Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PERAMALAN PERMINTAAN PRODUK KERTAS MENGGUNAKAN METODE PERAMALAN LINIER DAN METODE EKSPONENSIAL DI PT. INDAH KIAT SERANG Lidia Olga
Journal of Management and Industrial Engineering (JMIE) Vol. 2 No. 1 (2023): MARET
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.484 KB)

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh PT. Indah Kiat Serang adalah diperlukannya metode yang dapat disistemkan yang sesuai dengan pola data penjualan dalam pengendalian persediaan. Hasil analisis data penjualan yang digunakan sebagai data peramalan, fakta menunjukkan bahwa data penjualan kecenderungan trend. Oleh karena itu penulis akan melakukan penelitian mengenai pengendalian persediaan pada PT. Indah Kiat menggunakan data masa lalu selama ± 5 tahun. Untuk meramalkan jumlah permintaan barang yang disediakan pada periode berikutnya menggunakan metode linier dan metode Exponensial. Harapannya sistem ini mampu menentukan persediaan yang optimal. Optimal berarti memiliki jumlah yang pas, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan diperoleh hasil untuk peramalan permintaan produk kertas tahun 2020 dengan menggunakan metode linier adalah sebesar 89.576 ton sedangkan menggunakan metode eksponensial sebesar 89.571,8 ton. Adapun metode peramalan yang sebaiknya digunakan adalah metode linier karena memiliki terkecil yaitu SEE Metode Linier = 673,87 dan untuk SEE Metode Eksponensial = 678,109 sehingga peramalan yang digunakan adalah menggunakan metode linier. Oleh karena itu peramalan permintaan tahun 2020 dengan menggunakan metode linier adalah sebesar 89.576 ton.
ANALISIS BEBAN KERJA KARYAWAN DENGAN PENDEKATAN METODE ROOT CASE ANALYSIS (RCA) FISHBONE PADA PT. JASA PERALATAN PELABUHAN INDONESIA CABANG PANJANG BANDAR LAMPUNG Indra Sandi Winada; Dominikus Djago Djoa; Lidia Olga
Journal of Management and Industrial Engineering (JMIE) Vol. 2 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktifitas kerja dapat dikelompokan menjadi dua komponen yaitu aktifitas fisik dan aktifitas pikiran. Aktifitas fisik merupakan kegiatan yang menggunakan otot. Sedangkan aktifitas menggunakan otak/pikiran sebagai pencetus. Kedua aktifitas ini merupakan merupakan kegiatan yang sangat mustahil dipisahakan karena setiap aktifitas akan melakukan dua kegiatan ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah menganalisis beban kerja terhadap karyawan dengan menggunakan metode routcase analysisfishbone. Root cause analysis (RCA) merupakan suatu tools yang dirancang untuk mengetahui akar penyebab permasalahan suatu insiden tertentu didasarkan dengan kausalitas dalam suatu proses (De Cravalho, 2008). RCA adalah berfungsi untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan permasalahan yang dikaji menjadi penyebab terjadinya sesuatu pada sebuah peristiwa ataupun insiden. Fishbone analysis dapat berfungsi sebagai pengidentifikasian penyebab-penyebab yang mungkin timbul dari satu spesifik masalah dan kemudian memisahkan akar penyebabnya, memungkinkan juga untuk mengidentifikasi solusi yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut (bisa lebih dari satu masalah). Dari data X dan Y menghasilkan nilai rHitung > (lebih besar) dari rTabel bahwa data tersebut dikategorikan validitas serta berkaitannya dengan ishikawa yaitu terhadap beban kerja karyawan dan juga kinerja baik itu menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan pada olah data SPSS.
Developing a digital marketing–driven hybrid entrepreneurship model for wood waste craft MSMEs Pipiet Mutiara Tri S; Taufik Rahman; Lidia Olga
International Journal of Applied Finance and Business Studies Vol. 13 No. 4 (2026): March: Applied Finance and Business Studies
Publisher : Trigin Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijafibs.v14i4.445

Abstract

This study aims to design a hybrid entrepreneurship model based on digital marketing tailored to the needs of small-scale woodcraft MSMEs in rural areas. A mixed-methods approach was employed through a survey of 75 respondents and Focus Group Discussions (FGDs). The findings indicate that while entrepreneurs exhibit strong motivation and basic managerial capabilities, their digital literacy and use of online marketing channels remain limited. This reveals a readiness gap between intention and digital competence. In response, a conceptual model was formulated at Technology Readiness Level (TRL) 2, comprising four components: internal entrepreneurial readiness, integration of hybrid marketing channels (offline and online), mechanisms for training and mentoring, and strategic outcomes in the form of increased literacy and competitiveness. The model was developed modularly and grounded in field data, offering a framework for targeted interventions in training programs and policy design for digitally empowered MSME development.