Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN ANIMASI DALAM GAME Tandeo, Ewaldo Jovial; Pramayasa, I Made Hendra Mahajaya
Anima Rupa Vol 2 No 2 (2025): Anima Rupa: Jurnal Animasi
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/animarupa.v2i2.5513

Abstract

Video games and animation are two elements that are difficult to separate. Since the development of the video game industry, many games have been created using either two-dimensional or three- dimensional animation techniques. Animation certainly plays a crucial role in making games engaging. Generally, animation is more prominently used in video games of the RPG (Role-Playing Game) genre. It not only delights gamers with visually captivating graphics but also contributes to the storyline and character development. Therefore, various observations and analyses of animation and visuals in video games have been conducted. For example, examining the animation used in the games being observed. Various RPG video games utilize two-dimensional, three-dimensional, or a combination of both animations, providing gamers with a new experience through stunning graphics. Thus, the combination of animation and video games can entertain and inspire many people.
Analisis Pose dan Gerak Karakter Animasi Donald Duck Dalam Film Donald’s Penguin Pramayasa, I Made Hendra Mahajaya; Yasa, Gede Pasek Putra Adnyana; Putra, Gede Lingga Ananta Kusuma
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i1.4064

Abstract

Salah satu media hiburan yang dapat membantu untuk bersantai dan menghilangkan stres yaitu animasi, karena menawarkan berbagai tampilan karakter yang unik dan gerakan yang lucu. Donald Duck adalah salah satu karakter dalam animasi komedi yang banyak digemari. Seperti dalam film animasi "Donald’s Penguin", salah satu film animasi klasik yang dirilis pada tahun 1939 oleh Walt Disney Productions. Dalam animasi ini, visual yang ditampilkan menawarkan animasi dengan karakter ikonik dalam berbagai situasi lucu dan menegangkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pose dan gerak animasi beserta penerapan prinsip-prinsip animasi terhadap gerak karakter Donald. Metode yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis prinsip-prinsip animasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa pose dan gerak dari Donald dalam film Donald’s Penguin lebih mengedepankan prinsip-prinsip animasi. Hal ini menjadikan gerakannya tidak hanya realistis tetapi juga menarik dan tidak membosankan. Gerakan tersebut berhasil menggambarkan kepribadian karakter Donald secara efektif. Implikasi dari penelitian ini adalah memahami bagaimana pose dan gerak karakter memainkan peran penting dalam menentukan kualitas dan daya tarik film animasi.
Pengabdian Masyarakat di Sanggar Seni Lukis Balitung Denpasar “Menggambar Storyboard Komik Anak-Anak” Janottama, I Putu Arya; Wibawa, Arya Pageh; Yasa, Gede Pasek Putra Adnyana; Indira, Wahyu; Artha, I Gede Agus Indram Bayu; Kusuma, Gede Lingga Ananta; Pramayasa, I Made Hendra Mahajaya; Wiwana, I Putu Adi; Prabu, Anak Agung Bayu Krisna; Swandi, I Made Dwiarya
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.4356

Abstract

Sanggar Seni Lukis Balitung sebagai salah satu sanggar seni yang berada di jalan Tukad Yeh Biu Gang Pudak No. 1, Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, kotamadya Denpasar. Sanggar ini didirikan pada tahun 1989 oleh Drs. I Ketut Sudiana dengan tujuan untuk melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni sebagai bagian dari warisan budaya. Sanggar Seni Lukis Balitung telah menjadi tempat untuk dilaksanakannya pengabdian masyarakat oleh dosen Program Studi Animasi Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan wawasan pengetahuan tentang storyboard komik kepada anak-anak. Tambahan pengetahuan tentang pembuatan storyboard komik ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan kemampuan teknik menggambar komik kepada peserta didik. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan pelatihan kepada peserta didik yang selanjutnya diaplikasikan dalam media gambar berupa kertas. Selain itu, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan berbagai cerita yang kreatif secara mandiri sehingga mereka memperoleh pemahaman secara komprehensif dan menyeluruh tentang storyboard komik. Tahapan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Implikasi kegiatan ini adalah pengetahuan yang terwujud dalam bentuk narasi visual yang digambarkan oleh peserta didik secara mandiri tidak hanya diimplementasikan ke dalam media komik tetapi juga nantinya dapat diterapkan pada media-media lainnya.
ANALISIS UNSUR PEMBENTUK FILM ANIMASI “BONDRES TATA TITI” Natalianingsih, Ni Luh Diah; Hiru, Siprianus Umbu; Lamato, Humam Adib Ijlal; Pangestu, I Nyoman Arya Bagus Wira; Pramayasa, I Made Hendra Mahajaya
Anima Rupa Vol 1 No 1 (2023): Anima Rupa: Jurnal Animasi
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/animarupa.v1i1.2856

