Joeyakin Christo Manik
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS MODEL NORMAN FAIRCLOUGH PADA LAMAN BABAD.ID TENTANG PERGANTIAN KE KURIKULUM MERDEKA Elsa Sabrina Br Barus; Joeyakin Christo Manik; Lastri Sintauli Siahaan; Nuraini Nuraini; Fitriani Lubis
IdeBahasa Vol 5 No 1 (2023): JURNAL IDEBAHASA Vol. 5 No. 1 Juni 2023
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v5i1.122

Abstract

This study aims to analyze the article "Merdeka Curriculum, change the minister change the curriculum? Here's the explanation of Kemendikbudristek "published by Babad.id on July 6, 2022. The article describes the agreement between the government and the public on the currency policies that are constantly changing as the turn of the Minister of Education and Culture. This research uses qualitative descriptive research method. Data in this study were collected using read methods, check, and recorded. Through a critical wacana analysis of the Norman fairclough model, researchers found that the article contained four news representations and three practice of wacana analysis that influenced the public's view on curriculum policies.
REPRESENTASI WANITA DALAM DRAMA BALADA SUMARAH: KAJIAN KRITIS TEORI SARA MILLS Julailanajmi Hasiholanda Tanjung; Joeyakin Christo Manik; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1275

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam drama Balada Sumarah dengan menggunakan kerangka teori Sara Mills, yang berfokus pada tiga aspek utama: posisi subjek, posisi objek, dan pembaca yang dibayangkan. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis feminis, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk pembungkaman, objektifikasi, dan marginalisasi yang dialami tokoh Sumarah sebagai perempuan dalam struktur sosial, budaya, dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sumarah direpresentasikan sebagai perempuan yang kehilangan kendali atas identitasnya akibat wacana eksternal yang menindas, namun pada titik tertentu berupaya merebut kembali posisi sebagai subjek melalui tindakan resistif. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa drama tersebut menjadi cermin ketidaksetaraan gender sekaligus arena perlawanan simbolik terhadap hegemoni patriarki. Kajian ini menegaskan pentingnya analisis gender dalam membaca teks sastra Indonesia untuk mengungkap dinamika kekuasaan dan konstruksi identitas perempuan.