Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peran Keluarga dalam Proses Disengagement Pelaku Teror di Indonesia Dhestina Religia Mujahid
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 4 No 1 (2020): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v4i1.1325

Abstract

Proses disengagement pelaku teror mulai marak terjadi. Faktor disengagement sangat beragam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran keluarga dalam disengagement pelaku teror. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif dan purposive sampling pada tiga orang laki-laki pelaku teror. Satu orang diantaranya terlibat dalam peristiwa Bom Bali 1, informan lain terlibat dalam jaringan MILF, dan informan terakhir adalah pelaku teror bom low explosive di sekitar tempatnya tinggal. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen BAP dan buku harian, serta pemberitaan media massa. Triangulasi dilakukan dengan melibatkan significant other informan utama. Kredibilitas penelitian didapat melalui triangulasi, member checking, dan paper trail. Keluarga berperan penting dalam proses disengagement. Budaya kolektivis di Indonesia membantu pelaku meninggalkan jalan teror. Keluarga mendukung pelaku untuk memulai kehidupan baru disaat mereka bimbang atas aksi kekerasan yang dilakukan. Menjadikan keluarga sebagai partner merupakan solusi baru dalam program rehabilitasi teroris.
Regulasi Emosi Pada Penari Tradisional Tari Klasik Gaya Surakarta Di Ukm Sentra Uin Raden Mas Said Sandy Tyas Nurma Islami; Dhestina Religia Mujahid
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i2.2237

Abstract

Ketidakmampuan mengelola emosi dalam kehidupan membuat seseorang tidak dapat menghadapi permasalahan yang penuh tekanan. Teknik regulasi emosi sangat penting dalam kehidupan. Salah satu cara untuk mengolah emosi dengan belajar tari klasik gaya Surakarta.Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran regulasi emosi penari tradisional tari klasik gaya Surakarta di UKM SENTRA UIN Raden Mas Said. Data penelitian adalah data kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini diambil secara purprosive sampling sebanyak tiga penari putri dengan rentang usia 20-22 tahun. Sumber data berupa hasil dari wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskripsi berupa pemaparan uraian dan diolah dengan menggunakan software atlas.ti. Hasil regulasi emosi di UKM SENTRA penari memiliki regulasi emosi yang baik berupa ketenangan diri, sabar, dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, memiliki rasa empati yang baik, dan peka terhadap lingkungan. Informan menjadi lebih dapat memahami diri, percaya diri, memiliki kontrol diri yang baik, serta lebih bersemangat dalam menjalani hidup setelah tergabung dalam UKM SENTRA.
Catatan Editor : Langkah-langkah agar tulisan di terima Nurul Aiyuda; Nandy Agustin Syakarofath; Asti B Adwitiya; Dhestina Religia Mujahid
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i2.2349

Abstract

Assalamualaikum wr wb. Salam Sejahtera Dear rekan-rekan peneliti, kolega dan teman-teman pembaca yang tertarik dengan penelitian psikologi. Psychopolytan : Jurnal Psikologi merupakan salah satu jurnal dengan open journal system (ojs) yang diterbitkan sejak Agustus 2018. Sejak pengajuan akreditasi di tahun 2019, Psychopolytan lolos evaluasi dan mendapat akreditasi sinta 4. Beriringan dengan akreditasi tersebut, peningkatan artikel masuk terus terjadi. Mengingat banyak kebutuhan penerbitan yang diperlukan untuk kebutuhan kululusan mahasiswa, kepangkatan dosen, maupun sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun demikian beberapa artikel masuk masih belum mengalami peningkatan kualitas, beberapa diantaranya masih tinggi angka plagiasi, minim sitasi dan tidak menonjolkan novelty dalam penulisan naskah. Mengatasi hal ini kami bersama editor berusaha merangkum beberapa langkah agar artikel diterima di psychopolytan : jurnal psikologi. Hal ini dilakukan untuk menguraikan prosedur penulisan maupun tips untuk penulis sebelum melakukan submission. Tentu saja hal ini tidak bisa dianggap sebagai hal yang baku dan akan berbeda pada setiap jurnal. Sehingga beberapa hal mungkin tidak sejalan dengan kondisi jurnal lainnya dalam langkah penerimaan. Tulisan ini tidak hanya berangkat dari pengalaman tim editor dalam menerima naskah yang masuk, tapi juga mendapat masukan dari para editor dari beberapa jurnal ojs dan terakreditasi lainnya, serta masukan para reviewer. Dengan adanya tulisan ini, diharapkan bisa menjadi masukan dan perbaikan untuk peningkatan kualitas penulisan artikel di psychpolytan ke depan. Editor In Chief Psychopolytan : Jurnal Psikologi Nurul Aiyuda
Regulasi Emosi Remaja Putri yang Kehilangan Ayah karena Kematian Aris Abidina; Dhestina Religia Mujahid
Acta Psychologia Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v4i1.46515

