Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Determinan Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Tahun 2020 Hanny Desmiati; Nuntarsih Nuntarsih; Happy Novriyanti Purwadi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.512 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i1.1290

Abstract

The government's efforts in dealing with the population growth rate in Indonesia is to hold it a national family planning program. The most effective method of birth control is a Long Term Contraception Method (LTM). LTM consumption in Indonesia is still less attractive to spouses of fertile age (EFA) and tends to decrease. This thesis aims to determine the factors associated with the use of Long-Term Contraception Method (LTM) at the District Health Center Mount Sindur Year 2017. The study design was cross-sectional with quantitative and qualitative approach using primary data with a total sample of 154 women of childbearing age. Data analysis by multivariate analyzes.The results obtained by the use of LTM in Gunung Sindur District Health Clinics in 2020 amounted to 31.2%. There is a relationship (p≤0,05) between education, occupation, number of children born alive, knowledge, attitudes, the role of health professionals, counseling, support a husband, a source of information. There is no relationship (p≥0,05) between age, number of children desired, a history of previous use of contraception, access to the location of health facilities, the role of neighbors / friends, the role of cadres. The most dominant factor in the use of LTM are resources with OR = 14.8, meaning that getting resources WUS has a 14.8 times greater chance of taking LTM compared WUS uninformed.Abstrak Upaya pemerintah dalam menangani laju pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah dengan mengadakannya program KB nasional. Metode KB yang paling efektif adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Pemakaian MKJP di Indonesia masih kurang diminati oleh Pasangan Usia Subur (PUS) dan cenderung menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Kecamatan Gunung Sindur Tahun 2020 .Desain penelitian adalah cross sectional dengan pendekatan mixed method menggunakan data primer dengan jumlah sampel sebanyak 154 wanita usia subur. Teknik analisa data dengan multivariat. Hasil penelitian diperoleh pemakaian MKJP di Puskesmas Kecamatan Gunung Sindur tahun 2017 sebesar 31,2%. Ada hubungan (p≤0,05) antara pendidikan, pekerjaan, jumlah anak lahir hidup, pengetahuan, sikap, peran tenaga kesehatan, konseling, dukungan suami, sumber informasi. Tidak ada hubungan (p≥0,05) antara umur, jumlah anak yang diinginkan, riwayat pemakaian kontrasepsi sebelumnya, akses lokasi fasilitas kesehatan, peran tetangga/ teman, peran kader. Faktor paling dominan dalam pemakaian MKJP adalah sumber informasi dengan nilai OR=14,8, artinya WUS yang mendapatkan sumber informasi mempunyai peluang 14,8 kali lebih besar memakai MKJP dibandingkan WUS yang tidak mendapatkan informasi.
KORELASI ASPEK IBU TERHADAP KETIDAKLENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA Novika, Revi Gama Hatta; L.Tobing, Hendri Parluhutan; Pratami, Intan Monik; Purwadi, Happy Novriyanti
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 3 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.2967

