Aulia Aenul Hayati
Universitas Swadaya Gunung Jati

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Lembar Kerja Siswa Dengan Metode Survey, Question, Read, Recite, dan Review (SQ3R) Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Pada Dimensi Pengetahuan Iis Yeni Sugiarti; Aulia Aenul Hayati
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 4, No 2 (2021): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.511 KB) | DOI: 10.33603/caruban.v4i2.5197

Abstract

Abstrak. Pembelajaran abad 21 menuntut siswa untuk bisa berpikir kritis dan kreatif dalam mencari alternatif jawaban  terhadap fenomena yang ada. Pada buku tematik kelas v edisi revisi 2017, tugas-tugas yang diberikan kepada siswa belum memunculkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif (HOTS) dan dimensi pengetahuannya hanya pada tahap pengetahuan belum nampak. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain LKS dengan metode SQ3R berbasis HOTS pada dimensi pengetahuan. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D). Prosedur pengembangan mengadopsi pada model Plomp yang terdiri dari lima tahapan yaitu investigasi awal; perancangan; realisasi/konstruksi; tes, evaluasi dan revisi; serta deseminasi. Tahap yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pada tahap investigasi awal dan perancangan. Penelitian dilakukan di SD Negeri Karyamulya 1. Hasil penelitian bahwa LKS yang dikembangkan mengadopsi pada LKS penemuan dengan tujuan siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan yang dimilikinya dan mengaitkan dengan pengetahuan yang baru serta mampu berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Konten LKS dengan metode SQ3R berbasis HOTS yaitu tentang keragaman sosial budaya yang ada di jawa barat serta mengaitkan jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonominya. Kata Kunci: R&D, LKS, Metode SQ3R, dan HOTSAbstract. 21st-century learning requires students to be able to think critically and creatively in finding alternative answers to existing phenomena. In the thematic book of class v, the revised edition of 2017, the assignments are given to students have not resulted in critical and creative thinking skills (HOTS) and the dimension of knowledge is only at the knowledge stage is not yet visible. This research aims to design worksheets using the HOTS-based SQ3R method in the knowledge dimension. This type of research is research and development (R&D). The development procedure adopts the Plomp model which consists of five stages, namely initial investigation; design; realization/construction; tests, evaluations and revisions; and dissemination. The stage in this research is the initial investigation and design stage. The research was conducted at SD Negeri Karyamulya 1. The results showed that the developed worksheets adopted the discovery worksheets with the aim of students being able to construct their knowledge and link it with new knowledge and be able to think critically and creatively in solving problems. LKS content with the HOTS-based SQ3R method is about the socio-cultural diversity in West Java and linking types of business and economic activities.Keywords:  R&D, LKS, SQ3R Method, and HOTS
Refleksi Guru dalam Membangun Keteladanan pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Melalui Penerapan Living Values Education (LVE) Vina Fitria Rahmah; Dewi Pauziah; Dika Rahmadania; Aulia Mulandi; lia Fathur hoeriyah; Aulia Aenul Hayati
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2847

Abstract

Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun, berbagai tantangan pada era digital, seperti pengaruh media sosial dan menurunnya kepedulian sosial, menuntut adanya penguatan pendidikan karakter yang lebih efektif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui keteladanan guru yang didukung oleh refleksi pembelajaran dan penerapan Living Values Education (LVE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik refleksi guru dalam membangun keteladanan pada pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan Living Values Education. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Pancasila di sekolah dasar yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi guru berperan penting dalam mengevaluasi proses pembelajaran, memahami kebutuhan peserta didik, serta memperbaiki strategi pembelajaran secara berkelanjutan. Keteladanan guru diwujudkan melalui perilaku disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kesopanan, dan sikap menghargai perbedaan yang menjadi bentuk nyata penerapan Living Values Education. Implementasi nilai-nilai LVE dilakukan melalui kegiatan diskusi, bermain peran, kerja kelompok, refleksi diri, serta program pembiasaan sekolah. Keberhasilan penerapan LVE didukung oleh komitmen guru, dukungan sekolah, dan kerja sama orang tua, sedangkan perbedaan latar belakang siswa dan pengaruh media sosial menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, refleksi guru dan keteladanan yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Nilai Tanggung Jawab dalam Living Values Education (LIVE) Fany Afriliani; Rahma Ayu Agistiani; Melati Simbolon; Cecillia Asano; Sela Mita; Aulia Aenul Hayati
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai tanggung jawab dalam Living Values Education (LVE) pada peserta didik kelas II SD. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan menggunakan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa rutinitas seperti tugas kelas, menjaga kebersihan kelas, membersihkan bahan pembelajaran, membawa perlengkapan sekolah sendiri, menyerahkan tugas tepat waktu, dan mengikuti kebijakan sekolah semuanya membantu menanamkan nilai tanggung jawab. Penguatan positif, pendekatan humanistik, dan teladan guru semuanya membantu menerapkan prinsip tanggung jawab. Selain itu, ideologi Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh mencerminkan kearifan lokal Sundanese yang menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Living Values Education mampu membantu peserta didik mengembangkan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Pendekatan TPACK dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Karyawinaya Vina Ismatul Maula; Shaffa Azzahra; Yasmin Nazhmi Aimar; Nadiya Della Tazkiani Rahman; Oca Akifah Damayanti; Aulia Aenul Hayati
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang terintegrasi dengan penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi imbuhan per-an di SDN Karyawinaya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif melalui teknik observasi langsung terhadap proses pembelajaran kelas. Hasil observasi menunjukkan bahwa komponen TPACK telah diintegrasikan dengan baik: Technological Knowledge (TK) diwujudkan melalui penggunaan media berbasis PowerPoint interaktif; Pedagogical Knowledge (PK) diterapkan lewat metode student-centered learning seperti diskusi kelompok dan presentasi; serta Content Knowledge (CK) ditunjukkan melalui penguasaan materi imbuhan per-an oleh guru secara sistematis. Selain itu, pembelajaran ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai karakter (religius, nasionalisme, gotong royong, percaya diri, dan tanggung jawab) serta kegiatan refleksi di akhir sesi. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa implementasi TPACK tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif siswa sekolah dasar tetapi juga membentuk karakter positif secara holistik.