Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sinergi Kepemimpinan Kolaboratif dan Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus IV Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan Ni Made Ary; Anak Agung Gede Agung; Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4330

Abstract

Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepemimpinan kolaboratif dan supervisi akademik memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi guru untuk meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara kepemimpinan kolaboratif dan supervisi akademik dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar Gugus IV, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode survei yang melibatkan guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif dan supervisi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Hal ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang melibatkan kolaborasi serta supervisi akademik yang efektif dapat meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran. Penelitian ini memberikan implikasi bagi kepala sekolah dan pengawas pendidikan dalam mengembangkan strategi kepemimpinan dan supervisi yang lebih efektif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Peran Data Pokok Pendidikan dalam Pemetaan Kelinearitas Guru Muatan Lokal Bahasa Bali serta Seni Budaya pada Satuan Pendidikan Ni Putu Angara Wati; I Made Yudana; Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dalam pemetaan kelinieritas guru muatan lokal Bahasa Bali dan Seni Budaya pada satuan pendidikan. Kelinieritas guru menjadi indikator penting dalam menjamin kualitas pembelajaran berbasis kearifan lokal, karena kesesuaian latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diampu berpengaruh langsung terhadap efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen Dapodik dan kebijakan pendidikan daerah. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2020) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dapodik berperan strategis dalam menyediakan data valid mengenai distribusi guru, latar belakang pendidikan, serta kesesuaian bidang keahlian dengan mata pelajaran muatan lokal. Namun, tingkat kelinieritas guru masih rendah, di mana banyak guru yang ditugaskan mengajar Bahasa Bali dan Seni Budaya tidak memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara data Dapodik dan kebijakan pendidikan daerah sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pemetaan kelinieritas guru. Keberadaan Dapodik tidak hanya mendukung tata kelola administrasi pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal melalui peningkatan kualitas pembelajaran.
Pemanfaatan Ruang GTK dalam Meningkatkan Efektivitas Supervisi Akademik Guru Musdarwinsyah; I Made Yudana; Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7820

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam meningkatkan efektivitas supervisi akademik guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berdasar studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik lebih efektif dilaksanakan saat instansi menerapkan penggunaan ruang GTK. Supervisi akademik ini juga berperan mengembangkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran, pelaporan administrasi, dan lainnya. Meskipun demikian, penerapan penggunaan ruang GTK seiring dengan perkembangan tranformasi digital dunia pendidikan masih menghadapi kendala. Adapun kendala yang dihadapi seperti keterbatasan infrastruktur, sistem kebijakan manajerial, dan kecakapan pendidik dalam transformasi digital.
Pemanfaatan Rumah Pendidikan sebagai Wadah Pengembangan Profesional Guru dalam Manajemen Sekolah Ketut Aries Indrayani; I Made Yudana; Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Rumah Pendidikan sebagai wadah pengembangan profesional guru dalam konteks manajemen sekolah. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana platform digital ini mendukung peningkatan kompetensi guru, memperkuat budaya kolaborasi, serta menyediakan data terintegrasi bagi kepala sekolah dalam perencanaan dan evaluasi program. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi literatur dan analisis dokumen kebijakan pendidikan. Data diperoleh dari sumber resmi Kemendikbudristek, jurnal pendidikan, serta laporan terkait transformasi digital di sektor pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Pendidikan, melalui layanan Ruang GTK, Rapor Pendidikan Daerah, dan Portal Satu Data, berperan penting dalam mendukung guru untuk belajar berkelanjutan, melakukan refleksi kompetensi, serta berbagi praktik baik melalui komunitas digital. Di sisi lain, kepala sekolah dapat memanfaatkan data terintegrasi untuk pengambilan keputusan berbasis bukti, sehingga manajemen sekolah menjadi lebih sistematis dan adaptif. Faktor pendukung implementasi meliputi kebijakan afirmatif Kemendikbud, akses teknologi, dan partisipasi aktif guru, sedangkan hambatan utama terletak pada keterbatasan literasi digital, infrastruktur di daerah 3T, serta resistensi sebagian guru terhadap perubahan.
Material Requirements for Computer-Assisted Inquiry Models Development in Investment Assessment Learning Ni Luh Gede Erni Sulindawati; Luh Indrayani; Made Arie Wahyuni
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v11i1.54014

