Yusuf Rendi Wibowo
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

METODE SISTEMATIC LITERATUR RIVIEW UNTUK ANALISIS KESESUAIAN PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR PADA KURIKULUM MERDEKA Faisal Arief Ramadhan; Yusuf Rendi Wibowo; Irfan Irfan; Kharisma Romadhon
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 8, No 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v8i2.10167

Abstract

This study aims to assess the appropriateness of learning resources produced with the use of independent, curriculum-based R&D research. This study falls within the qualitative research category since it makes use of phenomenological methods. The data in this study were examined using the data analysis technique known as the systematic literature review, or SLR (SLR). By employing a systematic literature review strategy, where each step is outlined, researchers may methodically scan reviews and locate articles. Researchers must gather and then filter journal articles from Google Scholar, SINTA, DOAJ, and Scopus in order to finish the study. The articles are then gathered and archived between 2021 and 2022 using the year of publication criterion. 216 articles that are closely linked to the keywords used were chosen by the researchers from a range of publications. The researcher's next step is to gather research and development-related papers as part of a research plan to provide educational materials for a self-contained curriculum. The results of this study are utilized to develop the final conclusions of 15 journal articles that may be employed in an autonomous curriculum for learning at the primary school level. 15 educational resource articles are created using the ADDIE paradigm. Video animations, interactive PowerPoint slide shows, comic books, Macro Media Flash, Android applications, and Articulate Storylines are just a few of the eight various instructional media forms that may be used
Analisis Kesiapan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (Studi Kasus di SD Negeri 1 Ulak Kedondong) Kharisma Romadhon; Mohamad Agung Rokhimawan; Irfan Irfan; Noor Alfi Fajriyani; Yusuf Rendi Wibowo; Diah Retno Ayuningtyas
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 7, No. 3 (Juli 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v7i3.2239

Abstract

Dalam penelitian ini akan dianalisis persiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum otonom. Kurikulum otonom masih membutuhkan banyak pelatihan dan pengetahuan tambahan, terutama persiapan untuk adaptasi teknologi, yang membutuhkan pemahaman literasi digital baik dari instruktur maupun siswa. Metodologi penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dengan kerangka deskriptif. Studi ini dilakukan di lokasi SD Negeri 1 Ulak Kedondong, sedangkan informan pada penelitian ini adalah pendidik dan kepala sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tindakan yang diambil di penerapan merdeka belajar pertama-tama melakukan assessment awal guna untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Dalam kegiatan belajar proses yang harus diperhatikan yaitu perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kemudian hal yang perlu dipersiapkan guru dalam penerapan kurikulum merdeka di sekolah ini di antaranya materi ajar, pembelajaran berdiferensiasi, bahan ajar yang berupa buku dan modul, dan lain sebagainya.
STUDI KOMPARASI TEORI KETELADANAN NASHIH ULWAN DAN TEORI KOGNITIF SOSIAL ALBERT BANDURA Yusuf Rendi Wibowo; Fatonah Salfadilah; Moch. Farich Alfani
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 1 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore Nashih Ulwan's exemplary role model theory and Albert Bandura's social cognitive learning theory. The research method used is qualitative research, and the type of research is library research. The method used in this research is the hermeneutic method. The results of this research show that according to Abdullah Nashih Ulwan, exemplary role modeling is the most effective way to prepare a child's character, shape their social soul and feelings. On the other hand, according to Bandura's social cognitive theory, a person can learn by observing and imitating the behavior of others around them. The similarity between these two theories lies in the fact that learning is a process of observation and attention, where a person learns from their environment, in terms of models, examples or exemplary role models. The difference lies in Nashih Ulwan's emphasis on following the exemplary role model of Prophet Muhammad, while Bandura's theory focuses on children observing the behavior of adults towards an object (doll), and the different factors that are not imitated or followed from the observed model.
Model Role Playing Berbantuan Media Audio pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Yusuf Rendi Wibowo; Fatonah Salfadilah; Sri Atin
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 5 Nomor 2, September 2024
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v5i2.20545

