Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI KOMPRES LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU 2-3 HARI POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR KOTA TASIKMALAYA Heni Nurakilah
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v6i1.2438

Abstract

Penatalaksanaan pembengkakan payudara yang berdampak pada ketidaklancaran pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan terapi non-farmakologis, yaitu dengan kompres lidah buaya (aloe vera). Tujuan penelitian ini untuk efektivitas terapi kompres lidah buaya (aloe vera) terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya pada Bulan Januari s.d Februari 2022. Penelitian ini merupakan pre-eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Subjek penelitian sebanyak 40 orang ibu nifas 2-3 hari. Variabel kompres lidah buaya (aloe vera) terhadap kelancaran pengeluaran ASI di analisis menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui efektivitas sebelum dan sesudah pemberian kompres lidah buaya (aloe vera). Hasil penelitian diperoleh kelancaran pengeluaran ASI dengan nilai rerata posttest pada kelompok intervensi 9,10 dan nilai rerata posttest pada kelompok kontrol 6,70. Terapi kompres lidah buaya (aloe vera) menunjukan kelancaran pengeluaran ASI dengan rerata ±SD 9,20±0,304 (p=0,001). Simpulan: Pengompresan dengan lidah buaya (aloe vera) memiliki efektivitas terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu 2-3 hari post partum di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya.
The Edukasi Pendampingan Pola Asuh Keluarga Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Sri Lestari Kartikawati; Deden Indra Dinata; Heni Nurakilah; Fenti Fatmawati; Suherdin Suherdin; Baharudin Lutfi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i2.349

Abstract

Stunting pada balita berdampak besar pada kesehatan anak saat ini dan di masa mendatang. Faktor penyebab stunting antara lain pekerjaan ibu, tinggi badan ayah dan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, pola asuh, dan pemberian ASI eksklusif. Posyandu di RT 01 RW 12 di Desa Cinunuk memiliki kejadian stunting yang lebih tinggi dibandingkan dengan RW lain di Desa Cinunuk. Permasalahan stunting yang dihadapi oleh mitra meliputi beberapa faktor penyebab, seperti latar belakang pendidikan mayoritas lulusan SMA dengan tingkat pengetahuan tentang gizi yang masih rendah, pekerjaan penduduk mayoritas mengurus rumah tangga dan buruh harian lepas. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk menjawab permasalahan mitra melalui penyuluhan terkait pencegahan stunting pada balita, dengan tujuan agar masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita memahami pentingnya pencegahan stunting dengan pemantauan tumbuh kembang yang dilakukan setiap bulan di Posyandu. Metpde yang dilakukan adalah dengan penyuluhan langsung pola asuh keluarga, memberdayakan kader PKK Desa dan RW, demonstrasi pemberian nutrisi serta monitoring dan evaluasi. Pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di RW 12 Kelurahan Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dengan tema Pendidikan Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Mencegah Stunting pada Balita, dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya pola asuh yang diberikan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. pembangunan dalam upaya pencegahan stunting. . Stunting in toddlers has a major impact on children's health now and in the future. Factors causing stunting include mother's occupation, father's and mother's height, family income, number of family members, parenting style, and exclusive breastfeeding. One Posyandu in RT 01 RW 12 in Cinunuk village has a higher incidence of stunting compared to other RWs in Cinunuk village. The problems related to stunting faced by partners include several causal factors, such as the majority of education backgrounds were high school graduates, the majority of the population's work was taking care of the household and casual daily labourers. The program was carried out to answer partners' problems through counseling related to stunting prevention in toddlers, with the aim of the community, especially mothers with toddlers, to understand the importance of preventing stunting by monitoring growth and development which is carried out every month at the Posyandu. Community service that has been carried out in RW 12 Cinunuk Village, Cileunyi District, Bandung Regency, with the theme of Family Parenting Assistance Education in Efforts to Prevent Stunting in Toddlers, can provide an understanding of the importance of parenting given to monitoring toddler growth and development in an effort to prevent stunting.
Penatalaksanaan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Metode Kinesio Tapping Berdasarkan Standar Profesi Bidan Meti Sulastri; Heni Nurakilah; Lina Marlina; Ida Nurfikah
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.147 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.81

Abstract

Latar Belakang Nyeri punggung pada ibu hamil trimester III disebabkan karena perubahan hormonal yang mengakibatkan perubahan dan perlunakan pada jaringan ikat tulang lumbal sehingga membuat punggung menjadi lordosis. Kejadian nyeri punggung pada ibu hamil trimester III mencapai 70%. Penatalaksanaan nyeri punggung pada ibu hamil trimester 3 bisa dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi nonfarmakologis salah satunya yaitu dengan Kinesio Tapping, yang dapat meredakan nyeri dengan cara kerjanya memberikan tekanan pada kulit sehingga merangsang mechanoreceptors kulit, kemudian transmisi nyeri akan terhambat sesuai teori gerbang kontrol dan bermanfaat menopang jaringan otot dan sendi yang nyeri sehingga aliran darah limfatik tetap lancar dan proses penyembuhan bisa lebih cepat. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk mengetahui efektivitas kinesio tapping dalam meredakan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Metode asuhan yang digunakan adalah kualitatif dengan studi case research (CSR) dengan sampel ibu hamil trimester 3 yang datang ke KIA di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar dan mengalami nyeri punggung dengan jumlah responden 2 orang dengan memberikan asuhan selama 4 hari pemakaian Kinesio Tapping, dengan pengambilan data pretes dan postes dengan observasi skala nyeri dengan pengukuran Numeric Rating Skale (NRS). Hasil asuhan menunjukan bahwa ada pengaruh kinesio tapping dalam menurunkan nyeri punggung dengan penggunaan Kinesio Tapping selama 4 hari dengan penurunan skala nyeri masing – masing responden 2 dan 4 poin. Simpulan Kinesio Tapping efektif menurunkan skala nyeri punggung ibu hamil trimester III.
Penatalaksanaan Anemia Pada Ibu Nifas Melalui Terapi Pemberian Buah Naga di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar Meti Sulastri; Heni Nurakilah; Lina Marlina; Deni Candra Ramadhan
Media Informasi Vol. 19 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.072 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v19i1.173

Abstract

Latar Belakang: Masa Nifas merupakan satu bagian penting dari proses kelahiran karena masa nifas ini merupakan proses memasuki peran baru bagi seorang wanita, yaitu sebagai seorang ibu. Ibu akan mengalami banyak perubahan fisik maupun psikologis. Mengingat pentingnya masa nifas, maka diperlukan asuhan kebidanan yang optimal. Masa nifas ini masa yang cukup penting bagi tenaga kesehatan khususnya bidan untuk selalu melakukan pemantauan karena pelaksaanaan yang kurang maksimal dapat menyebabkan ibu mengalami berbagai masalah, mengingat setiap persalinan tidak pernah terlepas dari pendarahan sehingga dapat menimbulkan anemia, maka penanganan nya pun harus lebih diperhatikan. Tujuan: Dari penelitian ini adalah untuk menangani kasus anemia pada ibu nifas dengan pemberian buah naga dapat membuat ibu mengerti dan meningkatkan kadar HB pada ibu nifas. Metode: Metode yang digunakan pada studi eksperimen ini menggunakan strategi dan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study) yang terdiri dari dua orang ibu yang dimaksud berarti dua orang ibu yang diberikan asuhan pada masa nifas menggunakan metode SOAP (Subyektif, Obyektif, Analisis, Penatalaksanaan). Hasil: Hasil yang didapatkan dari asuhan yang telah dilakukan pada Ny. S dengan anemia menunjukan peningkatan kadar HB dari 10,6 gr/dl menjadi 12,1 gr/dl dan pada Ny. R dengan anemia menunjukkan peningkatan kadar HB dari 10,1 menjadi 12,5 mg/dl setelah di berikan buah naga selama 7 hari sebanyak 100 gram/ hari sehingga keluhan yang dialami ibu teratasi dan masa nifas ibu dapat berjalan dengan lancar. Kesimpulan: Dengan melakukan KIE penanganan anemia pada ibu nifas dengan pemberian buah naga dapat membuat ibu mengerti dan meningkatkan kadar HB pada ibu nifas.
Perbandingan Efektivitas Daun Labu Kuning (Curcubita Moschata) dan Daun Lembayung (Vigna Sinensis L) Terhadap Kelancaran Pengeluaran Asi pada Ibu 3-4 Hari Pospartum Heni Nurakilah; Maria Ulfah Jamil; Meti Sulastri; Budy Nugraha
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12757

