Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Senam Rematik Terhadap Penurunan Skala Nyeri Sendi Pada Lansia di Desa Perigi Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat Elviani, Yeni; Gani, A; Fauziah, Eri
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 2 No. 2 (2022): NCHAT July - December period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v2i2.47

Abstract

Lansia dengan rematik dapat ditingkatkan status fungsional dengan mengurangi nyeri menggunakan metode gerak tubuh yang dikenal dengan senam rematik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam rematik terhadap penurun skala nyeri sendi pada Lansia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode survey jumlah sampel sebanyak 50 orang  lansia dengan menggunakan teknik sampling yakni purposive sampling. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji T-test dengan ? =0,05. Penelitian ini adalah Penelitian dengan Pra-Experimental dengan rancangan One Group Pre-test post-test Populasi dalam penelitian ini adalah lansia berumur 45-70 tahun.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang diberikan senam rematik. Dengan teknik pengambilan sampel porpusive sampling. Penelitian ini telah dilakukan bulan juli s.d desember  tahun 2021. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembaran observasi kemudian diolah dengan komputerisasi dianalisis dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian univariat didapatkan hasil tentang pelaksanaan senam rematik sebanyak 50 orang responden. Hasil penurunan skala nyeri tidak signifikan setelah melakukan senam rematik. Hasil uji statistik di dapatkan sign= 0.002 berarti terlihat ada pengaruh senam rematik terhadap penurunan skala nyeri sendi pada lansia di puskesmas pulau pinang kabupaten lahat. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ada penurunan skala nyeri setelah melakukan senam rematik pada lansia dan juga disarankan kepada lansia agar selalu rutin melakukan senam rematik.
PENDEKATAN SUFISTIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERWAWASAN PERDAMAIAN Gani, A
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 23 No 2 (2018): Islam, Kenegaraan, dan Kebangsaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/akademika.v23i2.1239

Abstract

Abstract Conflict becomes part of contemporary phenomena that embraces all dimensions of human life, starting from the level of individuals, society, to relations between countries. Conflict in all of its variety, both economic, political conflicts, even conflicts between civilizations, cannot be separated from the "on-name" religion. Islam which teaches love and peace is distorted into Islam that teaches conflict. Islamic education in a broad context is responsible for the formation of logical thinking of humans who like to spread terror and conflict. This paper examines how the Sufism approach in Islamic education plays its part as the Islamic tradition that teaches Islam in the form of love and spreads Peaceful Islam and has A peace of mind with research Library research that uses qualitative descriptive analysis techniques with the results of research that is mystical approach in Islamic education fundamental alternatives in order to reduce conflict and bring peace. Keywords: Education, Islam, Peace, and Sufism. Abstrak Konfik menjadi bagian dari fenomena kontemporer yang melanda seluruh dimensi kehidupan manusia, mulai dari tingkat individu, masyarakat, sampai hubungan antar negara. Konflik dalam ragam rupanya, baik konflik ekonomi, politik, bahkan konflik antar peradaban, tidak bisa dilepaskan dari “atas-nama” agama. Islam yang mengajarkan cinta kasih dan perdamaian didistorsi menjadi Islam yang mengajarkan konflik. Pendidikan Islam dalam konteks yang luas bertanggungjawab atas terbentuknya nalar berpikir manusia yang suka menebar teror dan konflik. Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pendekatan sufisme dalam pendidikan islam menjadi bagian dari tradisi Islam yang mengajarkan Islam dalam rupa cinta kasih dan menebarkan Islam Damai dan berwawasan perdamaian dengan jenis penelitian Library research yang menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan hasil penelitian yaitu pendekatan sufistik dalam pendidikan Islam adalah alternatif fundamental dalam rangka mengurangi konflik dan mewujudkan perdamaian bangsa. Salah satu teladan prakteknya dapat dilihat dari ulama-ulama Nusantara. Kata Kunci: Pendidikan, Islam, Perdamaian, and Sufisme.
PENDIDIKAN TASAWUF DALAM PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL DAN AKHLAKUL KARIMAH Gani, A
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v10i2.5847

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pendidikan tasawuf dalam pembentukan kecerdasan spiritual dan akhlakul karimah. Penelitian ini merupakan salah satu jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analisis. Pendidikan tasawuf menawarkan sebagai solusi permasalahan-permasalahan manusia saat ini, untuk membentuk kecerdasan spiritual dan akhlakul karimah. Materi pendidikan tasawuf mengajarkan manusia untuk bertaubat, bertawakal, memiliki sifat wara, sifat zuhud, sabar, tawakal dan ridha. Beberapa maqamat tersebut harus dijalankan manusia serta mengamalkan puasa sunah, dzikir, istighfar, istighatsah dan muraqabah. Maka jiwa manusia yang sebelumnya penuh dengan kekotoran akan dengan sendirinya jernih, otak akan terbentuk kecerdasan spiritual yang mengendalikan dengan penerapan akhlakul karimah. Adanya pembentukan kecerdasan spiritual dan akhlakul karimah, manusia tidak mudah tergoda dengan hawa nafsu kemegahan dunia.
ROLE OF EDUCATIONAL HADITHS IN BUILDING ISLAMIC ‎EDUCATIONAL ETHICS IN ‎THE DIGITAL ERA Sari, Misalia; Husnilawati, Husnilawati; Gani, A; Akmansyah, Muhammad; Abas, Erjati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26624

