Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Influence of AI (Artificial Intelligence) Animation Videos in Health Promotion on the Implementation of Personal Hygiene Among Elementary School Children at SD Kartika II-6, Bandar Lampung City in 2024 Parasetyawati, Dhea; Maritasari, Dwi Yulia; Noviansyah, Noviansyah
PROMOTOR Vol. 8 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i2.1075

Abstract

Personal hygiene refers to cleanliness practices undertaken to maintain both physical and mental health. Poor personal hygiene can increase the risk of diseases related to healthy behaviors and personal hygiene habits. A preliminary survey conducted on school-aged children at SD Kartika II-6 in Bandar Lampung City found that 60% of the students exhibited poor personal hygiene practices. The use of AI (Artificial Intelligence) animated video media in health promotion efforts can help deliver information in a more engaging and easily understandable way for school-aged children. This study aims to determine the impact of health promotion using AI-animated video media on the application of personal hygiene among elementary school students. The research employed a quasi-experimental design with a one-group pre-test post-test with control group. The research sample consisted of 18 students in the intervention group and 18 students in the control group, selected using the total sampling technique. The research instruments included a questionnaire and a checklist. The statistical tests used for data analysis were the Paired Sample T-test and Independent Sample T-test. The results indicated a difference in the mean score of personal hygiene practices, which increased from 11.22 ± 3.209  to 13.61 ± 3.460 after the intervention using AI-animated video media. This study demonstrates a significant effect of AI-animated video media on personal hygiene practices (p=0.001) among school-aged children. It is recommended that health promotion using AI-animated video media become a routine activity organized by schools in collaboration with local health centers and parents to improve personal hygiene practices and maintain cleanliness and health in school-aged children.
Risk Factors for the Incident of Gingivitis in Patients at Cera Dental Care Clinic Bogor City in 2024 Damaiyanti, Mamay; Maritasari, Dwi Yulia; Anita, Fitri
PROMOTOR Vol. 8 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i2.1126

Abstract

Gingivitis disease in Indonesia reached 829,573 cases based on the 2023 Indonesian Health Survey. Secondary causes include local factors such as carious cavities, failed restorations, food debris, poorly designed dentures, orthodontic devices and irregular tooth arrangement. at the Cera Dental Care Clinic in Bogor City, in mid-2024, out of a total of 105 patients, the number of gingivitis patients was 75 patients (28.57%). The purpose of this study was to determine the risk factors for gingivitis in patients at the Cera Dental Care Clinic in Bogor City in 2024. This type of research is quantitative, with a cross-sectional approach. The sample of this study was adult patients who visited Cera Dental Care Kota for treatment totaling 102 respondents. The sampling technique used purposive sampling. Data collection used observation sheets, data analysis used the chi square test. The results of the study showed the frequency distribution of gingivitis in patients with the largest number experiencing gingivitis, totaling 58 respondents (56.9%). There was a relationship between piles of food scraps (P Value 0.019), use of orthodontic appliances (P Value 0.008, OR 4.2) and irregular tooth arrangement (P Value 0.029, OR 2.8) and the incidence of gingivitis in patients at the Cera Dental Care Clinic in Bogor City in 2024. It is recommended to carry out health promotion in dental health facilities in handling gingivitis problems, such as providing education on how to carry out oral dental care for users of orthodontic appliances.
Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan Listina, Febria; Maritasari, Dwi Yulia; Aziza, Nurul; Rukmana, Nova Mega; Agata, Annisa
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.736

