Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Pengaruh Kepatuhan Tenaga Kesehatan dalam Melakukan Standard Precautions dan Komunikasi Efektif SBAR Terhadap Budaya Keselamatan Pasien IGD RSUD Aek Kanopan Sumatera Utara Sofwatul Marfiyah; Purwadhi Purwadhi; Rizki Adriansyah Rubini
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6402

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan prioritas utama yang harus dilakukan oleh dokter dalam upaya pencegahan kejadian tidak diinginkan (KTD). Manajemen keselematan pasien termasuk pada pencegahan infeksi terkait perawatan kesehatan. Pada budaya keselamatan pasien rumah sakit meliputi juga standard precautions yang merupakan kewaspadaan utama yang berperan untuk pencegahan infeksi terkait perawatan kesehatan. Untuk mencegah terjadinya KTD pada keselamatan pasien diperlukan komunikasi efektif. Salah satu komunikasi yang baik adalah dengan komunikasi efektif SBAR (situation, background, assesment, recommendation). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepatuhan tenaga kesehatan dalam melakukan standard precautions dan komunikasi efektif SBAR terhadap budaya keselamatan pasien IGD RSUD Aek Kanopan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 26 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 26 responden. Jenis pelenelitian ini adalah penelitian korelasi komparatif dengan metode kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Instrumen statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menngunakan uji validitas, rabilitas, normalitas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan standard precaution dan komunikasi efektif SBAR secara simultan terhadap budaya keselamatan pasien sebesar 54,0%.
Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Obat Rawat Jalan Menggunakan Konsep Lean di RS TK III Wijayakusuma Vitara Daru Rahmi; Purwadhi Purwadhi; Mira Veranita
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6403

Abstract

Latar belakang Lamanya waktu tunggu pelayanan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Tk. III Wijayakusuma masih belum sesuai target pada Standar Pelayanan Minimal yaitu £ 30 menit untuk obat non racikan dan £ 60 menit untuk obat racikan. Waktu tunggu pelayanan resep obat rawat jalan ini merupakan salah satu indikator mutu unit rumah sakit (IMP Unit) yang belum mencapai target di tahun 2023 dan menjadi prioritas perbaikan di tahun 2024. Tujuan penelitian Menganalisis waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan dengan konsep lean di RS Tk. III Wijayakusuma. Desain penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan analisa data kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh resep pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan di RS Tk. III Wijayakusuma pada seluruh poli tahun 2024, dengan sampel penelitian sebanyak 98 resep obat. Pengamat menggunakan lembar observasi VSM dan lembar waste, wawancara mendalam dengan informan menggunakan lembar wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa total lead time waktu tunggu pelayanan obat pada kondisi current state adalah 111,6 menit untuk obat racikan, sedangkan pada obat non racikan adalah 71,74 menit. Setelah dilakukan pengkajian ditemukan 10 aktivitas waste yang terdiri dari 71,47 % waste waiting, 18,89 % waste motion dan 9,65% waste extraprocessing. Setelah dilakukan intervensi lean terjadi peningkatan pada indikator mutu waktu tunggu pelayanan obat dari bulan Agutus sebanyak 70% dan menjadi 76% pada bulan September 2024. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan metode Lean dapat mengetahui capaian waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan, waste, penyebab masalah dan desain rancangan perubahan sebagai upaya perbaikan jangka pendek maupun jangka menengah sehingga kualitas pelayanan terkhusus bidang kefarmasian dapat meningkat.