Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis of Mathematical Problem-Solving Ability in Terms of Students' Learning Style on Arithmetic Series and Sequence Material Jean, Anggelica; Ellissi, Wike
Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education Vol. 7 No. 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/reimann.v7i1.62

Abstract

The purpose of this study was to describe the problem solving ability of each type of learning style of students in class XI IPA SMA Negeri 2 Ngabang in solving math problems on the material of arithmetic rows and series. The type of research used is descriptive qualitative research. Data collection techniques using questionnaires, tests and interviews. The research subjects consisted of 6 students of class XI IPA SMA Negeri 2 Ngabang. Subject selection based on purposive sampling technique. Data analysis techniques used in this study are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate 1) students with a visual learning style are able to understand the problem well, able to make a solution plan, able to carry out the plan and can recheck the answer results by looking back at the problem and checking the calculations, 2) students with an auditory learning style are able to understand the problem well, have not been able to make a solution plan, not yet able to implement the plan and at the stage of checking back auditory students can recheck the results of the answer by looking back at the problem and checking the calculations, 3) students with kinesthetic learning styles are able to understand the problem well, are able to make a solution plan, have not been able to at the stage of implementing the plan and at the stage of checking back kinesthetic students can recheck the results of the answer by looking back at the problem and checking the calculations. This research can help students to know the problem solving process in solving math problems.
Ethnomathematics: Exploration Of Jubata Dayak Kanayatn Dance Sanggar Padagi Raya Anjelina, Monika; Ellissi, Wike
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 10, No 2 (2025): Volume 10 Number 2, September 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v10i2.6695

Abstract

This study aims to describe the mathematical elements contained in the Jubata Dayak Kanayatn Dance at the Padagi Raya Studio. This study will not only contribute to cultural preservation, but also provide new insights into ethnomathematics studies and increase public awareness of mathematics in the context of local culture. This study is expected to be a reference for further research, as well as offer alternative solutions in mathematics learning that are more contextual and relevant to the culture of the community. The method used is qualitative research with an ethnographic approach, involving observation, semi-structured interviews, and documentation to collect data from three informants. The results of the study indicate that the Jubata Dance contains various fundamental mathematical activities, such as calculating, measuring, designing, determining locations, playing, and explaining. The mathematical elements identified in this dance include angles, geometric transformations, flat shapes, and spatial shapes. Each dance movement has a mathematical meaning that can be analyzed, such as the angular patterns formed in the movement, as well as the use of geometric formations that show the relationship between dance and mathematics. This study fills the gap in previous studies on ethnomathematics in Jubata Dance and provides new insights into understanding the relationship between culture and mathematics. The conclusion of this study is that Jubata Dance is not only a cultural expression, but also contains mathematical elements that can improve the understanding of the community, especially students, about mathematical elements in the context of local culture. This study is expected to be a reference for further studies and provide alternative solutions in learning mathematics that are more contextual and relevant to everyday life. By integrating cultural elements into education, it is hoped that students can more easily understand mathematical elements and see their relevance in their daily lives, as well as increase their interest in learning the subjectEtnomatematika: Eksplorasi Tari Jubata Dayak Kanayatn Sanggar Padagi RayaABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur matematika yang terdapat dalam Tari Jubata Dayak Kanayatn pada Sanggar Padagi Raya. Penelitian ini tidak hanya akan berkontribusi pada pelestarian budaya, tetapi juga memberikan wawasan baru dalam kajian etnomatematika serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang matematika dalam konteks budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya, serta menawarkan solusi alternatif dalam pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan relevan dengan budaya masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang melibatkan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari tiga narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Jubata mengandung berbagai aktivitas fundamental matematis, seperti menghitung, mengukur, mendesain, menentukan lokasi, bermain, dan menjelaskan. Unsur-unsur matematika yang teridentifikasi dalam tarian ini mencakup sudut, transformasi geometri, bangun datar, dan bangun ruang. Setiap gerakan tari memiliki makna matematis yang dapat dianalisis, seperti pola sudut yang terbentuk dalam gerakan, serta penggunaan formasi geometris yang menunjukkan hubungan antara seni tari dan matematika. Penelitian ini mengisi kekosongan kajian sebelumnya tentang etnomatematika dalam Tari Jubata dan memberikan wawasan baru dalam memahami keterkaitan antara budaya dan matematika. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Tari Jubata tidak hanya merupakan ekspresi budaya, tetapi juga mengandung unsur-unsur matematis yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama siswa, tentang unsur-unsur matematika dalam konteks budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut dan memberikan solusi alternatif dalam pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan mengintegrasikan elemen budaya dalam pendidikan, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami unsur matematika dan melihat relevansinya dalam kehidupan mereka sehari-hari, serta meningkatkan minat belajar mereka terhadap mata pelajaran tersebut.Kata Kunci :Etnomatematika; Tari Jubata; Dayak Kanayatn; pendidikan matematika; aktivitas matematis.
UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN PARIWISATA AIR TERJUN DAIT DAN SETEGUNG Ellissi, Wike; Irawan, Ya’ Kurnia; Prastowo, Ade; Arisinta, Maris Stella
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1838

Abstract

Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat memiliki 23 air terjun yang indah yang dijadikan sebagai tempat wisata. Obyek wisata air terjun di Kabupaten Landak yang populer dan memiliki potensi untuk lebih dikembangkan lebih lanjut sebagai tujuan pariwisata adalah Air Terjun Setegung dan Air Terjun Dait. Tim pengabdian masyarakat melakukan observasi awal ke objek tempat pariwisata Air Terjun Dait dan Air Terjun Setegung. Tim memperoleh informasi bahwa terdapat potensi pencemaran lingkungan melalui penumpukkan sampah yang terdapat di objek tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui jenis sampah yang terdapat dikawasan air terjun dan menemukan solusi pengelolaan sampah dikawasan air terjun. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, observasi yang dianalisis dengan deskripsi persentase. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan tim pengabdi menemukan beberapa jenis sampah di air terjun dait dan air terjun setegung seperti sampah plastik, kaca, kain, bahkan logam. Jenis-jenis sampah tersebut diantaranya adalah polyethylene terephthalate, low density polyethylene, polypropylene, polystyrene, fabricated metal product, kemasan kaca, dan pakaian. Selain itu, tim pengabdi masyarakat berhasil mengajak pemerintah dan masyarakat setempat terlibat dalam upaya pengelolaan sampah dengan terbentuknya kepengurusan pengelolaan sampah di area air terjun dait dan air terjun setegung. Kesadaran pengunjung juga terlihat dengan bebasnya area air terjun dari sampah