Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Wax Precipitation in Crude Oil by Coutinho Model Based on Conventional Gas Chromatography Data Muh Kurniawan; Adiwar Adiwar; Kamarza Mulia; Chairil Anwar
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 36 No 2 (2013)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.36.2.764

Abstract

Wax precipitation in crude oils can produce problems in oil production and transportation operations. Prediction is the key of avoidance or remediation of the wax problem of flow assurance. Among the wax prediction thermodynamic model, Coutinho model can be run using limited laboratory data, but the result is comparably accurate. The model requires n-paraffin distribution, which commonly determined by high-temperature gas chromatography (HTGC) analysis. However, only few laboratories could perform the HTGC. Lemigas has abundant database of crude oil with conventional gas chromatography data. An extended n-paraffin distribution was calculated based on the conventional GC data by performing extrapolation and normalization to total wax content. The n-paraffin distribution was applied in Coutinho model to predict wax precipitation of a crude oil sample. The WAT obtained from the model deviated only 2°C from DSC data. The result was also valid to DSC data in term of precipitated wax amount along temperature range.
Crude Oil Grading sebagai Second Reference dalam Penetapan Harga Minyak Bumi Indonesia Adiwar Adiwar; Baity Hotimah; Wage Martono; Muh Kurniawan; Yuflinawati Away
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.596

Abstract

Suatu grading dilakukan terhadap Indonesian Crude Oil Basket dan minyak bumi Indonesia lainnya dengan menggunakan suatu program Crude Oil Grading ADBHWMMK&YA.Program ini merupakan sebuah home-made program yang menggunakan Excell dan VisualBasic, yang mengurutkan kualitas minyak bumi berdasarkan API, kandungan sulfur, dan yielddistilat serta klasifikasi minyak bumi.Urutan grading terhadap 8 Indonesian Crude Oil Basket, memperlihatkan urutan yangagak sama dengan urutan grading ICP pada Tahun 2000, 2006 dan 2007, dan cukup mendekatiurutan grading ICP pada Tahun 2008 dan 2009 (kecuali untuk minyak bumi SLC). Urutan grading yang dihasilkan program ini terhadap urutan grading kedelapan Indonesian Crude Oil Basket, konsisten baik diurutkan secara tersendiri atau bersama dengan minyak bumi Indonesia lainnya.Dengan demikian, program ini potensial untuk digunakan sebagai second reference dalampenetapan ICP.Aplikasi program ini terhadap blending dua atau lebih minyak bumi dapat memperlihatkankemungkinan adanya efek positif pencampuran terhadap kualitas minyak bumi yang dihasilkan.
PENGARUH TEMPERATUR REAKSI DAN TEKANAN HIDROGEN PADA PENGHIDRORENGKAHAN FRAKSI DISTILAT VAKUM TAR BATUBARA Novie Ardhyarini; Syntha Nardey; Daliya Indra Setiawan; Muh Kurniawan
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 3 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.3.1198

Abstract

Penghidrorengkahan fraksi distilat vakum tar batubara dilakukan menggunakan katalis NiMo/Al2O3 -SiO2 dalam reaktor autoclave dengan sistem batch untuk menghasilkan bahan bakar minyak.Pengaruh temperatur reaksi (400 – 450o C) dan tekanan hidrogen awal (80-120 bar) pada sifat fifi sikadan kimia produk penghidrorengkahan diteliti. Sifat produk mengalami peningkatan mutu setelahpenghidrorengkahan dengan penurunan kadar pengotor (sulfur dan nitrogen) dan SG 60/60o F sertapeningkatan nilai rasio mol H/C. Kondisi percobaan pada temperatur 450 o C dan tekanan hidrogen120 bar memberikan hasil terbaik yaitu penurunan nilai SG 60/60o F, sulfur dan nitrogen dari 1,1127;0,39 % brt dan 1,75 %brt pada umpan menjadi 0,9154; 0,008% brt dan 0,54% brt pada produk. Rasiomol H/C mengalami peningkatan dari 1,18 pada umpan menjadi 1,52 pada produk. Fraksi-fraksiproduk penghidrorengkahan dipisahkan menggunakan simulasi distilasi dengan kromatografifi gas danhasilnya berupa fraksi nafta 22,7% vol dan fraksi distilat tengah 56,2% vol. Hasil ini memperlihatkanfraksi distilat vakum tar batubara dapat ditingkatkan mutunya melalui penghidrorengkahan dandidapatkan fraksi-fraksi lebih ringan yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan bakar minyakatau komponen blending bahan bakar minyak.