Yulda Dina Septiana
STAI YAPTIP Pasaman Barat

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MANAJEMEN PENDIDIKAN AKHLAK Sriwardona; Lutfiyani Lutfiyani; Yulda Dina Septiana; Yenni Yenni; Salman Salman; Nofrizal Nofrizal
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/tarbiya.v13i1.2481

Abstract

Students of SMKN 1 Pasaman are multicultural because they have a variety of educational backgrounds, languages, religions, ethnicities and cultures. The diversity of students is not something that prevents the school from fostering the morals of its students. The principal of SMKN 1 Pasaman fosters the morals of multicultural students through the management of moral education. This research is interesting to study with the aim of describing the management of moral education for multicultural students that accumulates in planning, organizing, implementing, controlling, and evaluating moral education. This qualitative research uses a descriptive method with data collection techniques of observation, interviews and documentation, the data collected is analyzed and tested for validity through triangulation. The results of his research that 1) moral education is carried out through careful planning and written in the RPP, 2) it is organized that all parties have an obligation to foster the morals of multicultural students, 3) implementation of moral education for multicultural students a) carried out by the homeroom teacher directly b) moral development by the homeroom teacher with the subject teacher, c) moral development in collaboration with the homeroom teacher and the counseling teacher, d) student moral development with school leaders, e) coaching student morals with parents, 4) control and supervision are also carried out directly and indirectly, systematic 5) evaluation of moral education begins with guidance, direction, guidance, sanctions and cooperation
Nilai-Nilai Pendidikan Pada Lirik Ronggeng di Pasaman Barat Iswandi iswandi; Taufik Hidayat; Rahmadi Rahmadi; Lutfiyani Lutfiyani; Juliwis Kardi; Yulda Dina Septiana; Yenni Yenni
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5412

Abstract

Lirik-lirik pada lagu ronggeng di Pasaman Barat sangat erat dengan nilai-nilai Pendidikan. Nilai-nilai tersebut meliput nilai etika dan moral, kejujuran, kasih sayang yang merupakan inti dari nilai Pendidikan. Lebih lanjut, pendidikan merupakan proses dalam memanusiakan manusia. Maka nilai-nilai karakter itu merupakan unsur-unsur penting dalam proses pelaksanaan pendidikan tersebut. Lirik-lirik lagu ronggeng ini terutama lagu cincin ijo dan anak balam, pada dasarnya yang sudah dihafal oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat sudah mampu memahami makna yang terkandung dalam lirik-lirik tersebut. Dengan demikian, secara langsung maupun tidak langsung, maka lagu-lagu ronggeng tersebut telah mampu membangun dan membimbing karakter masyarakat. Lagu ronggeng di samping menjadi hiburan, juga menjadi pesan-pesan dalam membina karakter masyarakat.
MULTIKULTURALISME DALAM SISTEM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Yulda Dina Septiana; Wiranda S Pratomo
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Al-Karim - Maret 2022
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.221 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v7i1.23

Abstract

Pendidikan bertujuan untuk membentuk sikap dan prilakumenuju manusia yang beradab. Sistem pendidikan yang hanyamenekankan pada transfer of knowledge, menjadikan pendidikan tidaklagi bermakna dan memberikan efek positif bagi peserta didik.Pendidikan kurang menyentuh sisi humanisme yang pada akhirnyamengembangkan sikap pluralism sebagai pondasi pemikiranmultikulturalisme. Model pendidikan agama seperti ini hanyamenciptakan peserta didik menjadikan “ abdillah” yang hanya sholehsecara individual. Paham pluralism dan multikulturalisme yang saat initelah menjadi komoditas bidang politik akan terus bergulir dalam ranahpendidikan nasional., termasuk pendidikan agama islam yang secaraintegral bagian dari system pendidikan nasional itu sendiri. Kebijakanpemerintah tentang pemberlakuan kurikulum kurtilas yangmeniscayakan penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi padapotensi dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada anak didik.Kebijakan ini tidak terlepas dari munculnya kesadaran para tokoh danmemimpin negeri ini bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yangsangat majemuk dan heterogen
PELAKSANAAN PENDIDIKAN ISLAM MASA COVID-19 M. Ridho Al-Faraby; Nisaus Sakiah; Yulia Safitri; Marisa Marina; Yulda Dina Septiana; Iswandi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Al Karim : Maret 2021
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.829 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v6i1.75

