Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Di Kota Palembang Nasywa Putri Teria; Mar'atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.50

Abstract

Hipertensi menjadi pemicu terjadinya penyakit kardiovaskular. Kepatuhan penggunaan obat menjadi parameter dalam keberhasilan terapi untuk mengontrol tekanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan minum obat seseorang. Menggunakan rancangan cross sectional dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian dilakukan di kota Palembang dengan responden sebanyak 105 orang yang telah disesuaikan melalui kriteria. Hasil analisis menunjukkan hubungan kepatuhan dengan faktor-faktor (p<0,05) efikasi diri (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,008) dan jumlah obat yang didapatkan (p=0,000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa efikasi diri, dukungan keluarga dan jumlah obat yang didapatkan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi serta meningkatkan efikasi diri penderita memiliki peluang lebih dalam meningkatkan kepatuhan. Sehingga para penderita, keluarga maupun tenaga farmasi berusaha bersama untuk menigkatkan kepatuhan sesuai perannya.
Pengembangan Sediaan Patch Berbasis Herbal Sasmita; Urba Fania; Siti Sholehah; Mar'atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.52

Abstract

Patch transdermal adalah salah satu jenis formulasi yang umumnya memiliki aksi lokal dengan penggunaan topikal. Sistem penghantaran obat secara transdermal memiliki berbagai keuntungan, termasuk memberikan pelepasan obat yang stabil, mudah dalam penggunaannya, mengurangi frekuensi pemberian obat, menghindari proses metabolisme lintas pertama serta mengurangi efek samping seperti iritasi lambung. Pengembangan patch transdermal berbahan herbal yang mengkombinasikan berbagai bahan menawarkan metode inovatif untuk menyediakan agen terapeutik dalam penanganan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merangkum temuan terkait formulasi patch transdermal berbahan alam, meliputi komponen aktif, efektivitas, serta karakterisasi formulasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dengan menerapkan empat kriteria inklusi. Analisis terhadap tujuh artikel ilmiah menunjukkan bahwa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid berpotensi memberikan aktivitas antipiretik, antiinflamasi, antioksidan, antihiperlipidemia, serta mempercepat penyembuhan luka. Formulasi patch umumnya menggunakan teknik pelarutan cetak dengan polimer hidroksipropil metilselulosa (HPMC) dan etil selulosa sebagai bahan utama, yang terbukti efektif dalam mengendalikan pelepasan obat. Secara keseluruhan, formulasi yang ditinjau menghasilkan patch dengan karakteristik fisik dan performa yang baik.
Korelasi Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Gastritis di Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang Zakia Faradiba; Mar'atus Sholikhah; Tedi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.53

Abstract

Gastritis ialah suatu peradangan yang terjadi di lapisan lambung yang menyebabkan nyeri pada ulu hati, mual, dan kembung. Gastritis merupakan masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi tinggi di Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat gastritis di masyarakat yang berkunjung ke apotek Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional dan cross sectional. Survei dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 pada delapan apotek terpilih dengan total responden sebanyak 80 orang. Instrumen penelitian yang dipakai berupa kuesioner sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan analisis cross tab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sig pearson’s chi square sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa Ho < 0,10 berarti Ho di tolak yang artinya ada hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat gastritis di apotek Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Dengan demikian dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat gastritis di apotek Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang.
Formulasi Dan Evaluasi Deodoran Spray Ekstrak Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Dengan Variasi Aluminium Kalium Sulfat Sebagai Antirespiran Dyah Intan Pratiwi; Mar'atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i1.63

Abstract

Bau badan disebabkan oleh aktivitas bakteri pada keringat. Deodoran spray merupakan solusi praktis untuk mengatasi masalah ini. Ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) mengandung zat aktif seperti tanin, flavonoid, dan saponin yang bersifat antibakteri. Aluminium kalium sulfat sebagai antirespiran berfungsi untuk mengurangi produksi keringat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi deodoran spray dengan variasi konsentrasi aluminium kalium sulfat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental yang terdiri dari formula kontrol (tanpa ekstrak) dan tiga formula uji (mengandung 3% ekstrak daun rambutan) dengan konsentrasi aluminium kalium sulfat sebesar 9,5%, 10% dan 10,5%. Evaluasi dilakukan terhadap pH, viskositas, homogenitas, kejernihan, waktu kering, organoleptis, serta uji antirespiran selama 28 hari pada suhu kamar dan 12 hari dalam uji dipercepat (cycling test). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa formula kontrol, I dan III memiliki stabilitas dan memenuhi persyaratan pada organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, kejernihan, waktu kering, dan uji antirespiran selama penyimpanan 28 hari pada suhu kamar dan uji dipercepat 12 hari. Namun, formula II belum memenuhi syarat pH pada uji dipercepat. Ekstrak daun rambutan dapat diformulasikan menjadi deodoran spray yang stabil. Formula paling optimal adalah formula I (10% aluminium kalium sulfat).
Optimasi Konsentrasi Propilen Glikol Dan Etanol Dalam Formulasi Hair Tonic Anti Ketombe Ekstrak Daun Allamanda (Allamanda Cathartica L.) Serta Uji Stabilitasnya Adelia Elok Mawada; Mar'atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i1.65

