Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PENULARAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DESA KUDUGEDE Reza Dewi Lestari; Cecep Heriana; Rany Muliany Sudirman
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 1 No 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.454 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.8112208

Abstract

Background: COVID-19 has affected more than 2-3 million people in 185 countries around the world. Based on the number of COVID-19 cases in Kuningan Regency, there were 16.482 cases and in Kadugede District there were 25 cases. The high rate of transmission of the COVID-19 virus causes anxiety among the public. Coping with anxiety levels well requires a coping mechanism. The purpose of this study was to determine the relationship between coping mechanisms and the level of anxiety regarding the transmission of COVID-19 in the people of Kadugede Village, Kadugede District, Kuningan Regency in 2021. Methods: The type of research used was quantitative analytical cross sectional. The total population in this study was 4521 people with a sample of 98 respondents taken using thetechnique Proportionate Stratified Random Sampling. The instrument used is a questionnaire, with an assessment of thestatistical test Spearman rank. Results: The results showed that most of respondents had maladaptive coping mechanisms (51%) and almost most of the respondents had very severe levels of anxiety (39.8%). The results of statistical tests with the spearman rank test showed pvalue = 0.003. Conclusion: There is a significant relationship between coping mechanisms and the level of anxiety regarding the transmission of COVID-19 in the people of Kadudege Village, Kadugede District, Kuningan Regency in 2021, with p value = 0.003.Suggestion: Are expected that the community can reduce anxiety levels with good coping mechanisms.
HUBUNGAN METODE PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN TINGKAT STRESS MAHASISWA Nonny Yulia Sabrina; Cecep Heriana; Nanang Saprudin
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 1 No 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.252 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.8112221

Abstract

Background: Changes in Learning Methods to Online in the Covid-19 Pandemic Period experienced several obstacles including inadequate networks, more lecture assignments resulting in students experiencing Stress Levels. The purpose of this study was to determine the relationship between online learning methods during the COVID-19 pandemic and the stress level of S1 Nursing students at the Institute Of Health Sciences Kuningan in 2021. Methods: This type of research uses descriptive analytic with cross sectional design. The study population was 573 with a research sample of 220. The sample technique used proportionate stratified random sampling. The analysis was performed with univariate and bivariate using chi-square test. Results: Less effective online learning methods are 126 (57.3%) with moderate stress levels as much as 92 (41.8%) and effective online learning methods as many as 94 (42.7%) with mild stress levels as much as 84 (38.2 %). For bivariate results, the p value = 0.002. There is a relationship between online learning methods during the covid-19 pandemic and the stress level of S1 Nursing students at the Institute Of Health Sciences Kuningan in 2021. Conclusions: Become an evaluation material for institutions so that learning methods are more interesting and not boring, such as the ability to use technology by playing videos of learning materials. Also, uniting perception and concentration so that students can easily adapt and understand the material easily.
STUDI EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF PENYAKIT DIARE DI PUSKESMAS SUNYARAGI KOTA CIREBON Cinthya Apri Hapsari; Cecep Heriana
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.111

Abstract

Diare merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak kurang dari 5 tahun dan menjadi penyakit endemis yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Angka kesakitan akibat diare di Indonesia pada tahun 2019 pada semua umur sebesar 270 per 1.000 penduduk dan pada balita sebesar 843 per 1000 penduduk, sedangkan di Kota Cirebon kejadian Diare pada tahun 2018 sebanyak 789 kasus termasuk di Kecamatan Sunyaragi. Belum diketahui dilakukan analisis Epidemiologi Deskriptif penyakit Diare di Kota Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif dengan pendekatan epidemiologi deskriptif dengan variabel distribusi berdasarkan waktu, tempat dan orang. Jenis data sekunder yang diambil dari laporan Puskesmas Sunyaragi periode Januari sampai dengan Oktober 2019. Analisis data deskriptif berdasarkan waktu menggunakan grafik time series, tempat menggunakan peta dan distribusi orang (umur, jenis kelamin) menggunakan grafik Histogram. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan waktu paling tinggi terjadi pada bulan januari (42 kasus) dan paling rendah terjadi pada bulan September, berdasarkan tempat yaitu yang paling tinggi terjadi di RW 02 (65 kasus) dan paling rendah terjadi di RW 11 (2 kasus), berdasarkan karakteristik umur yaitu sebagian besar terjadi pada kelompok umur 15-44 tahun (92 kasus) dan terendah pada kelompok umur 0-12 bulan (10 kasus), berdasarkan jenis kelamin sebagian besar terjadi pada perempuan (51%). Simpulan : kejadian diare cenderung menurun dari Januari ke Oktober, tersebar di semua wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi, sebagian besar pada usia dewasa dan perempuan. Saran bagi Puskesmas Sunyaragi perlu kewaspadaan akan terjadi KLB Diare pada akhir tahun dan awal tahun.
ANALISIS FAKTOR PREDISPOSISI DENGAN KEJADIAN PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSUD 45 KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 Vica Novalia; Cecep Heriana; Moch Didik Nugraha
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.112

