Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : The Indonesian Design Journal

Latihan Menggambar Isometri secara Manual untuk Peningkatan Pemahaman Tri-dimensional dalam Proses Perancangan Wildan Aulia
Jurnal Desain Indonesia. Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Desain Indonesia
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v1i2.24

Abstract

Prinsip desain berperan lebih jauh dari prinsip rupa dalam proses perancangan. Mahasiswa desain akan berhadapan dengan proses eksperimentasi dalam mempelajari aplikasi prinsip desain dan olah rupa dalam menghasilkan desain produk utuh. Hal ini menuntut kondisi mahasiswa yang dibekali dengan bakat dan kesadaran yang baik terhadap rupa dan kemampuan memvisualisasikan bentuk. Kendala yang dihadapi penyelenggara Program Studi Desain Produk ITSB adalah kualitas intake mahasiswa yang belum terbekali dengan kemampuan dasar tersebut. Proses seleksi masuk jurusan Desain Produk ITSB tanpa melalui tes gambar. Penyelenggara program studi harus memiliki metode latihan untuk mengakselerasi kemampuan dan kesiapan mahasiswa sebelum masuk ke dalam tahap latihan merancang. Pemahaman tri-dimensional dilakukan melalui latihan gambar isometri olahan kubus dan produk sederhana secara manual tanpa alat bantu ukur. Latihan ini diselaraskan dengan matakuliah matematika geometri. Latihan ini tidak serta merta membuat mahasiswa menjadi ahli menggambar, namun yang paling penting adalah mahasiswa mampu memahami prinsip ruang dan memvisualisasikan bentuk dengan benar. Kesiapan inilah yang menjadi modal dasar mahasiswa untuk dapat masuk ke dalam tahap latihan merancang. Latihan ini telah dicoba selama dua tahun. Hasil evaluasi perkuliahan dan tingkat kepuasan mahasiswa menjadi bahan penguat hipotesis keberhasilan latihan. Pengukuran tingkat keberhasilan peserta latihan dilakukan secara purposive sampling kepada peserta MK Gambar 1 angkatan 2017 dan 2018 dengan metode pembobotan (skala) terhadap kemampuan menilai proporsi objek, kemampuan mengkontruksi gambar, kemampuan memprediksi ruang dan jarak, serta kemampuan membentuk dasar objek (simplifying). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa semua mahasiswa mengalami peningkatan penguatan tri-dimensional meskipun dengan nilai kenaikan yang bervariasi. Ulasan ini diharapkan dapat menjadi umpan balik, khususnya bagi program studi Desain Produk ITSB untuk menetapkan metode latihan menggambar yang tepat, guna menyiapkan mahasiswa untuk memasuki tahap perancangan.
Simulasi Produksi E-Bike ITSB Model Pertama Wildan Aulia
Jurnal Desain Indonesia. Vol 2 No 2 (2020): Desain dan Kehidupan sehari hari
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v2i2.67

Abstract

Program Studi Desain Produk ITSB, melalui proses Tugas Akhir mahasiswa Prodi DP, telah melakukan inovasi konsep scoopad bertenaga surya yang dieksekusi hingga tahap prototipe dengan nama E-Bike ITSB. Untuk mendistribusikan hasil pengembangan kepada masyarakat, Pusat Desain Produk Industri yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITSB melakukan persiapan tahap produksi E-Bike ITSB untuk memperoleh standar produk yang baik sehingga layak didistribusikan kepada pengguna. Hal ini mendesak untuk dilakukan karena keberadaan kendaraan ini telah mendapat sambutan positif dari masyarakat melalui beberapa publikasi nasional di media cetak dan televisi. Secara khusus, beberapa pihak menunjukkan keberminatan terhadap kendaraan ini untuk digunakan sebagai kendaraan commuter di kawasan terpadu. Persiapan produksi dilakukan melalui metode comprehensive prototyping, yaitu menguji produk dalam skala utuh yang dioperasikan dalam kondisi maksimal serta disimulasikan dalam tahap in line produksi untuk menguji aspek kedayagunaan serta kesiapan rantai pasok dan produksi. Hasil penelitian menghasilkan lima unit E-Bike ITSB. Kerjasama rekanan untuk pemenuhan komponen kelistrikan dan pembuatan rangka juga mulai terjalin. Kegiatan ini dapat diklaim telah meningkatkan kesiapan inovasi E-Bike ITSB menjadi level 5 karena rantai pasok komponen dan rangka sudah teridentifikasi dan mulai terbangun.
Desain Alat Pembuat Pelet Limbah Sayuran Bagi Peternak Ikan Lele Laras Rihadatul Aisy; Wildan Aulia
Jurnal Desain Indonesia. Vol 4 No 1 (2022): ADAPTASI DAN KOMPROMI
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v4i1.170

Abstract

There are two types of catfish feed, namely pellets and vegetable feed. Vegetable waste can be used as catfish feed because it still contains the nutrients needed by catfish. Processing vegetable waste into catfish feed consists of several processes, including sorting, washing, chopping, drying, mixing, and forming. Currently, vegetable feed is still made manually with simple tools so that it takes a long time to process, especially for small-scale catfish breeders. The existing pellet-processor is still on an industrial scale which is not suitable for small-scale catfish breeders. The data were obtained from field surveys and interviews. The data were analyzed through the research board analysis method. The results of the analysis become a flow scheme for making feed with the designed tools. The design process includes configuration studies, anthropometric and ergonomic studies, and physical form conducted through analytical prototyping methods. The success of the product is evaluated through a comparison of several variables related to product functions between existing products/tools and the designed product. The design results show an increase in the productivity of making pellets from vegetable waste but the washing and sorting process cannot be accommodated by the tool. Keywords: pellets processor, vegetable waste, catfish breeder
The Identifikasi Sub Faktor Manusia dalam Pertimbangan Desain Angkutan Barang Menggunakan Sepeda Motor Penumpang Izzatul Jannah; Wildan Aulia
Jurnal Desain Indonesia. Vol 4 No 2 (2022): Hari Desain Produk Industri Dunia
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v4i2.181

