Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Realisasi Alarm Kabel Jaringan Lokal Akses Tembaga Dengan Notifikasi Sms Menggunakan Mikrokontroler Amir Syarifudin; Budi Syihabuddin; Agung Nugroho Jati
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabel tembaga sangat rawan terhadap pencurian, sudah dilakukan mitigasi dalam mengantisipasi pencurian kabel melalui patroli dan pemasangan alarm kabel tembaga. Alarm kabel tembaga yang ada saat ini, dirasakan secara end to end masih manual dan bekerja secara serial, sehingga rawan terhadap ketidakakuratan dan keterlambatan informasi atas peringatan dini terjadinya pencurian kabel tembaga. Perlu dibuat alarm yang mampu memberikan informasi kondisi putus sambung kabel secara akurat dan cepat, dengan memanfaatkan mikrokontroler. Alarm kabel tembaga ini dirancang menggunakan sensor relay yang dikontrol oleh mikrokontroler ATMega 328. Output sensor diproses oleh mikrokontroler yang hasilnya akan memberikan perintah kepada modul GSM untuk mengirimkan pesan. Sesuai data hasil pengolahan mikrokontroler berdasarkan deteksi sensor, pesan terkirim ke nomor tujuan petugas dengan isi pesan yang menyatakan kondisi putus sambung rute kabel. Sistem alarm yang dirancang telah mampu menghasilkan alarm dengan kecepatan waktu respon dan keakuratan yang tinggi. Alarm ini dapat menyampaikan informasi ke pengelola jaringan kabel dengan rata -rata waktu 4,62 detik dan mempunyai tingkat akurasi 100%. Informasi yang dihasilkan dari deteksi alarm, dikirimkan secara serentak kepada pihak-pihak terkait, guna percepatan pengamanan kabel tembaga dan perbaikannya. Dengan kecepatan dan keakuratan deteksi ini diharapkan dapat berdampak terhadap penurunan frekuensi pencurian kabel tembaga. Kata Kunci: Alarm, ATMega 328, Mikrokontroller, Modul GSM, Relay
Perancangan Dan Realisasi Penguat Daya Pada Frekuensi 1,265 – 1,275 Ghz Untuk Synthetic Aperture Radar Hanimaulia Hanimaulia; Heroe Wijayanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synthetic Aperture Radar (SAR) merupakan salah satu teknologi RADAR yang digunakan untuk aplikasi penginderaan permukaan bumi (remote sensing) yang memanfaatkan prinsip kerja gelombang elektromagnetik Teknologi ini bekerja pada frekuensi 1,265-1,275 GHz. Sinyal dikirimkan oleh SAR menuju permukaan bumi, lalu ditangkap kembali sinyal pantulan tersebut oleh SAR untuk diolah. Karena jarak yang ditempuh sinyal tersebut dari transmitter ke receiver cukup jauh dan adanya pengaruh interferensi, maka diperlukan penguat daya. Penguat daya ini berfungsi untuk meningkatkan sinyal level daya keluaran dari transmitter agar daya yang sampai dapat masih diterima oleh receiver. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan penguat daya yang dapat beroperasi pada frekuensi 1,27 GHz. Teknik yang digunakan yaitu balanced amplifier dengan terdapat coupler disisi input dan output dengan menggunakan quadrature branch-line coupler. Penyempadan impedansi menggunakan single stub open circuit. Dalam perancangan penguat daya digunakan software Advanced Design System 2011.10 untuk mensimulasi rangkaian penguat daya. Komponen aktif yang digunakan adalah Monolithic Microwave Integrated Circuit GALI 74+. Pengujian kinerja penguat daya dilakukan dengan membandingkan data hasil pengukuran dengan spesifikasi awal. dan Dari hasil pengukuran pada frekuensi 1,27 GHz, penguat daya pada satu tingkat ini memiliki penguatan sebesar 16.025 dB, dan penguatan pada dua tingkat sebesar -8,1888 dB. Kata Kunci : SAR, HPA, balanced amplifier, Monolithic Microwave Integrated Circuit