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia, cara maupun pemerintah pada era reformasi ini. Problematika pendidikan merupakan sesuatu yang kompleks. Persoalan pendidikan selalu saja ada selama peradaban dan kehidupan manusia sendiri itu ada. Masalah pendidikan di indonesia terjadi karena tidak merata nya pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Selain itu kurangnya kesadaran orang tua terhadap pendidikan itu sendiri. Pemerintah sebaiknya membenahi sistem pendidikan di indonesia. Mulai dari pemerataan guru, sarana dan prasarana,lembaga pendidikan yang berkualitas tinggal di daerah terpencil dan teknologi yang dapat dirasakan semua lapisan masyarakat.Pendidikan agama islam pada masa pandemi covid -19 sangat beragam, sedangkan analisis keberagaman belum banyak yang meneliti. Analisis dari kajian pendidikan agama islam menunjukkan terdapat seragam perspektif yang digunakan oleh para peneliti diantaranya yang paling banyak menjadi fokusnya adalah mengenai media methodist kesiapan sarana dan prasarana serta kebijakan pendidikan yang mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Sehingga seluruh kajian yang membahas mengenai pembelajaran jarak jauh dapat merekomendasikan para guru untuk meningkatkan kreativitas nya dalam menguasai perangkat pembelajaran yang berbasis teknologi.
Konsep dan Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Sistem Pembelajaran Yulda Dina Septiana
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Al Karim : Maret 2020
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.775 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v5i1.90

Abstract

Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yangkompleks / terorganisir; suatu himpunan / perpaduan halhal / bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan /keseluruhan yang kompleks / utuh. Masing-masingkomponen tersebut mempunyai fungsi tertentu dan secarabersama-sama melaksanakan fungsi struktur, yaitumencapai tujuan sistem. Dengan demikian sistem dapatdiartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlahkomponen. Komponen-komponen tersebut satusama lainsaling berpengaruh dengan fungsinya masing-masing,tetapi secara fungsi komponen itu, terarah padapencapaian satu tujuan (yaitu tujuan dari sistem itusendiri). Berikut akan diperjelas lagi dalam pembahasanmengenai konsep dan faktor-faktor yang berpengaruhterhadap sistem pembelajaran
KONSEP MEMBUKA PEMBELAJARAN BAGI GURU: KONSEP MEMBUKA PEMBELAJARAN BAGI GURU Gaditia; Andre Sukma Wira; Iswandi Iswandi; Yulda Dina Septiana
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Al Karim : Maret 2023
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.418 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v8i1.194

Abstract

Pada proses belajar mengajar siswa sebagai pembelajar sangat memerlukan peran guru. Guru memiliki peran sebagai fasilitator, membuat keputusan, pengelola kelas dan pemimpin. Sebagai fasilitator , guru terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran secara langsung yang memerlukan kemampuan khusus untuk mengajar. Kemampuan khusus yang dimaksud yaitu keterampilan dasar mengajar. Keterampilan dasar mengajar merupakan sejumlah keahlian yang dimiliki oleh guru untuk memenuhi tugas mengajar yang dilaksanakan secara profesional.
TAHAPAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU Nur Ainun; Laila Lestari; Yulda Dina Septiana
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Al Karim : September 2023
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v8i2.243

Abstract

Guru adalah sebuah profesi yang harus terus dikembangkan. Pengembangan profesi guru merupakan suatu usaha dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas. Selain itu, seorang pendidik juga harus mengembangkan karirnya sebagai guru. Karir guru merupakan perkembangan dan kemajuan yang sistematis yang telah dicapai oleh guru dalam profesinya. Pengembangan profesi dan karir guru ini berorientasi untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas professional para guru dalam mengajar. Tujuan penulisan artikel ilmiah ini untuk menjelaskan mengenai pengembangan profesi dan karir guru. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan tinjauan literatur sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesi guru merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan professional guru dengan menyesuaikan tuntutan pendidikan. Terdapat beberapa dasar dalam pengembangan profesi guru diantaranya dasar filosofis dan pedagogis. Selain itu pengembangan profesi guru juga harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Pengembangan profesi dan karir guru dapat dilaksanakan melalui berbagai program. Baik program yang diwadahi oleh lembaga sekolah ataupun program-program pengembangan profesi dan karir guru yang dicanangkan pemerintah. Dengan adanya program pengembangan profesi dan karir guru tersebut diharapkan para guru dapat berpartisipasi aktif dalam meningkatkan berbagai kompetensi serta kecakapan dirinya masing-masing.
Posisi dan Fungsi Pendidikan Islam dalam Agama dan Masyarakat Annisa Annisa; Lidia Sri Wahyuni; Tresna Tresna; Iswandi Iswandi; Yulda Dina Septiana
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2024
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v9i1.297

