Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Coworking Spaces for Strengthening Academic Libraries Role (A New Trend in The Digital Age) Kardi, Kardi; Nurhayati, Siti; Rahman, Muhammad Fawaizur
Pustakaloka Vol. 16 No. 2 (2024): Pustakaloka
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to encourage the role of libraries as learning resource centers. The rise of coffee shops is a challenge for library service developers. The paradigm shift and the pattern of user habits in obtaining information have had an impact on the decrease in the number of library visitors. The coffee shop offers a free space with a wide selection of food and soft drinks to meet and discuss with colleagues. The problem that arises then is how libraries can answer the challenge of changing user behavior in spreading information. This article tries to explain one of the efforts to provide a user-based service. This study uses a qualitative descriptive approach to describe the strategic role of libraries in the reality of changing people's information behavior. Secondary data from the previous article were collected and then analyzed descriptively and systematically. The validity of the supporting data is sufficient if it can answer this research problem. The results of this study provide an overview of the urgency of café-style co-working in libraries. Coworking spaces can be designed to resemble coffee shops with a variety of offerings while discussing collaboratively with visitors. Of course, the space is equipped with convenient supporting devices, such as an electricity connection, internet, adequate lighting, music, air conditioning, and flexible service hours. The coworking space in the library also provides access to services for journals and e-books. The library must also be ready to help users who have difficulties using electronic services.
Implementasi Asas Integrasi Dalam Pemungutan Pajak Melalui Sistem Coretax Sebagai Upaya Peningkatan Penerimaan Pajak Kardi, Kardi; Salsabila, Alfi; Karmono, Muhamad Hafidz Arsyad
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 7 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i7.639

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Asas Integrasi dalam pemungutan pajak melalui Core Tax Administration System (CTAS), khususnya kebijakan integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sebagai upaya strategis untuk mengatasi sistem administrasi yang terfragmentasi dan meningkatkan penerimaan negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif analitis, yang didasarkan pada kajian literatur sistematis terhadap peraturan perundang-undangan dan artikel ilmiah terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa CTAS merupakan perwujudan esensial Asas Integrasi, berhasil menyatukan seluruh proses bisnis perpajakan—dari pendaftaran hingga pengawasan—ke dalam satu platform digital terpadu, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat fungsi pengawasan. Lebih lanjut, integrasi NIK-NPWP mewujudkan Asas Kesederhanaan, sekaligus meningkatkan akurasi data dan memperluas basis wajib pajak secara masif. Dengan demikian, sistem terintegrasi ini menjadi terobosan strategis untuk menutup celah kepatuhan dan mengoptimalkan potensi penerimaan pajak nasional secara berkelanjutan, meskipun menghadapi tantangan transisi teknis pada tahap awal implementasi.
Assistive Technology to Fulfill the Digital Human Rights of Persons with Disabilities in Indonesia Nurhayati, Siti; Kardi, Kardi; Rahman, Muhammad Fawaizur; Ezzerouali, Souad
Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 19 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v19no4.4461

Abstract

This article analyzes the challenges to achieving digital human rights equality for people with disabilities in Indonesia and evaluates the role of assistive technologies in addressing these issues. Digital human rights are recognized under international law and affirmed by the Indonesian Constitution, which obligates the state to protect and fulfill these rights. Using a normative juridical method based on secondary data and deductive analysis, the research identifies major obstacles, including limited inclusive digital platforms, discrimination, insufficient data on disability populations and needs, restricted access to information, and ongoing rights violations. The findings show that assistive technologies, such as KIAD, Hear Me, DIGI-EDVOT, TeDi, Dif-able, and I-CHAT, significantly enhance digital accessibility for individuals with physical and sensory disabilities. The research recommends that government policies be expanded to provide assistive technologies for people with mental and intellectual disabilities to reduce existing disparities and strengthen digital inclusivity.
Promosi Kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Lombok Tengah Sofyandi, Arif; Kardi, Kardi; Una; Ningsih, Murtiana; Desimal, Iwan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5y6k1y43

