Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Culture

Fungsi Sekolah Incung dalam Pelestarian Aksara Kerinci Tasha Soliha Ayunda; Erda Fitriani; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.111

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi Sekolah Incung dalam pelestarian aksara Kerinci melalui pendidikan non formal. Hal ini menarik untuk dikaji karena aksara Incung merupakan salah satu ciri khas daerah Kerinci perlu untuk diperkenalkan dan dipelajari oleh seluruh masyarakat Kerinci. Namun faktanya pelestarian aksara Incung belum tercapai ke seluruh masyarakat Kerinci secara keseluruhan. Sehingga pada pelestarian aksara Incung ini perlunya sebuah wadah yang bisa lebih berfokus kepada pelestarian aksara Incung. Pada penelitian ini.dianalisis.menggunakan teori fungsionalisme dari Bronislaw Malinowski yang pada asumsi dasar teori ini adalah bahwa semua unsur kebudayaan bermanfaat bagi semua masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Kemudian untuk teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Perolehan data penelitian didapat dari hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Pada hasil penelitian yang peneliti teliti.menjelaskan bahwa fungsi Sekolah Incung dalam melestarikan kebudayaan Tradisional Incung di.Desa.Gedang,.Kecamatan.Sungai Penuh,.Kota Sungai.Penuh, adalah: 1) Sekolah Incung memiliki fungsi mengedukasi kepada para peserta untuk menambah wawasan serta ilmu budaya khususnya aksara Incung kepada generasi muda, 2) Sekolah Incung memiliki fungsi meliterasikan generasi muda bagaimana cara membaca dan menulis aksara Incung, 3) Sekolah Incung memiliki fungsi pelestarian karena aktivitas atau program-program yang mereka lakukan menunjukkan upaya pelestarian aksara Kerinci.
Solidaritas Pedagang Kaki Lima Asal Minangkabau di Pasar Cik Puan Silvani Evamela; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 1 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i1.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wujud solidaritas pedagang kaki lima (PKL) asal Minangkabau di Pasar Cik Puan Pekanbaru. Meskipun berada di daerah rantau, tepatnya di lingkungan etnik Melayu, namun keberadaan pedagang kaki lima asal Minangkabau di Pasar Cik Puan relatif dominan. Mereka tidak hanya menempati posisi mayoritas dibandingkan pedagang kaki lima dari etnik lain maupun lokal, akan tetapi budaya Minangkabau terutama bahasa Minangkabau telah menjadi bahasa pengantar dalam transaksi perdagangan di pasar tersebut. Fenomena ini diasumsikan karena keberhasilan mereka membangun kebersamaan dengan sesama pedagang asal Minangkabau, serta membangun jaringan dengan pihak-pihak kompeten di Pasar Cik Puan. Temuan penelitian ini dianalisis dengan teori solidaritas sosial yang dikembangkan Emile Durkheim. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pemilihan informan penelitian dilakukan dengan teknik snowball sampling dengan jumlah 10 informan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, serta studi dokumen. Untuk memperoleh data yang valid dilakukan triangulasi sumber. Kemudian data yang dikumpulkan dianalisis dengan memakai model analisis interaktif Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: reduksi data, sajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa wujud solidaritas yang terbangun pada PKL asal Minangkabau di Pasar Cik Puan Pekanbaru yaitu solidaritas mekanik seperti tolong menolong dan kerjasama, solidaritas mekanik yang kuat berperan membangun solidaritas organik dengan instansi terkait.
Kehidupan Keluarga Pasangan Suami - Istri yang Hasil Ngitung Weton Tidak Cocok Desi Susanti; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kehidupan keluarga pasangan suami-istri yang hasil ngitung wetonnya tidak cocok. Ngitung weton masih lazim dilaksanakan oleh orang Jawa di Jorong Pujorahayu Nagari Kotobaru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat sebelum pelaksanaan perkawinan. Kasus yang diangkat dalam penelitian ini adalah calon pasangan suami istri yang hasil ngitung wetonnya tidak cocok, tetapi keduanya tetap melangsungkan pernikahan. Dilihat dari segi pendekatannya, penelitian ini termasuk kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah 20 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Temuan penelitian dianalisis dengan teori fenomenologi Alfred Schutz. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: kehidupan lima keluarga yang hasil ngitung weton tidak cocok, berbanding terbalik dengan hasil ramalan weton sebelum pernikahan. Kelima keluarga memiliki hasil ramalan yang buruk, akan tetapi mereka memiliki cara pandang yang berbeda sehingga berusaha untuk menjadikan kehidupan keluarganya tidak seperti yang diramalkan. Pemahaman mengenai apa yang akan terjadi dalam kehidupan kelima keluarga informan menurut ramalan weton menjadi motivasi mereka untuk berusaha menciptakan kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah (terhindar dari keburukan yang terungkap dalam ramalan weton mereka).