Abstract

Abstract: Incomplete immunization can lead to a decrease in the immune system in toddlers, making them more susceptible to various infections. Maternal education, knowledge and occupation factors have a significant influence on the completeness of basic immunization in children. The purpose of the study was to determine the correlation of maternal aspects to the incompleteness of basic immunization in toddlers. The research design used in this study was Cross Sectional. The research was conducted in Wonosari Village. The research was conducted in November 2023. The study population was mothers who had babies aged 9-12 months in Wonosari Village as many as 147 babies. The sample amounted to 102 babies. The sampling technique used purposive sampling. The research instrument used a research questionnaire. Data analysis was done univariate and bivariate. The results showed a relationship between maternal employment (p value: 0.021) and no relationship between maternal knowledge (p value: 0.449) to the completeness of basic immunization. It is recommended that mothers bring their babies for basic immunization or vaccines so that babies and children can avoid a disease that can be prevented by basic immunization, so that they have high immunity.Keywords: Immunization, Maternal Education, Maternal Knowledge.
Kepatuhan Lima Momen Hand Hygiene pada Petugas Kesehatan Antika, Zainu Purbaini; Apsari, Dwi Astuti Sih; Sabarguna, Boy S.; Purwadi, Happy Novriyanti; Nurrika, Dieta
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan hand hygiene enam langkah pada lima momen kritis oleh petugas kesehatan di fasilitas kesehatan sangat penting dilakukan. Namun, tingkat kepatuhan melakukan hand hygiene di antara petugas kesehatan belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gambaran kepatuhan petugas kesehatan dalam mengimplementasikan prosedur hand hygiene di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan melakukan pengamatan pada seluruh tindakan hand hygiene 28 petugas kesehatan di salah satu pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Tangerang. Observasi dilakukan Selama 14 hari. Hasil observasi menunjukkan 409 dari 707 tindakan hand hygiene dikategorikan patuh dan 298 tindakan (42,15%) tidak patuh. Persentasi kepatuhan hand hygiene sebelum kontak 51,44%, sebelum tindakan aseptik 61.98%, setelah paparan cairan tubuh pasien 75,79%, setelah kontak dengan pasien 57,76%, dan setelah kontak dengan lingkungan pasien 46,58%. Persentase kepatuhan hand hygiene dan kepatuhan pada setiap indikasi hand hygiene lebih tinggi dibandingkan persentase ketidakpatuhan. Namun, persentase tersebut masih dibawah target Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
PENGARUH AROMATERAPI KULIT JERUK MENURUNKAN MUAL MUNTAH AKIBAT KEMOTERAPI PADA ANAK USIA 3-17 DI RUMAH SINGGAH YAYASAN (RCBADAK) TAHUN 2023 : kemoterapi 3-17, aroma kulit jeruk, mual muntah Kusumadewi, Feny; Febriyanti, Hana; Rahim , Vina Rica; Susilawati, Ela; Purwadi, Happy Novriyanti; Puspitasari, Dian
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 9/ Nomor 2/ Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v9i2.258

Abstract

Pendahuluan Selama kemoterapi, pasien kanker anak sering mengalami muntah dan mual. Salah satu jenis pengobatan yang digunakan untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker adalah kemoterapi. Mual dan muntah, yang disebabkan oleh rangsangan pada pusat mual dan muntah yang dipicu oleh obat kemoterapi dan chemoreceptor trigger zone, merupakan efek dari kemoterapi. Tujuan : mengetahui pengaruh aromaterapi kulit jeruk terhadap penurunan rasa mual dan muntah akibat kemoterapi usia 3-17 tahun di shelter Yayasan Tanggap Darurat Kemanusiaan (RCBDAK). Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif one grup pretest-posttest design Hasil dan Kesimpulan : nilai P-Value sebesar 0,000 < ? (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. uji homogenitas marginal terdapat pengaruh aromaterapi kulit jeruk terhadap penurunan mual muntah akibat kemoterapi pada anak usia 3-17 tahun yang tinggal di rumah singgah Yayasan Tanggap Darurat Kemanusiaan (RCBDAK) tahun 2023.
Kepatuhan Lima Momen Hand Hygiene pada Petugas Kesehatan Antika, Zainu Purbaini; Apsari, Dwi Astuti Sih; Sabarguna, Boy S.; Purwadi, Happy Novriyanti; Nurrika, Dieta
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i02.18

Abstract

Pelaksanaan hand hygiene enam langkah pada lima momen kritis oleh petugas kesehatan di fasilitas kesehatan sangat penting dilakukan. Namun, tingkat kepatuhan melakukan hand hygiene di antara petugas kesehatan belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gambaran kepatuhan petugas kesehatan dalam mengimplementasikan prosedur hand hygiene di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan melakukan pengamatan pada seluruh tindakan hand hygiene 28 petugas kesehatan di salah satu pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Tangerang. Observasi dilakukan Selama 14 hari. Hasil observasi menunjukkan 409 dari 707 tindakan hand hygiene dikategorikan patuh dan 298 tindakan (42,15%) tidak patuh. Persentasi kepatuhan hand hygiene sebelum kontak 51,44%, sebelum tindakan aseptik 61.98%, setelah paparan cairan tubuh pasien 75,79%, setelah kontak dengan pasien 57,76%, dan setelah kontak dengan lingkungan pasien 46,58%. Persentase kepatuhan hand hygiene dan kepatuhan pada setiap indikasi hand hygiene lebih tinggi dibandingkan persentase ketidakpatuhan. Namun, persentase tersebut masih dibawah target Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
ANALISIS KETAHANAN HIDUP PASIEN SEPSIS DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG Purwadi, Happy Novriyanti; Aristadila, Nova Seftya; Latief, Kamaluddin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.275 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.2

