Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Prolanis Terhadap Tingkat Penurunan Tekanan Darah dan Diabetes Mellitus di Bungursari, Tasikmalaya Eneng Daryanti; Rikky Gita H; Lina Marlina; Meti Sulastri
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.473 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v3i2.851

Abstract

The government through BPJS Health has launched a chronic disease management program (PROLANIS) aimed at patients with hypertension cases to overcome the patient's hypertension condition. Activities in PROLANIS include medical or educational consultation activities, home visits, reminders, club activities, in fact there are still many people especially families who do not know about PROLANIS, so that many community members or families who have hypertension do not routinely control health facilities. The purpose of this activity is to run a chronic disease management program (prolanis) to reduce blood pressure and diabetes mellitus. The method used is lectures, discussions, home visits. Material or types of activities provided include health education about PROLANIS, hypertension and diabetes mellitus, attending elderly gymnastics, health consultations, checking blood pressure and blood sugar levels, and visiting home activities of PROLANIS members. Media used in the form of power points, blood pressure meters, blood sugar check devices, stethoscopes. The results of the assessment of this activity indicate the effectiveness of prolanis activities can affect the state of the patient, both blood pressure or physical activity. This is because there are activities that can improve patient understanding of the importance of managing hypertension and diabetes mellitus. Management of hypertension and diabetes mellitus is obtained through educational activities towards patients and reminders.
HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DI DESA CIBUNAR KECAMATAN MALANGBONG KABUPATEN GARUT Sumarni Sumarni; Lina Marlina
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v5i1.118

Abstract

Penyebab kematian bayi di Indonesia adalah BBLR 29 persen, asfiksia 27 persen, tetanus 10 persen, infeksi 5 persen, gangguan hematologik 6 persen, masalah pemberian makan 10 persen, dan lain lain 13 persen. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan rangking pertama penyebab tingginya angka kematian bayi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya BBLR, diantaranya yaitu : faktor ibu, faktor kehamilan, faktor janin. Pertumbuhan dan perkembangan kesehatan bayi serta berat badan bayi saat lahir dipengaruhi oleh status kesehatan ibu selama hamil dan kenaikan berat badan ibu selama kehamilan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan ibu selama kehamilan dengan berat badan bayi lahir di Desa Cibunar Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional, dengan instrumen penelitian menggunakan lembar isian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu melahirkan yang berdomisili di Desa Cibunar Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut Bulan Nopember 2018 sampai Oktober 2019 sebanyak 144 orang. Tehnik pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan purposive sampling. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan berat badan ibu selama kehamilan di Desa Cibunar Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut sebagian besar termasuk kategori normal, Berat Badan Bayi Lahir di Desa Cibunar Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut sebagian besar termasuk kategori normal dan ada hubungan yang bermakna antara kenaikan berat badan selama kehamilan dengan berat badan bayi lahir (r value = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian di ketahui bahwa ada hubungan yang bermakna antara kenaikan berat badan selama kehamilan dengan berat badan bayi lahir (r value = 0,000).
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SULIT MAKAN PADA BALITA DI POSYANDU SALAKOSA KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Lina Marlina; Meti Sulastri; Iis Sopiah Suryani
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v4i2.108

Abstract

Gangguan pola makan pada balita jika tidak segera diatasi dapat menjadi masalah kesulitan makan, sehingga berakibat buruk bagi tumbuh kembang anak. Faktor yang mempengaruhi sulit makan pada anak diantaranya pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil survei pendahuluan pada bulan Maret tahun 2020 di Posyandu Salakaso Kecamatan Tamansari diperoleh jumlah balita yang mengalami gizi buruk sebanyak 22 orang, yang mengalami gizi kurang sebanyak 32 orang pada bulan Pebruari 2020. Selain diperoleh data, masih banyak orang tua/ibu yang mengeluh anaknya sulit makan. Dari 10 orang yang diwawancarai sebanyak 8 orang ibu mengeluh anaknya sulit makan, sedangkan sebanyak 2 orang mengatakan anaknya makan sesuai dengan keinginannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi sulit makan pada balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita sulit makan di Posyandu Salakaso sebanyak 87 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Total sampling sebanyak 87 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang cara dan variasi makanan pada anak ada pada kategori kurang yaitu sebanyak 43 orang (49,4%), sikap ibu dalam memberikan makan pada anak terbesar ada pada kategori positif yaitu sebanyak 49 orang (56,3%), dan perilaku ibu ada pada kategori kurang yaitu sebanyak 45 orang (51,8%). Hendaknya ibu dan keluarga yang memiliki anak usia balita mampu memperbaiki pola makan, kebiasaan makan anak, meningkatkan pengetahuannya mengenai gizi pada anak balita, dan ibu bisa memperbaiki pola asuh pada anak usia balita.Kata Kunci : Sulit makan, balita, pengetahuan, sikap, perilaku
HUBUNGAN POLA TIDUR DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PANTI JOMPO WELAS ASIH SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Mamay Sugiharti; Lina Marlina; Rifki Purnama
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v5i1.114

