Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Pendeteksian Perangkat Menggunakan Uav Dengan Komunikasi Device-to-device Evander Christy; Rina Pudji Astuti; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada area terdampak bencana, konsumsi energi dari masing-masing perangkat dan jaringan menjadi isu yang sangat krusial. Maka dari itu, terdapat kebutuhan untuk membangun jaringan komunikasi nirkabel yang hemat energi di daerah bencana yang luas secara cepat pada saat terjadi kerusakan infrastruktur jaringan komunikasi. Pada tugas akhir ini, diusulkan penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) sebagai Flying Mobile-Base Tower Station (FM-BTS) untuk mendeteksi perangkatperangkat yang berpotensi untuk membentuk komunikasi Device-to-Device (D2D) di area bencana. Komunikasi D2D yang akan digunakan dapat mengurangi konsumsi energi antar perangkat. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya tidak memperhitungkan konsumsi energi dari UAV serta tidak memberikan saran penggunaan pola pada suatu keaadaan bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dll. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk memberikan pola terbang UAV yang dapat beradaptasi sesuai kondisi bencana dan tetap memperhatikan faktor konsumsi energi dari UAV. Beberapa pengembangan dari empat skema untuk pola terbang UAV, yaitu: O-Path, Rectangular-Path, ZigZag-Path, dan S-Path telah dilakukan. Peningkatan ini dapat mengurangi gap area pada pola terbang UAV sehingga terjadi peningkatan coverage untuk area tersebut. Untuk memperoleh pola terbang UAV yang terbaik untuk beberapa kasus bencana alam, beberapa simulasi telah dilakukan dan dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi bencana dengan pola kerusakan yang merata, pola terbang UAV yang optimal adalah S-Path dikarenakan coverage yang luas (mencakup sekitar 80 persen dari total perangkat di ketinggian terbang UAV 100 m). Sebaliknya, untuk kondisi bencana dengan pola kerusakan yang memusat,pola terbang UAV yang terbaik adalah O-path, diikuti dengan Rectangular-path dan ZigZag-path dikarenakan durasi terbang yang singkat dan konsumsi energi yang kecil (delapan kali lebih kecil dibanding S-path pada ketinggian terbang UAV 100 m). Kata Kunci : Device-to-Device, UAV, Device Discovery, 5G, Emergency
Perancangan Dan Realisasi Antena Mimo 8x8 Array Rectangular Patch Dengan U-slot Pada Frekuensi 15 Ghz Austin Bengeth I. Tambunan; Levy Olivia Nur; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frekuensi 15 GHz digunakan dalam eksperimen jaringan teknologi 5G, yang di mana frekuensinya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi radio yang dipakai seluler pada saat ini. Namun, karena beroperasi pada frekuensi yang sangat tinggi, sinyal atau gelombang rentan terhadap obstacles dan scattering. Untuk itulah jaringan teknologi 5G menggunakan teknologi antena dengan sistem massive MIMO yang di terapkan pada teknologi small cells. Digunakannya massive MIMO ditujukan untuk single array atau beamforming pada small cell. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang sebuah antena MIMO rectangular patch pada frekuensi 15 GHz yang akan digunakan pada teknologi massive MIMO. Perancangan antena MIMO menggunakan 8 elemen. Bahan substrat antena mikrostrip menggunakan jenis Duroid 5880. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya yang di mana penelitian sebelumnya menggunakan antena MIMO dengan 4 elemen. Pada tugas akhir ini teralisasi antena MIMO 8×8 patch rektangular pada frekuensi 15 GHz dengan Return Loss terbaik sebesar -23.62 dB dan pada simulasi didapat -16.67 dB. Nilai gain yang di dapat sebesar 9.37 dB, pola radiasi unidirectional dan polarisasi eliptic.Keywords: antenna, MIMO, microstrip, rectangular patch
