Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PENYAKIT DIARE DENGAN TINDAKAN UNTUK MELAKUKAN SWAMEDIKASI DI APOTEK SARAS SRHAT SLAWI Khusna, Nala Milatul; Sari, Meliyana Perwita; Pratiwi, Rosaria Ika
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.14536

Abstract

 Diare adalah buang air besar dengan tinja encer atau berair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (normalnya). Swamedikasi ialah pengobatan yang dilakukan sendiri oleh individu yang menderita penyakit ringan tanpa harus membeli obat dengan resep dokter. Pengetahuan merupakan hasil pengamatan manusia, atau hasil pemahaman seseorang terhadap objek indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan penyakit diare dengan tindakan untuk melakukan swamedikasi di Apotek Saras Sehat Slawi. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan acicidental sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden yang bertempat di Apotek Saras Sehat Slawi. Data penelitian diperoleh dari kuisioner yang telah diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53% konsumen yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup. Tindakan Swamediasi Diare menunjukkan bahwa 61% responden mempunyai tindakan cukup. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan swamedikasi diare dengan nilai pearson correlation 0,127 (tidak ada korelasi). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang swamedikasi diare di Apotek Saras Sehat Slawi tergolong cukup. Kata kunci : Pengetahuan, Tindakan, Swamedikasi Diare, Apotek Saras Sehat
Formulation and Physical Stability Test of Shampoo Preparation Combination of Ethanol Extract of Jackfruit Leaves (Artocarpus heterophyllus) and Pandan Leaves (Pandanus Amaryllifolius) with Varying Carbomer Concentrations Kessya, Febrilliani Kharisma; Pratiwi, Rosaria Ika; Febriyanti, Rizki
Indonesian Journal of Chemical Science and Technology (IJCST) Vol 7, No 1 (2024): JANUARY 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ijcst.v7i1.56446

Abstract

Hair plays an important role for humans because hair can influence a person's appearance. Pandan leaves (Pandanus Amaryllifolius) contain compounds in the form of alkaloids, flavonoids, saponins, polyphenols, tannins and dyes. In pandan leaves, the compounds that can provide antimicrobial activity are flavonoids and polyphenols (phenols). This research aims to formulate and test the physical stability of a shampoo combining ethanol extract of jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus) and pandan leaves (Pandanus Amaryllifolius) with varying carbomer concentrations. This research method is laboratory experimental. The carbomer concentration used is 0.1%, 0.3%, 0.5%. The research results showed that the shampoo preparation with the best carbomer concentration was formula 3 with a carbomer concentration of 0.5%. Viewed from an organoleptic perspective, namely with a blackish brown color, the typical smell of pandan accompanied by menthol, pH 6, the shampoo preparation obtained is homogeneous and produces the best foam, namely 13.5 cm in formula 3. Keywords: Shampoo, anti-dandruff, pandan leaves, jackfruit leaf extract.
GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT RUSAK DAN OBAT KADALUARSA DI APOTEK 99 SUMURPANGGANG zein, khoiriah; Febriyanti, Rizki; Pratiwi, Rosaria Ika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43106

