Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

USE OF SOLAR ENERGY TO SAVE FISHING BOAT OPERATIONS FOR FISHERMAN IN PULO AMPEL VILLAGE, SERANG DISTRICT Damora Rhakasywi; Bambang Sudjasta; Amir Marasabessy
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2023): Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53834/mdn.v9i1.5242

Abstract

In an effort to help improve the welfare of fishing communities, universities implement community service programs, this is an alternative in empowering the economy of fishing communities. There is a fishing village in Pulo Ampel Village, Serang Regency, Banten Province. Fishing activities by fishermen around the offshore Pangkalan Ikan in the village. Puloampel has a population of 11,758 people, namely 5,943 men and 5,815 women. Most of the people in Puloampel are fishermen, trading businesses, and farmers. The size of the existing fishing boats are generally relatively small, between 3 GT and 5 GT. The number of fishermen is 126 people, and there are 38 operating fishing boats. The fishermen use fishing boats generally leaving at night until the morning ± 8 hours. Currently, electricity needs for lights and other tools use batteries/batteries with electric shocks charging every 2 days. Complaints about charging the charger, the battery will be damaged quickly. To overcome and save electricity, it can be used as an electric charger with solar panels. Therefore, the community service team can provide counseling and training on the installation of solar panel electrical components (solar energy) for fishing boats owned by fishermen. The problem faced by partners (fishermen) who have been complaining about this is that the batteries used are damaged quickly, because the batteries are removed too often for charging electric shocks, this hampers the economic welfare of the fishermen's families because of additional costs. The purpose of implementing this community service program is to increase applied knowledge for small-size fishing boat electricity, and by utilizing solar/solar energy components applied to ships, it can reduce costs and extend the technical life of batteries/batteries.
PENERAPAN PANEL SURYA UNTUK PENERANGAN LISTRIK PERAHU NELAYAN GUNA EFISIENSI PENGGUNAAN BATERAI Amir Marasabessy; Bambang Sudjasta; Wiwin Sulistyawati; Fajri Ashfi Rayhan; Damora Rhakasywi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i2.25984

Abstract

In an ef ort to improve the welfare of fishing communities, the Community Service program is an alternative inempowering the economy of fishing communities. There is a fishing village in Puloampel Village, Serang Regencycarrying out fishing activities around the of shore area of Pangkalan Ikan. The livelihoods of the people inPuloampel Village are fishermen, traders and farmers. The fishing community has fishing boats, generally made ofwood, with a capacity of 3 GT to 5 GT, which rest at the Rukun Nelayan Cinta Bahari pier. The number of fishermenis 126, and the number of fishing boats operating is 38. When operating fishing boats, fishermen generally leave atnight until morning for ± 8 hours. The need for electric lighting so far has been to use batteries by recharging every2 (two) days, this has resulted in the batteries often being damaged in addition to the expensive cost of rechargingthe batteries. The aim of the Community Service activity is to implement solar power generation on fishing boats tosave battery costs. The method used is to provide counseling and training on installing solar cell panel componentson fishing boats. As a result of Community Service activities through outreach and training activities, fishingcommunity groups have been able to assemble/install and maintain solar cell panel components independently.Apart from that, the evaluation of fishing operation activities on 6 fishing boats for 6 months can reduce costs byIDR 22,140,000 so that this can provide prosperity and improve the economy for the fishing community. ABSTRAK: Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, program Pengabdian Kepada Masyarakatmenjadi alternatif dalam memberdayakan ekonomi masyarakat nelayan. Terdapat kampung nelayan di Desa PuloAmpel Kabupaten Serang melakukan kegiatan menangkap ikan di sekitar lepas pantai Pangkalan Ikan. Matapencaharian masyarakat di Desa Pulo Ampel sebagai nelayan, usaha dagang, dan petani. Masyarakat nelayanmemiliki perahu ikan umumnya relatif berbahan kayu kapasitas 3 GT s/d 5 GT, yang bersandar di dermaga RukunNelayan Cinta Bahari. Jumlah nelayan 126, dan jumlah perahu ikan yang beroperasi 38 unit. Dalam pengoperasianperahu ikan umumnya para nelayan berangkat malam hingga pagi hari ± 8 jam. Kebutuhan penerangan listrikselama ini menggunakan baterai dengan melakukan pengisian/charge 2 (dua) hari sekali, hal ini yangmengakibatkan baterai sering mengalami kerusakan disamping biaya charge baterai yang mahal. Tujuan kegiatanPengabdian Kepada Masyarakat adalah penerapan pembangkit listrik tenaga surya pada perahu ikan untukpenghematan biaya pemakaian baterai. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan dan pelatihanpemasangan komponen panel solar cell pada perahu ikan. Hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakatmelalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan, masyarakat kelompok nelayan sudah dapat merakit/memasang danmelakukan perawatan komponen panel solar cell secara mandiri. Selain itu dari evaluasi kegiatan pengoperasianpenangkapan ikan pada 6 unit perahu ikan selama 6 bulan, dapat memberikan penekanan biaya sebesarRp.22.140.000 sehingga hal ini dapat memberikan kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakatnelayan.
Penerapan Lampu Penerangan Jety Tempat Sandar Perahu Nelayan Menggunakan Panel Solar Cell Marasabessy, Amir; Ashfi Rayhan, Fajri; Sulistyawati, Wiwin; Rhakasywi, Damora; Widiyanto, Didit
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v6i2.2097