Analisis Koeksistensi Jaringan Lte Unlicensed Dan Wi-fi Pada Frekuensi 5ghz Arum Rachmapramita; Nachwan Mufti; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya permintaan pengguna layanan akses internet menyebabkan terjadinya peningkatan trafik. Dengan alasan tersebut peningkatan kapasitas harus dilakukan untuk memenuhi permintaan pengguna layanan dan memenuhi peningkatan trafik yang terjadi. Salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas adalah penggunaan spektrum frekuensi secara maksimal, disisi lain spektrum frekuensi merupakan sumber daya yang terbatas. Dengan alasan kebutuhan permintaan kapasitas dan terbatasnya spektrum frekuensi yang tersedia, maka sebuah teknologi tidak hanya menggunakan spektrum frekuensi lisensi tetapi juga spektrum frekuensi non-lisensi. Penggunaan spektrum frekuensi non lisensi menyebabkan sebuah teknologi baru harus dapat beradaptasi dan berkoeksistensi dengan teknologi yang sudah ada sebelumnya. Pada penelitian ini, dibahas koeksistensi antara teknologi LTE-Unlicensed dan Wi-Fi yang menggunakan spektrum frekuensi non-lisensi 5GHz. LTE-U dan Wi-Fi dapat berkoeksistensi satu sama lain pada area geografis yang sama atau LTE-U eNodeB dapat ditempatkan berdampingan dengan Wi-Fi AP. Koeksistensi antara kedua teknologi ditinjau dari interferensi adjacent channel (ACIR) antara LTE-U eNodeB dan Wi-Fi Access Point. Skenario yang digunakan pada tugas akhir ini adalah LTE-U eNode B sebagai penginterferensi dan Wi-Fi AP sebatai terinterferensi dan sebaliknya pada indoor dan outdoor deployment dengan kondisi LOS dan NLOS. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi sistem koeksitensi antara LTE-U eNodeB dan Wi-Fi Access Point didapatkan jarak minimal antara agar tidak terjadi interferensi adjacent channel adalah 24m-76m dengan deploymet indoor dan kondisi LOS, sedangkan dengan deployment outdoor 78m-194m kondisi LOS dengan Interference threshold 18dB dan 20,3dB. Dengan jarak 78m disimulasikan dengan software Atoll rata-rata nilai CINR adalah 15dB. Untuk simulasi dengan software RPS, dengan jarak 24m didapatkan nilai SIR rata-rata adalah 0,62dB.Kata Kunci: Spektrum Frekuensi Non-Lisensi, Koeksistensi, LTE-U, Wi-Fi, ACIR
Antena Mimo 4×4 Mikrostrip Persegi Panjang Hibrida Patch Dan Slot Untuk Access Point Pada Wifi 2,4 Ghz Dan 5,8 Ghz Ramaska Prima Agusta; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan kecepatan data yang tinggi dan kapasitas yang semakin besar termasuk pada teknologi sistem komunikasi seperti Wireless Fidelity (Wi-Fi). Salah satu solusi agar antena pada Wi-Fi memiliki performasi yang baik maka digunakan sistem antena Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO). Penelitian ini membahas perancangan dan realisasi antena mikrostrip dual band patch rectangular MIMO 4X4 untuk access point pada aplikasi Wi-Fi yang bekerja pada frekuensi 2,441 dan 5,8 GHz. Pada patch antena akan digunakan teknik slot sehingga antena tersebut dapat bekerja di dua frekuensi yang diinginkan. Pada penelitian ini didapatkan nilai dari pengukuran antena mikrostrip MIMO yang dapat bekerja di frekuensi 2,441 dan 5,8 GHz. Nilai return loss yang didapatkan yaitu ≤ -10 dB. Bandwidth ≥ 40 MHz untuk 2,441 GHz dan ≥ 100 MHz untuk 5,8 GHz. Gain ≥ 3 dB. Mutual coupling ≤ -20 dB. Pola radiasi yang dihasilkan untuk frekuensi 2,441 GHz dan 5,8 GHz adalah unidirectional. Polarisasi yang dihasilkan untuk frekuensi 2,441 GHz dan 5,8 GHz adalah berpolarisasi elips. Kata Kunci : antena, mikrostrip, Wi-Fi, mimo, slot , patch rectangular Abstract The need for high data rates and greater capacity including communication system technologies such as Wireless Fidelity (Wi-Fi). One of the solutions so that the antenna on Wi-Fi has a good performance is used the Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO) antenna system. This study discusses the design and realization of a rectangular MIMO 4X4 dual band patch microstrip antenna for access points on Wi-Fi applications that work at frequencies 2.441 and 5.8 GHz. In the patch antenna will be