Abstract

In the current era of digital literacy, graduates are required to be able to compete in business while being able to overcome information technology problems. One way to increase student competency is by providing competency in selecting business decisions through the learning process. This research aims to identify the inquiry learning model material with the help of computer media. This type of research is qualitative. The method used in this research refers to Sugiono. The research subjects of this study were company managers, lecturers of financial management courses, validation experts regarding the content, appearance, and learning models developed, and accounting students who were taking financial management courses. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results of this study identified the material of the computer-assisted inquiry learning model of investment assessment learning media, including the level of profit and risk, working capital and capital structure, as well as the cost of capital and capital structure. The method used is Payback Period, Average Rate of Return, Net Present Value, and Internal Rate of Return. The learning model that can be used is a computer-assisted inquiry learning model that contains inquiry learning model syntax, materials, worksheets, and power points.
The Relationship between Instructional Leadership, Understanding of Tri Kaya Parisudha Values, Work Motivation, and Work Commitment on Teacher Performance Komang Budiad; Ni Luh Gede Erni Sulindawati; Basilius Redan Werang
Journal of Education Action Reseach Vol 10 No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v10i1.111349

Abstract

Teacher performance in instructional implementation continues to face challenges in the areas of planning, execution, and evaluation, which in turn affect overall educational quality. This study aims to analyze the relationships between principals’ instructional leadership, teachers’ understanding of the Tri Kaya Parisudha values, work motivation, and work commitment with teacher performance. A quantitative approach employing an ex post facto research design was adopted, involving 103 teachers as research participants. Data were collected through validated and reliable questionnaires and analyzed using multiple linear regression techniques. The results indicate that, both partially and simultaneously, instructional leadership, understanding of Tri Kaya Parisudha values, work motivation, and work commitment demonstrate significant and strong relationships with teacher performance. Each independent variable remained significantly associated with teacher performance after controlling for the effects of other predictors. The highest partial correlations were observed for instructional leadership and understanding of Tri Kaya Parisudha values, underscoring their substantial independent contributions to explaining variations in teacher performance. These findings highlight the strategic importance of strengthening value-based leadership rooted in local wisdom, enhancing teacher motivation, and fostering professional commitment as key pathways to improving teacher performance. The study offers practical implications for schools in designing sustainable teacher development programs oriented toward values-based leadership and continuous improvement of instructional quality.
Tri Hita Karana Leadership, Work Motivation, Work Climate, and Work Morale on Teacher Performance Ni Made Wirawati; Basilius Redan Werang; Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Journal of Education Action Reseach Vol 10 No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v10i1.111350

Abstract

Teacher performance is a key factor in determining the quality of education, but various phenomena in the field suggest it is not fully optimal. This condition is related to the principal's leadership, work motivation, work climate, and teacher morale. This study aims to analyze the influence of Tri Hita Karana-based leadership, work motivation, work climate, and work morale on teacher performance in junior high schools. This study is an ex post facto, quantitative study with all teachers as the research sample. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive and inferential statistics through simple and multiple linear regression. The results showed that the four variables, partially and simultaneously, had a positive and significant effect on teacher performance, with a joint contribution of 52.3%. This finding confirms that improving teacher performance can be achieved through the implementation of Tri Hita Karana-based leadership supported by high work motivation, a conducive work climate, and strong work morale. This study highlights the importance of strengthening locally rooted leadership and fostering a harmonious work environment as strategies to improve the quality of education continuously.
Learning Discipline, Achievement Motivation, Intellectual Intelligence, and Teachers' Pedagogical Competence on Students' Science Learning Outcomes Ni Ketut Sulastri; Ni Luh Gede Erni Sulindawati; Ni Wayan Sukerti
Journal of Education Action Reseach Vol 10 No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v10i1.111352

