Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi green supply chain management (GSCM) pada industri farmasi di Indonesia : Analisis kelayakan dan studi kasus Doni Dermawan; Rio Bahtiar; Ferry Ferdiansyah Sofian
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol14.iss2.art3

Abstract

IntisariLatar Belakang: GreenSupply Chain Management (GSCM)merupakan suatu model bisnis rantai pasok produk yang sangat berkorelasi dengan implementasi prinsip pengembangan yang berkelanjutan terhadap praktik bisnis dengan memperhatikan aspek lingkungan. GSCM mencakup desain dan produksi ramah lingkungan serta fungsi teknologi dalam pendaurulangan. Tujuan:Tujuan utama dari model rantai pasok ini adalah untuk meminimalisir konsumsi sumber daya dan pengaruh buruk terhadap lingkungan. Metode: Tinjauan literatur ini berfokus pada metode, alat ukur penilaian, dan solusi yang dapat diterapkan pada model GSCMditinjau dari perspektif industrial dan manajemen. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa nilai tekanan regulasi sebesar 3,28/5,00 (tidak memikirkan) berbanding 3,01/5,00 untuk tekanan rantai pasok. Data yang diperoleh dari Global Intelligence Alliance juga menyatakan bahwa ketegasan regulasi mengenai lingkungan di Indonesia masih sangat rendah dengan nilai 2,8/7,0.Kesimpulan: Kerangka kerja model rantai pasok GSCM sangat penting diterapkan di Indonesia untuk dapat meminimalisir dampak buruk yang disebabkan dari rangkaian proses bisnis industri farmasi terhadap lingkungan. Diperlukan tindakan implementasi GSCM pada tahap pra-produksi, produksi, dan pasca produksi yang komprehensif dan konsisten oleh industri farmasi di Indonesia. Diperlukannya juga peningkatan kepatuhan akan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah mengenai rencana aksi nasional pada aspek lingkungan hidup.Kata Kunci :GreenSupply Chain Management (GSCM), Industri Farmasi, LingkunganImplementation of green supply chain management (GSCM) in the pharmaceutical industry in Indonesia: feasibility analysis and case studiesAbstractBackground: Green Supply Chain Management (GSCM) is a business model for product supply chain that is strongly correlated with the implementation of the principle of sustainable development for business practices by having regard for environmental aspects. GSCM includes environmentally friendly design and production as well as the functions of technology in recycling.Objective: The main objective of supply chain model is to minimize resource consumption and adverse environmental effects. Methods: This literature review focused on methods, assessment tools, and solutions that could be applied to the GSCM model from an industrial and management perspective.Results: The results showed that the regulatory pressure index was 3.28/5.00 (not thinking of it) compared to 3.01/5.00 of supply chain pressure. Data obtained from the Global Intelligence Alliance also indicated that the strictness of regulations regarding the environment in Indonesia remained extremely low with a value of 2.8/7.0.Conclusion: The framework of GSCM supply chain model is crucial to be applied in Indonesia to minimize the adverse environmental effects caused by the business process chain of pharmaceutical industry. Comprehensive and consistent implementation of GSCM is required in the stages of pre-production, production, and post-production in the pharmaceutical industry in Indonesia. It is also necessary to improve adherence to regulations specified by the government regarding the national action plans on environmental aspects.Keywords: Green Supply Chain Management (GSCM), pharmaceutical industry, environment
Aktivitas Repelen Kombinasi Minyak Atsiri Rimpang Bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) dan Daun Sereh Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap Nyamuk Aedes aegypti FERRY FERDIANSYAH SOFIAN; DUDI RUNADI; AMI TJITRARESMI; ARWA ARWA; GUSTYAN PRATAMA; ANTI PEBRIANTI MENTARI; SRIWIDODO SRIWIDODO; ZELIKA MEGA RAMADHANIA
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.518 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9294

Abstract

Tingginya tingkat penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk, terutama pada daerah-daerah dengan endemik nyamuk yang tinggi, terdorong untuk melakukan pencegahan terbaik dalam penanggulangannya dengan cara pengendalian nyamuk dan menghindari gigitannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas repelen terhadap beberapa kombinasi komposisi minyak atsiri rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) dan minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah. Penelitian dilakukan dengan mengamati nyamuk yang hinggap di tangan relawan yang sebelumnya telah diberi sediaan uji. Analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing kombinasi minyak atsiri dari bahan uji yaitu bengle 10%; bengle 7,5% + sereh wangi 2,5%; bengle 5% + sereh wangi 5%; bengle 2,5% + sereh wangi 7,5%; dan sereh wangi 10% memiliki daya repelen tetapi masih memiliki perbedaan daya repelensi yang signifikan terhedap DEET 15%. Masing-masing kombinasi bahan uji tersebut tidak memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Berdasarkan hal tersebut, hasilnya dapat disimpulkan bahwa kelima kombinasi bahan uji tersebut tidak memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen. Hal ini berarti kelima kelompok kombinasi uji tersebut memiliki daya tolak yang sama terhadap nyamuk Aedes aegypti dan potensial untuk dikembangkan menjadi obat herbal penolak nyamuk untuk mencegah demam berdarah.
REVIEW ARTIKEL : AKTIVITAS FARMAKOLOGI EKSTRAK URANG-ARING (Eclipta alba L.) ASRI BUDI YULIANTI; Ferry Ferdiansyah Sofian
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1671.607 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13238