used a slot technique so that the antenna can work on the two desired frequencies. In this study, the values obtained from the measurement of MIMO microstrip antenna that can work at frequencies 2.441 and 5.8 GHz. The return loss value is ≤ -10 dB. Bandwidth ≥ 40 MHz for 2.441 GHz and ≥ 100 MHz for 5.8 GHz. Gain ≥ 3 dB. Mutual coupling ≤ -20 dB. The radiation pattern produced for frequencies of 2.441 GHz and 5.8 GHz is unidirectional. The resulting polarization for frequencies 2.441 GHz and 5.8 GHz is elliptical polarization. Keywords : antenna, microstrip, Wi-Fi, mimo, slot , patch rectangular
Bandpass Filter Mikrostrip X-band Untuk Radar Cuaca Dengan Metode Square Ring Resonator Intan Nuraeni Agfah; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar cuaca bisa disebut juga dengan radar pengawas cuaca atau weather surveillance radar (WSR) dan radar cuaca Doppler, adalah sebuah jenis radar yang digunakan untuk mencari curah hujan, menghitung pergerakan, memperkirakan jenis objeknya (hujan, salju, hujan es, dan lain-lain). Dalam hal ini, agar radar cuaca mendapatkan hasil penginderaan yang baik, maka frekuensi lain yang tertumpang atau tidak diinginkan dan interferensi pada saat modulasi dalam perangkat seharusnya dihilangkan. Untuk menghilangkan kendala interferensi tersebut maka dibutuhkan perangkat dengan nama filter. Filter yang dibutuhkan adalah Band-pass Filter agar dapat meloloskan frekuensi passband dan memotong frekuensi stopband . Pada penelitian tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan sebuah Band-pass Filter yang bekerja pada frekuensi X-Band, menggunakan metode Square Ring Resonator with edge coupled to I/O lines berbasis mikrostrip agar dapat memiliki bandwidth frekuensi sebesar 50 MHz pada frekuensi tengah 9.475 GHz. Bahan yang digunakan dalam filter ini adalah Rogers Duroid 5880 yang memiliki konstanta dielektrik sebesar 2.2. Hasil pengukuran dari filter yang direalisasikan berada pada frekuensi tengah 9.475 GHz. Nilai return loss sebesar - 20.551 dB dan nilai insertion losssebesar -3.234 dB. Bandwidth filter sebesar 46 MHz. Kata Kunci: Filter, Band-pass Filter, Radar Cuaca, frekuensi X-Band, Open Loop Square Resonator, Rogers Duroid 5880.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Berbentuk Patch Segienam Untuk Mimo 4×4 Pada Frekuensi 15 Ghz Alvian Raharjo Aji; Levy Olivia Nur; Budi Syihabuddin Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Frekuensi 15 GHz menjadi kandidat untuk penerapan teknologi 5G. Namun, konsekuensi dari penggunaan frekuensi tinggi ini adalah panjang gelombang yang ditransmisikan menjadi pendek dan rentan terhadap cuaca maupun obstacles. Selain itu juga mobilitas pengguna yang tinggi menyebabkan terjadinya banyak lintasan acak yang disebut multipath fading. Untuk itu diperlukan antena dengan sistem MIMO (Multiple Input Multiple Output) yang menggunakan lebih dari satu antena pada sisi pengirim maupun penerima. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan perancangan dan realisasi antena MIMO 4 elemen rectangular patch dan slot berbentuk U dengan catuan inset feed untuk frekuensi 15 GHz. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dan realisasi antena MIMO 4 elemen dengan hexagonal patch, menggunakan substrat Rogers Duroid 5880 serta teknik catuan proximity coupled yang bekerja pada frekuensi 15 GHz. Pada tugas akhir ini terealisasi antena MIMO 4X4 patch segienam pada frekuensi 15 GHz dengan nilai S-Parameter rata-rata dibawah -15 dB pada rentang frekuensi 14,44 GHz - 15,74 GHz untuk antena 1 dan antena 2, sedangkan antena 3 pada rentang frekuensi 14,42 GHz – 15,74 GHz dan antena 4 pada rentang frekuensi 14,42 GHz – 15,76 GHz. Dengan rentang frekuensi tersebut setiap antena memiliki bandwidth ≥ 1 GHz . Gain antena 1,2,3, dan 4 masing-masing sebesar 9,051 dB, 9,126 dB, 9,140 dB, dan 9,106 dB. pola radiasi unidireksional, dan polarisasi elips. Kata