Abstract

Desa Pulo ampel Kota Serang terdapat kampung rukun nelayan “Cinta Bahari”. yang secara geografis terletak pada posisi sebelah timur yang membentang dari utara ke selatan sepanjang ± 3 km. Mitra rukun nelayan memiliki perahu ikan 134 unit, 91 unit kapasitas 1 GT, 33 unit kapasitas 2 GT dan 10 unit kapasitas 10 GT bersandar di dermaga yang dibangun melalui swadaya gotong royong dengan panjang 85 meter dan lebar 1,5 meter. Permasalahan mitra rukun nelayan saat ini dermaga belum memiliki penerangan sehingga menjadi hambatan bagi nelayan menyandarkan perahu ikan dan bongkar muat di dermaga pada waktu malam dan pagi hari sehingga  sering terjadi tubrukan antara perahu ikan yang mengakibatkan terjadi kerusakan. Solusi mengatasi permasalahan, dilakukan pemasangan empat tiang lampu penerangan dermaga menggunakan panel solar cell. Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan penerangan listrik dermaga menggunakan panel solar cell Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan pemasangan komponen panel solar cell pada empat tiang lampu penerangan dermaga. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, kapasitas baterai dapat menampung energi listrik selama 5 jam dimana 2 tiamg lampu penerangan di gunakan pada pukul.19.00 s/d 23.59 wib dan dua tiamg lampu penerangan lainnya di gunakan pukul.01.00 s/d 06.00 wib. untuk kelancaran pengoperasian dan bongkar muat ikan di dermaga. Perhitungan pemasangan empat tiang lampu penerangan menggunakan komponen panel solar cell di dermaga selama lima tahun dengan tidak memperhitungkan penyusutan baterai, dibandingkan jika menggunakan penerangan listrik dari PLN, akan memberikan penekanan biaya Rp.3.360.000 untuk kesejahteraan mitra kelompok nelayan.
PEMANFAATAN ENERGI PANEL SURYA DAN MARINE LOCATOR UNTUK PERAHU NELAYAN DESA PULO AMPEL Marasabessy, Amir; Rhakasywi, Damora; Sulistyawati, Wiwin; Widiyanto, Didit; Ashfi Rayhan, Fajri
Jurnal Likhitaprajna Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pulo ampel, berada di pesisir utara Pulau Jawa di Kecamatan Pulo ampel. Berdasarkan geografis berada di bagian timur, terbentang dari utara ke selatan ± 3 Km. Masyarakat sebagian besar menjadi nelayan, memiliki perahu ikan diantaranya 33 unit berkapasitas 3 Gross Tonnage (GT). Jumlah nelayan 215, Perahu ikan kapasitas 3 GT beroperasi dari malam hingga pagi hari menggunakan penerangan dari sumber baterai, baterai sering mengalami kerusakan karena buka pasang untuk charge di kota dengan harga mahal. Keberadaan nelayan di areal fishing ground menjadi cemas keluarga terutama saat cuaca buruk. Hal ini mengganggu pengoperasian perahu ikan sehingga berdampak menurunya produksi dan pemasaran hasil tangkapan ikan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah memanfaatkan energi panel surya untuk penerangan pada perahu ikan 3 GT dan marine locator untuk menegtahui posisi nelayan di areal fishing ground. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, pendampingan perawatan dan evaluasi kinerja panel surya dan marine locator dengan melibatkan mitra nelayan agar kedepan dapat melakukan pemasangan dan perawatan secara mandiri. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan dapat memberikan kelancaran dan keselamatan dalam pengoperasian mencari ikan, sehingga produksi dan pemasaran hasil tangkapan ikan meningkat dari 7 s/d 12 kg/hari menjadi 10 s/d 15 kg/hari guna peningkatan ekonomi dan kesejahteraan mitra nelayan.
Analisis Stabilitas Fasilitas Loading Unloading Crane dan Ship Loader pada Kapal Konversi Jihad Pramayoga; Sulistyawati, Wiwin; Marasabessy, Amir
Applied Science and Technology on Naval Engineering Vol 3 No 2 (2025): Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE)
Publisher : Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54378/astne.v3i2.11770