Abstract

Obat yang rusak adalah keadaan obat yang tidak dapat digunakan lagi karena rusak secara fisik atau mengalami perubahan bau dan warna karena dipengaruhi oleh udara, sinar matahri, suhu atau goncangan fisik. Obat kadaluarsa adalah obat yang sudah melebihi tanggal kadaluarsa yang tercantum pada kemasan dan sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat rusak dan obat kadaluarsa di Apotek 99 Sumurpanggang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi yang digunakan pada penelitian penelitian ini yaitu Apoteker Penanggung Jawab Apotek dan satu Tenaga Teknis Kefarmasian di Apotek 99 Sumurpanggang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Apoteker Penanggung Jawab Apotek dan satu Tenaga Teknis Kefarmasian di Apotek 99 Sumurpanggang. Teknis pengambilan sampling dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Variabel dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat rusak dan obat kadaluarsa di Apotek 99 Sumurpanggang. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data antara lain cheklist observasi dan pedoman wawancara. Metode analis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode analis kualitatif. Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan beberapa obat kadaluarsa antara lain Pimag sebanyak 14 sachet, Hufagrip BP Dewasa sebanyak 2 botol, Nellco Special Anak sebanyak 5 botol, Imunos Syrup sebanyak 2 botol, Garabiotic Cream sebanyak 8 tube, Counterpain Cool 5g sebanyak 5 tube, Hecosan sebanyak 5 stick, dan Boost D sebanyak 3 strip.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan obat rusak dan obat kadaluarsa di Apotek 99 Sumurpanggang adalah dengan memisahkan obat rusak ataupun obat kadaluarsa dari obat-obatan lain yang masih layak dan dilakukan pencatatan terhadap obat-obatan yang ditemukan.
PERUMUSAN STRATEGI PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARDINAH TEGAL BERDASARKAN ANALISIS SWOT Pratiwi, Rosaria Ika
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v6i1.475

Abstract

Kepuasan pasien berkaitan erat dengan kualitas pelayanan instalasi farmasi rumah sakit (IFRS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan instalasi farmasi rumah sakit umum daerah Kardinah Tegal, mengetahui faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap instalasi farmasi rumah sakit Kardinah Tegal dalam rangka mewujudkankepuasan pasien melalui analisis SWOT, dan merumuskan strategi sebagai upaya untuk peningkatan kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit umum daerah Kardinah Tegal berdasarkananalisis SWOT. Hasil data kuesioner dan wawancara digunakan untuk analisis faktor internal dan eksternal serta perumusan strategi alternatif dengan matriks SWOT. Hasil SWOT digunakan sebagai dasar untuk analisis QSPM guna pengambilan keputusan. Hasil analisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan instalasi farmasi rumah sakit umum daerah Kardinah Tegal, didapatkan nilai kesenjangan (gap) positif pada lima dimensi kualitas pelayanan yaitu dimensi tangibles (+0.22); reliability (+0.21); responsiveness (+0.11); assurance (+0.24); dan empathy (+0.04), sedangkan hasil analisis kuesioner kekuatan pesaing (2.00). Hasil analisis kuesioner kepuasan karyawan (2.82) dansemangat kerja karyawan (2.81). Hasil analisis lingkungan internal dan eksternal instalasi farmasi rumah sakit umum daerah Kardinah Tegal berada di posisi kuadran I pada analisis SWOT. Hasil analisis QSPMmemprioritaskan strategi peningkatan kualitas pelayanan, perekrutan SDM apoteker dan farmasi klinis, mengikuti perkembangan teknologi modern, serta pengembangan sarana dan prasarana instalasi farmasirumah sakit.Kata kunci : Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Tegal, Kepuasan Pasien, AnalisisSWOT, Perumusan Strategi
Efek Rasio Minyak dan Rimpang Jahe (Zingiber Officinale Rosc) terhadap Laju Reaksi Antiinflamasi Minyak Urut Tradisional dari Minyak Jelantah Teradsorpsi Riyanta, Aldi Budi; Pratiwi, Rosaria Ika; Aulia, Firda; Baety, Nur
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i1.7211

