Encep Syarif Nurdin
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Model Pendidikan Karakter Kinerja Dodi Ahmad Haerudin; Cece Rahmat; Encep Syarif Nurdin; Abdul Somad
Jurnal Pelita PAUD Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v7i2.2745

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pendidikan karakter kinerja, untuk mengetahui model pendidikan karakter kinerja yang diterapkan pada sekolah menengah, untuk mengetahui faktor-faktor penghambat terhadap efektivitas model pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah menengah agar mengetahui model hipotetik pendidikan karakter kinerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau research development (R&D) dari borg & gall. Subjek penelitian ini adalah siswa dengan karakter yang sama di Kuningan yang ditentukan secara propursive sampling sejumlah 120 siswa. Tahapan pengembangan meliputi penelitian pengumpulan informasi, perencanaan, rancangan model awal, uji coba pendahuluan & revisi model, uji coba model utama & revisi model II, uji coba operasional revisi model III, model pendidikan karakter kinerja yang sudah di kembangkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pendidikan karakter kinerja efektif dalam menguatkan karakter kinerja siswa di sekolah, faktor penghambat pembentukan karakter yaitu kurang ada kesadaran dari siswa, faktor keluarga, masyarakat yang kurang mendukung, perkembangan teknologi yang disalahgunakan, dan model pendidikan karakter terbukti dapat memberikan pengaruh positif dan efektif terhadap peningkatan karakter kinerja siswa.
Pembentukan Karakter Birokrat Indonesia Yang Berakhlak, Birokrat, Karakter, Modernisasi, Teknologi Dianni Risda; Encep Syarif Nurdin; Yadi Ruyadi
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 12 No 1 (2023): JURNAL ILMIAH GLOBAL CITIZEN
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jgz.v12i1.7403

Abstract

    This study seeks to provide argumentative information regarding the reality of obstacles, challenges, strategies, and efforts in shaping the character of bureaucrats who have good morals, as well as to rationalize the importance of using technology, information, and communication in public services. This research was carried out through a qualitative approach with literature study methods, data analysis, namely, reduction, display, and verification or conclusion. The results of the research are: 1) dynamic and complex obstacles and challenges, leading to the reality of bureaucratic competence, mental distortion of serving , the Industrial Revolution 4.0, as well as legal certainty, 2) strategies and efforts in shaping the character of moral, capable bureaucrats through education and training, increasing technology literacy, supervision programs, and policies on welfare, 3) in the modern era, the bureaucracy needs to optimize technological progress , information and communication, to be effective and efficient, to be agile and professional. So that the formation of bureaucrats with character is an alternative solution in overcoming the stigma and stereotypes about the world of bureaucracy which is seen as rigid, conventional, procedural and pragmatic, so that it turns into world-class governance and public services.
Pengembangan Model Pendidikan Karakter Kinerja Dodi Ahmad Haerudin; Cece Rahmat; Encep Syarif Nurdin; Abdul Somad
Jurnal Pelita PAUD Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v7i2.2745

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pendidikan karakter kinerja, untuk mengetahui model pendidikan karakter kinerja yang diterapkan pada sekolah menengah, untuk mengetahui faktor-faktor penghambat terhadap efektivitas model pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah menengah agar mengetahui model hipotetik pendidikan karakter kinerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau research development (R&D) dari borg & gall. Subjek penelitian ini adalah siswa dengan karakter yang sama di Kuningan yang ditentukan secara propursive sampling sejumlah 120 siswa. Tahapan pengembangan meliputi penelitian pengumpulan informasi, perencanaan, rancangan model awal, uji coba pendahuluan & revisi model, uji coba model utama & revisi model II, uji coba operasional revisi model III, model pendidikan karakter kinerja yang sudah di kembangkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pendidikan karakter kinerja efektif dalam menguatkan karakter kinerja siswa di sekolah, faktor penghambat pembentukan karakter yaitu kurang ada kesadaran dari siswa, faktor keluarga, masyarakat yang kurang mendukung, perkembangan teknologi yang disalahgunakan, dan model pendidikan karakter terbukti dapat memberikan pengaruh positif dan efektif terhadap peningkatan karakter kinerja siswa.
The Role of Board Creativity in The Innovative Transformation of Cooperatives: A Product and Service Perspective in Banjarmasin Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang; Dasim Budimansyah; Dwi Atmono; Encep Syarif Nurdin
The Innovation of Social Studies Journal Vol 7, No 1 (2025): The Innovation of Social Studies Journal, September 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/issj.v7i1.15573

Abstract

This study aims to analyze the role of board creativity in driving cooperatives' innovative transformation, particularly in product and service development in Banjarmasin City. Using a mixed approach with an exploratory-consequential design, data were collected through a survey of 32 cooperative boards as well as in-depth interviews with 16 of them. The results show that board creativity-particularly in terms of openness to new experiences, ideation ability, and sensitivity to problems-contributes significantly to the creation of innovative cooperative products and services. However, there are constraints in the aspects of risk-taking, service quality, and member involvement in the innovative process. A Kirkpatrick model-based evaluation showed that the training designed significantly improved the creative capacity of the board. The study concludes that the integration of individual and collective creativity in cooperative governance is a key prerequisite for cooperative sustainability and competitiveness amid the dynamics of the digital economy and evolving member needs. The practical implications of these findings point to the urgency of strengthening innovative training systems, technological literacy, and data-based performance evaluation in cooperative management.
Interdisciplinary collaboration: addressing global challenges through innovative learning strategies Restu Adi Nugraha; Dasim Budimansyah; Yadi Ruyadi; Encep Syarif Nurdin; Mufid Hidayat
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.66630