Abstract

Kapal MV. Ratu Damai, yang awalnya dirancang sebagai bulk carrier, telah mengalami konversi menjadi Floating Loading Facility (FLF). Konversi ini melibatkan penambahan struktur dan peralatan bongkar muat yang signifikan, yang berpotensi memengaruhi stabilitas kapal secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas MV. Ratu Damai pasca konversi, dengan fokus pada dampak penambahan alat bongkar muat terhadap parameter stabilitas statis dan dinamis. Metode yang digunakan meliputi perhitungan stabilitas berdasarkan data dimensi kapal, bobot, dan posisi pusat gravitasi (KG) sebelum dan sesudah konversi, serta simulasi berbagai kondisi pemuatan dan operasional. Hasil analisis diharapkan dapat mengidentifikasi perubahan karakteristik stabilitas, menilai kepatuhan terhadap regulasi maritim yang berlaku, dan memberikan rekomendasi untuk memastikan keselamatan operasional kapal.
Analisis Penerapan Metode Value Stream Mapping Pada Proses Bongkar Muat Kapal Container Untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu Pada Pelabuhan Sunda Kelapa PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Dwiki Faris Alamsyah; Marasabessy, Amir
Applied Science and Technology on Naval Engineering Vol 3 No 2 (2025): Applied Science and Technology on Naval Engineering (ASTNE)
Publisher : Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54378/astne.v3i2.11792

Abstract

The cargo container unloading and loading process is a critical component in port operations, significantly impacting logistical efficiency and operational costs. This study aims to analyze the application of Value Stream Mapping (VSM) to enhance time efficiency in loading and unloading activities at PT. Pelabuhan Indonesia (PELINDO). Inefficiencies in these processes often result in vessel departure delays, increased berthing times, and elevated operational expenditures. Using a quantitative approach, this research gathers primary data through direct field observations and interviews with key stakeholders at Tanjung Priok Port, supported by secondary data on vessel departure delays. The findings reveal multiple non-value-added activities and process waste contributing to inefficiencies. Based on VSM analysis, proposed improvements led to a significant reduction in process cycle time and enhanced overall port operational efficiency. The implementation of VSM proves to be an effective lean tool in streamlining container handling operations. These findings offer practical contributions to PT. Pelabuhan Indonesia in boosting performance and competitiveness, while also serving as a reference for future maritime logistics studies. Keywords: Value Stream Mapping; Time Efficiency; Loading and Unloading; Port Operations; Lean Manufacturing.
PELATIHAN PERAWATAN ZONA LAMBUNG PERAHU IKAN BERBAHANKAYU BAGI KELOMPOK NELAYAN DESA LONTAR KECAMATAN TIRTAYASA KABUPATEN SERANG Marasabessy, Amir; Sudjasta, Bambang; Rhakasywi, Damora
Nemui Nyimah Vol. 1 No. 2 (2021): Nemui Nyimah
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v1i2.12

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat sangat membantu bagi kehidupan masyarakat untuk memperbaiki taraf kehidupan perekonomian agar bisa menjadi sejahtera. Kehidupan masyarakat Desa Lontar lebih didominasi oleh mitra kelompok nelayan dengan jumlah 1327 orang dan petani rumput laut 1021 orang. Hasil produksi penangkapan ikan dapat dikatakan belum maksimal jika dibandingkan dengan luas perairan 11.134,224 Km2 dan panjang garis pantai 517,42 Km. Saat ini mata pencaharian masyarakat Desa Lontar sebagian besar sebagai nelayan yang setiap hari mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup, perahu ikan yang digunakan berbahan kayu dengan kondisi phisik 40-50 % telah mengalami degradasi, dengan jumlah perahu ikan ± 100 unit. Aspek penting yang mendapat perhatian adalah sebagian besar perahu ikan tidak melaut karena sering terjadi kerusakan/kebocoran zona lambung ± 3 – 4 kali dalam setahun. Tujuan pelaksanaan PKM adalah memberikan pelatihan perawatan zona lambung perahu ikan berbahan kayu menggunakan bahan fiberglass. Metode yang digunakan adalah pendampingan pelatihan dengan melibatkan mitra kelompok nelayan, sebagai upaya transfer ilmu dan teknologi perawatan zona lambung perahu ikan berbahan kayu secara aplikatif. Hasil dari kegiatan Program Kemitraan Masyarakat, mitra kelompok nelayan dapat melakukan perawatan zona lambung perahu ikan secara mandir/kelompoki untuk menghindari kerusakan/kebocoran dan mempertahankan kekuatan zona lambung guna kelancaran dan keselamatan mencari ikan di laut.
IBM MENINGKATKAN KREATIFITAS SANTRI PONDOK PESANTREN DENGAN BEKAL ILMU TEKNIK OTOMOTIF 4 TAK Prayitno, Sugeng; Marasabessy, Amir; Hatuwe, Rusdy
Nemui Nyimah Vol. 1 No. 2 (2021): Nemui Nyimah
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v1i2.16

