Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UPAYA PENGASUH PANTI ASUHAN DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI YAYASAN PENYANTUNAN YATIM PIATU ACEH SEPAKAT DARUL AITAM Ike Nurul Wahdanah; Kamalia Kamalia
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/al-ilmi.v6i2.2543

Abstract

Juvenile delinquency is delinquency committed by children who are in their teens, starting from the age of 12-21 years by engaging in behavior that can cause harm and create unrest in society. The purpose of this research is to find out how efforts should be made in dealing with juvenile delinquency. The method used in this study is a qualitative method by obtaining data through observation, interviews and documentation. The results of this study explain that efforts to deal with juvenile delinquency by caregivers and also administrators at the Aceh Sepakat Darul Aitam Medan Orphanage Foundation can be carried out by instilling religious knowledge. Because the deeper the knowledge of religion is expected to be better one's behavior. The conclusion of this study is that parenting is a form of parenting without parents, which of course the orphanage caregivers take responsibility as biological parents. The efforts that have been made by the foundation are able to make the children in the foundation well-educated, so they don't commit juvenile delinquency which makes the local residents restless
PENERAPAN BIMBINGAN KONSELING DALAM MEMBENTUK KECERDASAN BELAJAR ANAK YATIM DI PANTI ASUHAN Ismail Ismail; Kamalia Kamalia
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11534

Abstract

Orphans residing in orphanage institutions frequently encounter multifaceted psychological challenges, including diminished self-concept, limited social support networks, and reduced academic motivation stemming from parental loss. This study was designed to examine the role of guidance and counseling services in fostering learning intelligence among orphans at the Al-Jam'iyatul Washliyah Orphanage in Medan. Employing a descriptive qualitative approach, data were gathered through participant observation, in-depth interviews, and documentation involving three orphanage residents and two counselors or institutional caregivers. The findings reveal three synergistically implemented intervention strategies: (1) individual counseling grounded in a client-centered approach, aimed at strengthening personal resilience and cultivating a positive self-concept; (2) group guidance through peer group counseling and peer tutoring, which fosters a cooperative learning environment among participants; and (3) internalization of Al-Washliyah's spiritual values, which nurtures intrinsic motivation rooted in a sense of religious devotion. All three strategies consistently demonstrated effectiveness in reinforcing key indicators of learning intelligence, encompassing time discipline, metacognitive skills, and achievement orientation. The study concludes that the integrated implementation of guidance and counseling services holds considerable potential to transform orphanages into holistic educational ecosystems that support the development of learning intelligence among orphaned children. ABSTRAK Anak yatim yang tinggal di panti asuhan kerap menghadapi berbagai persoalan psikologis, di antaranya rendahnya kepercayaan diri, minimnya dukungan sosial, serta melemahnya semangat belajar sebagai dampak dari kehilangan orang tua. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji bagaimana layanan bimbingan dan konseling berperan dalam mengembangkan kecerdasan belajar anak yatim di Panti Asuhan Al-Jam'iyatul Washliyah Medan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap tiga anak panti asuhan dan dua konselor atau pengurus panti. Temuan penelitian mengungkapkan tiga strategi intervensi yang diterapkan secara sinergis, yakni: (1) konseling individual berbasis pendekatan client-centered yang bertujuan membangun ketangguhan diri dan citra diri yang positif; (2) bimbingan kelompok melalui peer group counseling dan peer tutoring yang mendorong terbentuknya iklim belajar kooperatif; serta (3) internalisasi nilai-nilai spiritual Al-Washliyah yang menumbuhkan motivasi intrinsik berlandaskan semangat ibadah. Ketiga strategi tersebut secara konsisten terbukti memperkuat indikator kecerdasan belajar, meliputi kedisiplinan waktu, kemampuan metakognitif, dan orientasi terhadap prestasi. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan layanan bimbingan dan konseling secara terpadu mampu mentransformasi panti asuhan menjadi ekosistem pendidikan yang holistik bagi perkembangan kecerdasan belajar anak yatim.
Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Resiliensi Psikologis Mahasiswa Muslim Dalam Menghadapi Tekanan Akademik Yuda Prasetiyo; Kamalia Kamalia
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202526367

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami sejauh mana kecerdasan spiritual berkontribusi terhadap resiliensi psikologis mahasiswa Muslim dalam menghadapi tekanan akademik. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data, melibatkan 84 mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara yang dipilih melalui rumus Slovin. Analisis dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Temuan regresi memperlihatkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi psikologis, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,482. Angka ini mengindikasikan bahwa kecerdasan spiritual menyumbang 48,2% terhadap variasi resiliensi mahasiswa. Model regresi juga memenuhi seluruh asumsi statistik yang diperlukan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kecerdasan spiritual menjadi salah satu faktor penting yang membantu mahasiswa mempertahankan ketenangan emosi, memaknai tekanan secara positif, dan tetap mampu menghadapi tuntutan akademik yang semakin kompleks. Temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan program pendampingan berbasis spiritual di lingkungan perguruan tinggi.
Community-Based Child Trauma Recovery Strategies After Flash Floods in Aceh Tamiang–Langkat Kamalia Kamalia; Annisa Arrumaisyah Daulay; Muhammad Putra Dinata Saragi; Dika Sahputra; Muhammad Saffuan Abdullah
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i3.1629