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, ditandai dengan demam tinggi, nyeri sendi dan otot hebat, serta ruam.  Pada Tahun 2024 kasus Demam Berdarah Dangue di Lombok Tengah terjadi peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, ialah sebanyak 238 kasus. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi tentan pencegahan Deman Berdarah. Metode kegiatan ini meliputi beberapa tahap pelaksanaan, yaitu : a. Tahap Persiapan Tahap ini seluruh warga mengisi daftar hadir. b. Pembukaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pembukaan kegiatan, dilanjutkan dengan pre test/tes awal secara verbal bagi peserta untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta tentang diare dan cara penanganannya sebelum diberikan penyuluhan, c. Penyampaian materi oleh Narasumber. Materi yang disampaikan adalah mengenai pengertian, penularan, gejala, fase penyakit, derajat keparahan, pencegahan 3M dan 3M Plus dan Penanganan. Penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab. d. Kegiatan diakhiri dengan pemberian tes akhir menggunakan metode statistik analisis uji t pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pegetahuan siswa(i) dengan nilai rata-rata pengetahuan siswa/siswi sebelum diberikan penyuluhan adalah 40.22 namun setelah diberikan penyuluhan tentang tentang DBD, rata-rata pengetahuan siswa/siswi meningkat menjadi 59.78 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat selisih atau perbedaan nilai pre-test dan post test dengan selisih 19.56 dengan nilai P Value 0.000 (P<0.005). Improving Knowledge of Dengue Fever Prevention at State Elementary School 3, Central Lombok Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral infectious disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito, characterized by high fever, severe joint and muscle pain, and rashes. In 2024, cases of Dengue Hemorrhagic Fever in Central Lombok increased from previous years, amounting to 238 cases. The purpose of this community service is to increase the knowledge of male and female students about preventing Dengue Fever. The method of this activity includes several stages of implementation, namely: a. Preparation Stage This stage all residents fill out the attendance list. b. Opening of Community Service Activities The opening of the activity, followed by a verbal pre-test/initial test for participants to determine the extent of participants' knowledge about diarrhea and how to handle it before being given counseling, c. Delivery of material by the resource person. Delivery of material is carried out using the lecture method, the material present is about definitions, transmission, symptoms, disease stages, severty levels, 3M and 3M plus prevention and treatment. The material delivery is done through lecture and question and answer methods. d. The end of the activity ends with a final test. The result of this community service activity is an increase in student knowledge (i) with the average value of student knowledge before being given counseling is 40.22 but after being given counseling about dengue fever, the average knowledge of students increased to 59.78 so it can be concluded that there is a difference or difference in pre-test and post-test values with a difference of 19.56 with a P Value of 0.000 (P <0.005).
Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital Kardi, Kardi; Widayanti, Esti Yuli; Ahmad, Sirojudin
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5829

Abstract

Perpustakaan merupakan bagian sarana prasarana penting yang wajib ada di lembaga pendidikan. Namun sejalan dengan perkembangan jaman dan teknologi, perpustakaan sudah tidak terikat oleh ruang dan waktu. Melalui teknologi perpustakaan bisa dibuat dan diselenggarakan tanpa terikat harus ada ruang atau gedung. Perpustakaan berbasis teknologi menjadi jawaban atas ketiadaan ruangan dan infrastruktur lainnya. Perpustakaan digital bisa menjadi solusi dari kekurangsiapan madrasah dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan madrasah ibtidaiyah swasta di Kabupaten Magetan dalam menyelenggarakan perpustakaan digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data digali melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data menggunakan Google form kepada 75 Kepala Sekolah atau Kepala Perpustakaan MIS. Menggunakan analisis SWOT untuk menjawab permasalahan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dipilah dan pilih menggunakan triangulasi data mulai dari pengumpulan data, reduksi data, dan display data yang relevan dengan permasalahan. Menunjukkan bahwa MIS se-Kabupaten belum siap baik secara infrastruktur, SDM, dan kebijakan dalam pengembangan perpustakaan konvensional dan digital. Ada beberapa madrasah yang sudah merintis pengembangan perpustakaan namun masih sekedar menyiapkan ruangan. Melalui penelitian ini bisa menjadi rekomendasi bagi stakeholder untuk mengundang pakar dalam pengembangan infrastruktur perpustakaan digital pada jangka pendek, dan pengembangan koleksi digital untuk jangka panjangnya.
Implementasi Kebijakan Kesehatan tentang Rumah Sehat di Wilayah Pesisir Sofyandi, Arif; Kardi, Kardi; Fariani, Aulia Ali; Ningsih, Murtiana
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4nepn352