Desain Dan Realisasi Antena Bts Gsm Frekuensi 1710-1805 Mhz Omnidirectional Dengan Metode Discone Wire Riga Marga Limba; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dikembangkan antenna yang dapat digunakan untuk telekomunikasi mobile. Antenna yang dirancang dengan modifikasi dari antenna discone, yang terdapat 2 bagian, patch dan ground. Patch yang berbentuk dish dan groun berbentuk cone. Perancangan antenna ini untuk dipergunakan pada teknologi pikocell atau microcell yang dapat di gunakan pada posisi blank area, seperti di dalam gedung bertingkat, di daerah perkantoran dan mall. Antenna yang dirancang pada frekuensi 1,71 GHz sampai dengan 1,805 GHz dengan memiliki kelebihan dari polaradiasi berbentuk omni direksional, kesegala arah pada satu bidang tertentu, dengan besar gain sebesar 1,786 dBi pada simulasi dan 2,444 dBi pada pengukuran fabrikasi. VSWR yang di dapat bernilai 1,22 untuk simulasi dan 1,071 untuk fabrikasi. Secara keseluruhan, antenna yang dirancang, di simulasikan dan fabrikasi tidak banyak mengalami perbedaan, dan spesifikasi antenna yang di rancang sesuai dengan kebutuhan dari antenna picocell dan microcell. Kata Kunci : GSM, Antena, Gain dan discone
Simulasi Dan Analisis Algoritma Pengalokasian Resource Block Berbasis Qos Guaranteed Pada Sistem Long Term Evolution Suci Monica Sari; Arfianto Fahmi; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan pada sistem Long Term Evolution (LTE) adalah masalah pengalokasian Physical Resource Block (PRB). Algoritma pengalokasian PRB yang biasa digunakan memiliki performansi yang kurang memuaskan dalam menjamin Quality of Service (QOS) user. Pada penelitian ini dilakukan simulasi menggunakan suatu algoritma optimasi untuk mengalokasikan PRB kepada user. Langkah pertama dalam proses pengalokasian PRB pada algoritma ini yaitu mengestimasi jumlah PRB yang dibutuhkan oleh user dengan menggunakan perbandingan antara laju data minimum user dengan kondisi kanal rata-rata. Selanjutnya dilakukan pengalokasian PRB sampai laju data minimum user tercapai. Hasil dari simulasi dengan menggunakan algoritma ini dengan jumlah user 20 yaitu tercapainya nilai spectral efficiency lebih tinggi hingga 3.5714 bps/Hz dari spectral efficiency algoritma Greedy dan lebih tinggi hingga 2.2537 bps/Hz dari spectral efficiency algoritma Round Robin. Untuk throughput, hasil dari simulasi algoritma QoS Guaranteed yaitu lebih tinggi hingga 697.12 Kbps dari throughput algoritma Greedy dan lebih tinggi hingga 405.66 Kbps dari algoritma Round Robin. Dan untuk index of fairness, algoritma QoS Guaranteed memiliki index of fairness paling tinggi yaitu 0.928658. Kata kunci : Long Term Evolution, Physical Resource Block, Throughput, fairness
Desain Dan Implementasi Turbo Encoder Menggunakan Field Programmable Gate Array (fpga) Untuk Aplikasi Satelit Nano Laila Prakasita; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada tugas akhir ini telah dibandingkan performansi tanpa channel coding, dengan turbo coding (rate 1/3 dan ½ ), dan dengan convolutional coding (rate ½) untuk pengiriman gambar melalui satelit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Turbo code rate 1/3 memiliki performansi yang baik dibandingkan dengan turbo code rate ½, convolutional code rate 1/2 dan tanpa pengkodean kanal. EbNo terhadap BER 10-6 hasil simulasi sebesar 5.55 dB untuk turbo code rate 1/3, 9.67 dB turbo code rate ½, 9.45 dB untuk convolutional code rate 1/2 , dan 16.6458 dB untuk sistem tanpa pengkodean kanal. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan perancangan prototype rangkaian encoder turbo code rate 1/3 yang digunakan untuk aplikasi satelit nano menggunakan Field Programmable Gate Array (FPGA) ATLYS Spartan-6 XC6SLX45 CSG324C yang akan digunakan sebagai salah satu pusat pemrosesan data pada space segment nano satelit. Hasil sintesis sistem yang dirancang memiliki periode minimum 5.913 ns dan frekuensi clock maksimal FPGA yaitu 169.122 MHz. Resources FPGA yang terpakai untuk sistem turbo encoder 0.0044% Number of Slice Registers, 3% Number of Slice LUTs, 25% Number of fully used LUT- FF, 1% Number of bounded IOBs, dan 12% Number of BUFG/ BUFGCTRL/ BUFHCEs. Dari hasil sintesis sistem ditunjukkan bahwa perancangan prototype Turbo encoder dapat diimplementasikan pada board ATLYS Spartan- 6 XC6SLX45 CSG324C. Kata Kunci : satelit nano, turbo code, convolutional code, FPGA
