Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KINERJA LINGKUNGAN PADA INDUSTRI KAYU MENGGUNAKAN METODE GREEN PRODUCTIVITY Herdian Dwimas; Yasmin Zulfati Yusrina; Aryati Muhaymin Marali; Arwin Arwin
Sebatik Vol. 27 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i1.2278

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah lingkungan yang dihadapi PT SLJ Global, Tbk, sebuah perusahaan kayu lapis di Samarinda, Kalimantan Timur, seiring dengan peningkatan volume produksinya untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Dibutuhkan solusi agar produktivitas dan kinerja lingkungan meningkat secara bersamaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi aspek yang berpengaruh terhadap produktivitas dan kinerja lingkungan, mengukur tingkat produktivitas dan kinerja lingkungan, menentukan alternatif perbaikan berdasarkan Green Productivity Index (GPI), dan memberikan usulan perbaikan agar dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja lingkungan dengan Green Productivity. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan beberapa tahapan. Termasuk didalamnya yaitu pengukuran produktivitas dan Environmental Performance Indicator (EPI) serta perhitungan GPI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas dan kinerja lingkungan PT SLJ Global, Tbk masing-masing sangat dipengaruhi oleh besaran input yang diberikan oleh perusahaan dan utilitas UPL. Produktivitas dan kinerja lingkungan PT SLJ Global, Tbk saat penelitian ini dilakukan sudah cukup baik, namun masih dapat ditingkatkan melalui beberapa perbaikan. Alternatif perbaikan 2 yang memiliki nilai GPI terbesar dipilih. Usulan perbaikan yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan penambahan bak filtrasi pada unit kolam aerasi, dengan kecepatan filtrasi 0,2 m3/jam atau 144 m3/bulan, serta penambahan unit produksi palet dengan kapasitas 268 m3/bulan. Estimasi kenaikan produktivitas serta pengurangan limbah padat dan cair apabila ini diterapkan masing-masing adalah sebesar 0,093% dan 47,9%.
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN BAHAN BAKAR ETANOL BENSIN TERHADAP TEMPERATUR DAN LAMA NYALA API PADA PEMBAKARAN DROPLET Arwin Arwin; Aryati Muhaymin Marali; Herdian Dwimas; Yasmin Zulfati Yusrina
Sebatik Vol. 27 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i1.2281

Abstract

Etanol merupakan salah satu bahan bakar nabati yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif pengganti atau campuran pada bahan bakar bensin. Namun dalam penggunaannya harus memperhatikan beberapa hal karena etanol memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda dengan bensin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran bahan bakar etanol bensin terhadap temperatur dan lama nyala api pada pembakaran droplet. Melalui penggunaan metode eksperimental bahan bakar etanol dan bensin dicampurkan dengan komposisi etanol dalam bensin sebesar 10% (E10), 20% (E20), 30% (E30), 40% (E40) dan 50% (E50) persentase dihitung berdasarkan volume. Selanjutnya droplet tiap komposisi campuran bahan bakar dilakukan pengujian pembakaran droplet dengan meletakkan pada thermocouple junction lalu di nyalakan dengan pemanasan dari nyala api pembakaran butan-udara pada cylindrical burner yang diletakkan di bawah flame ignitor cover. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase campuran etanol dalam bensin maka nilai maksimum temperatur api yang dihasilkan semakin rendah karena dipengaruhi oleh nilai kalor campuran bahan bakar. Semakin tinggi persentase campuran etanol dalam bensin maka semakin kecil nilai kalor campuran bahan bakar sehingga temperatur yang dihasilkan dari proses pembakaran akan semakin rendah. Sedangkan untuk lama nyala api paling singkat terjadi selama 1,15 detik pada E20 dan lama nyala api paling lama berlangsung selama 1,41 detik pada E50. Penambahan jumlah kadar etanol di atas 20% menunjukkan proses pembakaran droplet berlangsung lebih lama. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan kalor laten penguapan campuran bahan bakar yang cukup signifikan dan intensitas terjadinya fenomena microexplotion rendah menyebabkan kecepatan penguapan dan difusi campuran bahan bakar dengan udara (oksigen) lambat sehingga kecepatan pembakaran rendah.
Pengaplikasian Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya 100 WP di RT 22 Kelurahan Sungai Nangka Kota Balikpapan Herdian Dwimas; Arwin; Aryati Muhaymin Marali; Yasmin Zulfati Yusrina; Subur Mulyanto
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi November
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumber energi terbarukan yang mulai berkembang saat ini adalah energi matahari/ tenaga surya, hal ini dikarenakan keunggulan yang ditawarkan yaitu ramah terhadap lingkungan. Proses peralihan dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan (tenaga surya) tentunya tidak dapat berlangsung begitu mudah dan cepat, melainkan membutuhkan proses yang berkesinambungan yang melibatkan banyak stakeholder, seperti masyarakat, swasta, dan pemerintah. Aplikasi tenaga surya yang paling sederhana dan dapat diaplikasikan langsung ke masyarakat adalah Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis tenaga surya. Masyarakat RT 22 Kelurahan Sungai Nangka Kota Balikpapan menghadapi permasalahan berupa kurangnya penerangan jalan di salah satu jalan. Minimnya pengetahuan warga RT 22 mengenai cara pembuatan, pemilihan komponen-komponen berdasarkan perhitungan beban yang akan digunakan, serta pemasangan instalasi maupun cara perawatan menjadi kendala bagi warga untuk memanfaatkan PJU berbasis tenaga surya. Luaran dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu warga melakukan instalasi PJU berbasis tenaga surya serta membagikan ilmu terkait instalasi PJU tenaga surya menggunakan panel surya 100 watt peak.
Characteristics of Banana Peel and Orange Peel Biobriquettes as Alternative Energy Aryati Muhaymin Marali; Yudi Kurniawan; Arwin Arwin; Herdian Dwimas; Yasmin Zulfati Yusrina
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3849