Abstract

Background: Stunting is a condition in which toddlers have a length or height that is less when compared to age. The factor of bad parenting in the family is one of the causes of nutritional problems. A preliminary study conducted by researchers at the Sumber Arum village obtained data have a stunting toddler with a total of 41 children under five from the target number of 0-5 years as many as 267 and designated as 10 areas with locus stunting. Purpose: To relationship of parenting with the incidence of stunting in children aged 24-59 months. Method: Analytical research with a cross-sectional approach. The population in this study were toddlers aged 24-59 months totaling 108 people with a sampling technique using the Slovin formula. The sample in this study amounted to 85 respondents. Data analysis used univariate and bivariate chi square tests. Results: The relationship analysis using the chi square test, obtained a p-value of 0.000 (p<0.05), which means that there is a significant relationship between maternal parenting patterns and the incidence of stunting in Sumber Arum Village, Kotabumi I Health Center Working Area in 2023 and obtained OR amounting to 0.066 (95% CI 0.023-0.192) indicating that toddlers who receive parenting are 0.066 times the determining factor in the occurrence of stunting. Conclusion: There is a relationship between maternal parenting patterns and the incidence of stunting in children aged 24-59 months, indicated by the results of p-value = 0.000 and OR = 0.066. Suggestion: Further research can add to the experience and insight of science about stunting. In addition, it can use the same variables, but the respondent groups and characteristics are different.   Keywords: Parenting; Stunting; Toddlers.   Pendahuluan: Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan balita seumurannya. Faktor pola asuh yang tidak baik dalam keluarga merupakan salah satu penyebab timbulnya permasalahan gizi. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Desa Sumber Arum diperoleh data memiliki balita stunting dengan jumlah 41 balita dari jumlah sasaran anak usia 0-5 tahun sebanyak 267 dan ditetapkan sebagai 10 daerah dengan locus stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 108 balita berusia 24-59 bulan dengan teknik sampel menggunakan rumus slovin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 responden. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat uji chi square. Hasil: Analisis menggunakan uji chi square diperoleh p-value sebesar 0.000 (p<0.05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting dan diperoleh OR sebesar 0.066 (95% CI 0.023-0.192) menunjukkan balita yang mendapat pengasuhan, 0.066 kali lipat dari faktor penentu terjadinya stunting. Simpulan: Ada hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan, ditunjukkan dengan hasil p-value =0.000 dan OR =0.066. Saran: Penelitian selanjutnya dapat menambah pengalaman dan wawasan ilmu pengetahuan tentang stunting. Selain itu, dapat menggunakan variabel yang sama, tetapi kelompok responden dan karakteristik yang berbeda.   Kata Kunci: Balita; Pola Asuh; Stunting.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepatuhan Kunjungan Ibu untuk Menimbangkan Balita ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tiuh Toho Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023 Komalasari SA, Seny; Maritasari, Dwi Yulia; Mega Rukmana, Nova
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i1.2592

Abstract

Permasalahan terkait dengan tidak terpantaunya pertumbuhan balita diantaranya yaitu kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk membawa balitanya ke posyandu yang salah satunya yaitu penimbangan balita secara rutin setiap bulannya yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita seperti gizi buruk, kekurangan vitamin dan mineral, infeksi, dan gangguan perkembangan selanjutnya. Hasil prasurvey menunjukkan cakupan kunjungan ke posyandu belum mencapai target hanya sebesar 58,67% dengan target sasaran 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan Kepatuhan Kunjungan Ibu balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Tiuh Toho Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita dan sampel adalah ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Tiuh Tohou dengan jumlah sampel yang diambil 87 responden yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Cara pengumpulan data dengan wawancara Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan analisis statistik menggunakan chi square. Hasil analisis univariat didapatkan sebanyak 59,8% ibu balita tidak patuh dalam kunjungan ke posyandu. Hasil uji menunjukan ada hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan posyandu (p value: 0,023; OR: 3,067), pelayanan kader (p value: 0,044; OR: 2,708), kondisi fasilitas posyandu (p value: 0,009 dan OR: 3,619), dan kehadiran tenaga kesehatan (p value: 0,023 dan OR: 3,152) dengan kunjungan ibu balita ke Posyandu. Pihak puskesmas diharapkan melaksanakan pelatihan SOP dan pelatihan tentang pengelolaan posyandu kepada para kader, memberikan jadwal rutin kepada tenaga kesehatan agar dapat rutin mengunjungi puskesmas yang ada di wilayah kerjanya serta memberikan inventarisasi sarana dan prasarana yang ada di posyandu agar tetap sesuai dengan standar.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Pencegahan Diare dan Pengelolaan Air Bersih Di Desa Way Hui Kabupaten Pesawaran Aziza, Nurul; Karyus, Aila; Maritasari, Dwi Yulia; Monika, Dinda
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1313

