Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Video Wawancara Fenomena Solo Wedding pada Mayarakat Jepang Nabiilah Putri Tarigan; Rani Arfianty
WIDAI Japanese Journal Vol. 3 No. 2 (2023): WIDAI Japanese Journal
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Modal Intelektual, Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/widai.vol3.iss2.2023.2455

Abstract

A wedding is a sacred event that is generally carried out by a couple, where they make a sacred promise before God to live together for life. But the solo wedding trend emerged in Japan and continues to grow until it is increasingly accepted among women aged 20-30 years. Solo wedding is a concept where women celebrate marriage without a partner. They will wear wedding dresses, have a photo session and experience a wedding similar to traditional ceremonies. In this research, a qualitative approach was used to explore the phenomena surrounding solo weddings. The researchers collected data through listening and note-taking techniques. Researchers will watch video interviews, collect data and then record the data for analysis. The collected data was then analyzed using reduction and grouping techniques. The research results show that there are 8 reasons why Japanese women choose to have solo weddings, 1) want to experience wearing a wedding dress 2) increase self-confidence 3) get married at a late age and to take photos 4) because they feel happy 5) having children 6) happier alone 7) too tired from work and 8) want to retake wedding photos.
ANALISIS LANSKAP LINGUISTIK RESTORAN CEPAT SAJI DI MIYAKOJIMA, JEPANG Adriana Hasibuan; Jeremia Pandapotan P Sinaga; Rani Arfianty
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v5i2.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lanskap linguistik pada restoran cepat saji McDonald’s, KFC, dan A&W di Miyakojima, Jepang. Fokus penelitian diarahkan pada (1) bentuk strukturasi lanskap linguistik berdasarkan prinsip presentation of self, good reasons, power relations, dan collective identity menurut Ben-Rafael (2009), serta (2) fungsi lanskap linguistik berdasarkan fungsi informasional dan simbolik menurut Landry dan Bourhis (1997). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa dokumentasi visual menu, poster promosi, dan papan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Jepang digunakan secara dominan sebagai sarana komunikasi informatif kepada konsumen lokal, sedangkan bahasa Inggris berfungsi secara simbolik sebagai representasi identitas global dan modernitas merek. Strukturasi lanskap linguistik mencerminkan strategi glokalisasi, yaitu perpaduan antara identitas global dan adaptasi budaya lokal, khususnya melalui produk musiman seperti Tsukimi. Secara keseluruhan, bahasa dalam ruang publik komersial berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai representasi identitas, strategi pemasaran, dan simbol globalisasi.