Abstract

ABSTRACT In the present day, the courier is getting more intense. Motorcycles are the couriers' preference because they are fast and flexible for various types of roads and traffic conditions. However, the use of passenger motorcycles as courier vehicles is not appropriate. This inappropriateness raises problems related to the human factor. This study aims to determine the sub-factor of the human factor in the issue of couriers who use motorcycles by ignoring the function of motorcycles as passenger vehicles. Research board analysis is used to analyze data collected from notes, photos, and videos of exploration by conditioning the researcher as a courier (exploring by doing method). The results showed that the dominant sub-factors identified were control, postural, work station, tool utility, and psychology. However, habituation and adaptation can increase tolerance for error. This study provides an argument that in determining the design aspects, preliminary studies related to relevant factors are important to do. Keywords: human factor, courier, motorbike
Pemanfaatan Paradigma Teknologi Tepat Guna dalam Desain Produk: Sebuah Kajian Literatur Wildan Aulia; Imam Santosa; Muhammad Ihsan; Adhi Nugraha
Jurnal Desain Indonesia. Vol 5 No 2 (2023): DISCURSIVE DESIGN
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v5i2.276

Abstract

This article uses the appropriate technology paradigm in design activities as problem finding and internal potential tracking as the basis for design solutions. Appropriate technology is based on the real needs of the community, not on technological developments. This activity emphasizes how to provide a solution to a problem in community by bridging it to the appropriate technology. Its application is contextual according to the local conditions of the community. This principle is still relevant in relation to today's issues which view community diversity as an internal potential in dealing with broader problems. One of these can be seen from the principles of the Sustainable Development Goals (SDGs), which view development based on local conditions and culture as motivation. The contextuality of problems in the community and how to approach them underlies the general framework of this article by noting that sharing knowledge with the community is a way to understand their internal potential. This article attempts to offer the fit design term based on the appropriate technology paradigm by trying to define the key concepts of the term. This article uses the systematic literature review (SLR) method with related articles on appropriate technology practices from the ScienceDirect and MDPI databases. The concept is built based on the understanding that specific problems in the community are contextual in nature, oriented to local management, and optimize the diversity of the community and environmental potentials. Thus, the notion of appropriateness in this article is not interpreted narrowly in the context of tools, but rather leads to appropriateness. The key concept offered is that the design must be appropriate to the situation, related to certain circumstances, compatible, acceptable, and strengthening the community, and must be in accordance with the required objectives.
Innovative Drain Cleaning Tool: Preserving Social Interaction in Residential Community Work Jannah, Izzatul; Aulia, Wildan
Jurnal Desain Indonesia. Vol 6 No 2 (2024): Design Thinking In The Era Of Artificial Intelligence, Can humanity be replaced?
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v6i2.461

Abstract

Kegiatan pembersihan selokan di perumahan melalui kerja bakti tidak hanya berurusan dengan aspek teknis saja, namun juga mempunyai muatan sosial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan konsep desain alat pembersihan selokan di kegiatan kerja bakti. Studi kasus dilakukan di kawasan perumahan Graha Cikarang dan Grenada Cluster, Bekasi. Pendalaman persoalan dilakukan melalui observasi lingkungan perumahan, in-deph interview dengan warga dan pejabat tingkat RT/RW, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan kerja bakti untuk berempati dan mengidentifikasi kebutuhan desain yang paling signifikan. Hasil identifikasi digunakan untuk menetapkan konsep desain. Solusi desain teknis didasarkan pada preferensi warga mengenai aktivitas paling menantang dalam membersihkan selokan perumahan. Konsep yang ditawarkan adalah sebuah alat yang dapat mengatasi kesulitan dalam memindahkan tumpukan sedimen dari dalam ke luar perumahan dengan cara digelindingkan, dan juga dapat digunakan oleh warga untuk duduk dan istirahat saat kerja bakti. Temuan mendasar dari penelitian ini adalah bahwa dengan berdasarkan kerja bakti, perancangan tidak bertujuan untuk mengurangi interaksi orang. Kesulitan teknis diatasi dengan mengubah skema pembersihan selokan air sehingga prosesnya menjadi berbeda, namun tidak mengubah atau mengurangi interaksi sosial dan pola kerja bakti, serta sekaligus menawarkan pengalaman baru.
The Art of Inclusion: Tactics in reaching communities for participatory design Aulia, Wildan; Santosa, Imam; DRSAS, Muhammad Ihsan; Nugraha, Adhi
Jurnal Desain Indonesia. Vol 7 No 02 (2025): Desain untuk Masa Depan : Apa selanjutnya ?
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v7i02.502

Abstract

This article delves into the practical strategies employed to engage communities effectively in participatory design, utilizing a systematic literature review (SLR) methodology drawing from Scopus and ScienceDirect databases. Analyzing 14 selected articles and incorporating an additional five, we identified explicit statements addressing challenges and strategies while exploring implicit insights into community engagement approaches. Thematic analysis categorized eight challenging areas for designers: community heterogeneity, age groups, gender and priority segments, economic and social factors, physical environment, education and literacy, cultural nuances, and mental/physical health. The insights gained emphasize the importance of adaptable and inclusive approaches for designers involved in participatory design. The review signifies the need for skill development, highlighting flexibility and inclusivity as pivotal factors when choosing approaches.