kunci : antena mikrostrip hexagonal, mimo, 15 ghz, proximity coupled Abstract The 15 GHz frequency becomes a candidate for the application of 5G technology. However, the consequence of using this high frequency is the wavelength that is transmitted to be short and vulnerable to weather and obstacles. High user mobility leads to many random paths called multipath fading. For that we need an antenna with MIMO system (Multiple Input Multiple Output) which uses more than one antenna on the transmitter and receiver side. In a previous research, design and realization was done with MIMO antenna rectangular patch 4 element, U-shaped slot, using inset feed technique for 15 GHz frequency. In this final project, the design and realization MIMO antenna hexagonal patch 4 element has been done, using the Rogers Duroid 5880 substrate, and proximity coupled techniques that work at 15 GHz frequencies. In this final project realized a MIMO 4×4 array hexagonal patch at 15 GHz with average S-Parameter value below -15 dB in the frequency range 14.44 GHz - 15.74 GHz for antennas 1 and antenna 2, while antennas 3 in the frequency range 14.42 GHz - 15.74 GHz and 4 antennas in the frequency range 14.42 GHz - 15.76 GHz . The frequency range of each antenna has a bandwidth of ≥ 1 GHz. Gain antennas 1,2,3, and 4 are 9,051 dB, 9,126 dB, 9,140 dB, and 9,106 dB. The radiation pattern is unidirectional and polarization is ellipse. Keyword : microstrip antenna hexagonal, mimo, 15 GHz, proximity coupled
Antena Mikrostrip Persegi Panjang Dengan Celah-t Untuk Stasiun Bumi Ads-b 1,09 Ghz Evi Nur Cahyanti; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B) adalah sistem pengawas udara yang dapat melacak posisi pesawat udara, kecepatan, karakteristik, cuaca dan data lainnya secara berkala. Sistem ADS-B menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), dimana pesawat akan terus memancarkan informasi ke stasiun bumi, satelit dan pesawat udara lainnya, sehingga setiap pergerakan dapat terdeteksi. Antena penerima ADS-B bekerja pada frekuensi 1090 MHz dengan polarisasi linier vertikal, karena tidak terkena efek rotasi Faraday. Karakteristik antena penerima ADS-B yaitu memiliki gain yang tinggi dan memiliki pola radiasi omni direksional agar dapat menerima sinyal dari segala arah. Pada penelitian ini, dirancang antena mikrostrip menggunakan bahan dielektrik (𝜺𝒓) bernilai 2,2. Untuk melebarkan bandwidth, digunakan teknik pertubasi pada ground plane dan slotted patch. Teknik pencatuan antena menggunakan proximity coupled. Setelah melakukan perancangan, antena direalisasi dan diukur. Hasil pengukuran antena pada penelitian ini menghasilkan polarisasi linier vertical dengan bandwidth 128 MHz, dimana return loss ≤ -14 dB, dan gain yang didapat sebesar 5,2 dBi.  Kata Kunci: ADS-B, antena, mikrostrip, DGS.  Abstract Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B) is an air surveillance system that can track aircraft position, speed, characteristics, weather and other data regularly. The ADS-B system uses the technology of Global Navigation Satellite System (GNSS), where the aircraft will continue to transmit information to earth stations, satellites and other aircraft, so that any movement can be detected. The ADS-B receiver antenna works at a frequency of 1090 MHz with vertical linear polarization, because it is not affected by Faraday's rotation. The characteristics of ADS-B receiving antennas are high gain and and omnidirectional radiation pattern in order to receive signals from all directions. In this study, a microstrip antenna was designed using dielectric material (𝜺𝒓) valued at 2,2. To expand bandwidth, the pertubation technique is used in ground plane and slotted patch. The feeding method of the antenna uses proximity coupled. After doing the design, the antenna is realized and measured. The results of antenna measurements in this study produce vertical linear polarization with a bandwidth of 128 MHz, where the return loss is 14 -14 dB, and the gain obtained is 5.2 dBi.  Key word: ADS-B, microstrip antenna, DGS.  1