Abstract

Penelitian ini dipicu oleh kekurangan kreativitas dalam inovasi pembelajaran IPS, mendorong eksplorasi model pembelajaran role playing berbantuan audio sebagai solusi. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek utama adalah pendidik kelas III, dengan tujuan mengungkap alasan penggunaan model role playing berbantuan media audio dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Hasil penelitian di SD N 1 Way Mili menunjukkan pelaksanaan yang baik, dengan keunggulan model ini termasuk melatih peserta didik memahami keadaan seakan-akan nyata, merangsang kreativitas dan inovasi, serta melibatkan peserta didik secara aktif. Namun, terdapat kelemahan seperti penggunaan waktu yang lama, membutuhkan ruang luas, potensi gangguan suara, dan ketidakmenarikan jika media audio mengalami kesalahan. Faktor pendidik, peserta didik, dan sarana prasarana menjadi pengaruh dalam penerapan model pembelajaran ini. Kesimpulannya, model role playing berbantuan audio efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS meskipun dengan beberapa tantangan yang perlu diatasi.Bagian Atas Formulir
Konsep Pendidikan Islam Perspektif Abdullah Nashih Ulwan Yusuf Rendi Wibowo; Fatonah Salfadilah
ISLAM EDU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 02 (2024): Islam Edu: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan Islam menurut Abdullah Nashih Ulwan, yang menekankan pentingnya pendidikan holistik yang melibatkan aspek intelektual, moral, spiritual, fisik, dan sosial. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis metode pendidikan yang diajukan oleh Ulwan, serta relevansi pendekatan pendidikan Islam holistik dalam konteks pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yang mengumpulkan data melalui kajian literatur terhadap karya Ulwan, terutama yang berkaitan dengan teori pendidikan Islam. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif analitik untuk menyusun pemikiran-pemikiran Ulwan dalam konteks pendidikan yang integratif dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulwan memandang pendidikan sebagai proses yang menyeluruh dan berkelanjutan, yang bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam aspek moral, spiritual, dan sosial. Konsep pendidikan Islam yang ditawarkan oleh Ulwan menekankan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Metode pendidikan yang diterapkan oleh Ulwan mencakup keteladanan, nasihat, perhatian, serta penggunaan hukuman yang mendidik. Artikel ini juga menemukan bahwa integrasi antara pendidikan moral, spiritual, dan intelektual sangat penting dalam membentuk generasi Muslim yang utuh, mampu menghadapi tantangan zaman dan kehidupan.
METODE DRILL DALAM PEMBELAJARAN MUFRODAT BAHASA ARAB DI SD/MI: TELAAH PUSTAKA DAN TAWARAN KONSEPTUAL Yusuf Rendi Wibowo; Fatonah Salfadilah
Al-Usthurah Vol. 1 No. 02 (2026): Januari
Publisher : Study Program of Arabic Language Education (PBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) menghadapi tantangan utama pada aspek penguasaan mufrodat yang berperan sebagai fondasi bagi keterampilan berbahasa lainnya. Rendahnya penguasaan mufrodat siswa menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik usia sekolah dasar. Metode drill merupakan salah satu metode yang relevan untuk tujuan tersebut, namun dalam praktiknya sering dipersepsikan secara sempit sebagai latihan mekanis tanpa landasan konseptual yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis konsep metode drill dalam pembelajaran mufrodat bahasa Arab di SD/MI serta merumuskan tawaran konseptual yang aplikatif dan pedagogis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka, dengan sumber data berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang memiliki otoritas akademik. Analisis data dilakukan melalui analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema konseptual utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode drill efektif dalam penguatan mufrodat apabila diterapkan secara terstruktur, konsisten, bermakna, dan kontekstual, serta disesuaikan dengan karakteristik mufrodat dan tahap perkembangan siswa SD/MI. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual penerapan metode drill yang meliputi tahap pengenalan mufrodat, pembiasaan melalui latihan berulang yang bermakna, dan penguatan kontekstual melalui penggunaan kosakata dalam komunikasi sederhana. Kesimpulannya, metode drill dapat diposisikan sebagai strategi penguatan yang terintegrasi dalam pembelajaran mufrodat bahasa Arab di SD/MI apabila dirancang secara tepat dan tidak bersifat mekanis.
Dasa Dharma Pramuka dalam Perspektif Al-Qur'an: Studi Analisis Tematis Yusuf Rendi Wibowo
Jurnal Man-anaa Vol. 2 No. 2 (2025): Man Ana: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prgram Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/man.v2i2.445

Abstract

Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda Indonesia melalui internalisasi nilai-nilai moral dan sosial yang tertuang dalam Dasa Dharma. Namun, dalam konteks masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam kegiatan kepramukaan belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan nilai-nilai dalam Dasa Dharma Pramuka dengan ajaran Al-Qur’an melalui pendekatan epistemologi Islam yang mencakup tiga dimensi: bayani (tekstual), burhani (rasional), dan irfani (spiritual). Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis isi dan tafsir tematik (maudhu’i) terhadap teks Dasa Dharma dan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap butir Dasa Dharma memiliki landasan normatif dalam Al-Qur’an, yang mencerminkan nilai ketakwaan, tanggung jawab, musyawarah, keikhlasan, dan kesucian moral. Analisis burhani menegaskan relevansi nilai-nilai tersebut dalam pembentukan karakter rasional dan etis di era modern, sedangkan analisis irfani menyoroti transformasi spiritual yang dapat dicapai melalui penghayatan nilai-nilai kepramukaan. Kesimpulannya, paradigma nilai kepramukaan Islami merupakan bentuk integrasi harmonis antara ajaran Islam dan prinsip kepramukaan yang melahirkan model pendidikan karakter holistik menyatukan dimensi spiritual, intelektual, dan moral dalam satu kerangka pembinaan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Pemikiran Al-Ghazali dalam filsafat pendidikan Islam: relevansi untuk pendidikan dasar Nur Hidayat; Yusuf Rendi Wibowo; Fatonah Salfadilah; Mazaya Rahma Maryam
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 Desember (2025): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v7i2.1180