Upaya Pelestarian Tradisi Pidato Pasambahan di Kota Jambi Balkis Oktaviani Putri; Emizal Amri; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i1.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kegiatan pelestarian tradisi pasambahan oleh organisasi Perkumpulan Keluarga Besar Manggopoh atau yang disingkat menjadi PKBM yang berada di Kota Jambi. Tradisi pidato pasambahan merupakan salah satu tradisi lisan asal Minangkabau yang terkenal dengan kiasan-kiasannya yang indah dengan makna tersirat di dalamnya. Tradisi ini tidak hanya dapat dijumpai di daerah asal saja tetapi di daerah rantau yaitu di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe etnografi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipan, wawancara, dan studi dokumen. Jumlah informan adalah 9 orang. Permasalahan penelitian ini dianalisis menggunakan teori struktural fungsional yang dikemukakan oleh Talcott Parsons dengan skema AGIL. Temuan penelitian ini yaitu dalam mencapai tujuan melestarikan kebudayaan PKBM telah melakukan upaya pelestarian tradisi pidato pasambahan secara bersama dengan cara mengupayakan guru pidato pasambahan, mengupayakan anggota belajar pidato pasambahan, melaksanakan proses pembelajaran secara rutin, serta melakukan praktek tradisi pidato pasambahan pada upacara-upacara adat di lingkungan PKBM.
Batalam Ampek: Simbol Hubungan Induak Bako dan Anak Pisang dalam Upacara Perkawinan Restu Amelia; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v7i1.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna batalam ampek dalam perkawinan di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Batalam ampek merupakan baki atau nampan yang berisi empat macam makanan yaitu siwajik, siputiah, sikuniang, dan pinyaram. Makanan ini dibawa oleh induak bako (saudara perempuan ayah) ke rumah anak pisang (anak-anak dari saudara laki-laki) pada waktu upacara perkawinan. Prosesi arak-arakan anak pisang dari rumah bako ke tempat pesta perkawinan, serta makanan khas yang dibawa oleh bako, menarik untuk dikaji secara mendalam. Setelah anak-arakan dan menikmati hidangan di rumah mempelai, rombongan induak bako melaksanakan jamba (memotong isi talam ampek) sebelum meninggalkan rumah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling dengan jumlah 15 informan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi langsung, wawancara mendalam dan studi dokumen. Teknik analisis data mengacu pada teknik analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tradisi batalam ampek dimaknai sebagai wujud kepedulian induak bako terhadap anak pisang, serta sebagai wadah untuk tetap menjaga silaturahmi antara induak bako dengan anak pisang, ayah dengan saudara perempuannya, maupun dengan masyarakat sekitar yang ikut prosesi batalam ampek.
Strategi Sekolah dalam Mempertahankan Harmonisasi Sosial Ade Rizka Tanjung; Emizal Amri; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i2.176

Abstract

Indonesia salah satu negara yang majemuk terdiri dari berbagai ras, etnik, dan agama. Keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia dapat memicu terjadi konflik. SMA Sultan Iskandar Muda salah satu sekolah yang mempunyai siswa dari latar belakang yang beragam dari etnik, agama, bahkan status sosial ekonomi.Namun keberagaman maupun perbedaan yang ada tidak pernah memicu terjadi konflik antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan strategi yang diterapkan oleh pihak sekolah dalam mempertahankan terjalin harmonisasi sosial antar siswa di SMA Sultan Iskandar Muda. Penelitian dianalisis dengan memanfaatkan teori struktural fungsionalisme dari Talcott Parson dengan skema AGIL. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pemilihan informan dalam penelitian memakai teknik purposive sampling, dalam penelitian ini informan berjumlah 23 orang yang diantaranya, Kepala Keguruan, Kepala Sekolah, Guru, serta siswa SMA Sultan Iskandar Muda. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara secara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data penelitian terdiri dari beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat beberapa strategi yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam mempertahankan harmonisasi sosial antar siswa seperti menerapkan doa lintas agama, kelas religiusitas, pengintegrasian pendidikan multikultural dalam mata pelajaran yang relevan.