Perancangan Dan Realisasi Dual Band Wilkinson Power Divider Pada Frekuensi 1,27 Ghz Dan 2,3 Ghz Fithqoti Afiroh Zuqri; Bambang Setia Nugroho; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SAR (Synthetic Aperture Radar) merupakan teknologi yang menggunakan gelombang radio untuk mengambil data dan termasuk salah satu dari remote sensing. Pada SAR memanfaatkan banyak antena yang disusun dalam bentuk antena susun. Untuk pencatuan daya diperlukan power divider yang bekerja sebagai pembagi daya. Dimana power divider ini dapat melewatkan dua frekuensi sekaligus. Pada perancangan power divider ini menggunakan metode konvensional dimana bekerja pada frekuensi 1,27 GHz dan 2,3 GHz. Bahan yang digunakan dalam Wilkinson power divider ini adalah menggunakan FR4_epoxy dengan konstanta dielektrik nya 4,4. Hasil pengukuran dari power divider pada frekuensi 1,27 GHz, memiliki return loss -14,642 dB, insertion loss output 1 -3,596 dB dan untuk output 2 sebesar -3,917 dB, dan nilai port isolation -8,867 dB. Sementara pada frekuensi 2,3 GHz, return loss -21,366 dB, insertion loss output 1 -4,585 dB dan untuk output 2 sebesar -3,904 dB, dan nilai port isolation -15,005 dB. Kata kunci : dual band , power divider, mikrostrip, Wilkinson power divider, FR4_epoxy
Radio Resource Scheduling Pada Sistem Lte-advanced Arah Downlink Dengan Algoritma Berbasis Proportional Fair Muhamad Fithryan; Arfianto Fahmi; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Skema resource scheduling menjadi sebuah hal yang penting karena digunakan untuk memillih pada time domain maupun frequency domain yang tepat. Selain itu seiring perkembangannya, terdapat dua tipe user yang harus dialokasikan, LTE user dan LTE-A user. Pada tugas akhir ini telah dilakukan proses alokasi PRB menggunakan algoritma yang berbasis proportional fair. Dan terdapat tiga skema yang disimulasikan, yaitu skema INS, INS WF, dan INS termodifikasi. Dari hasil simulasi yang dilakukan, ternyata terjadi peningkatan dan penurunan serta terjadi trade-off antara user throughput dan fairness. Kata Kunci: Resource Scheduling, Proportional Fair, LTE, LTE-Advanced, INS
Analisis Perancangan Broadband Access Gpon Dan Ng-pon2 (studi Kasus : Apartemen Cinere Terrace Suite) Fransisca Elisa Rahardjo; Ratna Mayasari; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi telekomunikasi saat ini dan kedepan, sudah menggunakan teknologi broadband access atau pita lebar yang berbasis teknologi IP (Internet Protocol), untuk mendukung teknologi ini maka diperlukan jaringan akses ke pelanggan full fiber optic, dimana teknologinya menggunakan arsitektur FTTH (Fiber To The Home). Oleh karena itu, penulis akan meneliti mengenai perancangan broadband access dengan teknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network) dan NG-PON 2 (Next Generation Passive Optical Network Stage 2). Dalam penelitian ini, penulis bekerja sama dengan PT. Telkom Akses. dimana lokasi yang akan diteliti di apartemen cinere terrace suites. Dalam teknologi GPON saat ini untuk sisi penerima dan sisi pengirim (bitrate 2.5 Gbps arah downstream dan 1.25 Gbps arah upstream) masih menggunakan dua core optic yang berbeda, sedangan dengan teknologi NG-PON2 untuk sisi penerima dan sisi pengirim menggunakan