Abstract

Leftover banana peels and orange peels are organic waste that can be used as a raw material for alternative energy in the form of biobriquettes. The high consumption of bananas and oranges in Balikpapan City has led to an increase in the amount of fruit peel waste, necessitating efforts to utilize this waste in a more optimal and environmentally friendly manner. This study aims to analyze the characteristics of biobriquettes made from banana peels and orange peels based on their calorific value, water content, and ash content, in accordance with SNI No. 1/6235/2000 standards. The research method employed was an experimental approach, utilizing varying particle sizes of 60 and 80 mesh, varying amounts of tapioca starch adhesive of 5% and 10%, and varying molding pressures of 2 tons and 4 tons. The stages of briquette production include drying, carbonization, charcoal refining, filtering, mixing the adhesive, molding, and re-drying. The study results showed that the best variation was obtained in 80 mesh briquettes with 5% adhesive and 4 tons of pressure, resulting in a calorific value of 6188.7 Cal/g, a moisture content of 6.27%, and an ash content of 7.42%. These results indicate that finer particles and higher molding pressure can improve briquette quality, as they produce a denser and more homogeneous structure, resulting in a more efficient combustion process. Meanwhile, excessive use of adhesive results in increased moisture and ash content and reduces the briquette’s calorific value. The results indicate that banana and orange peel waste have promising potential to be developed as a sustainable and environmentally friendly alternative energy source.
Analisis Global Warming Pottential Pada Kegiatan Overhaul Engine Menggunakan Life Cycle Assessment di PT. United Tractors Balikpapan Ida Bagus Dharmawan; Aryati Muhaymin Marali; Rafsandy Esa Maulidan
JURNAL ALAT BERAT Vol 3 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Politeknik Negeri Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jab.v3i1.48

Abstract

Kegiatan overhaul engine di industri perawatan alat berat berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca akibat penggunaan energi listrik dan solar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Global Warming Potential (GWP) dari proses overhaul engine di PT. United Tractors Cabang Balikpapan dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) ruang lingkup gate to gate. Data diperoleh melalui inventarisasi input energi pada setiap tahap proses, kemudian dihitung menggunakan faktor emisi listrik grid Indonesia sebesar 0,79 kg CO₂eq/kWh. Hasil penelitian menunjukkan total GWP per siklus overhaul engine sebesar 2,853 kg CO₂eq, dengan kontribusi terbesar berasal dari tahap washing (1,008 kg CO₂eq atau 35%) dan prewashing (0,881 kg CO₂eq atau 31%). Tahap assembly, disassembly, dan painting masing-masing menyumbang 17%, 12%, dan 5%. Dengan rata-rata tiga kali overhaul per bulan, emisi tahunan diperkirakan mencapai 100,8 kg CO₂eq. Nilai ini tergolong kecil dibandingkan target nasional emisi gas rumah kaca Indonesia pada tahun 2030 sebesar 1.805 Mt CO₂eq. Meskipun demikian, evaluasi emisi pada tingkat operasional tetap penting sebagai langkah mitigasi, terutama jika aktivitas serupa dilakukan secara masif. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui peningkatan efisiensi energi peralatan serta penggantian solar dengan water-based degreaser untuk menekan emisi VOC.