Abstract

Flash floods cause not only physical damage but also psychological impacts on children as a vulnerable group. Although various post-disaster trauma recovery programs have been developed, community service studies that integrate child psychosocial intervention, parental involvement, and local volunteer capacity building within a community-based recovery model remain limited. This community service program aimed to implement a community-based trauma recovery strategy for children affected by flash floods in the Aceh Tamiang–Langkat region. The program involved 35 children aged 6–12 years who were directly affected by the disaster. A participatory approach was applied through initial assessment, psychosocial intervention, psychoeducation, and pre-post intervention evaluation. Data were collected using a simple psychosocial observation sheet covering indicators of anxiety, emotional expression, social interaction, sense of safety, and child participation, supported by brief interviews with parents and local volunteers. The data were analyzed descriptively by comparing children’s conditions before and after the intervention. The intervention consisted of play therapy, drawing, storytelling, collaborative games, and structured group activities. The results showed that 74% of children experienced reduced anxiety, 80% demonstrated improved emotional expression, and 77% showed increased social interaction. In addition, the involvement of parents and local volunteers strengthened social support and contributed to program sustainability. These findings indicate that community-based trauma recovery can serve as a relevant, practical, and sustainable psychosocial intervention model for addressing children’s psychological needs in post-disaster contexts.
Problematika Penerjemahan Idiom Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia Riska Andani Tambunan; Kamalia Kamalia
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/gjycxe18

Abstract

Idiom merupakan salah satu unsur kebahasaan yang menimbulkan tantangan dalam penerjemahan karena maknanya tidak selalu dapat dipahami melalui makna leksikal kata-kata pembentuknya. Bahasa Arab memiliki khazanah idiom yang kaya dan berkaitan erat dengan konteks budaya, sejarah, sosial, serta sistem kebahasaan masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis problematika dalam penerjemahan idiom bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia serta mengkaji strategi penerjemahan yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis isi. Data penelitian berupa idiom bahasa Arab yang dihimpun dari kamus idiom, teks media, dan karya terjemahan beserta padanannya dalam bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan identifikasi idiom, klasifikasi berdasarkan jenis problematika, serta interpretasi terhadap strategi penerjemahan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika penerjemahan idiom dapat dikelompokkan ke dalam tiga faktor utama, yaitu linguistik, semantik, dan sosiokultural. Faktor linguistik berkaitan dengan perbedaan struktur gramatikal dan sistem bahasa, sedangkan faktor semantik berhubungan dengan pergeseran atau hilangnya makna kias. Faktor sosiokultural muncul akibat ketidaksepadanan konteks budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Penerjemahan secara harfiah juga berpotensi menghasilkan makna yang janggal atau tidak sesuai dengan maksud idiom. Strategi yang dapat digunakan meliputi padanan idiomatis, parafrasa, penerjemahan komunikatif, dan penambahan catatan penjelas. Dengan demikian, penerjemahan idiom bahasa Arab memerlukan penguasaan linguistik, pemahaman konteks, dan kompetensi lintas budaya agar menghasilkan terjemahan yang akurat, wajar, dan berterima.
STRATEGI PENYULUHAN ISLAM DALAM MENGURANGI PERNIKAHAN DINI DI MASYARAKAT DESA PEKAN SELESAI Alfath Hasyim Syah; Kamalia Kamalia
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15646

Abstract

Early marriage remains a social issue that requires attention in Pekan Selesai Village because it may affect educational continuity, psychological readiness, health conditions, and adolescents’ ability to fulfill family responsibilities. This condition highlights the importance of preventive efforts through a religious approach that can strengthen adolescents’ and community members’ understanding and awareness of marriage readiness. This study aims to analyze Islamic counseling strategies for reducing early marriage in the community of Pekan Selesai Village. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving Islamic religious counselors, the Office of Religious Affairs (KUA) of Selesai District, community leaders, and community members. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that Islamic counseling strategies were implemented through the School-Age Youth Guidance Program (BRUS), school-based counseling, majlis taklim, religious gatherings, and collaboration with the government, schools, health workers, and community leaders. These activities contributed to improving adolescents’ and community members’ knowledge and awareness of the impacts of early marriage, the importance of education, reproductive health, and physical, mental, emotional, and economic readiness before marriage. However, the implementation of counseling still faces challenges, including social media influence, community perceptions, and limited parental supervision. Therefore, Islamic counseling needs to be implemented continuously, adaptively, and collaboratively to strengthen efforts to prevent early marriage at the community level. ABSTRAK Pernikahan dini masih menjadi persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian di Desa Pekan Selesai karena dapat berdampak terhadap keberlanjutan pendidikan, kesiapan psikologis, kondisi kesehatan, serta kemampuan remaja dalam menjalankan tanggung jawab keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya preventif melalui pendekatan keagamaan yang mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja serta masyarakat mengenai kesiapan sebelum menikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penyuluhan Islam dalam mengurangi pernikahan dini di masyarakat Desa Pekan Selesai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan penyuluh agama Islam, pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selesai, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penyuluhan Islam dilakukan melalui Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), penyuluhan di sekolah, majelis taklim, pengajian, serta kerja sama dengan pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja serta masyarakat mengenai dampak pernikahan dini, pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, dan kesiapan fisik, mental, emosional, serta ekonomi sebelum menikah. Pelaksanaan penyuluhan masih menghadapi kendala berupa pengaruh media sosial, pola pikir sebagian masyarakat, dan kurangnya pengawasan orang tua. Dengan demikian, penyuluhan Islam perlu dilaksanakan secara berkelanjutan, adaptif, dan kolaboratif untuk memperkuat upaya pencegahan pernikahan dini di tingkat masyarakat.