfaat sebagai bahan baku penyimpan gas hidrogen, bahan baku pembuatan magnesium oksida (MgO). Magnesium dipisahkan dengan metode elektrolisis, hasilnya berupa magnesium hidroksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengendapkan magnesium hidroksida melalui elektrolisis sistem C|KOH||MgSO4,KCl|C dan menentukan pengaruh KOH terhadap rendemen hasil elektrolisis sistem berupa Mg(OH)2.. Sel elektrolisis terdiri dari 2-kompartemen, kompartemen pertama berisi larutan MgSO4-KCl di katoda dan kompartemen lain berisi larutan KOH pada anoda. Elektrolisis menggunakan tabung U yang disekat jembatan garam KCl, elektroda berupa grafit dan potensial terpasang 9 volt dengan waktu elektrolisis selama 120 menit. Magnesium hidroksida dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer IR dan AAS. Keberadaan KOH meningkatkan endapan Mg(OH)2 hasil elektrolisis. Rendemen tertinggi yang dihasilkan diperoleh pada penggunaan KOH 0,25 M yaitu 99,59%. Diperoleh kadar Magnesium sebanyak 51,26%. Ada kemiripan antara spektra FTIR Mg(OH)2 hasil elektrolisis dengan Mg(OH)2 standar yang membuktikan bahwa endapan hasil elektrolisis merupakan Mg(OH)2.
Potential Oxidative Treatment Using Pb-PbO2 Electrode in Electrodecolorizing Batik Wastewater Didik Setiyo Widodo; Rahmad Nuryanto; Abdul Haris; Prihastuti Santini Laksmi Dewi; Lutfia Apipah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2669.96 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.118-123

Abstract

Electrodecolorization of batik wastewater has been done. Study was performed to remediate aquatic environment containing dyes of batik industry by electrolysis, decreasing COD and some metal ions as well. Research was conducted by electrolyzing sample from Buaran Pekalongan and Semarang using Pb and PbO2 as electrodes at a constant applied potential. Solution after treating were analysed, zeolite sieving treatment, and final analysis by UV-Vis spectrophotometer for measuring decolorization percentages, atomic absorption spectrophotometerer (AAS) for evaluating metal ions of Cu2+, total Fe and Na+, and COD analysis. Results show that electrolysis of batik wastewater using PbO2 as anode effectively decolorize and decreasing COD values. Sample containing indigozol and remazol black B (RBB) were decolorized up to 100%. CODs were reduced to 98.6% and 95.4%, respectively. Zeolite treatment enhancing water quality by reducing ion concentration of Cu2+, total Fe ions and Na+.
Pengaruh Variasi Waktu Milling terhadap Karakter Produk Sintesis LiMn2O4 dengan Reaksi Padat-Padat Ega Sharfina; Rahmad Nuryanto; Teguh Yulius Surya Panca Putra
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.814 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.7-12

Abstract

Sintesis katoda LiMn2O4 dari bahan dasar Li2CO3 dan MnO2 melalui metode reaksi padat-padat dengan pemanasan suhu tinggi telah dilakukan. Pencampuran serbuk menggunakan proses pemaduan mekanik dengan memberikan variasi waktu milling 0, 2, 4, 6, dan 8 jam. Tahapan penelitian meliputi pencampuran bahan Li2CO3 dan MnO2 menggunakan High Energy Milling (HEM), sintering pada temperatur 850°C selama 6 jam, dan karakterisasi menggunakan XRD, SEM-EDS dan LCR meter. Prinsip alat HEM adalah pemanfaatan tumbukan antara bola-bola penghancur. Dinding wadahnya diputar dan digerakkan dengan cara tertentu untuk mendapatkan hasil reaksi dengan tingkat homogenitas yang tinggi dan meningkatkan keseragaman ukuran partikel. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa penambahan waktu milling berpengaruh terhadap pelebaran puncak difraksi Li2CO3 dan MnO2 yang mengarah ke pembentukan fasa baru membentuk kristal LiMn2O4 yang ditandai dengan difraktogram yang tampak semakin amorf. Paduan LiMn2O4 terbentuk setelah serbuk hasil milling dipanaskan pada temperatur 850°C. Uji konduktivitas mencatat bahwa pada waktu milling 8 jam diperoleh nilai konduktivitas tertinggi, yaitu sebesar 1,32 x 10-4 Scm-1.