Abstract

Gangguan jiwa menjadi masalah serius baik secara global maupun nasional, regional bahkan pada tingkat lokal. Gangguan jiwa di Kabupaten Kuningan terus meningkat setiap tahunnya, termasuk yang melakukan perawatan di Rumah Sakit, 40% diantaranya pasien dengan perilaku kekerasan. Pasien yang dirawat dirumah sakit dengan diagnosa yang sama mempunyai faktor predisposisi yang berbeda beda, faktor predisposisi yang berbeda ini merupakan informasi yang penting untuk dijadikan dasar pedoman asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Faktor Predisposisi dengan Kejadian Perilaku Kekerasan pada Pasien Gangguan Jiwa di RSUD 45 Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Jenis Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh pasien jiwa dari bulan januari - maret sebanyak 68 orang. Sampel penelitian ini adalah seluruh Pasien jiwa di RSUD 45 Kabupaten Kuningan yaitu sebanyak 68 responden dan diambil dengan Teknik total sampling Data dari pasien dan di konfirmasi ke keluarganya diperoleh melalui kuesioner, data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Analisis Bivariat faktor biologis ρ value = 0,002, faktor psikologis ρ value = 0,004, faktor sosial budaya ρ value = 0,003. Kesimpulan : terdapat hubungan faktor biologis, faktor psikologis dan faktor sosial budaya terhadap perilaku kekerasan pasien gangguan jiwa di RSUD 45 Kabupaten Kuningan tahun 2019. Saran Bagi pasien serta keluarga diharapkan menjalankan setiap instruksi yang diberikan oleh perawat atau tim medis selama menjalani perawatan. Keluarga sebaiknya memberikan dukungan secara tepat selama perawatan di rumah sehingga mengurangi adanya kekambuhan pada waktu yang akan datang
HUBUNGAN TINGKAT KESIAPAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN DEPRESI SELAMA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS CIWARU KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 Russiska Russiska; Cecep Heriana; Maryana Maryana
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.129

Abstract

Saat Kehamilan, perubahan hormon bisa mempengaruhi kimia otak yang berhubungan dengan depresi dan kecemasan pada ibu hamil. Depresi saat kehamilan merupakan gangguan mood sama dengan gangguan klinis. Depresi pada kehamilan disebabkan banyak hal, mulai dari perubahan hormon, perubahan kondisi fisik sampai dengan dukungan suami pada saat hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat kesiapan dan dukungan suami dengan depresi selama kehamilan pada ibu hamil di Puskesmas Ciwaru Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Metode penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan tingkat kesiapan ibu hamil yang tidak siap dengan kehamilannya sebanyak 31 responden (59,6%), dan suami yang tidak mendukung sebanyak 27 responden (50,9%). Analisis menggunakan uji chi-square diperoleh tingkat kesiapan menunjukkan ρ-value = 0,009, dan dukungan suami menunjukkan ρ-value = 0,033. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesiapan dan dukungan suami dengan depresi selama kehamilan. Diharapkan ibu hamil memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu sebelum terjadi kehamilan, agar lebih siap pada saat hamil. Perlu adanya dukungan suami yang lebih ketika istrinya hamil karena ibu hamil sangat membutuhkan dukungan emosional serta dukungan fisik seperti penilaian, informasi dan finansial terutama pada saat masa kehamilan.
STUDI EPIDEMIOLOGI PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DAN KESEHATAN REPRODUKSI : ANALISIS DATA PROFIL KESEHATAN DESA CIBERUNG KECAMATAN SELAJAMBE KAB. KUNINGAN Siti Nunung Nurjannah; Cecep Heriana
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.131