Abstract

Hair tonic adalah sediaan cair dari campuran bahan kimia atau herbal untuk menjaga kesehatan rambut. Hal yang perlu diperhatikan dalam formulasi hair tonic adalah konsentrasi propilen glikol dan etanol 96%. Propilen glikol adalah pelarut yang berfungsi sebagai humektan yang membantu menarik air ke stratum korneum yakni lapisan terluar kulit. Sedangkan etanol adalah pelarut untuk meningkatkan penetrasi ke dalam kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi propilen glikol dan etanol 96% terhadap kestabilan fisik yang mengandung ekstrak allamanda yang efektif menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans penyebab ketombe. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memvariasikan propilen glikol dan etanol 96%. Konsentrasi propilen glikol yaitu 20% pada (F0 dan F2), 25% (F1), dan 15% (F3). Sedangkan etanol 96% menggunakan konsentrasi 15% (F0 dan F2), 10cathar% (F1), dan 20% (F3). Evaluasi sediaan dilakukan selama 28 hari pada suhu ruang, disertai uji dipercepat (Cycling test) selama 12 hari meliputi parameter pH, berat jenis, viskositas, warna, bau, homogenitas, dan uji iritasi kulit. Berdasarkan hasil evaluasi seluruh parameter menunjukkan sediaan yang stabil dan memenuhi persyaratan selama 28 hari pada suhu ruang dan 12 hari uji dipercepat (Cycling test). Formula yang paling optimal adalah Formula II, yang mengandung propilen glikol sebesar 20% dan etanol 96% sebanyak 15%.
Peningkatan Literasi Bahaya NAPZA pada Siswa SMK Farmasi Pembina Palembang Mar'atus Sholikhah; Ferawati Suzalin; Sarmadi
Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jepm.v1i2.62

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA masih menjadi ancaman serius bagi remaja termasuk kalangan pelajar. Permasalahan yang terjadi pada mitra meliputi kurangnya literasi NAPZA pada siswa, minimnya edukasi preventif yang berkelanjutan di sekolah, serta belum terbentuknya kader sebaya sebagai agen pencegahan, sehingga meningkatkan kerentanan remaja terhadap penyalahgunaan NAPZA.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMK Pembina Palembang mengenai risiko kesehatan akibat penyalahgunaan NAPZA. Sebanyak 23 siswa kelas XII terlibat dalam kegiatan yang meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, serta pembentukan kader anti-NAPZA di lingkungan sekolah. Evaluasi melalui tanya jawab lisan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap definisi, jenis, dan dampak penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan remaja dari ancaman penyalahgunaan NAPZA serta mendorong keberlanjutan edukasi melalui pembentukan kader anti-NAPZA.
Perbandingan Strategi Formulasi Kosmetik Serum Wajah dengan Klaim Pencerah pada Merek Lokal dan Global Mar'atus Sholikhah
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i2.117

Abstract

Pertumbuhan industri kosmetik mendorong meningkatnya inovasi formulasi serum wajah dengan klaim pencerah. Perbedaan strategi formulasi antara merek lokal dan global belum banyak dikaji, terutama berdasarkan penggunaan bahan aktif, pola kombinasi bahan aktif, dan kompleksitas mekanisme kerja. Penelitian ini bertujuan membandingkan strategi formulasi kosmetik serum wajah dengan klaim pencerah pada merek lokal dan global berdasarkan penggunaan bahan aktif pendukung klaim pencerah, kategori formulasi, pola kombinasi bahan aktif, dan kompleksitas mekanisme kerja. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif komparatif terhadap 60 produk serum wajah dengan klaim pencerah yang terdiri atas 30 merek lokal dan 30 merek global. Data diperoleh dari daftar komposisi (ingredient list) yang tercantum pada kemasan atau sumber resmi produk. Analisis deskriptif disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Perbedaan kategori formulasi dianalisis menggunakan uji Chi-square, sedangkan kompleksitas mekanisme kerja dibandingkan menggunakan uji Mann–Whitney U dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niacinamide merupakan bahan aktif yang paling banyak digunakan (56,7%), diikuti vitamin C dan turunannya (36,7%), tranexamic acid (18,3%), dan alpha arbutin (16,7%). Sebagian besar produk menggunakan kombinasi dua bahan aktif (56,7%), sedangkan kombinasi niacinamide dan vitamin C merupakan pola kombinasi yang paling sering ditemukan. Mayoritas produk memiliki dua mekanisme kerja (55,0%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kategori formulasi antara merek lokal dan global (p = 0,180). Uji Mann–Whitney U juga menunjukkan bahwa kompleksitas mekanisme kerja kedua kelompok tidak berbeda secara signifikan (p = 0,868). Dengan demikian, strategi formulasi kosmetik serum wajah merek lokal dan global relatif sebanding dalam kategori formulasi dan kompleksitas mekanisme kerja, meskipun terdapat perbedaan dalam pemilihan dan kombinasi bahan aktif yang digunakan.