Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digital Marketing Communication Strategy of Tourism Destination of Mandalika: A Semiotic Analysis Farid Said; Achmad Daeng GS; Abdu Rahman; Muhammad Iqbal Djohan; Murdiani Sukarana
Jurnal Komunikasi Profesional Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1742.798 KB) | DOI: 10.25139/jkp.v7i1.5985

Abstract

The MotoGP event will be held in Indonesia located in Mandalika, Lombok. As Indonesia is hosting world-class event, it is an honor to be able to handle big event and earn achievement from that. With the aid of Instagram as social media, Mandalika Circuit actively promotes their campaign and information around MotoGP; thus, it is one of the key to further understand Indonesia diplomacy dynamics. Through @themandalikagp Instagram account using Saussure’s Semiotic Analysis, we can identify their sign and signifier then examine the relationship of it. The importance of Saussure’s Semiotic Analysis will expand new diplomatic perspective for Mandalika Circuit event and its potential.
Studi Kelayakan Pulau Liukang Loe sebagai Wisata Bahari di Kabupaten Bulukumba Abdu Rahman; Andi Auliya Nursitadina; Herlinda Afrilia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.104452

Abstract

Obyek wisata bahari adalah elemen fisik dari pantai yang memiliki peranan penting secara ekonomis maupun ekologis. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji kesesuaian lahan dan daya dukung (carrying capacity) Pulau Liukang Loe untuk kegiatan wisata pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh penduduk Kabupaten Bulukumba yang berjumlah 413.229 jiwa. Sampel dalam penelitian ini meliputi 50 partisipan yang dipilih dengan teknik purposve sampling. Proses pengumpulan data dilakukan peneliti dengan menggunakan studi dokumen, angket, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung sumber daya Pulau Liukang Loe yang sesuai untuk dimanfatkan sebagai wisata, diantaranya: wisata pantai kategori rekreasi dengan potensi ekologis 1.411 m dan daya dukung kawasan 56 orang/hari. Wisata snorkling dengan potensi ekologis 24,65 ha dan daya dukung kawasan 986 orang/hari dan wisata selama dengan potensi ekologis 14,73 ha dan daya dukung kawasan 589 orang/hari. Jadi total daya dukung Kawasan ekowisata Bahari di Pulau Liukang Loe adalah 1.631 orang/hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pulau Liukang Loe sudah mewakili dan layak untuk dijadikan sebagai wisata bahari.
Kajian Kelayakan Potensi dan Infrastruktur Desa Wisata Lantebung sebagai Tujuan Wisata Alam dan Edukasi Asya Karima; Nia Angelina Bombong; Nurfaizah; Abdu Rahman
Wonderful-Journal of Tourism Destination Vol. 1 No. 1 (2026): January
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research assesses the feasibility of Lantebung Tourism Village as a natural and educational tourism destination based on mangrove ecosystems. The main problem raised was the unoptimal utilization of natural potential as well as the limited infrastructure and supporting institutions. A qualitative approach was used through in-depth interviews, field observations, and documentation studies with purposive sampling techniques. The results showed that the village has educational tourism potential, such as mangrove trekking and utilization of mangrove-based local products. However, infrastructure such as tracking paths, toilets, and information facilities are inadequate, and the role of Pokdarwis has not been optimized. Local community support such as JEKOMALA and IKAL are quite active in environmental conservation, but still need capacity building and cross-sector collaboration. This study concludes that Lantebung Village has the feasibility to be developed as a sustainable tourism destination with a note of the need for infrastructure revitalization and institutional strengthening. Keywords: nature tourism, education, mangrove, infrastructure, institutions. Abstrak Penelitian ini menilai kelayakan Desa Wisata Lantebung sebagai destinasi wisata alam dan edukasi berbasis ekosistem mangrove. Permasalahan utama yang diangkat adalah pemanfaatan potensi alam yang belum optimal serta keterbatasan infrastruktur dan kelembagaan pendukungnya. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi wisata edukatif, seperti susur mangrove dan pemanfaatan produk lokal berbasis mangrove. Namun infrastruktur seperti jalur tracking, toilet, dan fasilitas informasi belum memadai, serta peran Pokdarwis belum berjalan optimal. Dukungan komunitas lokal seperti JEKOMALA dan IKAL cukup aktif dalam pelestarian lingkungan, namun masih memerlukan penguatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Desa Lantebung memiliki kelayakan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan dengan catatan perlunya revitalisasi infrastruktur dan penguatan kelembagaan. Kata kunci: wisata alam, edukasi, mangrove, infrastruktur, kelembagaan.