Abstract

Kehilangan ayah yang merupakan sumber rasa aman, pelindung, dan fondasi dalam keluarga, membuat kesedihan yang mendalam bagi anak yang ditinggalkan. Terlebih pada anak perempuan yang cenderung lebih emosional ketika menghadapi kehilangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui regulasi emosi remaja putri yang kehilangan ayah karena kematian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif-fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan empat orang subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menunjukkan emosi negatif pasca sepeninggal ayah, seperti mengurung diri, kehilangan motivasi untuk melanjutkan studi, dan takut menjalani hidup ke depan tanpa ayah. Salah satu cara yang dilakukan subjek untuk mengurangi kesedihannya yaitu dengan mendekatkan diri pada Allah. Dukungan dari orang sekitar dan keyakinan pada takdir Allah membuat subjek mampu merasa ikhlas akan kepergian ayah.
Dual Identity Mantan Teroris Indonesia Dhestina Religia Mujahid
PALAPA Vol 11 No 1 (2023): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/palapa.v11i1.3301

Abstract

Terrorists have a limited sense of national identity. They wish to replace Pancasila ideology with one founded on the Qur'an and hadith. Thus, what about the former terrorist's identity? Former terrorist actors have renounced violence and terror to fight for an ideology (disengagement). However, not all former terrorists declared themselves members of the Unitary State of the Republic of Indonesia. The purpose of this study is to describe the dual identities of former terrorists who have sworn allegiance to the Unitary State of the Republic of Indonesia. This study employed a qualitative method with a case study approach in ex-terrorist Indonesia. Data were collected using interviews, observation, and documentation, and analyzed according to the Yin case study perspective with the help of Atlas.ti software. This article demonstrates the dual identity of former Indonesian terrorists. All informants have sworn allegiance to the Unitary State of the Republic of Indonesia. This demonstrates an increase in the national identity of rehabilitated terrorist actors, despite several informants having superordinate national identities. Other findings indicated a subordinate identity, namely the identity of a mujahideen. This identity persists, although the permit has been revoked. Informants continued to wish to establish a caliphate state (including Indonesia), even though they no longer desired violence and terror. Hopefully this research can be used in the deradicalization of terrorist actors in Indonesia.
PEMAKNAAN CINTA PADA WANITA YANG PERNAH MENGALAMI TOXIC RELATIONSHIP Aninda Dwi Prastiti; Dhestina Religia Mujahid
Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Vol 7, No 2 (2023): VOL. 7 NO. 2 OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/biopsikososial.v7i2.20078

Abstract

Abstrak.. Fenomena toxic relationship seringkali menjerat perempuan. Alasan wanita bertahan dan kesulitan untuk mengakhiri hubungan toxic, yakni atas dasar cinta. Untuk ituPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pemaknaan cinta pada wanita yang pernah mengalami toxic relationship. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemaknaan cinta pada wanita yang pernah mengalami toxic relationship . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Informan pada penelitian ini yakni wanita yang pernah mengalami toxic relationship dengan rentang usia 20 tahun atau dewasa. Teknik analisis data menggunakan IPA (Interpretative Phenomenological Analysis) , dan menggunakan alat bantu software Atlas.ti guna mengorganisasikan data serta sebagai kredibilitas penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemaknaan cinta pada para informan ketika berada didalam toxic relationship yakni cinta dimaknai dengan kepercayaan, rasa ingin memiliki, kepatuhan, rasa sayang sepenuhnya dan ketulusan. Ketika keluar dari hubungan beracun,informan memiliki dua persepi yang berbeda terkait pemaknaan cinta. Pertama ketika informan memaknai cinta yang pada awalnya dimaknai sebagai kepercayaan, rasa ingin memiliki, kepatuhan, rasa sayang sepenuhnya, menjadi rasa saling mengahargai, kasih sayang yang tulus, tidak mengekang, perhatian, dan saling mendukung. Kedua, informan juga memiliki sudut pandang lain terkait persepi pemaknaan cintanya yang dahulu (ketika berada dalam toxic relationship ), cinta dimaknai dengan kelemahan, rasa takut, toxic serta, trauma. Kata kunci: Pemaknaan cinta , Wanita , Toxic Relationship
Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Studi Kasus pada Program Studi Psikologi Islam UIN Surakarta Pangestuti, Retno; Mujahid, Dhestina Religia; Nilawati, Azzah
AS-SABIQUN Vol 7 No 5 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v7i5.5905