Abstract

Sejarah Pendidikan Islam merupakan mata kuliah yang diberikan pada perguruan tinggi Islam. Tujuan untuk mempelajari Sejarah pendidikan Islam pada makalah ini agar mahasiswa mampu memahami tentang posisi pendidikan Islam dalam Agama, Hubungan Pendidikan dan Masyarakat, Fungsi Ideologi, Sosial, Ekonomi, Kultural, Politis Pendidikan Islam. Kondisi pendidikan Islam di Indonesia, sebenarnya menghadapi nasib yang sama, dan secara khusus pendidikan Islam menghadapi berbagai persoalan dan kesenjangan dalam berbagai aspek yang lebih kompleks, yaitu: berupa persoalan dikotomi pendidikan, kurikulum, tujuan, sumber daya, serta manajemen pendidikan Islam. Kedudukan pendidikan agama islam sebagai pelajaran yang diajarkan di sekolah umum adalah segala penyampaian ilmu pengetahuan agama islam, tidak hanya untuk dipahami dan dihayati, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan Pendidikan Islam dan masyarakat dapat diartikan sebagai proses komunikasi antara lembaga Pedidikan Islam dengan masyarakat untuk membentuk pengertian dan kesadaran mereka tentang pentinnya pendidikan, sehingga keduannya terdorong untuk bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk memajukan lemabaga pendidikan Islam. Ideologi Pendidikan agama Islam berfungsi membangun fondasi kehidupan pribadi Bangsa Indonesia yaitu fondasi mental rohaniah.
PELAKSANAAN MODEL THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 2 PASAMAN BARAT Yulda Dina Septiana; Sar'an; Sintia Aprilia
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Al Karim Edisi September 2024
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v9i2.376

Abstract

Pembelajaran pendidikan agama Islam selama ini cendrung berpusat pada guru, dimana guru menstransfer ilmu pengetahuan yang dimiliki ke pikiran siswa dan siswa menerimanya dengan pasif. Hal ini juga terjadi di SMA Negeri 2 Pasaman Barat, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal sehingga hasil belajar mereka rendah. Hal ini disebabkan siswa kurang diberi kesempatan untuk berpikir dan mengungkaan ide-ide serta menulis dengan bahasa yang benar. . Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan model think talk write (ttw) dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun tujuan PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi didalam kelas yang dialami langsung oleh guru dan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik di kalangan para guru yang bersifat akademis yang tertuang dalam nilai ulangan harian (formatif) dan ulangan semester (sumatif). Ulangan akhir semester (sumatif) maupun yang bersifat non akademis seperti motivasi, perhatian, aktivitas, minat dan lain sebagainya. karena seluruh program dilakukan dimulai dari perencanaan yang baik, proses yang sesuai dengan tujuan yang disusun serta evaluasi yang berkelanjutan. Terkait dengan pelaksanan model think talk write (ttw) dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Pasaman Barat temuan ini membuktikan dan menjelaskan tentang dalam pelaksanan model think talk write sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak sekolah sekolah, guru dan siswa. Temuan ini mnjelaskan bahwa dengan terlaksananya model think talk write ini, karena nilai yang dihasilkan siswa dari ujian formatif dan sumatif sudah terdapat meningkatnya nilai dan hasil belajar siswa, sebelumnya siswa kurang minat terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam, alhamdulilah sekarang sudah menigkat dan berminat sekali dalam menerima mata pelajaran pendidikan agama Islam. Sedangkan siswa pun sudah mulai percaya diri terhadap dirinya sendiri, dan guru sudah melaksanakan model think talk write ini dengan baik pada saat proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas.