Andre Sukma Wira
STAI YAPTIP Pasaman Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA MAN 3 PASAMAN BARAT PASCA PANDEMI COVID-19 Iswandi; Yenni Yenni; Syofrianisda syofrianisda; Andre Sukma Wira
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Al Karim : Maret 2023
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.294 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v8i1.102

Abstract

Pelaksanaan program tahfidz di SMPN 3 Duo Koto Jorong Pembangunan dilaksanakan 2 jam pelajaran setiap hari, Pembelajaran tahfidz ini diwajibkan bagi seluruh siswa, karena sudah termasuk ke dalam kurikulum, dalam pembelajaran tahfidz siswa dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelas VII khusus mempelajari tentang dasar-dasar ilmu tajwid tanpa menghafal, kelas VIII dan kelas IX sudah mulai menghafal ayat-ayat pendek di juz 30 dan masih diajarkan tentang ilmu tajwid. Materi dalam pembelajaran tahfidz di SMPN 3 Jorong Pembangunan adalah tentang dasar-dasar ilmu tajwid, baik makharijul huruf, hukum bacaan, dan mad. Sedangkan untuk materi hafalan, siswa menghafal ayat-ayat pendek di juz 30. Untuk menunjang keberhasilan program tahfidz di SMPN 3 Duo Koto Jorong Pembangunan pihak sekolah telah menyediakan fasilitas berupa ruang kelas, musalla, perpustakaan dan AlQuran. Evaluasi dilaksanakan ketika ujian semester dengan dua model ujian yaitu ujian lisan dengan cara menilai kemampuan membaca AlQuran siswa dan ujian tulisan dengan cara menilai kemampuan pemahaman siswa mengenai ilmu tajwid melalui soal-soal yang telah dibuat oleh guru. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program tahfidz di SMPN 3 Duo Koto Jorong Pembangunan adalah metode wahdah dan metode khitabah. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program tahfidz di SMPN 3 Duo Koto Jorong Pembangunan adalah berupa adanya dukungan dari pihak sekolah berupa penyediaan fasilitas untuk menunjang keberhasilan program tahfidz berupa ruang kelas, musalla, perpustakaan dan Al-Quran.  Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan program tahfidz yaitu:  Kurangnya waktu untuk menghafal dan murajaah yang hanya 2 jam pelajaran perminggu, Kurangnya kemampuan dasar siswa dalam membaca Al-Quran. Rasa malas siswa dan kurangnya motivasi siswa untuk menghafal dan mengulang hafalan. Proses pembelajaran yang membosankan dikarenakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang monoton tanpa ada kreatifitas.
KONSEP MEMBUKA PEMBELAJARAN BAGI GURU: KONSEP MEMBUKA PEMBELAJARAN BAGI GURU Gaditia; Andre Sukma Wira; Iswandi Iswandi; Yulda Dina Septiana
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Al Karim : Maret 2023
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.418 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v8i1.194

Abstract

Pada proses belajar mengajar siswa sebagai pembelajar sangat memerlukan peran guru. Guru memiliki peran sebagai fasilitator, membuat keputusan, pengelola kelas dan pemimpin. Sebagai fasilitator , guru terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran secara langsung yang memerlukan kemampuan khusus untuk mengajar. Kemampuan khusus yang dimaksud yaitu keterampilan dasar mengajar. Keterampilan dasar mengajar merupakan sejumlah keahlian yang dimiliki oleh guru untuk memenuhi tugas mengajar yang dilaksanakan secara profesional.