Maria Ulfah Jamil
Bhakti Kencana University, Tasikmalaya, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN BULLYING DI SMPN JAMANIS KABUPATEN TASIKMALAYA Maria Ulfah Jamil; Eneng Daryanti
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v4i2.109

Abstract

Data bidang pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kasus anak pelaku kekerasan dan bullying yang paling banyak terjadi di bidang pendidikan. Jumlah kasus per tanggal 30 Nopember 2019 yaitu 162 kasus. Didapatkan hasil faktor yang mempengaruhi bullying yakni metode belajar dan pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua menjadi hal terpenting bagi siswa membentuk karakter dan prilaku. Jika pola asuh yang diberikan itu membentuk tekanan kepada anak, maka anak merasa dirinya tertekan dan terhambat dalam berinteraksi sehingga memunculan prilaku bullying. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan bullying di SMPN Jamanis Kabupaten Tasikmalaya. Metode jenis penelitian ini ialah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampling yang digunakan ialah teknik total sampling pada 60 responden. Hasil penelitian ini ialah sebagian besar pola asuh orang tua terhadap siswa SMPN Jamanis Kabupaten Tasikmalaya menerapkan pola asuh dengan hasil cukup atau sebanyak 28 orang atau (60.0%). Pada prilaku bulliying hasil penelitian menunjukkan sebagian besar prilaku bulliying terhadap siswa SMPN Jamanis Kabupaten Tasikmalaya dalam kategori Tidak pernah mendapatkan prilaku bulliying sebanyak 23 orang atau (43.3%). Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan uji statistic rank spearman kepada 60 responden didapat nilai p-value = 0,028 lebih kecil dari pada ? < 0,05 yang berarti H0 ditolak. H0 ditolak memiliki arti bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan bulliying siswa SMPN Jamanis Kabupaten Tasikmalaya. Saran dari penelitian ini ialah semakin baik pola asuh yang diterapkan orang tua yakni pola asuh demokratis, maka akan membentuk prilaku yang baik bagi anak dan mampu menghindari prilaku bullying.Kata Kunci : Bullying dan pola asuh
Mengatasi Kecemasan pada Ibu Hamil Selama Pandemi Covid-19 di Kelurahan Cibunigeulis, Kota Tasikmalaya Eneng Daryanti; Maria Ulfah Jamil; Asep Mulyana; Rikky Gita; Hilman Mulyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4764

Abstract

ABSTRAK Perubahan psikologis positif pada ibu hamil diantaranya adalah ibu hamil akan merasa senang dan penasaran tentang perubahan pada dirinya dan perkembangan janin secara umum. Namun ternyata banyak juga perubahan psikologi yang bersifat negative diantaranya adalah rasa cemas. Berdasarkan Penelitian  menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 memiliki dampak psikologis yang parah pada 53% ibu hamil. Studi tersebut menyatakan bahwa ibu hamil dapat merasa stres dan cemas, dimana hal tersebut dapat menyebabkan efek buruk seperti intra uterine growth retardation (IUGR), kematian janin atau kelainan janin. Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik dan mentalnya adalah dengan cara ANC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan terhadap 59 orang ibu hamil dan 14 kader posyandu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengertian kepada ibu hamil dan kader posyandu tentang menghindari rasa cemas menghadapi kehamilannya dimasa pandemic covid-19 melalui kegiatan penyuluhan secara bertahap di posyandu dengan memperhatikan protokoler kesehatan. Adapun materi yang disampaikan adalah  tentang perubahan psikologis pada ibu hamil dan cara mendapatkan pelayanan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Penyuluhan yang dilakukan menggunakan media lembar balik. Metode yang dilakukan dengan cara ceramah dan tanya jawab. Ibu hamil dan kader sangat antusias menanggapi penyuluhan yang berikan ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang mereka sampaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat yang cukup luar biasa  mampu meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengalaman terhadap para responden. Ibu hamil yang sudah terlanjur hamil dimasa pandemic-19 ini diharapkan tidak cemas berlebihan dan tetap menjaga protokoler kesehatan serta rutin memeriksakan kehamilannya supaya kesehatan ibu dan janinnya optimal. Kata kunci: Pandemi covid-19, perubahan psikologi cemas ibu hamil, Pemeriksaan Kehamilan      ABSTRACT Positive psychological changes in pregnant women include pregnant women feeling happy and curious about changes in themselves and fetal development in general. But it turns out that there are also many negative psychological changes, including anxiety. Research shows that the Covid-19 pandemic has a severe psychological impact on 53% of pregnant women. The study states that pregnant women can feel stressed and anxious, which can cause adverse effects such as intra uterine growth retardation (IUGR), fetal death or fetal abnormalities. One of the efforts that pregnant women can do to maintain and improve their physical and mental health is through ANC. This community service activity was carried out for 59 pregnant women and 14 Voluntary Community cadres. This activity aims to provide understanding to pregnant women and posyandu cadres about avoiding anxiety about their pregnancy during the COVID-19 pandemic through gradual counseling activities at the posyandu by paying attention to health protocols. The material presented was about psychological changes in pregnant women and how to get ante natal care during the Covid-19 pandemic. Counseling is carried out using flipchart media. The method is done by lecture and question and answer. Pregnant women and cadres were very enthusiastic in responding to the counseling given by the many questions they asked. This community service activity provides quite extraordinary benefits. Keywords: Covid-19 pandemic, psychological changes in pregnant women, Ante Natal Care
Pengetahuan tentang penanganan pertama cedera olahraga pada siswa akademi sepak bola Sri Mulyati Rahayu; Maria Ulfah jamil; Inggrid Dirgahayu; Wempi Budiana; Herlina Husein; Diana Ulfah
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.327

Abstract

Introduction: Football is a form of physical activity that can be played by both men and women. This sport is inseparable from the use of the feet which involve body structures such as joints and muscles. The problem that often occurs in soccer players is experiencing injuries that can occur to the ankles due to sprains or collisions between players. Serious injury can occur if there is a hard impact on the neck and head area. Sports injuries can cause disturbances in physical activity, psychology, and achievement. The solution to dealing with repetitive sports injuries is by providing education about the first treatment for soccer sports injuries. Purpose: To increase knowledge in the first handling of soccer sports injuries to students at the Ebod Jaya Football Academy and Cimahi FC. Methods: Descriptive with pre-test and post-test design. Population is 60 students, sample is 35 students, with purposive sampling technique. Results: The results obtained were that more than half of the respondents had insufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries before being given education (54%) and more than half of the respondents had sufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries after being given education (69%). Conclusion: Half of the respondents had sufficient knowledge about the first treatment for soccer sports injuries after being given education.   Keywords: Knowledge; First Handling; Injury; Football.   Pendahuluan: Olahraga sepak bola merupakan bentuk aktivitas fisik yang  bisa dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Olahraga ini tidak terlepas dari penggunaan kaki yang melibatkan struktur tubuh seperti sendi dan otot. Permasalahan yang sering terjadi pada pemain sepak bola adalah mengalami cedera yang dapat terjadi pada pergelangan kaki akibat terkilir atau benturan antar pemain. Cedera berat dapat terjadi jika ada benturan keras pada daerah leher dan kepala. Cedera olahraga dapat menimbulkan gangguan aktivitas fisik, psikis, dan prestasi. Solusi untuk mengatasi cedera olahraga berulang dengan diberikan edukasi tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola.  Tujuan:  Untuk meningkatkan pengetahuan dalam penanganan pertama cedera olahraga sepak bola pada siswa Akademi sepak bola Ebod Jaya dan Cimahi FC. Metode: Deskriptif dengan pre-test dan post-test design. Populasi 60 siswa, sampel 35 siswa, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil yang didapatkan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang  tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola sebelum diberikan edukasi (54%) dan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi (69%). Simpulan: Setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi.
Perbandingan Efektivitas Daun Labu Kuning (Curcubita Moschata) dan Daun Lembayung (Vigna Sinensis L) Terhadap Kelancaran Pengeluaran Asi pada Ibu 3-4 Hari Pospartum Heni Nurakilah; Maria Ulfah Jamil; Meti Sulastri; Budy Nugraha
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12757

Abstract

ABSTRACT The problems with breast milk production can be influenced by nutrition factors during pregnancy and during breastfeeding, that is will be impact on the flow breast milk. Management to irregular milk production can be use pharmacologicalyl and non-pharmalogically. One of pharmacological therapy to help breast milk production by using plants that can be stimulate breast milk production. Pumpkin leave contain several important components that is protein, carbohydrates, phisphorus, calcium, iron, vitamin A, itamin B, vitamin C. Apart from pumpkin leaves, breastfeeding mothers can be consume long bean or lembayung leaves because have a saponins and polyphenols which can incease prolactin levels. Lembayung leaves have a contain several substances that is: calories, protein, carbohydrtaes, fat, phosphorus, iron, vitamin A, vitamin B and vitamin C. This study to compare the effectiveness of pumpkin leaves and lavender leaves on the smoothness of milk production in mothers 3-4 days postpartum. The novelty in this study is to find out which plants are more effective in influencing the smooth release of breast milk. The mthode used was quasi-experimental with a one group pretest-posttest research design. Analysis data used the Man-Whitney test to determine the comparison after treatment between the two groups regarding the smooth flow of breast milk. The results of the research that is breast milk flow was smooth with giving pumpin leaves and lembayung leaves with a mean ±SD 10,22±0,97 dan 26,78±1.12 (p=0,001). treatment with giving lembayung levaes has a greater effect on the smooth production of breast milk in postpartum 3-4 day mothers compared to giving pumpkin leaves  Keywords: Pumpkin Leaves, Lembayung Leaves, Expenditure of Breast Milk  ABSTRAK Permasalahan produksi ASI dapat di pengaruhi oleh faktor nutrisi sejak saat kehamilan dan saat menyusui, sehingga akan berdampak pada ketidaklancaran pengeluaran ASI. Penatalaksanaan ketidaklancaran pengeluaran ASI dapat dilakukan secara farmakologis dan non-farmakologis (Nurakilah et al., 2019). Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk memperlancar pengeluaran ASI adalah dengan memanfaatkan tanaman yang dapat merangsang pengeluaran ASI. Daun labu kuning mengandung beberapa komponen penting yaitu: protein, karbohidrat, fosfor, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C (Erwiyani et al., 2022). Selain daun labu kuning, ibu menyusui dapat mengkonsumsi daun kacang panjang atau lembayung yang dapat memperlancar ASI dikarenakan memiliki kandungan saponin dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolactin. Daun lembayung memiliki beberapa kandingan zat yaitu: kalori, protein, karbohidrat, lemak, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C (Djama, 2018). Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas daun labu kuning dan daun lembayung terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu 3-4 hari postpartum. Kebaharuan pada penelitian ini untuk mengetahui tanaman mana yang lebih efektif dalam mempengaruhi kelancaran pengeluaran ASI. Metode yang digunakan quasi eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest- postest. Analisis data menggunakan Uji Man-Whitney untuk mengetahui perbandingan sesudah perlakuan kedua kelompok terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Hasil penelitian menunjukan kelancaran pengeluaran ASI dengan pemberian daun labu kuning dan daun lembayung nilai rerata±SD 10,22±0,97 dan 26,78±1.12 (p= 0,001). Pemberian daun lembayung lebih berpengaruh terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu 3–4 pospartum dibanding dengan pemberian sayur daun labu kuning. Kata Kunci: Daun Labu Kuning, Daun Lembayung, Kelancaran Pengeluaran ASI
Efektivitas Pijat Endorphine dan Bonapace Terhadap Penurunan Rasa Nyeri Persalinan Kala I Pada Primipara Eneng Daryanti; Meti Sulastri; Heni Nurakilah; Maria Ulfah Jamil; Lina Marlina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12769

Abstract

ABSTRACT Pain is a natural process in the birth process. If it cannot be handled properly, it can cause other problems, for example increased anxiety during childbirth so that the production of the hormone adrenaline increases and can result in vasoconstriction which causes the mother's blood flow to the fetus to decrease. The fetus will experience hypoxia while the mother will experience prolonged labor and can increase systolic and diastolic pressure. Problems that occur during the first stage of labor, primiparous mothers experience an increase in the level of pain during the first stage, so it needs to be anticipated to reduce the pain, this encourages mothers who are about to give birth to choose surgery because they don't want to feel the pain. To analyze the effectiveness of endorphine massage with bonaface in reducing pain in the first stage of labor in primiparas. The method used was quasi-experimental with a pretest-posttest only control group design. Data analysis was carried out before and after the procedure using the Wilcoxon test, while to determine the effectiveness of the endorphine and Bonapace massage procedures using the Mann Whitney test. The results obtained showed that the endorphine and bonapace massage procedures each showed a p value of 0.005, which means that there was a significant difference in the mean of labor pain during the first active phase in primiparous mothers before and after the endorphine massage, as well as for bonapace. The results of the analysis carried out on these two actions obtained a p value of 0.74 (more than 0.005), this shows that there is no difference in the effectiveness of endorphine and bonapace massage in reducing pain in the first stage of labor in primiparas in the Malangbong Community Health Center working area. There is an effect of endorphine massage on reducing pain in the first stage of labor in primiparas and there is also an effect of bonapace on reducing pain in the first stage of labor in primiparas in the working area of the Malangbong Community Health Center, but there is no difference in the effectiveness of endorphine massage and bonapace in reducing pain during labor. I in primipara. Keywords: Massage Endorphine, Bonapace, Pain Labour  ABSTRAK Nyeri adalah proses alamiah dalam proses persalinan. Apabila tidak bisa diatasi dengan baik, dapat menimbulkan masalah lain misalnya meningkatnya kecemasan pada saat menghadapi persalinan sehingga produksi hormon adrenalin meningkat dan bisa mengakibatkan vasokonstriksi yang menyebabkan aliran darah ibu ke janin menurun. Janin akan mengalami hipoksia sedangkan ibu akan mengalami persalinan lama dan dapat meningkatkan tekanan sistolik dan diastolic (Solehati, 2018). Permasalahan yang terjadi pada proses persalinan kala I ibu primipara didapatkan tingkat nyeri saat proses kala I meningkat, sehingga perlu diantisipasi untuk mengurangi rasa sakit tersebut, hal ini mendorong ibu yang akan melahirkan memilih jalan dengan operasi karena tidak ingin merasakan rasa sakit. Untuk menganalisis keefektivitasan antara pijat endorphine dengan bonaface dalam menurunkan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan preetest-posttest only control group design. Analisis data dilakukan sebelum dan sesudah tindakan menggunakan uji wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui efektivitas dari tindakan pijat endorphine dan bonapace dengan uji mann whitney. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tindakan pijat endorphine dan bonapace masing-masing menunjukkan nilai p 0,005 yang artinya terdapat perbedaan rerata nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primipara yang bermakna sebelum dan sesudah tindakan pijatan endorphine, begitu juga untuk bonapace. Hasil analisis yang dilakukan pada kedua tindakan ini mendapatkan nilai p 0,74 (lebh dari 0,005), hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan efektivitas pijat endorphine dan bonapace terhadap penurunan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara di wilayah kerja Puskesmas Malangbong. Ada pengaruh pijatan endorphine terhadap penurunan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara dan ada pengaruh juga dari bonapace terhadap penurunan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara di wilayah kerja Puskesmas Malangbong, akan tetapi tidak ada perbedaan efektivitas pijat endorphine dan bonapace terhadap penurunan rasa nyeri persalinan kala I pada primipara. Kata Kunci: Pijat Endorphine, Bonapace, Nyeri Persalinan