Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Perbandingan COP Refrigerator Menggunakan Refrigeran R134a dan Gas Butane Muhsin Z; Sudarmanto Jayanegara; Muhammad Ashar Hasmir
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 24, No 1 APR (2023): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan anlisis kerja Refrigerator atau COP dengan menggunakan R-134a dan Gas Butane. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimental. Jenis refrigeran yang digunakan adalah R-134a dan Gas butane. Kemudian diuji dengan menggunakan mesin Refrigerator. Data dikumpulkan dengan menggunakan Thermokopel Type-k dan Preasure gauge. Penelitian tersebut dilakukan di Laboratorium Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Pengujian data menggunakan Gas butan dilakukan sebanyak 3 kali dengan tekananpengisian yang berbeda-beda yaitu 3 Psi, 5 Psi, dan 10 Psi. hasil pengujian dan anlisis data menunjukan bahwa Refrigeran R-134a memiliki COP 4,98, sedangkan, Gas Butane dengan 3 tekanan pengisian yang berbeda memiliki COP 5,36 untuk 3 Psi 7,94 untuk 5 Psi dan 7,75 untuk 10 Psi. Oleh sebab itu, maka berdasarkan dari hasil peneltian. Yang telah dilakukan bahwa R-134a masih memiliki nilai prestasi kerja atau COP lebih baik dibandingkan dengan Gas Butane.
AKTUALISASI FILSAFAT DALAM KEHIDUPAN MAHASISWA: UPAYA MEMBENTUK GENERASI KRITIS, ETIS, DAN HUMANIS Nur Fuadah; Muhsin Z; Syarifah Balkis; Iswahyudi Indra Putra; A Muhammad Idkhan
Journal of Engineering Service and Innovation Volume 1, Issue 2 (Februari) 2026
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program aktualisasi filsafat dalam kehidupan mahasiswa sebagai upaya membentuk generasi kritis, etis, dan humanis. Kegiatan dirancang untuk menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap penguatan nalar reflektif, kepekaan moral, dan kesadaran kemanusiaan di tengah derasnya arus informasi digital, pragmatisme akademik, serta tantangan etika penggunaan teknologi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah interaktif, dialog Sokratik, analisis kasus etika, refleksi tertulis, dan rencana tindak lanjut berbasis nilai. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa [nama program studi/perguruan tinggi] sebanyak [jumlah peserta] orang. Data kegiatan dikumpulkan melalui observasi, lembar refleksi, diskusi kelompok, dan evaluasi respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aktualisasi filsafat dapat menjadi ruang pedagogis yang membantu mahasiswa menghubungkan konsep kebenaran, kebebasan, tanggung jawab, martabat manusia, dan kepedulian sosial dengan pengalaman akademik sehari-hari. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami filsafat sebagai teori abstrak, tetapi juga sebagai cara hidup yang membimbing proses berpikir, mengambil keputusan, berkomunikasi, dan bertindak secara bertanggung jawab. Program ini merekomendasikan integrasi dialog filosofis, etika akademik, dan refleksi humanistik dalam kegiatan kemahasiswaan maupun pembelajaran lintas mata kuliah.
PKM Pembuatan Pemegang dan Penjepit Rotan 3 Dimensi Ady Rukma; Badaruddin Anwar; Sudarmanto Jayanegara; Djuanda; Muhsin Z
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 3 (Oktober 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i3.527

Abstract

Pelaksanaan IbM ini diawali dengan penyajian materi tentang cara membuat alat penepat dan pemegang atau penjepit rotan 3 dimensi, Kepada peserta juga diberikan pengetahuan tentang cara menggunakan alat penepat dan pemegang atau penjepit rotan 3 dimensi dan bagaimana bekerja membuat keranjang parcel rotan dengan menggunakan alat penepat dan pemegang atau penjepit rotan 3 dimensi. Tahap selanjutnya, diberikan materi pelatihan dalam bentuk praktek langsung. Selanjutnya dilakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pelaksanaan evaluasi dilakukan pada saat penyampaian materi melalui pemberian pertanyaan secara lisan dan pengamatan terhadap kemampuan peserta. Pertanyaan secara lisan diberikan untuk mengukur penguasaan peserta tentang apa yang sedang disajikan, sedangkan pengamatan dilakukan untuk menilai keterampilan. peserta dalam pelatihan cara membuat alat penepat dan pemegang atau penjepit rotan 3 dimensi. Berdasarkan hasil yang telah dicapai, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Secara umum mitra dalam kegiatan IbM ini dapat mengusai materi pelatihan, baik pengetahuan tentang teori menjepit dan menuntun, pembuatan perkakas pemegang dan penuntun 3 dimensi untuk pembuatan percel rotan. 2. Peserta pelatihan dapat menghemat waktu 1 menit untuk pembuatan parcel rotan baik parcel besar ataupun parcel yang kecil, sehingga meningkatkan produktifitas pekerja percel rotas tersebut. 3. Produk percel rotan yang dhasilkan lebih mencapai ukuran dimensional dan bentuknya, sehingga lebih baik dan rapi sehingga meningkatkan harga jual pada kisaran harga tertinggi.
Pendampingan Penataan Layout Material Handling pada Vendor Proyek Konstruksi Gedung Berbasis Systematic Layout Planing Ashar Pramono; Andi Muhammad Irfan; Fahri Anwar; Achmad Romadin; Muhsin Z
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5071

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas pada area kerja pemasangan façade proyek konstruksi gedung melalui pendampingan penataan tata letak material berbasis Systematic Layout Planning (SLP). Permasalahan utama yang ditemukan di lapangan adalah penempatan material dan area kerja yang belum terorganisir sehingga menyebabkan aktivitas double handling, jarak perpindahan material yang panjang, dan inefisiensi waktu kerja. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan pekerja lapangan dan mandor melalui observasi, pelatihan konsep tata letak fasilitas, praktik penataan ulang area kerja, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip tata letak fasilitas dengan kenaikan nilai rata-rata dari 56,5% menjadi 82,3%. Implementasi metode SLP melalui optimalisasi zoning area kerja dan Activity Relationship Chart (ARC) berhasil mengurangi jarak perpindahan material dari ±35 meter menjadi ±18 meter serta menurunkan waktu distribusi material dari 15 menit menjadi 7 menit. Perbaikan layout juga menciptakan aliran material yang lebih terstruktur dan meminimalkan pemborosan waktu transportasi. Program ini membuktikan bahwa penataan tata letak fasilitas secara sistematis mampu meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, serta mendukung keteraturan dan keselamatan kerja pada proyek konstruksi.