Analisis Reduksi Papr Pada Sistem Vlc Ofdm Dengan Metode Sslm Rana Nuriadnyana; Arfianto Fahmi; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada masa sekarang ini, karena banyaknya komunikasi wireless maka penggunaan frekuensi didunia ini sekamin terbatas. VLC bisa menjadi solusi dalam komuunikasi nirkabel dikarenakan semakin terbatasnya frekuensi yang tersedia di dunia ini dan juga beberapa keuntungan yang dimiliki oleh VLC. penggunaan OFDM bisa meningkatkan kecepatan data pada sistem VLC ini. OFDM memiliki kelemahan, salah satunya adalah Peak to Power Average (PAPR) yang tinggi. Salah satu metode efektif yang telah banyak digunakan untuk mereduksi nilai PAPR adalah Conventional Selected Mapping (CSLM). Metode CSLM memanfaatkan sensitifitas PAPR terhadap rotasi fasa dengan mengkalikan sinyal yang akan masuk ke IFFT terhadap rotasi fasa yang berbeda lalu memilih sinyal dengan nilai PAPR yang terendah. Namun, untuk mendeteksi sinyal yang akan dipilih, metode CSLM membutuhkan transmisi Side Information (SI). Metode yang dinamakan Symmetric Selected Mapping (SSLM) telah diperkenalkan untuk mereduksi nilai PAPR di sistem DCO-OFDM tanpa mengorbankan efisiensi bandwith yang disebabkan oleh transmisi SI. Teknik pada SSLM mengkalikan sinyal yang akan dikirim dengan magnitude tambahan dan rotasi fasa yang berbeda. Pada jurnal ini mendesain OFDM pada VLC lalu menganalisis hasil reduksi nilai PAPR dan BER dengan metode SSLM. Dari hasil simulasi didapatkan nilai PAPR menggunakan CSLM dan SSLM dapat mereduksi PAPR sebesar 2,8 dB. Kata kunci : VLC, OFDM, DCO-OFDM, PAPR, SSLM Abstract At present, due to the amount of wireless communication, the frequency usage in this world is limited. VLC can be an increasingly limited solution in wireless communication available in the world and also some of the benefits supported by VLC. the use of OFDM can increase the speed of data on this VLC system. OFDM has weaknesses, one of which is high Peak to Power Average (PAPR). One effective method that has been widely used to reduce the value of PAPR is Conventional Selected Mapping (CSLM). The CSLM method uses PAPR sensitivity to phase rotation by multiplying the signal that will enter IFFT against different phase rotations and then selects the signal with the lowest PAPR value. However, to replace the signal to be selected, the CSLM method requires the transmission of Side Information (SI). The method called Symmetric Selected Mapping (SSLM) has given approval to reduce PAPR values in DCO-OFDM systems without increasing the efficiency of the tape produced by SI transmission. The technique in the SSLM multiplies the signals that will be sent with additional magnitudes and different phase rotations. In this journal designing OFDM on VLC then analyzing the results of the PAPR value reduction and BER using the SSLM method. From the simulation results obtained the PAPR value using CSLM and SSLM can reduce PAPR by 2,8 dB. Keywords: VLC, OFDM, DCO-OFDM, PAPR, SSLM
Antena Mikrostrip Single Feed Dual Band Frekuensi 15 Ghz Dan 28 Ghz Polarisasi Sirkular Patch Persegi Dengan Slot Silang Pada Jaringan 5g Gilang Dewangga; Levy Olivia Nur; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dengan semakin meningkatnya permintaan user untuk kecepatan data yang lebih tinggi dalam sistem komunikasi nirkabel, Generasi ke-5 atau fifth generation adalah istilah yang digunakan sebagai fase berikutnya dari 4G yang melebihi standar 4G. Teknologi generasi ke-5 atau 5G direncanakan akan resmi menjadi standar sistem operasi seluler pada tahun 2020. sehingga pada saat ini masih banyak riset yang mempelajari dan mengembangkan 5G. Kandidat frekuensi yang akan digunakan pada 5G berada pada spektrum millimeter wave. Penelitian ini