Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Ritual Ngunggah Beras dalam Acara Ewoh Orang Jawa di Dharmasraya Walinda Sari, Lipah; Amri, Emizal; Fitriani, Erda
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i4.45

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian mengenai ritual ngunggah beras dalam acara Ewoh orang Jawa di Jorong Aur Jaya Nagari Koto Padang. Dilihat dari segi pendekatannya, penelitian ini termasuk kualitatif dengan tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling,dan data dianalisis dengan perspektif teori Interpretatif yang dikemukakan oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian mengungkapkan, makna ritual ngunggah beras bagi masyarakat Jorong Aur Jaya mengadopsi makna; (1) penghormatan terhadap Dewi Sri dan roh nenek moyang; (2) wahana untuk menjauhkan dan melindungi masyarakat dari bahaya; (3) menunjukkan prestise bagi orang Jawa; dan (4) wujud kebersamaan, keempat temuan tersebut mengidentifikasi bahwa singkretisme di kalangan orang Jawa di Jorong Aur Jaya.
Makna Simbol Upacara Kematian: Suntiang Bungo Sanggua dan Saluak Tuti Anggraini; Erda Fitriani; Emizal Amri
SOCIUS Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v7i1.179

Abstract

Artikel ini membahas tentang makna simbol pada upacara kematian masyarakat Nagari Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Masyarakat Minangkabau yang beragama Islam melaksanakan prosesi upacara secara Islam seperti memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan, akan tetapi di dalam pelaksanaan prosesi upacara kematian yang dilaksanakan masyarakat suatu nagari memiliki keunikan tertentu seperti halnya masyarakat Nagari Salayo. Pada saat mayat berada di dalam rumah dipakaikan suntiang bungo sanggua untuk mayat perempuan atau saluak untuk mayat laki-laki di bagian kepala. Simbol yang ada dalam upacara kematian dianalisa dengan teori interpretivisme simbolik oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian ini mengungkapkan makna simbol yang ada dalam upacara kematian adalah penghormatan bagi orang yang meninggal, sebagai tanda orang beradat, hubungan kekeluargaan yang erat, dan solidaritas sosial.
Motivasi Pecandu Narkoba Melapor Ke IPWL New Padoe Jiwa Kota Bukittinggi Elmay Yolanda; Emizal Amri
Jurnal Perspektif Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v3i3.293

Abstract

Pokok permasalahan penelitian ini adalah untuk mengungkap motivasi pecandu narkoba melapor ke IPWL New Padoe Jiwa, bagaimanapun untuk mengakui mereka menggunakan narkoba saja merupakan hal yang sangat memalukan, bukan hanya bagi individu melainkan juga bagi keluarganya. Pecandu narkoba bahkan dianggap sampah dan menyandang status buruk dalam masyarakat. Walaupun demikian, belakangan ini muncul kesadaran baru di kalangan pecandu narkoba untuk melapor ke IPWL, yakni suatu lembaga yang ditugasi pemerintah untuk menanggulangi meluasnya pengaruh narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motivasi pecandu narkoba melapor ke IPWL New Padoe Jiwa Kota Bukittinggi. Teori pilihan rasional oleh James S Coleman dijadikan sebagai pisau analisis untuk menjelaskan temuan penelitian ini. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif, dengan tipe penelitian studi kasus . Informan dipilih melalui teknik pemilihan informan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Data dianalisis dengan meminjam teknik analisis interaktif Teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dikembangkan Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesadaran pecandu narkoba untuk melapor ke IPWL agar terbebas dari narkoba. Motivasi tersebut dapat dibedakan pada dua kategori. Pertama Motivasi Internal, yang muncul kesadaran dalam diri untuk tidak lagi mengkonsumsi narkoba dan keinginan pecandu menjalani kehidupan secara normal. Kedua motivasi eksternal yaitu motivasi yang berasal dari: (1) dukungan keluarga; (2) dukungan pasangan; (3) teman; dan (4) penjangkauan (Outreach). Hal yang menarik perhatian pecandu narkoba adalah: adanya kegiatan vokasional dan pemberdayaan mantan pecandu narkoba pasca rehabilitasi. Pecandu narkoba juga dijadikan sebagai petugas di IPWL setelah sukses menjalani rehabilitiasi.
Integrasi Pendidikan Al-Qur’an dan Budaya Alam Minangkabau Dalam Setting Pembelajaran Daring Nora Susilawati; Emizal Amri; Junaidi Junaidi; Reno Fernandes
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v2i2.58