Abstract

Latar belakang: Sepsis yaitu adanya respon inflamasi karena infeksi. Ada beberapa faktor risiko yang dianggap berperan pada kejadian sepsis, antara lain usia, jenis kelamin, status pembiayaan, diabetes mellitus, infeksi saluran kemih, imobilisasi, decubitus, cardiac arrest, gangguan fungsi hati, gagal ginjal, pneumonia, peritonitis, pemasangan infus, kateter, intubasi, ventilator, kadar hemoglobin, albumin, leukosit dan trombosit.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan retrospektif yaitu menggunakan studi pendekatan kuantitatif dengan subjek dari data rekam medik pasien yang telah dirawat inap di ruang ICU dan perawatan penyakit dalam RSU Kabupaten Tangerang pada tahun 2016-2017. Menggunakan total sampling yaitu 126.Hasil: Distribusi angka kematian tertinggi terdapat pada tahun 2016 yaitu sebanyak 76 pasien (55,0%) dan pada tahun 2017 yaitu sebanyak 62 pasien (44,9%). Variabel yang terbukti secara statistik memiliki hubungan yang bermakna dan merupakan faktor risiko adalah Diabetes Mellitus (p=0,032, Hazard Ratio=4,082; CI 95%= 1,128-14,768) dengan survival rate 11 hari, Cardiac Arrest (p=0,001, Hazard Ratio=3,446; CI 95%= 1,700-6,985) dengan survival rate 7 hari, Gagal Ginjal (p=0,000, Hazard Ratio=5,953; CI 95%= 2,479-14,294) dengan survival rate 8 hari, Pemasangan Kateter (p=0,072, Hazard Ratio=0,494; CI 95%= 0,229-1,065) dengan survival rate 17 hari, Pemasangan Intubasi Ventilator (p=0,010, Hazard Ratio=2,875; CI 95%= 1,285-6,434) dengan survival rate 13 hari.Kesimpulan: Didapatkan gambaran distribusi kematian sepsis, analisis ketahanan hidup pasien sepsis serta variabel faktor yang berpengaruh terhadap kematian pasien akibat sepsis. Background: Sepsis is the presence of an inflammatory response due to infection. There are several risk factors that are considered to play a role in the incidence of sepsis, including age, sex, financing status, diabetes mellitus, urinary tract infections,immobilization, decubitus, cardiac arrest, liver function impairment, renal failure, pneumonia, peritonitis infusion,intubation, ventilator, hemoglobin level, albumin, leucocytes and platelets.Methods: This research is an analytical study with a retrospective design that uses a quantitative approach study with subjects from medical record data of patients who have been admitted to the ICU room and treatment of diseases in Tangerang General Hospital in 2016-2017. Using total sampling is 126.Results: Distribution of the highest mortality rate was in 2016 as many as 76 patients (55,0%) and in 2017 that is as many as 62 patients (44,9%). Variables that were statistically proven to have a significant association and were risk factors were Diabetes Mellitus (p = 0,032, OR = 4,082; 95% CI = 1,128-14,768) with a survival rate of 11 days, Cardiac Arrest (p = 0,001, OR = 3,446; CI 95% = 1,700-6,985) with 7 days survival rate, Kidney Failure (p = 0,000, OR = 5,953; 95% CI = 2,479-14,294) with 8 days survival, Catheter Installation (p = 0,072, OR = 0,494; 95% CI = 0,229-1,065) with a 17-day survival rate, Ventilator Intubation Installation (p = 0,010, OR = 2,875; 95% CI = 1,285-6,434) with a 13-day survival rate.Conclusion: Of this study shows the distribution of death sepsis, the factors that influence the patient's death due to sepsis and the survival rate of sepsis patients.