Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HASAN AL BANNA DAN STRATEGI PERJUANGANNYA Zaeny, A.
AL-ADYAN Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i2.500

Abstract

Pada tahun 1920-an di negara Mesir berkembang liberalisme dan berkembangnya arus budaya Barat dianggap sebagai sarana kompetisi. Dalam priode ini Mesir sengaja dipola menjadi negara modern, karena banyak penulis dan peran pengarang memberikan kontribusinya untuk perkembangan Mesir dengan gaya Barat, yaitu dengan menterjemahkan literatur-literatur dan penelitian barat yang terbaik dalam berbagai bidang. Dalam menghadapi perkembangan yang seperti ini, muncul suatu gerakan balik yang merupakan perlawanan dari kaum Ikhwan yang dipimpin Hassan Al Banna yang memandang modernisasi dan budaya barat seperti pembebasan kaum wanita sebagai bahaya moralitas, tradidi sosial dan karakter masyarakat Mesir. Menolak keras wanita bekerjasama dengan kaum pria, pengenalan kaum wanita ke dalam dunia politik dan sosial, penurunan jumlah kaum pria yang belajar agama di Al Azhar, pembaharuan peradilan-peradilan syari’ah dan menyatakan perang melawan kampanye kaum liberal tentang anti poligami. Dalam pemikiran Hasan Al Banna membiarkan berkembangnya westernisasi di Mesir berarti membiarkan anarki dan korupsi.
TEOLOGI SUNNATULLAH VERSUS TEOLOGI DETERMINIS (Upaya Melacak Etos Kerja Ummat) Zaeny, A.
AL-ADYAN Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i1.526

Abstract

Dalam ajaran agama ada dua pokok ajaran yang sangat erat kaitannya dengan etos kerja ummat. Pertama agama mengajarkan bahwa setelah hidup di dunia ini ada kehidupan akhirat yang bersifat spiritual dan kedua, agama mempunyai ajaran tentang nasib dan perbuatan manusia yang teraktualisasi dalam teologi Qadariyah dan Jabariyah. Penulis tertarik untuk membahas masalah ini karena ternyata dari dua persoalan ini telah menciptakan suatu polarisasi dalam kehidupan umat Islam. Polarisasi ini muncul karena memang ada sinyalemen-sinyalemen Qur’ani yang mengarah pada masing-masing kutub. Juga dengan melacak sejarah, memang ditemukan bahwa kutub-kutub itu silih berganti berlaku di kalangan umat Islam dengan segala akibatnya.