Abstract

Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan terhadap 40 lansia di Panti Jompo Welas Asih Singaparna Kabupaten Tasikmalaya menyebutkan bahwa, Pola tidur lansia di Panti Jompo Welas Asih Singaparna Kabupaten Tasikmalaya ada pada kategori pola tidur yang kurang teratur yaitu sebanyak 28 orang (70%) dan Hipertensi pada lansia di Panti Jompo Welas Asih Singaparna Kabupaten Tasikmalaya ada pada kategori hipertensi pada berat yaitu sebanyak 18 orang (45%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi hubungan pola tidur dengan hipertensi pada lansia di Panti Jompo Welas Asih Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriftif korelasional. Jumlah populasi sebanyak 40 lansia di Panti Jompo Welas Asih Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dan sampel adalah semua populasi. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji statistik didapatkan p value sebesar 0,000 (? < 0,05) dan koefisien korelasi yang didapatkan 0,141. Hal ini menunjukan bahwa Ho ditolak yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan hipertensi pada pada lansia di Panti Jompo Welas Asih Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020.dan disarankan untuk lansia yang memiliki pola tidur yang kurang atau tidak terpenuhi, diharapkan lebih berusaha dan berlatih untuk tidur yang teratur, sehingga pola tidur yang teratur dapat mencegah hipertensi pada lansia serta akan lebih baik bagi tubuh lansia.
HUBUNGAN MENGKONSUMSI SUSU KEHAMILAN DENGAN PERTUMBUHAN JANIN DI KELURAHAN NAGARASARI KOTA TASIKMALAYA Tiara Puspa Indah Sari; Lina Marlina
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v5i1.121

Abstract

Selama masa kehamilan, tubuh ibu akan membutuhkan nutrisi yang lebih banyak. Salah satu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil adalah dengan mengkonsumsi susu kehamilan. Produk susu merupakan sumber kaya kalsium. Dapat diketahui bahwa pentingnya mengonsumsi susu bagi ibu hamil, karena salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan berat badan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi susu kehamilan dengan pertumbuhan janin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crosectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil pada trimester 2 sampai trimester 3 sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive Sampling sebanyak 15 orang. Analisa data yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa ibu hamil Trimester II dan III sebagian besar mengkonsumsi susu kehamilan sebanyak 8 orang (53,3%), pertumbuhan janin berdasarkan TFU sebagian besar ada pada kategori sesuai (sesuai UK) yaitu sebanyak 12 orang (46,7%). Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi Square diperoleh nilai p sebesar 0,038, lebih kecil daripada nilai a (0,05). Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan konsumsi susu kehamilan dengan pertumbuhan janin pada ibu hamil di Kelurahan Nagarasari Kota Tasikmalaya. Saran untuk ibu hamil adalah hendaknya ibu hamil selama kehamilan mengkonsumsi susu kehamilan agar pertumbuhan janin optimal.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI UMUR 0-3 BULAN DI DESA MEKARMUKTI KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS Lina Marlina; Mega Lestari
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2019): JURNAL MITRA KENCANA
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v3i2.89