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang membawa kepada zaman keterbukaan bisa saja membawa dampak buruk bagi generasi muda di Indonesia. Pengaruh negatif dari keterbukaan tersebut dapat berupa penyimpangan perilaku dan gaya hidup. Sebagai antisipasinya sistem pendidikan di Indonesia menyediakan pendidikan karakter. Dalam kurikulum 2013 pendidikan karakter diselenggarakan dengan cara pengintegrasian nilai-nilai karakter bangsa dengan matapelajaran yang ada di Sekolah Menengah Atas. Di Sumatera Barat pengintegrasian pendidikan karakter tersebut dilaksanakan dengan integrasi pendidikan Al-Qur’an dan Budaya Alam Minangkabau dengan matapelajaran Sosiologi. Implementasi program pendidikan karakter di Sumatera Barat ternyata belum mencapai hasil yang maksimal. Data penelitian menunjukkan masih banyak Guru-guru di Sumatera Barat yang belum bisa melaksanakan program pengintegrasian. Dengan demikian maka pelatihan pengintegrasian ini penting dilaksanakan. Metode yang dipakai adalah Seminar dan Workshop. Pengabdian dapat dikatakan berhasil karena 83 % peserta kegiatan berhasil membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Media dan Materi ajar sosiologi terintegrasi dengan pendidikan Al-Qur’an dan Budaya Alam Minangkabau.
Pendampingan Pengelolaan Website Nagari Guna Mendukung Keterbukaan Informasi Publik di Kenagarian Batipuah Baruah Eka Vidya Putra; Reno Fernandes; AB Sarca Putera; Rika Febriani; Emizal Amri; Ayu Adriyani
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v4i1.236

Abstract

The team ensures that the program is participatory and on target by dialogue with the community and Nagari Batipuah Baruah government. From this dialogue found the essential issues related to public information disclosure. Among them, the understanding of the Nagari Batipuah Baruah apparatus regarding Information Commission Regulation No. 1 of 2018 concerning Village Public Information Service Standards that have not been developed; also, the capacity of the Nagari government apparatus that has not been fully trained to enter and update information and data on the Nagari official website. The solution to this problem is to carry out activities facilitated with assistance directly involving the Nagari Batipuah Baruah government and other related parties. This community service program aims to increase the knowledge, understanding, and ability of the Nagari Batipuah Baruah government to implement village public information services and optimize digital platforms so that public information disclosure can be achieved. The method of implementing the activities is socialization, Focus Group Discussion (FGD), and training entirely run offline by complying with health protocols. After all the methods were implemented, the Nagari Batipuah Baruah government apparatus received a positive response from the Musyawarah Kerja Sekretaris Nagari (MKSN), which responded to the issue of public information disclosure by holding a meeting with the Nagari Secretary throughout the Tanah Datar Regency. In addition, the problem with the Nagari Batipuah Baruah website, which previously did not appear on the Google search page, had to be searched manually by typing www.batipuahbaruah.web.id has also been resolved through this service program.
Makna Upacara Kematian Malapeh-lapeh bagi Masyarakat Nagari Taluak Pesisir Selatan Besfi Apri Yolanda; Emizal Amri; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 3 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i3.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna upacara kematian malapeh-lapeh bagi masyarakat Nagari Taluak Pesisir Selatan. Upacara kematian merupakan bagian penting dalam lingkaran hidup manusia. Kematian tidak hanya merupakan proses peralihan manusia yang berpindah kehidupan ke alam roh, namun bagi suatu masyarakat terdapat makna yang dalam, sehingga upacara ini sangat penting dilaksanakan. Masyarakat nagari melaksanakan rangkaian upacara kematian yang biasa dilakukan oleh masyarakat Islam Minangkabau, akan tetapi sedikit berbeda dengan daerah lain yaitu adanya upacara malapeh lapeh. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi dengan teknik pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling yang berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis mengacu pada model analisis interpretatif yang dikembangkan oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian makna dari upacara malapeh-lapeh adalah, sebagai penghargaan terhadap ninik mamak, nilai solidaritas sosial dalam masyarakat dan identitas masyarakat Nagari.
Ritual Ngunggah Beras dalam Acara Ewoh Orang Jawa di Dharmasraya Lipah Walinda Sari; Emizal Amri; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i4.45

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian mengenai ritual ngunggah beras dalam acara Ewoh orang Jawa di Jorong Aur Jaya Nagari Koto Padang. Dilihat dari segi pendekatannya, penelitian ini termasuk kualitatif dengan tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling,dan data dianalisis dengan perspektif teori Interpretatif yang dikemukakan oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian mengungkapkan, makna ritual ngunggah beras bagi masyarakat Jorong Aur Jaya mengadopsi makna; (1) penghormatan terhadap Dewi Sri dan roh nenek moyang; (2) wahana untuk menjauhkan dan melindungi masyarakat dari bahaya; (3) menunjukkan prestise bagi orang Jawa; dan (4) wujud kebersamaan, keempat temuan tersebut mengidentifikasi bahwa singkretisme di kalangan orang Jawa di Jorong Aur Jaya.
Hak Waris Sako dan Pusako Bagi Anak Naiak di Nagari Surantih Feni Octafia Dwi Putri; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i1.91

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada hak waris sako dan pusako bagi anak naiak di Nagari Surantih. Sako dan pusako diwariskan kepada anak perempuan dan laki-laki sebuah keluarga di dalam kaum/ suku tertentu. Sebagai pendukung budaya Minang, masyarakat Surantih mengenal sako dan pusako yang bisa diwariskan kepada generasi penerus berdasarkan garis keturunan matrilineal. Sako dan pusako diwariskan kepada anak perempuan dan laki-laki sebuah keluarga di dalam kaum/suku tertentu. Problemnya sekarang adalah anak naiak yang dilahirkan dalam sebuah keluarga, juga mengakui dan diakui ada keluarga lamanya, serta diakui juga oleh masyarakat setempat. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Untuk mendapatkan keabsahan data dipilih teknik triangulasi sumber. Analisis dilakukan mengacu pada model analisis etnografi yang dikembangkan Cliffort Geertz, meliputi: hermeneutik data, menginterpretasikan data, interpretatif yang dipresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan hak waris sako dan pusako bagi anak naiak di Nagari Surantih ditentukan berdasarkan garis keturunan matrilineal; dan sako sepersukuan berdasarkan ikatan sesuku. Untuk hak waris pusako, di keluarga lamanya anak naiak mendapatkan pusako rendah yang berasal dari hasil mata pencaharian ayah dan ibunya dahulu, pada keluarga baru ia memiliki hak waris pusako rendah dan pusako tinggi, tidak ada pembedaaan karena si anak naiak merupakan anak kandung dari keluarga baru.
Fungsi Tuor Bagi Orang Mandailing Yulia Risa; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi pemberian Tuor dalam adat Mandailing di Jorong Ranto Panjang Nagari Rabi Jonggor Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Fokus dari artikel ini yaitu pemberian Tuor (maskawin) dari pihak laki-laki kepada perempuan dalam adat perkawinan orang Mandailing di Ranto Panjang. Mengingat masyarakat yang berda di Pasaman Barat memiliki suku bangsa yang beragam seperti Minang, Melayu, Mandailing dan Jawa yang memiliki kebudayaan berbeda-beda disetiap daerahnya. Akan tetapi pemeberian Tuor tetap dipertahankan dan selalu ada sebelum upacara perkawinan orang Mandailing baik yang menikah dengan sesama suku mandailing maupun tidak dengan orang Mandailing. Acara penetapan Tuor dilaksanakan pada acara Marsapa (meminang). Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori fungsionalisme yang dikemukakan oleh Bronislaw Malinowski. Penelitian dilakukan dengan menerapkan pendekatan kualitatif dengan tipe Etnografi. Informan dipilih secara pusposive sampling. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam (indepth interview), observasi, studi dokumen. Teknik analisis data mengacu pada teknik analisis etnografi yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman melipiti: data reduction (reduksi data), data displey (penyajian data), verification analysis (menarik kesimpulan). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan fungsi pemberian Tuor pada masyarakat Mandailing di Ranto Panjang adalah: (1) penguatan ikatan dua keluarga; (2) menjunjung tinggi tradisi yang diwarisi dari generasi terdahulu; (3) menghormati orang tua si gadis; (4) penghargaan terhadap status pendidikan perempuan; dan (5) mendapatkan legalitas perkawinan secara adat.
Makna Upacara Kematian Osongkapali Amia Lugita; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i2.95

Abstract

Penelitian ini menjelaskan makna simbol pada upacara Osongkapali di Nagari Sungai Patai, Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Upacara Osongkapali merupakan upacara kematian Penghulu suku, tahapan prosesi yang dilaksanakan sedikit berbeda dengan upacara kematian masyarakat biasa yaitu adanya makna simbol yang digunakan pada upacara Osongkapali. Problem ini dinilai menarik untuk dikaji, mengingat budaya khas masyarakat local ini, sudah banyak yang tidak dipahami maknanya oleh generasi penerus. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Untuk mendapatkan keabsahan data dipilih teknik triangulasi sumber. Analisis ini didasarkan pada model analisis etnografi yang dikembangkan Cliffort Geertz, meliputi: hermeneutik data, menginterpretasikan data, interpretatif yang dipresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan makna simbol pada upacara Osongkapali merupakan penghormatan terakhir kepada “penghulu suku” yang sudah banyak berjasa pada kaumnya, dan suatu bentuk kebesaran penghulu suku.