Abstract

Tanaman obat merupakan tanaman yang banyak berkontribusi dalam manajemen pengobatan secara tradisional dan juga menyediakan senyawa utama untuk penemuan obat modern. Eclipta alba L. merupakan tanaman gulma keluarga Asteraceae yang ditemukan di daerah tropis dan subtorpis yang banyak digunakan dalam pengobatan herbal. Dalam pengobatan tradisional, tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Tujuan dilakukan literature review ini adalah untuk mengetahui beberapa aktivitas farmakologi dari dalam tanaman urang-aring (Eclipta alba L.). Adapun beberapa aktivitas farmakologi dari Eclipta alba L. yang dikaji adalah sebagai penumbuh rambut, antihiperlipidemia, antioksidan,  antibakteri, dan antikanker.
REVIEW JURNAL : AKTIVITAS ANTI KANKER PAYUDARA BEBERAPA TANAMAN HERBAL FERIS DZAKY RIDWAN NAFIS; Ferry Ferdiansyah Sofian
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.332 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17626

Abstract

AbstrakKanker merujuk pada sejumlah kondisi dimana sel tubuh mulai tumbuh secara abnormal dan tidak terkontrol. Kanker payudara tumbuh dari jaringan di payudara dan kanker invasif yang paling sering menyerang pada wanita. Tanda dari kanker ini adalah perubahan bentuk payudara, gumpalan di payudara, nipple discharge, dan sedikit sisik merah pada kulit. Terdapat banyak jenis tanaman herbal yang memiliki aktivitas terhadap kanker payudara, seperti Catharanthus roseus, Zinngiber officinale, Semecarpus anacardium, dan Fagonia cretica. Review ini telah menjabarkan mengenai beberapa jenis dari tanaman herbal yang terbukti memiliki aktivitas dalam mengobati kanker payudara.Kata kunci : Kanker payudara, tanaman herbal
AKTIVITAS FARMAKOLOGI EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) NADYA INDAH DEWANTI; Ferry Ferdiansyah Sofian
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.971 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13239

Abstract

KANDUNGAN SENYAWA MINYAK ATSIRI PADA TANAMAN PENGUSIR NYAMUK Fariza Fida Millati; Ferry Ferdiansyah Sofian
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.154 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17656

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu organisme yang hidup dan berkembang di Indonesia. Sebagian besar nyamuk merugikan karena perannya yang dapat menyebarkan berbagai penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis, dan radang otak hencephalitis. Oleh karena itu, upaya dibutuhkan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk seperti menggunakan anti nyamuk. Namun, anti nyamuk yang beredar sebagian besar mengandung zat kimia yang berbahaya terhadap lingkungan maupun kesehatan. Oleh karena itu, perlu dibuat alternatif pengobatan menggunakan bahan alam yang salah satunya adalah dengan penggunaan minyak atsiri. Review ini telah menguraikan beberapa jenis tanaman yang terbukti memiliki aktivitas repelen atau pengusir nyamuk, serta komposisi senyawa minyak atsirinya yang berpotensi sebagai pengusir nyamuk dengan potensi paling tinggi yaitu pada tanaman serai, zodia, kemangi, rosemary dan jeruk dengan kandungan senyawa utama sitronela, geraniol, linalool dan limonen.Kata Kunci : Minyak atsiri, pengusir nyamuk
Review Artikel: Aktivitas Antikanker Serviks dari Beberapa Tanaman Obat Widiya Nurmalasari; Ferry Ferdiansyah Sofian
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2707.46 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17499

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit penyebab kematian nomor dua setelah penyakit kardiovaskular (jantung) dan juga penyakit nomor dua yang sering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Banyak pengobatan yang telah dikembangkan untuk mengatasi berbagai penyakit kanker, khususnya pada kanker serviks. Salah satu pengobatan yang sedang banyak diteiti ialah pengobatan yang berasal dari tumbuhan. Banyak tanaman obat dengan kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antikanker. Senyawa-senyawa ini ada yang memiliki aktivitas apoptosis, antiangiogenik, dan menghambat regulasi pertumbuhan sel kanker HeLa (continuous cell line dari kanker serviks). Kelompok senyawa yang memiliki aktivitas tersebut adalah flavonoid, alkaloid, kurkumin, fenol, dan timokuinon.Kata kunci: Kanker serviks, sel HeLa, tanaman obat
Identifikasi Potensi Interaksi Antibiotik pada Resep di Salah Satu Apotek Kota Bandung Bulan Desember 2024 Kirana Fayruz Swarga; Ferry Ferdiansyah Sofian; Ina Siti Sholihah
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i2.624

