Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature review: Menginduksikan Nilai-Nilai Budaya Minang dalam Proses Konseling Affan Yusra; Kheylyla Adha Pierda; Ermida Lestari; Harti Zakia Nopitri; Nurnilamsari Nurnilamsari; Sinta Nurzulina Putri
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3160

Abstract

Among the many ethnic groups in Indonesia, the largest ethnic group in Indonesia, one of which is the Minangkabau. As we understand, Indonesia is a country that has a diversity of values ​​and culture in everyday life. The activities of human life are certainly inseparable from the obstacles or obstacles that occur, therefore counseling services are present in the midst of life to provide assistance, both individually and in groups, so that obstacles that occur are resolved by mutual agreement between the counselor and the client. Minangkabau cultural values ​​have harmony in the process of counseling services, such as the value of deliberation, the value of giving awards to others, and the value of conscientiousness. With this alignment, it is hoped that the process of providing counseling services can run according to procedures without any obstacles. The interaction between the counselor and the counselee becomes interactive as a result of the harmony between Minang cultural values ​​and the counseling service process.
PENGARUH POLA ASUH OTORITER TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI PADA REMAJA Yulianti Yulianti; Nurnilamsari Nurnilamsari; Restu Amanda; Inda Novita Sari
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i3.12836

Abstract

Peran pola asuh sangat signifikan dalam proses merawat dan membimbing anak, mencakup beragam model dan sistem pengasuhan. Dalam situasi pola asuh otoriter, orang tua cenderung menerapkan hukuman fisik sebagai konsekuensi dari pelanggaran aturan anak. Dampaknya mencakup kesulitan adaptasi, perilaku agresif, kurangnya kreativitas, dan pembatasan dalam keterampilan sosial. Pola asuh otoriter juga dapat mempengaruhi tingkat ketidakbahagiaan, ketakutan, kesulitan memulai aktivitas, dan komunikasi yang kurang efektif, terutama pada anak perempuan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai dampak pola asuh otoriter memiliki relevansi yang penting untuk merancang strategi pendidikan dan pengasuhan yang lebih efektif demi perkembangan optimal anak. 
Peran Pendidikan Karakter Remaja Di Sekolah serta Implikasi Terhadap Layanan BK Berru Amalianita; Riana Eliza; Nurnilamsari Nurnilamsari; Ryan Pratama Putra; Dinny Rahmayanty; Utami Niki Kusnaini
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033326000

Abstract

Pendidikan karakter merupakan elemen yang sangat krusial dalam perkembangan setiap siswa, karena bertujuan menciptakan generasi muda yang memiliki nilai-nilai positif. Dalam era globalisasi yang semakin pesat ini, terjadi penurunan moral di kalangan siswa, yang sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, seperti kasus-kasus bullying antar siswa, ketidak disiplinan, konflik dengan guru, dan berbagai tindakan kenakalan lainnya. Maka dari itu, peran dari pendidikan karakter sangat penting dalam mengentaskan penurunan moral yang di kalangan siswa/siswi pada generasi saat ini. Tujuan dari penulisan artikel ini ialah untuk menganalisis peran karakter pendidikan disekolah maupun diluar sekolah bagi seluruh siswa. Penulisan ini menggunakan metode penelusuran literatur oleh 33 database elektronik, yakni Google Scholar dan Google Book. Penelitian dilakukan dari jurnal yang dipublikasikan antara tahun 2013-2023. Mendidik karakter peserta didik merupakan salah satu tugas penting dan tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh semua pihak. Semua individu berkewajiban untuk menjalankan pendidikan karakter. Pendekatan pendidikan karakter merupakan langkah awal yang sangat signifikan bagi setiap orang. Implementasi pendidikan karakter tidak hanya diaplikasikan di rumah, namun juga dapat diaplikasikan di lingkungan sekolah atau komunitas sekitarnya.