Abstract

This study aims to analyze Al-Ghazali's thought in Islamic education philosophy and its relevance to contemporary basic education. The research focuses on Al-Ghazali's educational epistemology, its Sufistic-ethical-integrative character, and its practical implications for student character formation. The method used is library research with a philosophical-hermeneutic approach, which involves reading, interpreting, and contextualizing Al-Ghazali's classical texts particularly Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn and Ayyuhā al-Walad within the framework of modern basic education needs. The findings indicate that Al-Ghazali's thought emphasizes education as a means of moral perfection through the integration of intellect, heart, and behavior. The methods he proposes include role-modeling (uswah), habituation (ta‘wīd), admonition (mau‘iẓah), self-reflection (muhāsabah), and the control of base desires. In the context of contemporary basic education, these ideas are relevant to concepts of character building, reflective education, and holistic learning models, as emphasized in Indonesia's Kurikulum Merdeka (Emancipated Curriculum). However, a limitation of Al-Ghazali's thought is its lack of attention to modern science and technological literacy. Therefore, integrating Al-Ghazali's Sufistic-ethical thought with contemporary pedagogy such as humanistic, constructivist, and holistic education approaches is necessary to develop a basic education model that balances morality, spirituality, and 21st-century competencies.
Pendidikan Islam untuk Anak melalui Pembiasaan Membaca Al-Matsurat: Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dan Praktiknya di Sekolah Dasar Yusuf Rendi Wibowo
The Prime Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : The Prime is under the provision of the Study Program of Islamic Elementary School Teacher Training (PGMI) of Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam memainkan peran penting dalam membentuk karakter anak-anak sebagai generasi penerus umat Islam. Salah satu praktik zikir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah membaca Al-Matsurat. Abdullah Nashih Ulwan menyoroti pentingnya membiasakan anak-anak membaca Al-Matsurat sebagai cara untuk menanamkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana konsep Abdullah Nashih Ulwan tentang pendidikan Islam untuk anak diimplementasikan di SD IT Baitul Muslim Way Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan studi kasus. Lokasi penelitian adalah SD IT Baitul Muslim Way Jepara, yang menerapkan pembiasaan membaca Al-Matsurat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam untuk anak oleh Abdullah Nashih Ulwan relevan dan dapat diimplementasikan di SD IT Baitul Muslim Way Jepara. Praktik membaca Al-Matsurat dilakukan secara teratur dan mendukung perkembangan anak dalam berbagai aspek. Praktik membaca Al-Matsurat di sekolah tersebut memberikan dampak positif yang signifikan pada perkembangan holistik siswa. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pendidikan Islam dapat dijalankan secara efektif dengan mengintegrasikan praktik zikir seperti membaca Al-Matsurat dalam kurikulum pendidikan anak di sekolah dasar. Temuan penelitian ini dapat menjadi kontribusi penting untuk pengembangan ilmu pendidikan Islam, serta memberikan informasi dan inspirasi bagi para pendidik, orang tua, dan masyarakat.
Membangun Karakter Peduli Sosial melalui Pembelajaran Kooperatif di Sekolah Dasar Yusuf Rendi Wibowo; Fatonah Salfadilah
The Prime Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : The Prime is under the provision of the Study Program of Islamic Elementary School Teacher Training (PGMI) of Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter peduli sosial merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar, namun kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan kecenderungan individualistik dan kurang mampu bekerja sama. Pembelajaran kooperatif sering dipandang sebagai strategi yang potensial untuk mengatasi persoalan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pembelajaran kooperatif digunakan di SDN 1 Way Mili untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial mereka, khususnya di kelas IPS. Penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metodologi studi kasus merupakan metodologi yang digunakan. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan metode yang digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan kerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial siswa. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti perbedaan kemampuan akademik siswa dan keterbatasan waktu. Solusi yang diusulkan adalah pembagian peran dalam kelompok dan penggunaan media pembelajaran interaktif.