Abstract

Pada Tahun 2022 target penemuan kasus diare balita di Kabupaten Pesawaran berjumlah 7.708 kasus dengan hasil penemuan kasus diare balita 1.071 kasus atau sebesar 13,90%. (Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, 2022). Sasaran penyuluhan adalah ibu batita sebanyak 30 orang di posyandu desa Way Hui kabupaten Pesawaran. Penyuluhan di laksanakan di salah satu rumah kader posyandu di desa Way hui Kabupaten Pesawaran. Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, selama kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif responden aktif bertanya dan menyimak materi yang di sampaikan oleh tim pengabdian, kegiatan penyuluhan berlansung selama 35 menit dan di lanjutkan dengan sesi diskusi Tanya jawab selama 15 menit. Setelah di lakukan penyuluhan responden di beri kuesioner dan di dapatkan hasil pengetahuan responden meningkat yang di tandai dengan peningkatan hasil nilai rata rata dari post test 87,5. Dapat dibuktikan bahwa penyuluhan kesehatan yang baik akan memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap diare an pengelolaan air bersih
Hubungan perilaku “cerdik” terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi Listina, Febria; Erfiyani, Nyoman; Maritasari, Dwi Yulia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1313

Abstract

Background: Hypertension is known as a non-communicable disease with serious consequences if not properly controlled. These consequences include coronary heart disease, kidney failure, and stroke. Data shows an increasing trend in the number of hypertension sufferers, from 18.57% in 2022, 19.91% in 2023, and 19.93% in 2024. Purpose: To determine the relationship between “cerdik” behavior and blood pressure levels in hypertension sufferers. Method: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 83 long-term hypertensive patients, selected using a purposive sampling technique. The research instrument utilized a questionnaire collected through interviews with the Chi-Square statistical test. Results: Of the 83 respondents, 55 (66.3%) had uncontrolled blood pressure. based on bivariate testing, there was a significant correlation between blood pressure and routine health check-up behavior (p-value 0.000), regular physical activity (p-value 0.013), a balanced diet (p-value 0.001), adequate rest (p-value 0.000), and stress management (p-value 0.000). However, no significant correlation was found between the behavior of eliminating cigarette smoke and blood pressure (p-value 0.450). community health centers need to improve programs and innovations related to cerdik behavior as a step to control hypertension for hypertension sufferers in maintaining blood pressure. Conclusion: There is a significant correlation between most components of cerdik behavior and blood pressure values ​​in hypertension sufferers, but there is one variable, eliminating cigarette smoke, that does not have a relationship with blood pressure values ​​in hypertension sufferers.   Keywords: Blood Pressure; Cerdik Behavior; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai penyakit tidak menular yang memiliki dapak serius apabila tidak dikontrol dengan baik. Dampak tersebut seperti, jantung koroner, gagal ginjal, serta stroke. Berdasarkan data yang diperoleh jumlah penderita hipertensi menunjukan adanya tren peningkatan dari tahun 2022 sebesar  18.57%,  tahun 2023 sebesar 19.91% hingga tahun 2024 sebesar 19.93%. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan  perilaku “cerdik” terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: penelitian desain analitik observasional pendekatan cross sectional. Sampel penelitian pada penelitian ini adalah pasien hipertensi lama berjumlah 83 pasien yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian memanfaatkan kuesioner yang diambil melalui wawancara dengan uji statistik Chi-Square. Hasil: Dari 83 responden ditemukan sebanyak 55 responden (66.3%) memiliki tekanan darah tidak terkontrol. berdasarkan uji bivariat terdapat relasi yang signifikan antara tekanan darah dengan perilaku rutin cek kesehatan dengan p-value 0.000, rajin aktivitas fisik dengan p-value 0.013, diet seimbang dengan p-value 0.001, istirahat yang cukup dengan p-value 0.000, dan pengelolaan stres dengan p-value 0.000. namun, tidak ditemukan relasi yang bermakna antara perilaku enyahkan asap rokok dengan tekanan darah p-value 0.450. Peningkatakn program dan inovasi terkait dengan perilau cerdik perlu dilakukan oleh puskesmas sebagai langkah untuk pengendalian Hipertensi bagi penderita hipertensi di dalam menjaga tekanan darah. Simpulan: Adanya relasi yang signifikan antara sebagian besar komponen perilaku cerdik dengan nilai tekanan darah pada pengidap hipertensi namun ada 1 variabel enyahkan asap rokok yang tidak terdapat hubungan dengan nilai tekanan darah pada pengidap hipertensi.   Kata Kunci: Hipertensi; Perilaku Cerdik; Tekanan Darah.
PENYULUHAN CARA CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI TPA DUSUN SUMBERSARI 3 PESAWARAN: PENYULUHAN CARA CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI TPA DUSUN SUMBERSARI 3 PESAWARAN LISTINA, FEBRIA; Maritasari, Dwi Yulia; Rukamana, Nova Mega
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.508 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v6i1.1063