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Reproduksi menjadi fokus pembangunan kesehatan terutama terkait dengan 1000 hari pertama kelahiran (HPK) yang menjadi fokus pemerintah dalam pencegahan stunting. Data KIA-KR di Kecamatan Selajambe sudah tersedia berdasarkan hasil Survei Dasar Kesehatan Masyarakat (SDKM) tahun 2019 dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu Desa Ciberung. Belum dilakukan analisis dan kajian terhadap hasil SDKM bidang KIA-KR di Desa Ciberung. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan epidemiologi deskriptif dengan variabel distribusi berdasarkan tempat persalinan, waktu pemeriksaan ANC, karakteristik orang yaitu usia ibu, bayi baru lahir, ASI eksklusif, MP ASI dan penggunaan alat kontrasepsi. Jenis data sekunder yang diambil dari Profil Kesehatan Desa Ciberung tahun 2019. Analisis data deskriptif menggunakan persentase yang disajikan dalam diagram pie dan histogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan waktu pemeriksaan ANC yaitu 85,83% rutin, tempat persalinan sebagian 26,77% di Puskesmas, 60,63% usia 21-35 tahun, 88,98% waktu kehamilan >9 bulan, 90% Berat Bayi Lahir >2500 gr, 81% ASI eksklusif, dari yang tidak ASI eksklusif diberikan makanan tambahan 58% dengan susu formula dan 62,24% wanita menikah usia 15-54 tahun mengikuti program KB. Aspek pelayanan KIA-KR berdasarkan studi epidemiologi deskriptif menunjukan capaian yang baik. Saran bagi Puskesmas Selajambe dan Desa Ciberung perlu meningkatkan kualitas program melalui kerjasama dengan berbagai pihak.
EPIDEMIOLOGICAL CONTACT (EPICONTACT) INVESTIGATION OF COVID-19 AT ISLAMIC BOARDING SCHOOLS IN KUNINGAN REGENCY, INDONESIA Cecep Heriana; Faridah Binti Moh. Said; Farzana Yasmin; Dieta Nurrika; Purwo Setiyo Nugroho
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 18 No. 3 (2023): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v18i3.2023.395-408

Abstract

Introduction: COVID-19 has spread throughout the world with more than 61, 27 million patients infected, including in education clusters that implement boarding schools. Contact investigations on the cluster are necessary to control the spread of the virus. Aims: To describe the epidemiological contact pattern of investigation results in the Islamic Boarding School cluster in Kuningan Regency. Methods: The design of this study is descriptive with epidemiological approach. The population is  all students of Pondok Pesantren X, as many as 164 students, a sample of 157 students who are positive for COVID-19, and research instrument for the COVID-19 outbreak is investigation form, the variables studied included age, gender, symptoms, duration of contact, number of contacts, number of contact groups and place of contact. Result: Univariate data analysis with epi-contact analysis show: sex: 33.3% male, 60.03% female, average age 15.05 years, the average number of contacts 3.25 people, the average number of male contacts 2.62 and female 3.39, number of male contact groups 41, number of female contact groups 91. Age of value p=0.037. Conclusions: Contact pattern conclusions are mostly in  female with the number of contacts between 3-4 people and age is related to the number of contacts. Limiting contact when there is suspicion is necessary to prevent transmission.
Bivariate Analysis of Factors Related to Medication Adherence in Tuberculosis Patients Daa Husaeni; Cecep Heriana; Fitri Kurnia Rahim; Lely Wahyuniar
Jurnal Medisci Vol 3 No 6 (2026): Vol 3 No 6 June 2026
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/medisci.v3i6.1170

Abstract

Background. Tuberculosis (TB) is still a major public health problem in Indonesia, with a significant trend of increasing cases in recent years. The success of TB treatment is highly dependent on the patient's compliance in taking Anti-Tuberculosis Drugs (OAT) regularly and completely. Purpose. This study aims to analyze factors related to medication adherence to tuberculosis patients in the working area of the Darma Health Center, Kuningan Regency. Method. This study uses an observational analytical design with a bivariate approach. The sampling technique used a total sampling of 90 TB patients. Data was collected using standardized questionnaires that had been tested for validity and reliability, then analyzed using Chi-Square and Odds Ratio (OR) tests. Results. The results showed that family support, access to health facilities, attitudes, and knowledge levels had a significant relationship with medication adherence (p < 0.05). Lack of family support increased the risk of non-compliance by 6.7 times, difficult access to health facilities increased the risk by 7.1 times, less positive attitudes by 5.9 times, and lack of knowledge by 11 times. Meanwhile, the role of health workers and motivation did not show a significant relationship with medication adherence. Conclusion. The conclusions of this study confirm that social, behavioral, and cognitive factors have an important role in determining TB treatment adherence. Implementation. TB control interventions need to focus on improving patient education, strengthening family support, and improving access to health services to increase the success of tuberculosis treatment.