Abstract

Science learning outcomes have not yet achieved optimal levels, as reflected in students’ low learning motivation and engagement. This condition is associated with internal student factors namely learning discipline, achievement motivation, and intellectual intelligence as well as an external factor represented by teachers’ pedagogical competence. This study aims to examine the contribution of these four factors to science learning outcomes, both partially and simultaneously. A quantitative approach employing an ex post facto research design was utilized. The study population consisted of 235 eighth-grade students, from which 148 participants were selected using the Krejcie and Morgan sampling table. Data were collected through Likert-scale questionnaires and documentation of students’ end-of-semester summative assessment scores. Data analysis involved simple regression, multiple linear regression, and partial correlation techniques after meeting the required statistical assumptions. The findings indicate that learning discipline, achievement motivation, intellectual intelligence, and teachers’ pedagogical competence each make significant contributions to science learning outcomes, both individually and collectively. These results underscore the importance of strengthening students’ internal learning factors in alignment with the continuous enhancement of teachers’ pedagogical competence. The study implies that structured pedagogical interventions are essential to optimize science learning outcomes.
The Relationship Between Transformational Leadership, Work Motivation, School Culture, and Work Ethic with the Performance Abid Rahman; Ni Luh Gede Erni Sulindawati; Basilius Redan Werang
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 10 No 1 (2026): February
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jere.v10i1.111926

Abstract

The low level of teacher performance in one school indicates the need to identify determinant factors influencing such performance. The suboptimal roles of leadership, work motivation, school culture, and work ethic are presumed to contribute to variations in teachers’ performance outcomes. This study aims to comprehensively analyze, evaluate, and examine the relationships and contributions of transformational leadership, work motivation, school culture, and work ethic to teacher performance.This research employed a quantitative approach using an ex-post facto method with a correlational design. The population consisted of 258 teachers, with a sample of 157 teachers selected through proportional random sampling. A total of 151 completed questionnaires were returned and analyzed. Data were collected using a closed-ended Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis procedures included assumption testing, Spearman correlation analysis, and ordinal regression. The findings indicate that transformational leadership and work ethic have a positive and statistically significant relationship with teacher performance, with work ethic emerging as the most dominant variable. In contrast, work motivation and school culture were not statistically significant predictors in the regression model. Simultaneously, the four variables collectively contributed significantly to teacher performance. The study concludes that strengthening work ethic and transformational leadership constitutes the primary strategy for improving teacher performance. Practically, professional development initiatives should prioritize the cultivation of teachers’ work character and the enhancement of principals’ leadership quality.
Peran Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas Sekolah Dasar Ni Luh Putu Indriyani; Ni Luh Gede Erni Sulindawati; Basilius Redan Werang
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni- Juli 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i4.9093

Abstract

Seiring dengan pergeseran waktu, implementasi pembelajaran beralih dari yang berpusat pada guru (teacher centric) menjadi berpusat pada siswa. Permasalahan yang terjadi pengetahuan matematika dinilai sulit dipahami karena sifatnya yang abstrak. Hal ini menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengelola pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian menggunakan kajian literatur sistematis (Systematic Literature Review / SLR). Hasil penelitian menunjukkan guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai pengelola kelas, motivator, fasilitator, mediator, evaluator, dan teladan bagi peserta didik. Berbagai peran tersebut saling berkaitan dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan mampu membangkitkan motivasi belajar siswa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan guru memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar melalui pengelolaan kelas yang efektif, penggunaan metode dan media pembelajaran yang menarik, pemberian motivasi dan penguatan positif, pelaksanaan evaluasi yang berkelanjutan, serta pengembangan kompetensi profesional.