Abstract

Cuci tangan pakai sabun sebagai upaya preventif dalam melindungi diri dari berbagai penyakit menular. Cuci tangan menggunakan sabun dapat kita lakukan pada waktu-waktu berikut: sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, setelah BAK dan BAB, setelah membuang ingus, setelah membuang dan atau menangani sampah, kemudian setelah bermain/memberi makan/memegang hewan, serta setelah batuk atau bersin pada tangan kita. Cuci tangan pakai sabun yang dipraktikkan secara tepat dan benar merupakan cara termudah dan efektif untuk mencegah berjangkitnya penyakit. Mencuci tangan dengan air dan sabun dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit dan secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri dan parasit lainnya pada kedua tangan. Mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun dapat lebih efektif membersihkan kotoran dan telur cacing yang menempel pada permukaan kulit, kuku dan jari-jari pada kedua tangan. terdapat empat faktor utama yang berkaitan dalam derajat kesehatan seseorang, kelompok dan masyarakat yaitu perilaku, pelayanan kesehatan, lingkungan dan keturunan atau herediter. Faktor – faktor tersebut memiliki keterkaitan dalam mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat dan kesehatan perorangan. Diantara empat faktor tersebut faktor determinan yang paling berpengaruh besar adalah faktor perilaku manusia dan disusul faktor lingkungan pada urutan kedua. Hal ini dapat terjadi akibat faktor perilaku memiliki pengaruh lebih besar dari faktor lingkungan sehingga lingkungan hidup manusia juga sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat.
Pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan tb paru pada masyarakat Prischa, Milanda; Patria, Armen; Maritasari, Dwi Yulia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1598