Abstract

Film animasi Bondres Tata Titi, digarap oleh Yayasan Pustaka Visual Nusantara yang didirikan oleh sekelompok anak muda Bali, yang memiliki kepedulian terhadap aset keberagaman seni budaya Nusantara. Film animasi ini tercipta, karena perkembangan dunia animasi di Bali mendapat tempat, maka film animasi Bondres Tata Titi ini ditayangkan pada pergelaran Festival Seni Bali Jani (FSBJ) IV Tahun 2022. Penelitian ini menganalisis unsur pembentuk film animasi Bondres Tata Titi. Metode yang dilakukan dalam menganalisis animasi ini, adalah dengan metode observasi dan metode pustaka. Dari hasil penelitian didapatkan animasi ‘Bondres Tata Titi’ memuat nilai – nilai keberagaman tentang sat kerthi yang disampaikan melalui unsur pembentuk film. Unsur pembentuk film yang dimaksud yaitu unsur naratif berupa tema, cerita, struktur cerita, tokoh/karakter dan dari unsur sinematik yang meliputi background, pencahayaan, dan gerakan animasi.
PERKEMBANGAN GAYA ANIMASI DUNIA DAN INDONESIA Audi, Alfin; Saputra, I Made Agus Adi; Pramayasa, I Made Hendra Mahajaya
Anima Rupa Vol 1 No 2 (2024): Anima Rupa: Jurnal Animasi
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/animarupa.v1i2.3589

Abstract

Animasi terus berkembang seiring inovasi teknologi dan kreativitas seniman, menjadikannya salah satu bentuk seni yang menarik dan berpengaruh di dunia hiburan. Gaya animasi terdahulu berbentuk kartun dengan menggunakan media tradisional yaitu kertas karton yang di gambar secara manual atau satu persatu yang digunakan untuk keperluan hiburan. Namun seiring berkembangnya jaman dan teknologi, gaya animasi semakin banyak jenisnya yang diciptakan melalui penggunaan alat yang lebih bervariasi. Perkembangan animasi di dunia juga membawa dampak signifikan untuk perkembangan animasi di Indonesia. Untuk meneliti perkembangan gaya animasi digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif didapatkan bahwa perkembangan gaya animasi di dunia telah menjadi bagian penting dari budaya populer di seluruh dunia, dengan mengalami perkembangan besar dalam hal teknik, tema, dan gaya visual. Warisan budaya Indonesia yang kaya dan beragam tercermin dalam animasi lokal yang didasarkan pada mitologi, legenda, dan cerita rakyat.
Makna Simbol Rangda Sebagai Bentuk Kedigdayaan Perempuan Bali Wibawa, Arya Pageh; Artha, I Gede Agus Indram Bayu; Pramayasa, I Made Hendra Mahajaya
PANGGUNG Vol 36 No 1 (2026): Echoes of Archipelago Mythos: Interweaving Tradition, Symbolism, and Narrative i
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v36i1.3683

Abstract

This study examines the symbolism of Rangda in Balinese culture, focusing on the representation of female power reflected in texts and visual cultural expressions. Rangda, often depicted as an evil figure in Calonarang performances, reflects the duality of transformative feminine power, encompassing both destructive and protective aspects. As a manifestation of the Goddess Durga, Rangda represents feminine energy maintaining the balance of the universe, creating harmony between good and evil through the concept of Rwa Bhineda. This study employs a qualitative, descriptive-analytical approach to explore the symbolic meaning of Rangda across mythological and contemporary contexts. The results show that Rangda is not merely a symbol of evil power but a sacred entity that plays a vital role in maintaining Bali’s cosmic order. The representation of Rangda in visual art and religious rituals enriches the understanding of the role of femininity in maintaining the social and spiritual balance of Balinese society.
PERAN FILM TOY STORY DALAM TRANSFORMASI ANIMASI DIGITAL DAN PERKEMBANGAN INDUSTRI ANIMASI GLOBAL Darma, Gusti Made Agung Narendra Putra; fauzi, Labib; Siboro, Dionisius Hamonangan; Pramayasa, I Made Hendra Mahajaya
Anima Rupa Vol 4 No 1 (2026): Anima Rupa: Jurnal Animasi
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toy Story (1995) is an animated film produced by Pixar Animation Studios that became a major milestone in the history of world animation as the first feature-length film created entirely using computer-generated imagery (CGI). This article discusses the history of Toy Story, examines interesting facts behind its production process, and analyzes the film’s impact on the global animation industry. The discussion shows that Toy Story not only introduced technological innovation but also established new standards in animated storytelling by emphasizing emotional depth and character development. Facts such as the inspiration for Buzz Lightyear from astronaut Buzz Aldrin, changes in Woody’s character design, and the role of Pixar’s short film Tin Toy in the creation of Toy Story highlight the complexity of Pixar’s creative process. The success of Toy Story encouraged a major shift from traditional animation to digital animation and had a long-lasting influence on production styles, visual quality, and narrative approaches in modern animated films.