Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pemilihan Vendor Trucking Menggunakan Metode Ahp dan Topsis pada PT. LK Adnan Firdaus; Erna Mulyati; Dodi Permadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6719

Abstract

Diketahui bahwa pada masing-masing vendor trucking PT LK mengalami keterlambatan pengiriman barang setiap bulannya. PT LK mempunyai toleransi keterlambatan pengiriman barang yaitu sebanyak 5%. Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks diuraikan dalam suatu hirarki kriteria yang terstruktur. Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) adalah Multi-Criteria Decision Making (MCDM) yaitu teknik pengambilan keputusan dari beberapa pilihan alternatif yang ada, khususnya MADC (Multi Attribute Decision Making). Pengiriman dengan bobot 0.40, yang meliputi subkriteria ketepatan waktu pengiriman dan keamanan barang pada saat pengiriman sampai ke titik tujuan. Kualitas dengan bobot 0.30, yang meliputi subkriteria kondisi fisik kendaraan yang layak untuk beroperasi, perlengkapan keamanan, dan memiliki moda transportasi yang lengkap. Harga dengan bobot 0.20, yang meliputi subkriteria harga yang kompetitif dan kemudahan untuk negosiasi dalam biaya tak terduga. Pelayanan dengan bobot 0.10, yang meliputi subkriteria kemudahan untuk menghubungi driver dan informasi yang diberikan jelas. Berdasarkan nilai bobot hasil perhitungan AHP, kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan TOPSIS sehingga diketahui urutan prioritas dan nilai preferensi masing-masing alternatif vendor yaitu Citrabati dengan bobot preferensi tertinggi yaitu 0.61, peringkat kedua oleh Kurnia Darwan Sejahtera yang menghasilkan bobot preferensi yaitu 0.37, peringkat ketiga oleh Sabda Jaya Abadi dengan nilai bobot preferensi 0.23, dan posisi terakhir adalah Nusa Semesta Logistics dengan bobot preferensi 0.06.
Perancangan Model Kompetensi Behaviour Berbasiskan Job Competency Assessment (JCA): Studi Kasus Perusahaan Otobus Dodi Permadi; Suci Fika Widyana; Noneng Nurjanah; Jaka Maulana; Dera Thorfiani; Ade Pipit Fatmawati; Ali Mohamad Rezza
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5800

Abstract

Organizational transformation in the era of digital competition requires strategic human resource management, specifically through the development of measurable and relevant competencies. This study aims to design a Behavioral Competency Model for a public transportation provider based on Job Competency Assessment (JCA), utilizing a Design Science Research (DSR) approach. The research employed a qualitative methodology involving document and content analysis, thematic coding, and conceptual mapping of the 2025 HR Competency Dictionary, supplemented by a comprehensive literature review. The results yielded a layered behavioral competency model consisting of core, general, leadership, and functional competencies, structured into a four-level hierarchy: basic, intermediate, advanced, and strategic. This model effectively integrates work behavior and organizational performance while fostering a culture of safety, public service, and integrity. The findings demonstrate that behavioral competencies are not merely individual attributes but strategic mechanisms linking individual performance to organizational excellence and successful institutional transformation. The primary contribution of this research is the development of an evidence-based behavioral competency model that aligns JCA principles with the strategic needs of the public transportation sector. Furthermore, it enriches competency management literature with a conceptual framework adaptable to the challenges of operational safety, public service, and digital transformation.