Abstract

This study aims to identify and analyze potential antibiotic drug interactions in prescriptions collected from a pharmacy in Bandung during December 2024. A total of 215 prescriptions containing antibiotics were examined, revealing 8 cases of drug interactions, all involving ciprofloxacin. The interactions ranged from minor to major severity levels, with major interactions primarily associated with corticosteroids such as methylprednisolone and dexamethasone. These findings highlight the high interaction potential of ciprofloxacin compared to other antibiotics. The study emphasizes the importance of careful prescribing practices, thorough medication history review, and healthcare provider education to minimize adverse drug reactions. Strengthening drug interaction monitoring systems is crucial to improving patient safety and treatment outcomes.
Steroids Produced by Endophytic Fungi (Fusarium phaseoli) Isolated from Chisocheton macrophyllus and their Antibacterial Activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureuss Katja, Dewa Gede; Sari, Aprilia Permata; Sinaga, Siska Elisahbet; Nurlelasari, Nurlelasari; Farabi, Kindi; Sofian, Ferry Ferdiansyah; Fajriah, Sofa; Naini, Al Arofatus; Supratman, Unang
Molekul Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.1.12727

Abstract

ABSTRACT. Steroids are secondary metabolic derivatives of terpenes containing the tetracyclic ring system known to exhibit fascinating pharmacological activity. Steroids are distributed in various genera of endophytic fungi including Fusarium genus which lives inside a higher tree such as Chisocheton macrophyllus. The purpose of this research is to identify and characterize the chemical structure of steroids generated by F. phaseoli, an endophytic fungus obtained from C. macrophyllus roots, as well as to assess their antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The brown rice medium was fermented with F. phaseoli for six weeks before extraction with ethyl acetate. The extracts yielded four compounds, identified using spectroscopic methods such as FTIR, HRTOF-MS, 1D, and 2D NMR, and then compared to previously described compounds. Compounds 1-4 were identified as ergosterol (1), ergosterol peroxide (2), atroside (3), and cerevisterol (4). The four isolated compounds were evaluated for antibacterial activity against Staphylococcus aureus ATCC 6538 and Escherichia coli ATCC 11229 and displayed activity with MIC50 values of 500 µg/mL. Keywords: Antibacterial activity; Chisocheton macrophyllus; Fusarium phaseoli; steroids.
Dammarane Triterpenoids from Aglaia eximia Miq. and Their Cytotoxic Activity Against P388 Murine Leukemia Cell Farabi, Kindi; Harneti, Desi; Nurlelasari, Nurlelasari; Maharani, Rani; Mayanti, Tri; Hidayat, Ace Tatang; Fajriah, Sofa; Naini, Al Arofatus; Sofian, Ferry Ferdiansyah; Azmi, Mohamad Nurul; Supratman, Unang
Molekul Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.1.12796

Abstract

ABSTRACT. Triterpenoids are a large group of secondary metabolites commonly found in plants, exhibiting high diversity in both structural features and biological activities. Meliaceae family is knows as a rich source of the triterpenoid compounds. As the most extensive genus within the Meliaceae family, Aglaia is known to contain many bioactive triterpenoid compounds, including cytotoxic triterpenoids. Among the various types of triterpenoids, dammarane is frequently found in Aglaia and has demonstrated potential cytotoxic activity. This purpose of the research was to isolate and structure determination of four dammarane triterpenoids from the methanol extract of Aglaia eximia stem bark. All four compounds were successfully isolated and identified as, dammar-24-en-3a,20-diol (1), 20S,24S-epoxy-dammar-3a,25-diol (2), (E)-dammar-23-en-3a,20,25-triol (3), and (E)-25-hydroperoxydammar-23-en-3a,20-diol (4), respectively. The compounds were analyzed using a combination of spectroscopic techniques, including HRMS (high-resolution mass spectroscopy), FTIR (fourier transform infrared spectroscopy), and NMR (nuclear magnetic resonance, one and two dimensional). Cytotoxicity assays using the MTT method were applied to compounds 1-4. All isolated compounds (1-4) generated moderate cytotoxic activity against P388 murine leukemia cells with IC50 9.09, 11.03, 5.89, and 5.74 μg/mL, respectively. Preliminary structure-activity relationship (SAR) analysis suggested that the presence of hydroxyl and hydroperoxyl groups at C-25 increases cytotoxicity, whereas the cyclization in the side chain to form an epoxide ring decreases cytotoxicity. Keyword: Triterpenoids, Meliaceae, Aglaia eximia, cytotoxicity, P388 murine leukemia cells