merancang antena mikrostrip single feed dengan dua frekuensi kerja 15 GHz dan 28 GHz dengan polarisasi sirkular. Untuk perancangan ini, patch yang digunakan adalah bentuk rectangular, dengan slot ring rectangular dan slot silang. Patch antena diberi celah berbentuk silang untuk melebarkan bandwidth serta menurukan nilai axial ratio dan diberi slot ring rectangular untuk menghasilkan dual band. Selain itu antena yang dirancang menggunakan teknik pencatuannya menggunakan microstrip line. bahan yang digunakan adalah RT Duroid 5880 yang memiliki nilai konstanta dielektrik 2,2 dan tebal 1,575 mm, sebagai substrat. Material konduktor menggunakan tembaga dengan ketebalan 0,035 mm. Antena yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki dua frekuensi kerja yaitu 15 GHz dan 28 GHz, pada frekuensi 15 GHz antena memiliki return loss -4,6548 dB dan gain 8,39 dBi, pada frekuensi 28 GHz antena memiliki return loss -14,9209 dB pada pengukuran dBi. Pada frekuensi 15 GHz antena memiliki polarisasi sirkular dengan nilai axial ratio 4,15 dB. Kata kunci: 5G, millimeter wave, antena mikrostrip, single feed, dual band, polarisasi sirkular, slot silang, ring rectangular slot. Abstract With the increasing demand of users for higher data rates in wireless communication systems, 5th or fifth generation is the term used as the next phase of 4G that exceeds the 4G standard. The 5th or 5G generation technology is planned to become the official cellular operating system standard in 2020. so that currently there is still a lot of research that studies and develops 5G. The frequency candidates to be used at 5G are in the millimeter wave spectrum. This study designed a single feed microstrip antenna with two working frequencies of 15 GHz and 28 GHz with circular polarization. For this design, the patch used is a rectangular shape, with a rectangular and cross slot ring. The antenna patch is given a cross-shaped gap to widen the bandwidth and reduce the axial ratio and is given a rectangular ring slot to produce a dual band. In addition, the antenna is designed using the technique using a microstrip line. the material used is RT Duroid 5880 which has a dielectric constant of 2.2 and 1.575 mm thick, as a substrate. The conductor material uses copper with a thickness of 0.035 mm. The antenna produced in this study has two working frequencies namely 15 GHz and 28 GHz, at 15 GHz frequency the antenna has a return loss of -4.6548 dB and a gain of 8.39 dBi, at a frequency of 28 GHz the antenna has a return loss of -14.9209 dB on dBi measurements. At a frequency of 15 GHz the antenna has a circular polarization with an axial ratio of 4.15 dB. Keywords: 5G, millimeter wave, microstrip antena, single feed, dual band, circular polarization, slot silang, ring rectangular slot.
Analisis Antena Mikrostrip Mimo 8×8 Dengan Patch Berbentuk Segitiga Pada Frekuensi 15 Ghz Raihan Anshari; Levy Olivia Nur; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi khususnya pada bidang telekomunikasi menuntut kemajuan pada perangkat guna mendukung perkembangan teknologi tersebut. Pada saat ini fifth generation (5G) sedang dikaji oleh ITU. Teknologi 5G membutuhkan antena dengan menggunakan sistem MIMO karena diharapkan dapat meningkatkan data rate, mengurangi latency dan terhubung ke berbagai perangkat. Salah satu kandidat frekuensi untuk teknologi 5G adalah 15 GHz. Pada penelitian ini membahas antena untuk komunikasi 5G yang bekerja pada frekuensi 15 GHz. Desain perancangan menggunakan patch segitiga akan dianalisis dan pada saat single patch akan dibandingkan dengan patch persegi panjang, dan patch lingkaran. Analisis dalam bentuk array dan MIMO hanya terfokus pada patch berbentuk segitiga. Bahan yang digunakan adalah Duroid Roger 5880 dengan 𝜺𝒓= 2,2 serta ketebalan bahan 1,575 mm. Pada tugas akhir ini hasil yang didapatkan adalah bahwa pada antena single patch segitiga diperoleh