Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI PENGENDALIAN TERHADAP PENDISTRIBUSIAN BERAS DI PERUM BULOG KANWIL SULUT DAN GORONTALO Saliding, Putra Daniel Saliding; Ponggohong, Laurens; Rambing, Precylia Ribka
MANAJEMEN ADMINISTRASI BISNIS DAN PEMASARAN Vol. 7 No. 2 (2025): MANAJEMEN, ADMINISTRASI BISNIS DAN PEMASARAN
Publisher : Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun permasalahan yang di angkat dalam penelitian skripsi ini adalah kuota beras, kualitasberas, alat transportasi dan kinerja pegawai. Sedangkan tujuan yang ingin di capai adalah untukmengetahui strategi pengendalian pendistribusian beras pada Perum Bulog Kanwil Sulut danGorontalo. Alat analisa yang digunakan untuk menjawab tujuan dalam skripsi ini adalah reduksidata, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Jenis penelitian ini deskriptif pendekatankualitatif, dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dandokumentasi yang meliputi Manajer operasional, kepala gudang, supir transportasi dan bagianpencatatan beras. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa permintaan beras di wilayah Manadomencapai sekitar 50.000 ton per tahun, dengan 49.995 ton yang tersalurkan dan sisanya tidaktersalurkan karena beras yang rusak. Pemasok beras di Perum Bulog Kanwil Sulut dan Gorontalolebih banyak dari impor, bahan baku utama beras impor berasal dari Thailand, Pakistan, danVietnam. Perum Bulog Kanwil Sulut dan Gorontalo perlu melakukan perbaikan dalam prosesdistribusi beras, termasuk pengembangan strategi penyimpanan beras yang sistematis,perencanaan distribusi yang lebih sistematis, dan pengawasan yang ketat untuk memastikankualitas beras tetap baik. Selain itu, pengembangan sistem perencanaan yang lebih akurat danpenambahan infrastruktur transportasi yang memadai juga diperlukan untuk meningkatkanefisiensi dan keberlanjutan distribusi beras. Dengan demikian, strategi impor beras,pengembangan strategi penyimpanan, perencanaan distribusi yang sistematis, pengawasan yangketat, dan infrastruktur transportasi yang memadai menjadi penting untuk memastikan kualitas danefisiensi distribusi beras di wilayah Manado dan Indonesia secara keseluruhan.
PENGARUH PELAYANAN PRIMA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA CV. TRIDJAYA MAJU SUKSES PAAL DUA, MANADO Pomantow, Medelene Viva; Manopo, Meiske Wisye; Rambing, Precylia Ribka
MANAJEMEN ADMINISTRASI BISNIS DAN PEMASARAN Vol. 7 No. 2 (2025): MANAJEMEN, ADMINISTRASI BISNIS DAN PEMASARAN
Publisher : Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya pelayanan prima (service excellent) yang memuaskan berguna untuk menjalinhubungan baik antara perusahaan dengan pelanggan, sehingga menciptakan kedekatanpelanggan dengan perusahaan. Pelayanan prima perlu ditingkatkan bagi setiap perusahaankhususnya untuk perusahaan yang bergerak dibidang produk/jasa. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan pelanggan pada CV. TridjayaMaju Sukses Paal Dua, Manado. Peneltitan ini dilaksanakan dengan menggunakan metodedeskriptif kuantitatif yang menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melaluiwawancara/interview serta kuesioner penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruhkaryawan yang berjumlah 87. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metodeaccindental sampling. Analisis yang digunakan adalah analisa statistik deskriptif, total skor,analisis korelasi serta analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis dilihat dari t-hitung darivariabel pelayanan prima yaitu sebesar 6.322 sedangkan t-tabel yaitu (0.05,41) = 1.682 karenat-hitung (6.322) > dari t-tabel (1.682) maka H? diterima. Dari hasil analisis penelitian diperolehnilai koefisiensi determinaasi R2= 0,698 (69,8%) menunjukkan bahwa pelayanan prima memiliki hubungan yang kuat dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada CV. TridjayaMaju Sukses Paal Dua, Manado. Nilai koefisien determinasi menunjukkan kepuasan pelanggankoefisien determinasi R2= 0,488 dipengaruhi oleh pelayanan prima, hasil analisis menunjukkan bahwa pelayanan prima mempunyai pengaruh yang signifikan terhadapkepuasan pelanggan. Untuk itu Pelayanan Prima perlu ditingkatkan melalui dukungan semuastaf yang ada, agar kepuasan pelanggan meningkat maksimal sehingga dapat mencapai tujuanyang telah di tetapkan
Strengthening Women’s Economic Independence through Creative Economy-Based Community Empowerment by Optimizing Local Banana Resources in Tongkaina Village Kayla A Ch Sudarto; Precylia Ribka Rambing; Edryl Ponggohong
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5694

Abstract

Women’s empowerment based on the creative economy is a strategic approach to strengthening community economic independence, particularly in rural areas. This research was conducted in Tongkaina Village, which possesses abundant banana resources that have not been optimally utilized. The empowerment program was designed to enhance women’s economic capacity through the application of appropriate technology and market diversification strategies. The program focused on processing banana plants into value-added products such as banana leaf tea, banana chips, and banana fiber-based handicrafts. Using a mentoring and participatory approach, the program involved 25 women participants who received training in production techniques, basic business management, and marketing strategies. The results indicate that approximately 50% of participants experienced improved production skills, while average household income increased by around 80% after the implementation of the program. In addition to economic benefits, the program strengthened women’s self-confidence, entrepreneurial motivation, and active participation in community economic activities. Furthermore, social impacts were observed in the form of increased solidarity, cooperation, and collective awareness among women in utilizing local resources sustainably. Overall, this study demonstrates that creative economy-based empowerment using local banana resources can serve as a replicable and sustainable empowerment model for other rural villages with similar natural resource potential.