Abstract

: Pondok Pesantren Minhajjushshobiriin yang berada di bawah Yayasan tersebut yang terletak di Kelurahan Cibubur , Kecamatan Ciracas Jaktim Provinsi DKI merupakan sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang telah lama berdiri. Pondok ini menampung siswa-santri dari masyarakat sekitar dan ada juga yang datang dari luar kota Jakarta. Setiap hari para santri belajar ilmu agama Islam. Selain itu ada juga kegiatan majlis talim bagi para bapak dan ibu yang diadakan seminggu sekali.Permasalahan yang dihadapi oleh para santri adalah timbulnya rasa bosan karena setiap hari yang dipelajari hanya ilmu agama Islam saja.Mereka menginginkan ada pelajaran lain sebagai ekstra kurikuler yang menarik sehingga tidak membosankan dan berguna suatu saat kelak setelah lulus dari pesantren. Setidaknya mereka mempunyai keterampilan lain untuk menunjang kegiatan utamanya sebagai da’i. Pimpinan Pondok sangat merespon akan hal ini dan gayungpun bersambut. Tim Dosen dari Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta segera menawarkan Program Pelatihan Teknik Otomotif 4 T (Sepeda Motor/mobil). Pelatihan dilaksanakan setiap hari sabtu dan minggu selama dua bulan yang tidak full karena diselingi dengan kegiatan majlis talim. Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang yang terdiri dari siswa santri 50 oraang dan para bapak dan para jamaah majlis talim sebanyak 10 orang. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para santri dan jamaah majlis talim dapat mengetahui tentang cara merawat mobil/motor 4 T agar kondisinya tetap seperti baru sehingga bertahan lebih lama/awet. Adapun metoda yang diberikan adalah dengan pemberian teori dan praktek tentang power motor 4T bensin (kosntruksi silinder,power,transmisi,kopling,rem hidrolik, pelumas dan pendingin) dan diesel (power injection/nozel,transmisi dll.) beserta semua permasalahan dan solusinya. Hasil dari kegiatan tersebut para santri dan jamaah majlis talim merasa senang karena diberi ilmu yang bermanfaat berupa ilmu pengetahuan praktis yang mudah dipelajari. Setelah diamati dampak dari pelatihan ini ternyata sangat positip. Hal itu dibuktikan dari rasa percaya diri para santri dan jamaah majlis talim semakin tinggi dalam belajar dan bekerja sehingga ada yang bercita-cita ingin membuka bengkel /servis kendaraan.
Energy and Operating Costs of Methanol Fuel on A 4000 DWT Oil Chemical Tanker Abyan Ariaputra Aziz; Fajri Ashfi Rayhan; Agus Dwy Bramastha; Muhammad Afrizal; Muhammad Sugeri; Amir Marasabessy
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/wave.2024.8274

Abstract

The International Maritime Organization (IMO) has introduced regulations that the shipping industry must reduce Greenhouse Gas Emissions by at least 50% by 2050 compared to 2008. At the same time, the IMO predicts that global shipping emissions will increase by 250% by 2050. Therefore, the Shipping Industry must fix this problem by reducing carbon emissions. Methanol Fuel is an alternative fuel for ships that is cost-effective, low-emission, environmentally friendly, and renewable. Methanol can reduce SOx emissions by up to 99%, NOx emissions by up to 60%, and Special Particulates by up to 95%. The purpose of this study is to make adjustments to the methanol-fueled main engine, calculate energy, operating costs,  main engine retrofit prices, and return periods on the  Oil Chemical Tanker 4000 DWT ship with the method of Round-Trip Shipping with Route Variations, Composition, and Fuel Prices. From the discussion of this study, it can be concluded that the calculation of energy and operating costs of Heavy Fuel Oil (HFO) and methanol is influenced by the amount of fuel used during the voyage, in addition to the results of the calculation of energy, operating costs, and retrofit prices on the Oil Chemical Tanker 4000 DWT (Deadweight Tonnage) ship with a voyage on the American route of 3,467,320 MJ, Rp. 1,565,684,341.-, and a 2.4-year return period, the European route of 3,137,099 MJ,  Rp. 1,352,844,897.-, and 2.8 years of return period, and Asia Pacific routes of 3,274,914 MJ, Rp. 1,069,629,506.-, and 3.5 years of return period, as well as the price of the main engine retrofit, which reached Rp. 7,574,435,035.-. These findings offer valuable insights for shipping companies to make informed decisions about fuel selection and retrofit investments, potentially leading to significant cost savings and a reduced environmental footprint. Furthermore, the study provides a strategic foundation for complying with IMO regulations and achieving long-term sustainability goals in the maritime industry.