bandwidth sebesar 4,063 GHz dengan gain 6,323 dB, sementara patch lingkaran diperoleh bandwidth sebesar 1,003 GHz dengan gain 5,056 dB, sedangkan pada patch persegi panjang diperoleh bandwidth sebesar 1,172 GHz dengan gain 6,605 dB. Selain itu penambahan teknik array 1×2 dapat meningkatkan gain antena patch segitiga menjadi 9,128 dB. Untuk antena MIMO 8×8, nilai mutual coupling tertinggi yang diperoleh adalah sebesar -39,685 dB. Patch segitiga yang disusun secara array 1×2 dan MIMO 8×8 menghasilkan pola radiasi unidireksional. Kata Kunci: MIMO, Antena mikrostrip, Patch segitiga, single patch, Array. Abstract The development of communication and information technology specifically in the telecommunications sector requires equipment to support the development of these technologies. At present the fifth generation (5G) is currently being reviewed by ITU. 5G technology requires an antenna using the MIMO system because it is expected to increase data speed, reduce latency and connect to various devices. One candidate for the Frequency for 5G technology is 15 GHz. In this final project discuss the antenna for 5G communication that works at a frequency of 15 GHz. Design designs using patch triangles will be analyzed and when single elements will be compared to rectangular patch, and circular patch. Analysis in the form of arrays and MIMO only focus on patch triangles. The material used is Duroid Roger 5880 with 𝜺𝒓 = 2,2 and a material thickness of 1,575 mm. In this final project, the results obtained are in the triangular single patch antenna, obtained bandwidth 4,063 GHz with a gain of 6,323 dB, while the circle patch obtained a bandwidth of 1,003 GHz with a gain of 5,056 dB, while the rectangular patch obtained a bandwidth of 1,172 GHz with a gain of 6,605 dB. In addition, 1 × 2 array technique can increase the gain of the triangular patch antenna to 9,128 dB. For 8 × 8 MIMO antennas, the ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 3200 2 highest mutual coupling value obtained is -39,685 dB. The triangular patch arranged in an array of 1 × 2 and MIMO 8×8 can obtained a unidirectional radiation pattern. Keywords: MIMO, Microstrip antenna, Triangular patch, Single patch, Array.
Co-Authors A., Nachwan Mufti A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agie Vadhillah Putri Agung Nugroho Jati Agus D Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Alif Randhy Pratama Alvian Raharjo Aji Amir Syarifudin Amiruddin, Rifki Anjang Purnomo ARDIANTO, FAJAR WAHYU Arfianto Fahmi Arum Rachmapramita Arum Rachmapramita Arum Rachmapramita, Arum Austin Bengeth I. Tambunan Bambang Setia Bambang Setia Nugroho Bhaskara Narottama Christian Mahardika Dammar Adi Sujiansyah Desti Madya Saputri Destia Rahmawati DWI ANDI NURMANTRIS Dwi Banyu Prawito Edwar Ernaldo Lumbantobing Erza Yoga Pamungkas Evander Christy Evi Nur Cahyanti FAJAR WAHYU ARDIANTO Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fithqoti Afiroh Zuqri Fithqoti Afiroh Zuqri Fithqoti Afiroh Zuqri, Fithqoti Afiroh Fransisca Elisa Rahardjo Gilang Dewangga Hanimaulia Hanimaulia Heroe Wijanto Heroe Wijayanto Husnul Khatim Intan Nuraeni Agfah Iswahyudi Hidayat Jones A.S., Kevin Kevin Jones A.S. Kevin Jones Sinaga Khoirul Anwar Kirbi Timur Nomas Laila Prakasita Levy Olivia N. Levy Olivia Nur Muhamad Fithryan Muhammad Agy Ramdhan Muhammad Arsyad Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Purwa Manggala Nachwan Mufti Nachwan Mufti A. Nachwan Mufti Adriansyah Nadia Fitriana Latifah Nahla Dewi Sartika Nuriadnyana, Rana Obed Rhesa Ludwiniananda Patricius Evander Christy Raihan Anshari Ramaska Prima Agusta Rana Nuriadnyana Rana Nuriadnyana Rasheed Abdurrahman Mulyadi Rasheed Abdurrahman Mulyadi Ratna Mayasari Rifki Amiruddin Riga Marga Limba Rina Pudji Astuti Suci Monica Sari Uke Kurniawan Usman Ulfah Sulistiyani Widi Anggun Fitriana Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu