Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tempe Bungkil Kacang Tanah Khas Malang Malang Peanut Presscake Tempe Gullit, Edy Tya
JURNAL PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.077 KB) | DOI: 10.33964/jp.v26i3.363

Abstract

Di Malang, Jawa Timur, terdapat pangan khas berbasis bungkil kacang tanah yang telah dikenal oleh masyarakat setempat sebagai “tempe kacang”. Tidak diketahui awal mula dan sejarah produk ini dan tidak banyak referensi yang membahas dan memberikan informasi secara mendetail. Keunikan yang dimiliki tempe bungkil kacang yaitu penggunaan ragi mirip ragi tape dan pemeraman yang dilakukan dalam keadaan terbuka. Dalam produksi tempe kedelai, ragi yang digunakan merupakan ragi tempe dan pemeraman dilakukan dalam keadaan tertutup plastik atau daun pisang. Tulisan ini mengulas  setiap lini proses produksi tempe bungkil kacang tanah  khas Malang serta potensinya sebagai pangan fungsional. Beberapa potensi manfaat kesehatan yang dimiliki produk ini antara lain dapat menurunkan trigliserida, kolesterol dan LDL, serta meningkatkan HDL dalam darah.In Malang, East Java, figured indigenous food based peanut presscake which been known by local as “tempe kacang”. There aren’t many information about origin and history of peanut presscake tempe and also the  specific detail about this product. Peanut presscake tempe has it own uniqueness about production process such as utilizing starter which similar to tapay starter and aging condition which was held in opened space. Regular soy tempe production utilized tempe starter and aging was wrap in plastic or banana leaves. This articles reviews every step of Malang peanut tempe production along its potency as fungsional food. The health potency of Malang peanut tempe has been reported such as decreasing blood triglyceride, cholesterol, LDL and increasing HDL.Di Malang, Jawa Timur, terdapat pangan khas berbasis bungkil kacang tanah y[A1] ang telah dikenal oleh masyarakat setempat sebagai “tempe kacang”. Tidak diketahui awal mula dan sejarah produk ini dan tidak banyak referensi yang membahas dan memberikan informasi secara mendetail. Keunikan yang dimiliki tempe bungkil kacang yaitu penggunaan ragi mirip ragi tape dan pemeraman yang dilakukan dalam keadaan terbuka. Dalam produksi tempe kedelai, ragi yang digunakan merupakan ragi tempe dan pemeraman dilakukan dalam keadaan tertutup plastik atau daun pisang. Tulisan ini mengulas  setiap lini proses produksi tempe bungkil kacang tanah  khas Malang serta potensinya sebagai pangan fungsional. Beberapa potensi manfaat kesehatan yang dimiliki produk ini antara lain dapat menurunkan trigliserida, kolesterol dan LDL, serta meningkatkan HDL dalam darah. [A1]
APLIKASI MESIN PENGIRIS DAN MODIFIKASI KEMASAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN DAYA JUAL KERIPIK PISANG DI DESA WINONGAN KABUPATEN PASURUAN Pamungkas, Edy Tya Gullit Duta; Hadinata, Refrian; Utomo, Eko Budi
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 6 No. 1 (2021): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v6i1.591

Abstract

UKM keripik pisang “Mulyo” belum mampu untuk memenuhi permintaan dikarenakan terbatasnya produktivitas akibat penggunaan alat irisan tangan dan sulit mengembangkan pasar. Solusi yang diusulkan yaitu aplikasi mesin pengiris dengan hasil irisan memanjang dan modifikasi dengan kemasan dengan penambahan informasi wisata. Tujuan penelitian yaitu meningkatan produktivitas dan ketertarikan calon konsumen sekaligus memperkenalkan kembali wisata di Kecamatan Winongan. Evaluasi kinerja mesin pengiris dengan indikator produktivitas, efisiensi pengirisan, kerusakan dan ketebalan irisan. Evaluasi desain kemasan menggunakan metode kuisioner dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan produktivitas dan tidak merusak mutu irisan yang diharapkan. Desain kemasan dengan informasi wisata dinilai menarik oleh responden sehingga memiliki potensi untuk menambah pasar baru. Kata Kunci: Mesin Pengiris, Desain Kemasan, Pariwisata
Analisis Sensori Bubuk Penyedap Rasa Berbahan Dasar Ikan Medai dan Udang Zuhrohfi Immaroh, Nundiah; Pamungkas, Edy Tya Gullit Duta; Muniroh, Amirotul
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2025): Juni: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v8i1.297

Abstract

Di Kota Pasuruan Ikan medai dan udang yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam menghasilkan produk pangan bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ikan medai dan udang sebagai bahan baku penyedap rasa alami. Metode yang digunakan meliputi pembuatan bubuk penyedap rasa berbahan ikan medai dan udang kemudian dilakukan analisis sensori untuk mengetahui penerimaan penyedap rasa berbahan ikan medai dan udang. Atribut sesnsori yang diuji meliputi rasa, aroma, warna, dan overall. Analisis data pada uji hedonik dianalisis menggunakan software statistik SPSS Statistic 22. Hasil penelitian menunjukkan untuk atribut rasa yang paling disukai panelis ialah berturut-turut dari sampel yang berbahan dasar udang, kombinasi ikan-udang, dan penyedap rasa berbahan dasar ikan medai dengan nilai 3.25;3.02 dan 2.78, warna bubuk penyedap rasa yang paling disukai panelis ialah berturut-turut dari sampel yang berbahan dasar udang, kombinasi ikan-udang, dan penyedap rasa berbahan dasar ikan  medai dengan nilai 3.25; 2.93; dan 2.80. Sedangkan untuk atribut aroma, yang paling disukai panelis ialah penyedap rasa berbahan ikan medai dan udang, selanjutnya penyedap rasa berbahan udang dan nilai terendah ialah penyedap rasa berbahan ikan medai dengan nilai berturut-turut 3.12;2.83; dan 2.62. Penerimaan secara keseluruhan adalah pada penyedap rasa berbahan udang, kombinasi ikan medai dan udang dan yang terakhir ikan medai dengan nilai berturut-turut 3.38, 3.13 dan 2.90.
A Discrete Predator-Prey Model with Cannibalism, Refuge, and Memory Effect: Implementation of Piecewise Constant Argument (PWCA) Method Rayungsari, Maya; Nurmalitasari, Dewi; Pamungkas, Edy Tya Gullit Duta
Jambura Journal of Biomathematics (JJBM) Volume 6, Issue 1: March 2025
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjbm.v6i1.29391

Abstract

Predator-prey models are essential for understanding ecological dynamics, and fractional-order models provide a more realistic approach by considering memory effects. This study aims to analyze the discrete dynamics of a predator-prey model, incorporating predator cannibalism, refuge, and memory effects with a Caputo-type fractional-order. The Piecewise Constant Argument (PWCA) method was employed for discretization, followed by an analysis of the equilibrium points and their stability. Four equilibrium points were identified: the origin, prey extinction, predator extinction, and coexistence. It was found that the origin point was unstable, while the prey extinction, predator extinction, and coexistence points were conditionally locally asymptotically stable, depending on the parameter values. The order of the fractional derivative and step size significantly influenced the stability of these equilibrium points. Numerical simulations confirmed the theoretical findings, showing how parameter variations affect system behavior.
OBAT BIRU IKAN SEBAGAI REAGEN ALTERNATIF UNTUK METHYLENE BLUE REDUCTION TEST (MBRT) SUSU SEGAR Pamungkas, Edy Tya Gullit Duta; Maslukhah, Yulina Lailatul; Muniroh, Amirotul; Fitriyah, Rizqi Sofi Nur; Immaroh, Nundiah Zuhrohfi
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i2.42733

Abstract

MBRT merupakan teknik analisis kualitatif susu segar yang mudah, tanpa kebutuhan laboratorium dan peralatan khusus. Reagen yang dibutuhkan hanyalah larutan methylene blue. Daerah-daerah tertentu yang jauh dari kota besar di Indonesia tidak memiliki akses supplier bahan kimia kualitas reagent terdekat, sehingga menjadi tantangan dalam memperoleh larutan dalam waktu cepat. Obat biru ikan secara umum memiliki kandungan daripada methylene blue dan relatif mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa beberapa obat ikan komersil dalam MBRT. 4 obat biru (RA, SP, BI dan YR) ikan komersil diaplikasikan dalam MBRT dibandingkan dengan MB dan susu segar steril dan terkontaminasi. Seluruh perlakuan diinkubasi selama 240 menit Keempat obat ikan menunjukkan performa reduksi warna biru terhadap susu terkontaminasi. RA dan BI menunjukkan sisa warna biru yang tidak tereduksi, sedangkan MB, SP dan YR menunjukkan reduksi sempurna selama masa inkubasi. SP dan YR berpotensi dapat digunakan sebagai alternatif MB dalam MBRT.