Abstract

Rumah  sehat  adalah  proporsi  rumah  yang  memenuhi  kriteria  sehat  minimum komponen rumah dan sarana sanitasi dari 3 komponen (rumah, sarana sanitasi dan perilaku). Penelitian ini dilakukan bahwa beberapa warga bagek kembar masih banyak warga yang tidak mengetahui cara pengolahan air seperti salah satunya pengolahan air minum. Hampir semua warga tidak mengolah air PDAM atau air sumur sebelum dikonsumsi atau kata lainnya mereka lebih sering mengkonsumsi air mentah. Selain itu, kebiasaan masyarakat yang tidak menutup sumur yang mereka gunakan sebagai sumber air minumnya sehingga dapat mengakibatkan pencemaran air sumur yang diakibatkan oleh polusi, bakteri,dan bahan kimia lainnya. Hal tersebut dapat mengakibatkan sering terjadi penyakit seperti penyakit diare, typus, dan penyakit lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rumah warga di Wilayah Pesisir, Kelurahan Tanjung Permai memenuhi kriteria rumah sehat atau tidak. Sesuai dengan Kebijakan Kesehatan tentang persyaratan rumah sehat. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan analisis dekskriptif, untuk mendapatkan gambarang tentang sanitasi rumah dan perilaku hidup bersih dan sehat Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Sekarbela, Mataram. Instrumen dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan form persyaratan rumah sehat. Checklist, wawancara, survei formulir penilaian rumah sehat yang didasarkan pada Peraturan Kementerian Kesehatan No.829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Permukiman. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang warga di Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Sekarbela, Mataram. Hasil dari penelitian ini adalah dari 15 rumah warga tersebut tidak ada yang memenuhi syarat rumah sehat karena memilki standar nilai di bawah dari nilai rumah kategori sehat adalah dengan nilai 1068-1200. Implementation of Health Policy on Healthy Homes in Coastal Areas Abstract A healthy home is the proportion of homes that meet the minimum healthy criteria for home components and sanitation facilities from 3 components (home, sanitation facilities, and behavior). This study was conducted, several residents of Bagek Kembar still have many residents who do not know how to treat water, such as drinking water treatment. Almost all residents do not treat PDAM water or well water before consumption, or in other words, they often consume raw water. In addition, people's habit of not covering the wells they use as a source of drinking water can result in well water contamination caused by pollution, bacteria, and other chemicals. This can lead to frequent diseases such as diarrhea, typhoid, and other diseases. The purpose of this study is to determine whether residents' homes in the Coastal Area, Tanjung Permai Village meet the criteria for a healthy home or not. In accordance with the Health Policy on the requirements for healthy homes. This study is an observational study with descriptive analysis, to obtain an overview of home sanitation and clean and healthy living behavior in the Bagek Kembar neighborhood, Tanjung Karang Permai Village, Sekarbela, Mataram. The instruments in this study were using a healthy home requirements form. Checklist, interviews, surveys, healthy home assessment forms based on the Ministry of Health Regulation No. 829 / Menkes / SK / VII / 1999 concerning Residential Health Requirements. The sample in this study was 15 residents in the Bagek Kembar neighborhood, Tanjung Karang Permai Village, Sekarbela, Mataram. The results of this study were that none of the 15 residents' houses met the requirements for a healthy home because they had a standard value below the healthy home category value, which is 1068-1200.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DUSUN DASAN LEKONG KAB. LOMBOK TENGAH Ningsih, Murtiana; Rayani, Dewi; Ali, Nurain Abdurrahman; Kardi, Kardi; Astawan, Wanda Januar; Angelica, Zona; Hairunisa, Hairunisa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8851

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy, particularly iron deficiency anemia, remains a public health problem that has serious impacts on maternal and fetal conditions, especially in rural areas with limited access to nutritional information and low utilization of local food sources rich in iron, such as moringa leaves. This condition is also found in Dusun Dasan Lekong, Selebung Village, Batu Keliang District, West Nusa Tenggara Province, indicating the need for contextual and locally based educational efforts to improve pregnant women’s knowledge as a preventive measure against anemia. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about anemia and the utilization of moringa leaf pudding as an effort to prevent anemia. The method used was a quantitative pre experimental approach with a one group pretest posttest design involving 15 pregnant women, conducted on July 12, 2025. The intervention consisted of educational activities through lectures, banners, visual PowerPoint media, and a healthy kitchen class on making moringa leaf pudding. Pretest results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (86.7 percent) and a poor level of knowledge (6.7 percent). After the intervention, there was an increase in knowledge, with 93.3 percent of respondents categorized as having very good knowledge and no respondents remaining in the poor category. The mean score increased from 58.0 to 84.6 with a p value less than 0.01, indicating a very significant difference. This educational intervention was effective in improving pregnant women’s knowledge and is expected to serve as an effort to prevent anemia in the community. ABSTRAK Anemia pada kehamilan, khususnya anemia defisiensi besi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kondisi ibu dan janin, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi gizi dan rendahnya pemanfaatan sumber pangan lokal kaya zat besi seperti daun kelor. Kondisi ini juga ditemukan di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Keliang, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga diperlukan upaya edukatif yang kontekstual dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai langkah pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia serta pemanfaatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest pada 15 ibu hamil yang dilaksanakan pada 12 Juli 2025. Intervensi berupa edukasi melalui ceramah, banner, media visual power point, serta kelas dapur sehat pembuatan puding daun kelor. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (86,7%) dan kurang baik (6,7%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 93,3% responden berada pada kategori sangat baik dan tidak ditemukan lagi kategori kurang baik. Rata-rata nilai meningkat dari 58,0 menjadi 84,6 dengan nilai p < 0,01, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Intervensi edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan anemia di masyarakat.
Semantic Study on the Unique Naming of PTKIN Library and Information Journals Ahwan, Muh Ahlis; Kardi, Kardi
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Vol 11, No 2 (2021): Volume 11 Number 2 October 2021
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/parole.v11i2.224-230

Abstract

The development of library and information science journals within Indonesian State Islamic Higher Education Institutions (PTKIN) has largely been discussed from managerial and bibliometric perspectives, while their linguistic aspects have received limited attention. This study examines the naming of PTKIN library and information journals from a semantic perspective, viewing journal names as meaningful linguistic constructions rather than purely administrative labels. Using a qualitative descriptive approach, journal names are analyzed as lexical data to identify their language sources, semantic structures, and symbolic functions. The findings indicate that PTKIN journal names consistently refer to concepts related to books, libraries, knowledge, and literacy, employing diverse linguistic resources such as Arabic, Indonesian, foreign languages, and local languages. These names operate across denotative, connotative, and symbolic levels of meaning, serving not only to mark disciplinary scope but also to express institutional identity and epistemic orientation. The study highlights journal naming as a structured linguistic practice shaped by disciplinary traditions and cultural contexts, and demonstrates the relevance of semantic and onomastic analysis for understanding academic publishing beyond managerial concerns.