satu core optic (bitrate diberikan sebesar 40 Gbps arah downstream dan 10 Gbps arah upstream). Diharapkan dalam penelitian ini penulis mendapatkan perbedaan tentang kecepatan membawa data antara tenologi GPON dan NG-PON2 dan efisiensi menggunakan core optik dan penggunaan perangkat aktif maupun pasif yang diletakan di pelanggan dan menjadi rekomendasi untuk pihak PT.Telkom Akses. Kata kunci : FTTH, Broadband Access, GPON, NG-PON2,TriplelPlay Abstract Current and future technologies, already using broadband or broadband access technology based on IP technology (Internet Protocol), to support this technology is required network access to full fiber-optic customers, where the technology uses the FTTH (Fiber To The Home) architecture. Therefore, the author will discuss broadband access with GPON technology (Gigabit Passive Optical Network) and NG-PON 2 (Next Generation Passive Optical Network Stage 2). In this research, writer cooperate with PT. Telkom Access. Where the location to be researched in the apartment cinere terrace suites. In the current GPON technology for receiver side and delivery side (bitrate 2.5 Gbps downstream direction and 1.25 Gbps upstream direction) still use two different optical cores, in contrast with NG-PON2 technology for receiver side and side of road using single core optical (bitrate is given 40 Gbps downstream direction and 10 Gbps upstream direction). It is expected in this research that is making data about speed carrying data between GPON and NG-PON2 tenology and using core and device used also that can be used for customer and PT. Telkom. Access. keywords: FTTH, Broadband Access, GPON, NG-PON2, TriplelPlay
Analisis Interferensi Radio Penyiaran Fm Di Sekitar Bandar Udara Husein Sastranegara Terhadap Frekuensi Penerbangan Agie Vadhillah Putri; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerbangan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas pemanfaatan wilayah udara,pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya. Komunikasi penerbangan antar Bandar udara berfungsi untuk memberikan pelayanan berupa informasi penerbangan dari satu Bandar udara ke Bandar lainnya. Selain itu, juga ada komunikasi penerbangan antar petugas ATC (Air Traffic Control) dan pesawat. Sistem komunikasi penerbangan antar petugas Air Traffic Control dan pesawat disebut sistem komunikasi penerbangan bergerak. Di Indonesia sistem komunikasi penerbangan bergerak ini sering mengalami gangguan karena adanya interferensi dari frekuensi lain yang berpropagasi di sekitar pesawat maupun ATC. Gangguan ini dapat menyebabkan bahaya yang besar untuk keselamatan penerbangan tersebut.Pada tugas akhir ini, dilakukan analisis terhadap sistem komunikasi radio penerbangan bergerak dengan radio penyiaran FM disekitar Bandar Udara Husein Sastranegara. Dari hasil perhitungan daya yang diterima oleh pesawat dari pemancar ADC dan APP di bandar udara Husein Sastranegara adalah –54.264 dBm dan -61.414 dBm. Nilai ini sudah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh ICAO dengan minimal penerimaan di pesawat adalah –85 dBm.Kata kunci : interferensi, sistem komunikasi penerbangan, radio penyiaran fm
Antena Vivaldi Ultra Wide Band Untuk Mobile Cognitive Radio Base Station Pada Jaringan Wireless Pasca Bencana Dammar Adi Sujiansyah; Budi Syihabuddin; Khoirul Anwar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu teknologi untuk penanganan pasca bencana adalah teknologi Mobile Cognitive Radio Base Station (MCRBS). Tugas Akhir ini merancang antena untuk MCRBS dengan kelas Cavity yaitu antena Vivaldi. Antena ini dipilih karena dapat menghasilkan Gain tinggi, Bandwidth yang lebar sehingga dapat menerima sinyal dari sistem telekomunikasi generasi 2G sampai 5G dan