Abstract

Minyak jahe mengandung sejumlah minyak atsiri yang diketahui memiliki efek anti inflamasi. Minyak atsiri dapat diperoleh dengan cara adsorpsi rimpang jahe menggunakan minyak jelantah teradsorpsi. Rasio rimpang dengan pelarut dapat mempengaruhi jumlah minyak atsiri yang dihasilkan serta kecepatan reaksi anti inflamasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan optimasi waktu kontak dan formula minyak urut dengan berbagai rasio minyak jelantah dan rimpang jahe untuk menghasilkan kualitas minyak urut terbaik berdasarkan kandungan metabolit yang diperoleh, serta mengidentifikasi karakteristik kinetika reaksi terhadap efek anti inflamasinya. Metode analisis kandungan senyawa minyak urut pada penelitian ini menggunakan GC-MS, efek anti inflamasi diukur dengan pengukuran volume inflamasi pada hewan uji, dan analisis kinetika dengan pendekatan model arrhenius. Peningkatan waktu kontak minyak jelantah dengan rimpang jahe menghasilkan 4 komponen yaitu asam oleat, camphene, eucalyptol dan gingerol yang meningkat seiring bertambahnya waktu kontak dengan orde reaksi 1. Perbedaan rasio minyak jelantah dan waktu kontak dengan rimpang jahe menghasilkan perbedaan kandungan minyak jahe yang diadsorpsi dengan nilai orde reaksi 1 untuk formula minyak urut. Hasil menunjukkan bahwa adsorpsi minyak jahe menggunakan minyak jelantah mampu meningkatkan kualitas minyak urut dengan membandingkan waktu kontak dan rasio minyak jelantah. Ginger oil contains a number of essential oils that are known to have anti-inflammatory effects. Essential oils can be obtained by adsorbing ginger rhizomes using adsorbed used cooking oil (UsO). The yield of essential oils can be affected by the ratio of solvents and ginger rhizomes used along with the rate of anti-inflammatory reactions. The objective of this research was to optimize the contact time and formula of massage oil with various ratios of UsO and ginger rhizome to produce the best-quality massage oil based on the metabolite content obtained, as well as to identify the reaction kinetics characteristics related to its anti-inflammatory effects. The method of analyzing the content of massage oil compounds in this study used GC-MS, with the anti-inflammatory effect measured by assessing the volume of inflammation in test animals, and the kinetic analysis carried out using the Arrhenius model approach. The increase in the contact time of UsO with ginger rhizomes produces 4 components, namely oleic acid, camphene, eucalyptol and gingerol which increase with the increase in contact time with reaction order 1. The difference in the ratio of UsO and the contact time with the ginger rhizome resulted in a difference in the content of adsorbed ginger oil with a reaction order value of 1 for the massage oil formula. The results showed that the adsorption of ginger oil using Uso was able to improve the quality of massage oil by comparing the contact time and ratio of used cooking oil. Submitted: 07-01-2025, Revised: 28-03-2025, Accepted: 08-05-2025, Published regularly: June 2025
UJI SIFAT FISIK MASKER GEL PEEL OFF DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) Muldiyana, Tya; Pratiwi, Rosaria Ika; Fatikasari, Asri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.21076

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan senyawa yang dapat menghambat radikal bebas. Kulit merupakan pelindung tubuh paling luar dan kontak langsung dengan polusi lingkungan yang penuh dengan radikal bebas. Kulit secara alami dapat mengalami penuaan dini dan hal ini dapat disebabkan oleh sumber radikal bebas yang berasal dari lingkungan seperti polusi udara, sinar matahari, gesekan mekanik, suhu panas atau dingin dan reaksi oksidasi yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi oksidatif. Seperti kerusakan sel atau kematian sel. Masker wajah peel off dapat digunakan untuk membersihkan dan melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik ekstrak kulit buah naga merah sebagai sediaan masker gel peel off. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian ekstrak kulit buah naga merah sebagai sediaan masker gel peel off dilakukan evaluasi mutu fisik organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan waktu sediaan mengering. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah terhadap uji sifat fisik sediaan masker gel peel off. Konsentrasi ekstrak yang paling baik terhadap uji sifat fisik terdapat pada formula III dengan konsentrasi ekstrak sebanyak 4%.
Formulation and Physical Stability Test of Shampoo Preparation Combination of Ethanol Extract of Jackfruit Leaves (Artocarpus heterophyllus) and Pandan Leaves (Pandanus Amaryllifolius) with Varying Carbomer Concentrations Kessya, Febrilliani Kharisma; Pratiwi, Rosaria Ika; Febriyanti, Rizki
Indonesian Journal of Chemical Science and Technology (IJCST) Vol. 7 No. 1 (2024): JANUARY 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ijcst.v7i1.56446

Abstract

Hair plays an important role for humans because hair can influence a person's appearance. Pandan leaves (Pandanus Amaryllifolius) contain compounds in the form of alkaloids, flavonoids, saponins, polyphenols, tannins and dyes. In pandan leaves, the compounds that can provide antimicrobial activity are flavonoids and polyphenols (phenols). This research aims to formulate and test the physical stability of a shampoo combining ethanol extract of jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus) and pandan leaves (Pandanus Amaryllifolius) with varying carbomer concentrations. This research method is laboratory experimental. The carbomer concentration used is 0.1%, 0.3%, 0.5%. The research results showed that the shampoo preparation with the best carbomer concentration was formula 3 with a carbomer concentration of 0.5%. Viewed from an organoleptic perspective, namely with a blackish brown color, the typical smell of pandan accompanied by menthol, pH 6, the shampoo preparation obtained is homogeneous and produces the best foam, namely 13.5 cm in formula 3. Keywords: Shampoo, anti-dandruff, pandan leaves, jackfruit leaf extract.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BIJAK MELAUI ISTILAH KOMUNIKATIS DAGUSIBU DI DESA Mahardika, Muladi Putra; Pratiwi, Rosaria Ika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24923

Abstract

Abstrak: Masalah resistensi antibiotik merupakan masalah global yang disebabkan oleh tidak tepatan penggunaan antibiotik dan kurangnya pengetahuan pada masyarakat. Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan edukasi tentang Antibiotik dan DAGUSIBU melalui media leaflet. Istilah DAGUSIBU merupakan salah satu upaya edukasi dan pembelajaran kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian dan kesadaran masyarakat terkait penggunaan obat secara tepat dan benar. Tujuan kegiatan ini memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan antibotik yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan pemutaran video DAGUSIBU penggunaan antibiotik. Pengukuran keberhasilan kegiatan dilakukan dengan memberikan 20 butir pertanyaan tentang antibiotic dalam bentuk pretest dan postets kepada ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu. Perhitungan persentasi total masyarakat yang dapat menjawab soal dengan tepat. Dari hasil pengolahan data, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait resistensi antibiotik setelah diberikan penyuluhan sebesar 36,67%.Abstract: The problem of antibiotic resistance is a global problem caused by inappropriate use of antibiotics and lack of knowledge in the community. These problems can be overcome through community empowerment with education about antibiotics and DAGUSIBU. The purpose of this activity is to provide information and increase public knowledge about the dangers of improper use of antibiotics. Community service activities are conducted in the form of counseling and video playback DAGUSIBU antibiotic use. Measurement of the success of the activity was carried out by providing 20 questions about antibiotics in the form of pretests and postets to PKK mothers and Posyandu cadres. Calculation of the total percentage of people who can answer the question correctly. From the results of data processing, it is known that there is an increase in public understanding and knowledge related to antibiotic resistance after counseling is given by 36.67%.The problem of antibiotic resistance is a global problem caused by improper use of antibiotics and lack of knowledge in the community. These problems can be overcome through community empowerment with education about antibiotics and DAGUSIBU through leaflet media. The term DAGUSIBU is one of the efforts of education and learning to the community to increase understanding, concern and public awareness related to the use of drugs appropriately and correctly. The purpose of this activity is to provide information to the public about the dangers of improper use of antibiotics. Community service activities are conducted in the form of counseling and video playback DAGUSIBU antibiotic use. Measurement of the success of the activity was carried out by providing pretests and postets to PKK mothers and Posyandu cadres. Calculation of the total percentage of people who can answer the question correctly. From the results of data processing, it is known that there is an increase in public understanding and knowledge related to antibiotic resistance after being given a 36.67% ignition.