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, which generally attacks the parenchymal tissue of the lungs. In 2024, the Labuhan Ratu Community Health Center (Puskesmas) had a case detection rate of 1,265 suspected cases of pulmonary TB, with a target of 935 cases (73.91%). Purpose: To determine the effect of health promotion using educational videos on knowledge and attitudes about pulmonary TB prevention in the community. Method: This quantitative study used an experimental design with a one-group pretest-posttest. The study was conducted in Sepang Jaya Village, within the Labuhan Ratu Community Health Center's working area. The population in this study was 12,046 residents of Sepang Jaya Village, with a sample size of 35 respondents using purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The bivariate analysis used the Wilcoxon test. Results: The bivariate test for the knowledge and attitude variables yielded a p-value of 0.000, indicating that health promotion using educational videos significantly impacts community knowledge and attitudes about pulmonary TB prevention. Conclusion: Health promotion using educational videos significantly impacts community knowledge and attitudes about pulmonary TB prevention. Keywords: Attitude; Educational Video; Knowledge; Pulmonary TB. Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksius yang dapat menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang jaringan parenkim pada paru-paru. Puskesmas Labuhan Ratu Tahun pada tahun 2024 memiliki angka cakupan penemuan kasus TB paru yaitu 1.265 (suspek) dengan capaian target 935 kasus (73,91%). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan tb paru pada masyarakat. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Tempat penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sepang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Ratu. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di kelurahan sepang jaya berjumlah 12.046 orang, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 responden dengan menggunakan purposive sampling.. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Uji bivariat pada variabel pengetahuan dan sikap adalah p-value = 0.000 yang berarti ada pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan TB Paru pada masyarakat. Simpulan: Ada pengaruh promosi kesehatan menggunakan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan TB Paru pada masyarakat Kata Kunci::Pengetahuan; Sikap; TB Paru; Video Edukasi.      
Maternal health literacy and prevention of acute respiratory infection in toddlers Maritasari, Dwi Yulia; Listina, Febria; Ayu, Adila Tri; Rahmadhina, Anandha Widya Putri; Pradita, Aniza Salzadela; Gantha, Difa Masya; Azmi, Dinda Mutiara; Septiyana, Intan Nabela; Amrullah, Muhammad Zaidan; Sabila, Niken Junia; Ramadhani, Putri Sari; Maulana, Solvia Atika
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 10 (2026): January Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i10.2203

Abstract

Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the leading causes of infant mortality worldwide, especially in developing countries. Lack of health literacy among mothers of toddlers is one factor that worsens the early treatment of ARI. Purpose: To determine the effectiveness of leaflet-based communicative counseling in improving the health literacy of mothers of toddlers to prevent ARI. Method: The research design was a quantitative pre-experimental study with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study was all mothers of 31 toddlers detected with ARI, selected using a total sampling technique. The research instrument was a valid and reliable questionnaire used to measure maternal knowledge before and after the intervention. Result: The results showed a significant increase in maternal knowledge after counseling (p = 0.000). Conclusion: This indicates that leaflet-based communicative counseling is efficacious in improving the health literacy of mothers of toddlers. It is recommended that health workers at community health centers routinely provide similar counseling.  
Edukasi tentang kepatuhan pembatasan cairan kepada pasien gagal ginjal kronik Maritasari, Dwi Yulia; Aziza, Nurul; Surya, Syiefa Renanda; Karyus, Aila; Listina, Febria; Oktarida, Avina
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2473