Abstract

The rapid advancement of digital technology has significantly transformed the landscape of education, including Islamic education. While offering opportunities to expand access to knowledge, the digital era also presents ethical challenges such as character degradation, academic dishonesty, and weakened spiritual engagement. This study aims to conduct an in-depth analysis of the role of educational hadiths in shaping and reinforcing Islamic educational ethics in the digital age. Employing a qualitative approach through literature review and thematic analysis, this research explores selected prophetic traditions that emphasize values such as honesty, responsibility, adab (etiquette) in learning, and information verification (tabayyun). Data were collected from classical hadith sources and relevant scholarly publications from the last decade. The findings indicate that educational hadiths remain contextually relevant and can serve as a moral compass for addressing digital-age challenges. The integration of hadith values into digital curricula and learning platforms not only strengthens students’ ethical awareness but also promotes balanced spiritual and intellectual development. The study recommends the development of structured hadith-based learning models and the evaluation of their effectiveness within digital learning environments such as Learning Management Systems (LMS) and Islamic educational applications. Furthermore, collaboration among educators, parents, and policymakers is crucial to ensure the sustainable internalization of prophetic values among Generation Z learners. This research contributes both theoretically and practically to the discourse on Islamic education and digital ethics.
THE PRESENCE OF LEARNING DRIVE AND NEEDS: AN EXPERIMENTAL STUDY OF THE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) MODEL IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Apita, Desma Hemaliyah; Gani, A; Wahyudi, Didik; Baharudin
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1147

Abstract

This study aims to examine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) instructional model on students’ learning motivation in the Islamic Religious Education (PAI) subject at SMP Negeri 3 Merbau Mataram. The research was prompted by the low level of students’ learning motivation, particularly in terms of learning drive and learning needs, which is attributed to conventional instructional practices that lack relevance to real-life contexts. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a post-test only control group. The participants consisted of students from Class VIII A as the experimental group and Class VIII B as the control group. The data collection instrument was a Guttman scale-based learning motivation questionnaire, which had undergone validity and reliability testing. Data prerequisite tests included normality and homogeneity analyses, confirming that the data met the assumptions of parametric statistics. Data were analyzed using a pooled variance t-test at a 0.05 significance level. The results revealed a significant difference in learning motivation between students who received CTL-based instruction and those taught through conventional methods, as indicated by a Sig. (2-tailed) value of 0.023 < 0.05. These findings affirm that the CTL approach effectively enhances students’ motivation in learning PAI by offering more meaningful learning experiences closely related to real-life situations. Therefore, the implementation of the CTL model in PAI instruction is highly recommended to strengthen students’ intrinsic motivation and deepen their understanding of religious values.
Optimalisasi keaktifan belajar melalui model pembelajaran SSCS: Eksperimentasi di SMA Fatkurohmah, Diana; Gani, A; Wahyudi, Didik
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i2.23063

Abstract

Students’ learning activeness is one of the important indicators of the success of the learning process. However, the results of a preliminary study conducted at SMA Negeri 1 Jayapura, Ogan Komering Ulu Timur, indicate that the level of students’ learning activeness is still not optimal, particularly in the aspect of independently seeking information. This condition is caused by the learning process that still tends to be teacher-centered, resulting in limited student involvement in learning activities. This study aims to determine the effectiveness of the Search, Solve, Create, and Share (SSCS) learning model in improving students’ learning activeness in the subject of Islamic Religious Education. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a post-test-only control group design. The sample consisted of 57 students divided into an experimental class and a control class. Data were collected through observation and a learning activeness questionnaire. The results of the instrument testing indicate that most of the statement items were valid, with a Cronbach’s Alpha reliability coefficient of 0.738, indicating a good level of reliability. The normality test using the Shapiro–Wilk test showed significance values of 0.126 for the experimental class and 0.776 for the control class (p > 0.05), indicating that the data were normally distributed, while the homogeneity test using Levene’s Test obtained a significance value of 0.061 (p > 0.05), indicating that the variances of the two groups were homogeneous. Furthermore, the results of the independent sample t-test showed a significance value of 0.000 < 0.05 with a t value of 7.406. Therefore, it can be concluded that the SSCS learning model is effective in improving students’ learning activeness in Islamic Religious Education learning at the senior high school level. Abstrak Keaktifan belajar peserta didik merupakan indikator penting dalam keberhasilan pembelajaran, namun di SMA Negeri 1 Jayapura Ogan Komering Ulu Timur masih belum optimal, terutama pada aspek mencari informasi secara mandiri. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) melalui desain post-test only control group. Sampel penelitian berjumlah 57 peserta didik yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket keaktifan belajar. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa sebagian besar butir pernyataan dinyatakan valid dengan nilai reliabilitas Cronbach Alpha sebesar 0,738 yang menunjukkan tingkat keandalan yang baik. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan nilai signifikansi 0,126 pada kelas eksperimen dan 0,776 pada kelas kontrol (p>0,05) sehingga data berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menggunakan Levene Test memperoleh nilai signifikansi 0,061 (p>0,05) yang menunjukkan varians kedua kelompok homogen. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan nilai t sebesar 7,406. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SSCS efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.