Abstract

The limited number of studies evaluating the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) curriculum in Islamic Psychology programs forms the background of this research, despite its crucial role in ensuring the sustainability, effectiveness, and quality of MBKM implementation in religious higher education institutions. The purpose of this study is to evaluate the implementation of the MBKM curriculum in the Islamic Psychology Study Program, Faculty of Ushuluddin and Da’wah, UIN Raden Mas Said Surakarta, using the CIPP model (Context, Input, Process, Product). A qualitative case study approach was employed with six purposively selected participants. Data were collected through interviews and documentation, analyzed using Atlas.ti 8, with data reliability tested through source triangulation and double coding, yielding a Krippendorff’s Alpha value of 0.979, which indicates very high reliability. The results show that in terms of context, MBKM is relevant to student competency development; in terms of input, the program expands access to learning experiences but still faces obstacles in socialization and infrastructure, including the ‘Merpati’ application system. In the process dimension, internship and student exchange activities provide significant benefits but remain constrained by course conversion and differences in academic culture. In terms of product, MBKM contributes to enhancing students’ skills, although learning outcomes are not yet evenly distributed. The study concludes that the implementation of MBKM in the Islamic Psychology Study Program has had a positive impact, but requires continuous improvement in socialization, academic administration, and technological system utilization. The theoretical implication of this research enriches the literature on MBKM evaluation in the context of Islamic Psychology, while the practical implication provides a basis for recommendations to study program managers in formulating adaptive and contextually relevant strategies for improving MBKM implementation.
Penerimaan Diri Lansia yang Bekerja Jannah, Miftahul; Mujahid, Dhestina Religia
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i1.15447

Abstract

Sudah menjadi hukum alam, jika lansia mengalami penurunan fungsi fisik. Tidak sedikit lansia tetap harus bekerja ditengah penurunan fungsi fisiknya.  Penerimaan diri menjadi penting untuk dapat membuat lansia menjadi lebih nyaman dan bahagia dimasa tuanya ketika bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerimaan diri yang terjadi pada lansia yang masih bekerja. Metode yang digunakan yakni fenomenologi dengan teknik wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak tiga informan utama dan tiga informan tambahan dari pasangan dan anak yang tinggal satu rumah dengan informan utama. Hasil yang diperoleh adalah lansia pertama menyadari kekuatan yang ada didalam dirinya menurun yang menyebabkan kelelahan dan fisiknya mudah merasakan sakit, sehingga dia memilih untuk semampunya dan tidak memaksakan diri dalam bekerja. Lansia kedua menyadari dirinya mudah kelelahan, namun lansia ini masih memaksakan diri dan marah bila sesuatu yang dikerjakan tidak sesuai dengan harapanny. Namun seiring berjalan waktu, dia dapat menerima dengan memahami kondisi yang dimiliki. Lansia ketiga menyadari bila dirinya mudah kelelahan, namun lansia ini tidak merasa kecewa atas apa yang dimilikinya. Lansia ini menganggap bahwa Tuhan sudah memberikan nikmatnya masing-masing, sehingga lansia ini memili bersabar dan berdo’a meminta pertolongan kepada Tuhan. Kesimpulannya lansia pertama menerima dengan konsep narima, lansia kedua mengalami tahapan penerimaan diri, serta lansia ketiga menerima dengan konsep narima dan qona’ah.