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive decline in kidney filtration function lasting more than three months, often with non-specific symptoms that allow the disease to advance unnoticed. Hemodialysis is the most widely used renal replacement therapy; however, patient adherence to fluid restriction remains a major challenge, as non-compliance can lead to fluid overload, edema, dyspnea, and increased mortality risk through elevated Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG). Studies indicate that adherence to fluid restriction is associated with improved quality of life, with success strongly influenced by family support and the implementation of self-care practices including diet, medication, and physical activity. Video-based educational media has proven effective in enhancing patient knowledge, attitudes, and behaviors, thereby promoting adherence to hemodialysis therapy and reducing long-term complications. Purpose: Increase patient understanding of the impact of excess fluid on the body and the serious complications that can occur if fluid restrictions are not adhered to. Method: This community service activity was conducted in a hemodialysis unit involving 68 patients with fluid overload, identified by significant inter-dialytic weight gain, edema, or hypertension. Samples were selected through observation based on weight gain criteria between sessions. An educational and participatory approach was applied, with fluid restriction education delivered via video displayed in the hemodialysis room, accompanied by interactive discussions. Patient engagement was observed to assess involvement and comprehension, while knowledge levels were evaluated through question-and-answer sessions and peer experience sharing. Results: The intervention demonstrated increased knowledge and active engagement among hemodialysis patients following video-based counseling. The visually and interactively packaged material effectively captured patient attention, while accompanying discussions reinforced understanding. Video-based educational interventions integrated knowledge, attitudes, and behaviors synergistically, supporting adherence to fluid restriction and improving the quality of hemodialysis therapy. Conclusion: Video-based health promotion is an effective educational tool to enhance patient adherence to fluid restriction in hemodialysis. Improved adherence positively impacts the control of Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG), making video media a recommended component of routine educational strategies to support therapy success and patient quality of life. Suggestion: Health care facilities, particularly hemodialysis units, are advised to integrate video media into routine education to strengthen patient adherence to fluid restriction. Regular evaluation of adherence should involve family support to ensure a more comprehensive and sustainable educational process. Keywords: Chronic kidney disease; Compliance; Fluid restriction; Health education; Hemodialysis Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan penurunan fungsi filtrasi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dengan gejala yang sering tidak spesifik, sehingga penyakit dapat berkembang ke tahap lanjut tanpa disadari. Hemodialisis menjadi terapi pengganti ginjal yang paling banyak digunakan, namun kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan masih menjadi tantangan utama karena ketidakpatuhan dapat menimbulkan kelebihan cairan, edema, sesak napas, hingga meningkatkan risiko mortalitas melalui Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) yang tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap pembatasan cairan berhubungan dengan kualitas hidup pasien, dan keberhasilan sangat bergantung pada dukungan keluarga serta penerapan self care yang mencakup diet, pengobatan, dan aktivitas fisik. Media edukasi berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien, sehingga dapat mendorong kepatuhan terhadap terapi hemodialisis dan menekan komplikasi jangka panjang. Tujuan: Meningkatkan pemahaman pasien tentang dampak kelebihan cairan terhadap tubuh serta komplikasi serius yang dapat terjadi apabila tidak mematuhi pembatasan cairan Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di ruang hemodialisis dengan melibatkan 68 pasien yang mengalami kelebihan cairan, ditandai oleh peningkatan berat badan inter-dialytic, edema, atau hipertensi. Sampel ditentukan melalui observasi pasien dengan kriteria peningkatan berat badan signifikan antar kunjungan. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif. Edukasi mengenai pembatasan cairan disampaikan melalui media video yang ditayangkan di ruang hemodialisis, disertai diskusi interaktif antara pasien dan pemateri. Aktivitas peserta diamati untuk menilai keterlibatan dan pemahaman, sedangkan tingkat pengetahuan dievaluasi melalui sesi tanya jawab serta berbagi pengalaman antar pasien. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterlibatan aktif pasien hemodialisis setelah mengikuti penyuluhan melalui media video. Penyampaian materi yang dikemas secara visual dan interaktif efektif menarik perhatian pasien, diskusi yang menyertai tayangan memperkuat pemahaman mereka. Intervensi edukatif berbasis video yang disertai diskusi mampu mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien secara sinergis, sehingga mendukung kepatuhan terhadap pembatasan cairan dan kualitas terapi hemodialisis. Simpulan: Media promosi kesehatan berbasis video merupakan alat edukasi yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien hemodialisis terhadap pembatasan cairan. Peningkatan kepatuhan tersebut berdampak positif pada pengendalian Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG), sehingga penggunaan media video dapat direkomendasikan sebagai bagian dari strategi edukasi rutin untuk mendukung keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien. Saran: Fasilitas pelayanan kesehatan khususnya unit hemodialisis, dapat mengintegrasikan media video sebagai bagian dari edukasi rutin untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan. Evaluasi kepatuhan perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan dukungan keluarga, sehingga proses edukasi lebih komprehensif dan berkelanjutan.