Abstract

In this era of globalization, students in Indonesia face increasingly complex challenges in  understanding, addressing, and contributing to global issues. However, the existing curriculum must often provide adequate perspectives and skills to tackle these global problems. Therefore, this research aims to provide students with a holistic, practical, and relevant learning experience to address global challenges through a Team-Based Project strategy that integrates compulsory courses in higher education with a global citizenship education approach. Cross-curricular collaboration helps students see the interconnectedness of various disciplines, essential in addressing complex global issues. Survey results indicate a variation of views among student groups regarding their understanding of global issues. This innovative learning strategy utilizes principles of behaviorist theory, such as stimulus-response, positive reinforcement, and social interaction, to create an engaging, relevant, and responsive learning environment tailored to students' needs. Through involvement in joint projects focused on global issues, students are stimulated to contribute and take concrete actions in seeking solutions and bringing about positive change on a larger scale. Thus, this learning strategy is expected to enhance students' understanding, skills, and commitment to addressing global challenges in the contemporary era.    Abstrak Dalam era globalisasi ini, mahasiswa di Indonesia dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks dalam memahami, menghadapi, dan berkontribusi terhadap isu-isu global. Namun, mata kuliah yang ada seringkali tidak mampu memberikan perspektif dan keterampilan yang memadai dalam mengatasi masalah global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat mahasiswa untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik, praktis, dan relevan dalam menghadapi tantangan global dengan strategi pembelajaran Team-Based Project yang menggabungkan mata kuliah wajib kurikulum di Perguruan Tinggi melalui pendekatan pendidikan kewarganegaraan global. Kolaborasi lintas mata kuliah membantu mahasiswa melihat keterkaitan antar disiplin ilmu, yang esensial dalam menghadapi masalah global yang kompleks. Hasil survei menunjukkan variasi pandangan dalam kelompok mahasiswa terkait pemahaman mereka tentang isu-isu global. Strategi pembelajaran inovatif ini memanfaatkan prinsip-prinsip teori behavioristik, seperti stimulus-respons, penguatan positif, dan interaksi sosial, untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang menarik, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Melalui keterlibatan dalam proyek bersama yang berfokus pada isu-isu global, mahasiswa distimulus untuk memberikan kontribusi dan aksi nyata dalam mencari solusi dan membawa perubahan positif dalam skala yang lebih besar. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan komitmen mahasiswa terhadap tantangan global di era kontemporer. Kata Kunci: mata kuliah wajib kurikulum; pembelajaran proyek; pendidikan kewarganegaraan global; strategi pembelajaran.
Digital literacy curriculum transformation to overcome filter bubble in Pancasila character understanding Achdyat Achdyat; Dasim Budimansyah; Encep Syarif Nurdin; Mupid Hidayat
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.80046

Abstract

The rapid development of technology and social media has created a filter bubble phenomenon that limits the diversity of information and threatens national values including the character of Pancasila in the younger generation. This research aims to examine the influence of the filter bubble phenomenon on social media in the context of Pancasila values, as well as formulate effective strategies and transformation of the education curriculum to strengthen awareness of diversity, unity, and mutual cooperation. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods to explore participants' subjective experiences and meanings, which are analyzed descriptively through the concept of epoche. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and questionnaires, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the bubble filter phenomenon on social media affects the way individuals access and understand information, mainly because algorithms tend to present content that matches personal preferences, thus limiting exposure to alternative perspectives. The impact is seen in the homogenization of information, strengthening of confirmation bias, and polarization of understanding, which has the potential to cause distortion of Pancasila values, so digital literacy, algorithm transparency, and transformation of the education curriculum are needed to overcome it.    Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial memunculkan fenomena filter bubble yang membatasi keberagaman informasi dan mengancam nilai-nilai kebangsaan termasuk karakter Pancasila pada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fenomena filter bubble di media sosial dalam konteks nilai-nilai Pancasila, serta merumuskan strategi efektif dan transformasi kurikulum pendidikan guna memperkuat kesadaran akan kebhinekaan, persatuan, dan gotong royong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman dan makna subjektif partisipan, yang dianalisis secara deskriptif melalui konsep epoche. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena filter bubble pada media sosial memengaruhi cara individu mengakses dan memahami informasi, terutama karena algoritma cenderung menyajikan konten yang sesuai dengan preferensi pribadi, sehingga membatasi paparan terhadap perspektif alternatif. Dampaknya terlihat pada homogenisasi informasi, penguatan bias konfirmasi, dan polarisasi pemahaman, yang berpotensi menyebabkan distorsi nilai-nilai Pancasila, sehingga diperlukan literasi digital, transparansi algoritma, serta transformasi kurikulum pendidikan untuk mengatasinya. Kata Kunci: filter bubble; karakter; literasi digital; Pancasila