Abstract

ABSTRAK Keadaan berat badan pada bayi berhubungan dengan status gizi bayi, berat badan bayi sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan gizi. Salah satu upaya untuk meningkatkan berat badan bayi adalah dengan dilakukan pijat. Survei pendahuluan yang dilakukan pada bulan April 2018 di Puskesmas Cisaga Kabupaten Ciamis bayi yang mengalami gizi buruk sebesar 0,05% dan yang mengalami gizi kurang sebesar 7,36%. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi umur 0-3 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimental dengan pendekatan Two grup post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi umur 0-3 bulan berjumlah 22 orang yang terdiri dari 11 orang kelompok eksperimen dan 11 orang kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Total Sampling sebanyak 22 orang. Analisa data yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan pada bayi umur 0-3 bulan sebelum diberikan pijat bayi adalah 5912,9 gram, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 5315,9 gram, rata-rata berat badan setelah diberikan pijat bayi adalah 5994,7 gram, dengan rata-rata kenaikan berat badan sebesar 1391 gram. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai thitung sebesar 2,607, lebih besar daripada ttabel sebesar 2,122, maka thitung lebih besar daripada ttabel (2,607 > 2,122), dan nilai p sebesar 0,027 lebih kecil daripada nilai 0,05, artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi. Bagi petugas kesehatan diharapkan dapat menyebarluaskan metode pemberian pijat bayi ini ke masyarakat, terutama bagi ibu-ibu yang baru melahirkan atau sedang melakukan imunisasi kepada bayinya sehingga ibu dapat melakukan teknik pijat bayi itu sendiri dan sedini mungkin kepada bayinya sebagai salah satu intervensi yang dapat membantu meningkatkan berat badan bayi. Kata Kunci : Pijat bayi, Kenaikan berat badan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI SMK MJPS 1 KOTA TASIKMALAYA Reni Nurdianti; Lina Marlina; Sumarni Sumarni
HealthCare Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2021): Healtcare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.592 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v3i1.1094

Abstract

Nowadays, sex among teenagers is not taboo. Sexual behavior among adolescents tends to increase, especially unmarried adolescents. In the24 countries in North America and Europe show that adolescent sexual behavior begins at the age of 15. The survey was conducted to 33,943 in 24 countries carried out by a French Non-Governmental Organization (NGO), showing that 13.2% of adolescents have been sexually active since the age of 15 and do not use contraceptives. Meanwhile, 82% use contraception.The purpose of this study was whether there was a relationship between knowledge and sexual behavior in adolescents at SMK MJPS 1 Tasikmalaya city. This research method is descriptive analytic with cross-sectional correlation approach. Samples taken in this study were students of class X-XII teenagers at SMK MJPS 1 Tasikmalaya city by using the sampling technique used was random sampling. The results of the respondent's data taken were 89 people. From the data obtained, students with sufficient knowledge amounted to 60 people or (67.4%) and a small number of students with less knowledge amounted to 7 people (7.9%) with less behavior amounted to 37 people or (41.6%) and good behavior amounted to 24 people or (27%). Statistical test results obtainedx²= 15.922, p-value 0.003 <0.05 means that there is a relationship between knowledge and sexual behavior in adolescents at SMK MJPS 1 Kota Tasikmalaya. Based on the results of the study, there is a need for education and counseling for adolescents by the local health center regarding the impact of sexual behavior on adolescents.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEMBALINYA MENSTRUASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURBARATU KOTA TASIKMALAYA Lina Marlina; Rikky Gita Hilmawan
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.051 KB) | DOI: 10.37058/jkki.v16i1.1783

Abstract

Cakupan pemberian ASI Eksklusif menunjukkan grafik yang meningkat, tahun2010 sebesar 15,3% meningkat menjadi 30,2% pada tahun 2013. Pemberian ASI eksklusif banyak keuntungannya salah satunya memperlambat prosesmenstruasi, karena dapat menekan hormon progesteron dan estrogen. Studipendahuluan diperoleh jumlah ibu menyusui sebanyak 221 orang, yang tidakmemberikan ASI Eksklusif sebanyak 59 orang. Tujuan penelitian untukmengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kembalinya menstruasi.Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatanrestropektif. Populasi adalah seluruh ibu menyusui bayi 6-24 bulan di WilayahKerja Puskesmas Purbaratu Tasikmalaya pada bulan Februari - Maret tahun2019 yang berjumlah 221 orang. Teknik pengambilan sampel dengan RandomSampling sebanyak 69 orang. Analisa yang digunakan adalah Chi Square. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Ibu menyusui sebagian besar memberikan ASIEksklusif (58,0%), kembalinya menstruasi pada ibu ada pada kategori lambat(60,9%). Ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kembalinya menstruasidi Wilayah Kerja Puskesmas Purbaratu Tasikmalaya dengan nilai p sebesar0,000. Ibu menyusui diharapkan dapat memberikan ASI secara ekslusif pada 6bulan pertama bayi, karena terbukti dapat memperlambat datangnya menstruasisehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk keluargaberencana.
Penatalaksanaan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Metode Kinesio Tapping Berdasarkan Standar Profesi Bidan Meti Sulastri; Heni Nurakilah; Lina Marlina; Ida Nurfikah
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.147 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.81

Abstract

Latar Belakang Nyeri punggung pada ibu hamil trimester III disebabkan karena perubahan hormonal yang mengakibatkan perubahan dan perlunakan pada jaringan ikat tulang lumbal sehingga membuat punggung menjadi lordosis. Kejadian nyeri punggung pada ibu hamil trimester III mencapai 70%. Penatalaksanaan nyeri punggung pada ibu hamil trimester 3 bisa dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi nonfarmakologis salah satunya yaitu dengan Kinesio Tapping, yang dapat meredakan nyeri dengan cara kerjanya memberikan tekanan pada kulit sehingga merangsang mechanoreceptors kulit, kemudian transmisi nyeri akan terhambat sesuai teori gerbang kontrol dan bermanfaat menopang jaringan otot dan sendi yang nyeri sehingga aliran darah limfatik tetap lancar dan proses penyembuhan bisa lebih cepat. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk mengetahui efektivitas kinesio tapping dalam meredakan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Metode asuhan yang digunakan adalah kualitatif dengan studi case research (CSR) dengan sampel ibu hamil trimester 3 yang datang ke KIA di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar dan mengalami nyeri punggung dengan jumlah responden 2 orang dengan memberikan asuhan selama 4 hari pemakaian Kinesio Tapping, dengan pengambilan data pretes dan postes dengan observasi skala nyeri dengan pengukuran Numeric Rating Skale (NRS). Hasil asuhan menunjukan bahwa ada pengaruh kinesio tapping dalam menurunkan nyeri punggung dengan penggunaan Kinesio Tapping selama 4 hari dengan penurunan skala nyeri masing – masing responden 2 dan 4 poin. Simpulan Kinesio Tapping efektif menurunkan skala nyeri punggung ibu hamil trimester III.
Penatalaksanaan Anemia Pada Ibu Nifas Melalui Terapi Pemberian Buah Naga di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar Meti Sulastri; Heni Nurakilah; Lina Marlina; Deni Candra Ramadhan
Media Informasi Vol. 19 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.072 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v19i1.173

Abstract

Latar Belakang: Masa Nifas merupakan satu bagian penting dari proses kelahiran karena masa nifas ini merupakan proses memasuki peran baru bagi seorang wanita, yaitu sebagai seorang ibu. Ibu akan mengalami banyak perubahan fisik maupun psikologis. Mengingat pentingnya masa nifas, maka diperlukan asuhan kebidanan yang optimal. Masa nifas ini masa yang cukup penting bagi tenaga kesehatan khususnya bidan untuk selalu melakukan pemantauan karena pelaksaanaan yang kurang maksimal dapat menyebabkan ibu mengalami berbagai masalah, mengingat setiap persalinan tidak pernah terlepas dari pendarahan sehingga dapat menimbulkan anemia, maka penanganan nya pun harus lebih diperhatikan. Tujuan: Dari penelitian ini adalah untuk menangani kasus anemia pada ibu nifas dengan pemberian buah naga dapat membuat ibu mengerti dan meningkatkan kadar HB pada ibu nifas. Metode: Metode yang digunakan pada studi eksperimen ini menggunakan strategi dan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study) yang terdiri dari dua orang ibu yang dimaksud berarti dua orang ibu yang diberikan asuhan pada masa nifas menggunakan metode SOAP (Subyektif, Obyektif, Analisis, Penatalaksanaan). Hasil: Hasil yang didapatkan dari asuhan yang telah dilakukan pada Ny. S dengan anemia menunjukan peningkatan kadar HB dari 10,6 gr/dl menjadi 12,1 gr/dl dan pada Ny. R dengan anemia menunjukkan peningkatan kadar HB dari 10,1 menjadi 12,5 mg/dl setelah di berikan buah naga selama 7 hari sebanyak 100 gram/ hari sehingga keluhan yang dialami ibu teratasi dan masa nifas ibu dapat berjalan dengan lancar. Kesimpulan: Dengan melakukan KIE penanganan anemia pada ibu nifas dengan pemberian buah naga dapat membuat ibu mengerti dan meningkatkan kadar HB pada ibu nifas.