Abstract

ABSTRACT The problems with breast milk production can be influenced by nutrition factors during pregnancy and during breastfeeding, that is will be impact on the flow breast milk. Management to irregular milk production can be use pharmacologicalyl and non-pharmalogically. One of pharmacological therapy to help breast milk production by using plants that can be stimulate breast milk production. Pumpkin leave contain several important components that is protein, carbohydrates, phisphorus, calcium, iron, vitamin A, itamin B, vitamin C. Apart from pumpkin leaves, breastfeeding mothers can be consume long bean or lembayung leaves because have a saponins and polyphenols which can incease prolactin levels. Lembayung leaves have a contain several substances that is: calories, protein, carbohydrtaes, fat, phosphorus, iron, vitamin A, vitamin B and vitamin C. This study to compare the effectiveness of pumpkin leaves and lavender leaves on the smoothness of milk production in mothers 3-4 days postpartum. The novelty in this study is to find out which plants are more effective in influencing the smooth release of breast milk. The mthode used was quasi-experimental with a one group pretest-posttest research design. Analysis data used the Man-Whitney test to determine the comparison after treatment between the two groups regarding the smooth flow of breast milk. The results of the research that is breast milk flow was smooth with giving pumpin leaves and lembayung leaves with a mean ±SD 10,22±0,97 dan 26,78±1.12 (p=0,001). treatment with giving lembayung levaes has a greater effect on the smooth production of breast milk in postpartum 3-4 day mothers compared to giving pumpkin leaves  Keywords: Pumpkin Leaves, Lembayung Leaves, Expenditure of Breast Milk  ABSTRAK Permasalahan produksi ASI dapat di pengaruhi oleh faktor nutrisi sejak saat kehamilan dan saat menyusui, sehingga akan berdampak pada ketidaklancaran pengeluaran ASI. Penatalaksanaan ketidaklancaran pengeluaran ASI dapat dilakukan secara farmakologis dan non-farmakologis (Nurakilah et al., 2019). Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk memperlancar pengeluaran ASI adalah dengan memanfaatkan tanaman yang dapat merangsang pengeluaran ASI. Daun labu kuning mengandung beberapa komponen penting yaitu: protein, karbohidrat, fosfor, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C (Erwiyani et al., 2022). Selain daun labu kuning, ibu menyusui dapat mengkonsumsi daun kacang panjang atau lembayung yang dapat memperlancar ASI dikarenakan memiliki kandungan saponin dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolactin. Daun lembayung memiliki beberapa kandingan zat yaitu: kalori, protein, karbohidrat, lemak, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C (Djama, 2018). Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas daun labu kuning dan daun lembayung terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu 3-4 hari postpartum. Kebaharuan pada penelitian ini untuk mengetahui tanaman mana yang lebih efektif dalam mempengaruhi kelancaran pengeluaran ASI. Metode yang digunakan quasi eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest- postest. Analisis data menggunakan Uji Man-Whitney untuk mengetahui perbandingan sesudah perlakuan kedua kelompok terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Hasil penelitian menunjukan kelancaran pengeluaran ASI dengan pemberian daun labu kuning dan daun lembayung nilai rerata±SD 10,22±0,97 dan 26,78±1.12 (p= 0,001). Pemberian daun lembayung lebih berpengaruh terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu 3–4 pospartum dibanding dengan pemberian sayur daun labu kuning. Kata Kunci: Daun Labu Kuning, Daun Lembayung, Kelancaran Pengeluaran ASI
Strategi Peningkatan Keterlibatan Pasien dan Keluarga dalam Advance Care Planning di Unit Gawat Darurat Birry Assidiqy; Ai Rahmawati; Heni Nurakilah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.22747

Abstract

ABSTRACT A visit to the Emergency Department (ER) provides an opportunity to empower patients and families to discuss advanced care planning (ACP). However, various obstacles are felt when implementing ACP in the ER. Lack of patient and family participation in ACP formulation is a significant obstacle to overcome.  This review aims to identify strategies or interventions that can increase the participation and involvement of patients and families in formulating ACP in the ED.  This study used a narrative review by identifying articles from three databases: Pubmed, EBSCOhost: Medline Ultimate, ScienceDirect, and one Google Scholar search engine. The keywords used were “chronic disease OR chronic condition” AND “advance care planning OR advance directive” AND “emergency room OR emergency unit OR emergency context”. The articles analyzed underwent a selection stage based on inclusion and exclusion criteria and were analyzed thematically and qualitatively. A total of seven studies were analyzed in this review and found to include a brief negotiated interview, ACP toolkit, ACP video decision support tool, and remote ACP with a goals-of-care approach. Conclusion: This review concludes that the successful strategies identified in this review can help health workers increase the participation and involvement of patients and families in the ACP formulation process in the ER.  Keywords: Advance Care Planning, Emergency Room, Family Participaton and Engagement.  ABSTRAK Kunjungan ke Unit Gawat Darurat (UGD) memberikan kesempatan untuk memberdayakan pasien dan keluarga untuk mendiskusikan advance care planning (ACP). Namun, berbagai macam hambatan yang dirasakan dalam pelaksanaan ACP di UGD. Kurangnya partisipasi pasien dan keluarga dalam perumusan ACP menjadi salah satu hambatan yang penting untuk diselesaikan. Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi atau intervensi yang dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan pasien dan keluarga dalam perumusan ACP di UGD. Studi ini menggunakan narrative review dengan mengidentifikasi artikel dari tiga databases seperti Pubmed, EBSCOhost: Medline Ultimate, dan Sciencedirect serta satu search engine Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah “chronic disease OR chronic condition” AND “advance care planning OR advance directive” AND “emergency room OR emergency unit OR emergency context”. Artikel yang dianalisis sudah melalui tahap seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta dianalisis secara tematis dan kualitatif. Sebanyak tujuh studi yang dianalisis pada review ini dan diapatkan meliputi: Brief negotiated interview, ACP toolkit, ACP video decision support tool, dan remote ACP dengan pendekatan goals of care. Review ini menyimpulkan bahwa strategi-strategi yang berhasil teridentifikasi pada review ini dapat membantu petugas kesehatan untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan pasien serta keluarga dalam proses perumusan ACP di UGD.  Kata Kunci: Advance Care Planning, Partisipasi dan Keterlibatan Keluarga, Unit Gawat Darurat.
Efektivitas Pijat Endorphine dan Bonapace Terhadap Penurunan Rasa Nyeri Persalinan Kala I Pada Primipara Eneng Daryanti; Meti Sulastri; Heni Nurakilah; Maria Ulfah Jamil; Lina Marlina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12769

Abstract

ABSTRACT Pain is a natural process in the birth process. If it cannot be handled properly, it can cause other problems, for example increased anxiety during childbirth so that the production of the hormone adrenaline increases and can result in vasoconstriction which causes the mother's blood flow to the fetus to decrease. The fetus will experience hypoxia while the mother will experience prolonged labor and can increase systolic and diastolic pressure. Problems that occur during the first stage of labor, primiparous mothers experience an increase in the level of pain during the first stage, so it needs to be anticipated to reduce the pain, this encourages mothers who are about to give birth to choose surgery because they don't want to feel the pain. To analyze the effectiveness of endorphine massage with bonaface in reducing pain in the first stage of labor in primiparas. The method used was quasi-experimental with a pretest-posttest only control group design. Data analysis was carried out before and after the procedure using the Wilcoxon test, while to determine the effectiveness of the endorphine and Bonapace massage procedures using the Mann Whitney test. The results obtained showed that the endorphine and bonapace massage procedures each showed a p value of 0.005, which means that there was a significant difference in the mean of labor pain during the first active phase in primiparous mothers before and after the endorphine massage, as well as for bonapace. The results of the analysis carried out on these two actions obtained a p value of 0.74 (more than 0.005), this shows that there is no difference in the effectiveness of endorphine and bonapace massage in reducing pain in the first stage of labor in primiparas in the Malangbong Community Health Center working area. There is an effect of endorphine massage on reducing pain in the first stage of labor in primiparas and there is also an effect of bonapace on reducing pain in the first stage of labor in primiparas in the working area of the Malangbong Community Health Center, but there is no difference in the effectiveness of endorphine massage and bonapace in reducing pain during labor. I in primipara. Keywords: Massage Endorphine, Bonapace, Pain Labour  ABSTRAK Nyeri adalah proses alamiah dalam proses persalinan. Apabila tidak bisa diatasi dengan baik, dapat menimbulkan masalah lain misalnya meningkatnya kecemasan pada saat menghadapi persalinan sehingga produksi hormon adrenalin meningkat dan bisa mengakibatkan vasokonstriksi yang menyebabkan aliran darah ibu ke janin menurun. Janin akan mengalami hipoksia sedangkan ibu akan mengalami persalinan lama dan dapat meningkatkan tekanan sistolik dan diastolic (Solehati, 2018). Permasalahan yang terjadi pada proses persalinan kala I ibu primipara didapatkan tingkat nyeri saat proses kala I meningkat, sehingga perlu diantisipasi untuk mengurangi rasa sakit tersebut, hal ini mendorong ibu yang akan melahirkan memilih jalan dengan operasi karena tidak ingin merasakan rasa sakit. Untuk menganalisis keefektivitasan antara pijat endorphine dengan bonaface dalam menurunkan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan preetest-posttest only control group design. Analisis data dilakukan sebelum dan sesudah tindakan menggunakan uji wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui efektivitas dari tindakan pijat endorphine dan bonapace dengan uji mann whitney. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tindakan pijat endorphine dan bonapace masing-masing menunjukkan nilai p 0,005 yang artinya terdapat perbedaan rerata nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primipara yang bermakna sebelum dan sesudah tindakan pijatan endorphine, begitu juga untuk bonapace. Hasil analisis yang dilakukan pada kedua tindakan ini mendapatkan nilai p 0,74 (lebh dari 0,005), hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan efektivitas pijat endorphine dan bonapace terhadap penurunan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara di wilayah kerja Puskesmas Malangbong. Ada pengaruh pijatan endorphine terhadap penurunan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara dan ada pengaruh juga dari bonapace terhadap penurunan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara di wilayah kerja Puskesmas Malangbong, akan tetapi tidak ada perbedaan efektivitas pijat endorphine dan bonapace terhadap penurunan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara. Kata Kunci: Pijat Endorphine, Bonapace, Nyeri Persalinan