dapat dicatu dengan daya yang besar. Tugas Akhir ini merancang antena dengan frekuensi kerja pada rentang 700 MHz sampai 6 GHz. Bahan yang digunakan untuk realisasi antena ini adalah aluminium dengan panjang 100 cm, lebar 50 cm, dan tebal 0.5 cm. Selain itu, antenna ini menggunakan konektor jenis N Female. Hasil realisasi dan pengukuran menunjukkan bahwa antena ini memiliki beberapa karakteristik seperti Return Loss ≤ -10 dB, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) ≤ 2, Polaradisi Unidirectional, Polarisasi elips dan Gain lebih dari 8 dB. Antena berhasil didesain dengan nilai Bandwidth yang sangat lebar sampai dengan 5.3 GHz dengan karakteristik yang baik., hasil perancangan antena ini bisa diterapkan pada MCRBS untuk jaringan kebencanaan masa depan yang dapat mencakup sistem telekomunikasi generasi 2G, 3G, 4G dan 5G. Kata kunci : MCRBS, Antena Vivaldi Ultra Wide Band, Bandwidth. Abstract One of technology for post disaster management is Mobile Cognitive Radio Base Station (MCRBS). this final project designed Vivaldi antenna which classified in Cavity class antenna for MCRBS. Vivaldi antenna has been chosen because this antenna has high Gain, wideband that could receive signal from 2G up to 5G, and also supplied with high power. in this final project designed antenna with frequency operation from 700 MHz up to 6 GHz. Aluminium is chosen for material to build this antenna, with 100 cm length, 50 cm width, and 0.5 cm for its thickness. Furthermore this antenna is using N Female for its connector type. From realization and measurement shows that this antenna have several result of characteristic as well as Return Loss value is RL ≤ -10 dB, VSWR value is VSWR ≤ 2, radiation pattern is unidirectional, elips as its polarization, and also gain is G > 8 dB. With these good results and wide bandwidth, this antenna can be implemented for MCRBS for future disaster network which can cover all generations of telecommunication from 2G, 3G, 4G, and 5G. Keyword: MCRBS, Ultra Wide Band Vivaldi Antenna, Bandwidth.
Co-Authors A., Nachwan Mufti A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agie Vadhillah Putri Agung Nugroho Jati Agus D Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Alif Randhy Pratama Alvian Raharjo Aji Amir Syarifudin Amiruddin, Rifki Anjang Purnomo ARDIANTO, FAJAR WAHYU Arfianto Fahmi Arum Rachmapramita Arum Rachmapramita Arum Rachmapramita, Arum Austin Bengeth I. Tambunan Bambang Setia Bambang Setia Nugroho Bhaskara Narottama Christian Mahardika Dammar Adi Sujiansyah Desti Madya Saputri Destia Rahmawati DWI ANDI NURMANTRIS Dwi Banyu Prawito Edwar Ernaldo Lumbantobing Erza Yoga Pamungkas Evander Christy Evi Nur Cahyanti FAJAR WAHYU ARDIANTO Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fithqoti Afiroh Zuqri Fithqoti Afiroh Zuqri Fithqoti Afiroh Zuqri, Fithqoti Afiroh Fransisca Elisa Rahardjo Gilang Dewangga Hanimaulia Hanimaulia Heroe Wijanto Heroe Wijayanto Husnul Khatim Intan Nuraeni Agfah Iswahyudi Hidayat Jones A.S., Kevin Kevin Jones A.S. Kevin Jones Sinaga Khoirul Anwar Kirbi Timur Nomas Laila Prakasita Levy Olivia N. Levy Olivia Nur Muhamad Fithryan Muhammad Agy Ramdhan Muhammad Arsyad Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Purwa Manggala Nachwan Mufti Nachwan Mufti A. Nachwan Mufti Adriansyah Nadia Fitriana Latifah Nahla Dewi Sartika Nuriadnyana, Rana Obed Rhesa Ludwiniananda Patricius Evander Christy Raihan Anshari Ramaska Prima Agusta Rana Nuriadnyana Rana Nuriadnyana Rasheed Abdurrahman Mulyadi Rasheed Abdurrahman Mulyadi Ratna Mayasari Rifki Amiruddin Riga Marga Limba Rina Pudji Astuti Suci Monica Sari Uke Kurniawan Usman Ulfah Sulistiyani Widi Anggun Fitriana Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu