Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Gratitude and Resilience among Adolescents Who Have Experienced Parental Divorce Shabrina, Khairunnisa; Kusristanti, Chandradewi; Listiyandini, Ratih Arruum
Psychological Research on Urban Society Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Compared to other cities in Indonesia, DKI Jakarta, as one of the largest urban areas, is ranked quite high in divorce rates. It is known that parental divorce has several impacts on children. For example, adolescents with divorced parents have a greater risk of various psychological problems. Previous studies have shown that gratitude enhances positivity and optimism, and it also helps individuals through difficult times, including parental divorce. This non-experimental study aims to determine the role of gratitude in resilience among adolescents (12 – 21 years old) based in the Jakarta metropolitan area (Jabodetabek), whose parents are divorced. Non-probability sampling was used to recruit the participants (n = 109). The measurements used in this study are the Connor-Davidson Resilience Scale (α = 0.896) and Gratitude Scale Indonesian Version (Skala Bersyukur Versi Indonesia (SBI)) (α = 0.896). Simple linear regression showed that gratitude plays a significant role in a participant’s resilience (p < 0.05). Further, 28.9% of the variance in resilience can be explained by gratitude. These findings highlight the importance of gratitude interventions to enhance resilience among adolescents with divorced parents.
Program Pra Nikah dalam Pendekatan Islam, Psikologi dan Finansial di Era Pandemi Covid-19 Karimulloh Karimulloh; Chandradewi Kusristanti; Arif Triman
Info Abdi Cendekia Vol 3 No 1: Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.816 KB) | DOI: 10.33476/iac.v3i1.34

Abstract

Islam views marriage as noble and sacred. In addition, marriage is one of the developmental tasks that a human being must go through. However, inadequate preparation from Islamic, psychological and financial perspective, led to the high number of divorce rate in Indonesia. This pre-marital education from the islamic, psychology and financial perspective carried out to increase knowledge about preparation for marriage according to islam and what preparation is needed to adolescent from the psychological view. So with this training, the participant can prepare a good marriage plan and take on responsibilities in marriage. Participants in this training are late teenagers and unmarried young adults. The results showed that there was an increase in the participants' knowledge of pre-marital education from Islamic, psychological and financial perspective.of papers should describe briefly the importance of the community service and reasonable.Abstract is a representation of the contents of the document are short and precise.Abstract presenting the problem, the information and methods used to solve the problem of your community service and conclusions. This should only contain important matters only and not exceed 200 words. The use of the reference citations should be avoided
Spirituality and Posttraumatic Growth in Adolescent Girls with Dating Violence Experience Aqila Kerinina; Chandradewi Kusristanti
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2023): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Islamic Psychology Department, Dakwah Faculty of Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v8i1.3656

Abstract

There are many cases of violence among adolescent girls who have experienced violence in dating in Indonesia. Even though dating violence is painful, adolescent girls can grow in a way called posttraumatic growth after the event. Spirituality can help people find meaning and purpose in their lives, which may help them recover from trauma. This study aims to determine the significance of the role of spirituality on posttraumatic growth in adolescent girls who have experienced dating violence. This study uses a quantitative approach with DSES to measure spirituality (α=0.932) and PTGI-SF to measure posttraumatic growth (α=0.812). Participants in this study were adolescent girls (15-25 years old) with dating violence experience (N = 309). The result shows that spirituality was crucial for posttraumatic development (R² = 0.156, p =.000). The results of this study can be helpful as a reference for conducting interventions targeted at adolescent girls to increase their spirituality and knowledge of healthy relationships.
Persiapan Pernikahan dalam Pendekatan Islam, Psikologi, dan Finansial Karimulloh Karimulloh; Chandradewi Kusristanti; Arif Triman
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 2 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i2.11100

Abstract

Islam menjelaskan ikatan pernikahan sebagai sesuatu hal yang penting, suci, bermakna dan sebagai penyempurnaan ibadah kepada Allah SWT. Ikatan pernikahan ini menjadi salah satu tugas perkembangan yang perlu dijalani oleh seorang manusia yang berkaitan dengan berbagai aspek untuk menjalani kehidupan di muka bumi. Adanya pernikahan tanpa persiapan yang belum matang baik dari segi Islam, psikologi maupun finansial dapat membuat remaja yang melakukan pernikahan dini beresiko baik secara fisik, keuangan dan mendukung peningkatan kasus perceraian di Indonesia. Sebagai upaya peningkatan pengetahuan mengenai persiapan pernikahan, Program pranikah dalam pendekatan Islam, psikologi dan finansial ini dilakukan sehingga dapat memberikan sudut pandang serta mendukung persiapan mereka dalam merencanakan pernikahan sehingga dapat mengemban tanggung jawab dalam pernikahan tersebut. Partisipan pada program persiapan pernikahan dalam pendekatan Islam, psikologi dan finansial ialah remaja akhir dan dewasa muda yang belum terikat pernikahan. Adapun hasil penyuluhan program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai pendidikan pranikah baik dari perspektif Islami, psikologi maupun finansial.
Gambaran Kondisi Psikologis Wanita Penyintas Kekerasan Chandradewi Kusristanti; Arif Triman; Andi Khairunnisa Putri
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v5i2.1631

Abstract

Abstrak. Pengetahuan mengenai kondisi psikologis wanita yang menjadi korban kekerasan menjadi penting untuk dimiliki, terutama bagi para praktisi kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiater. Terlebih lagi di Indonesia, di mana belum ada banyak penelitian yang berfokus pada penyintas kekerasan. Studi ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi psikologis wanita penyintas kekerasan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tiga kuesioner, yaitu kuesioner riwayat kekerasan, DASS-21, dan Trauma Resilience Scale. Penelitian ini menemukan bahwa kecemasan yang dilaporkan partisipan (n = 134) merupakan salah satu kondisi psikologis yang paling perlu dijadikan perhatian bersama dengan resiliensi trauma yang sebagian besar berada di bawah rata-rata. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu referensi dalam menentukan intervensi yang tepat bagi wanita penyintas kekerasan.Kata Kunci: kecemasan, resiliensi, trauma, penyintas kekerasan, DASS-21,Trauma Resilience ScaleAbstract. Knowledge about the psychological condition of women who experienced violence is important, especially for mental health practitioners such as psychologists and psychiatrists. Moreover, in Indonesia, there are not many studies which focused on violence survivors. This study is aimed to describe the psychological condition of women who experienced violence. This study used 3 questionnaires: experience of violence questionnaire, DASS-21, and Trauma Resilience Scale. This study found that anxiety which reported by participants (n = 134) is one psychological condition that needs most attention, along with trauma resilience which mostly were reported to be below average. Result of this study can be used to be one of the references in determining suitable intervention for women who experienced violence.Keywords: anxiety, resilience, trauma, violence survivor, DASS-21, Trauma Resilience Scale
Psikoedukasi Kemampuan Adaptasi Karyawan melalui Webinar bagi Karyawan yang Menerapkan Sistem Work from Office (WFO) Selama Masa Pandemi Covid-19 Chandradewi Kusristanti; Dewinta Arum
Info Abdi Cendekia Vol 5 No 2: Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/iac.v5i2.82

Abstract

Wabah virus corona atau yang juga dikenal sebagai COVID-19 resmi ditetapkan sebagai pandemi global karena tingkat penyebarannya yang sangat pesat. Adanya wabah COVID-19 tersebut mengharuskan berbagai negara untuk menerapkan protokol kesehatan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PBB) ataupun lockdown. Sebagai upaya dalam menghentikan penyebaran virus COVID-19, beberapa perusahan di Indonesia mulai menerapkan sistem Work from Home (WFH) dan Work from Office (WFO). Penerapan sistem kerja tersebut mengharuskan para pekerja untuk bisa beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan kesulitan yang terjadi di masa pandemi. Dalam hal ini, penulis merancang sebuah psikoedukasi dalam bentuk webinar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan dan tantangan di tempat kerja selama pandemi COVID-19.
Posttraumatic Growth pada Remaja Wanita yang Mengalami Kekerasan dalam Pacaran Ditinjau dari Perceived Social Support dan Variabel Demografi Humaira Syahnya Almas; Chandradewi Kusristanti
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2021): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v6i2.1634

Abstract

Dating violence cases are increasing every year in Indonesia. Despite violence being one of the traumatic events, it does not rule out the possibility that the survivors experienced growth after trauma called posttraumatic growth (PTG). This study aims to determine the contribution of perceived social support (PSS) towards posttraumatic growth (PTG) among adolescent women who experienced dating violence (n = 308). This research is a quantitative study, with an F-Soz U K-14 questionnaire (α = 0.817) to measure PSS and PTGI-SF scale (α = 0.89) to measure PTG. Using statistical regression was found that PSS had a significant role towards PTG (R2 = .186, p = .000). The result of this study can be useful as a basis in educating the importance of support given by significant others for adolescent women exposed to violence during or after the violence happened.
Spirituality and Posttraumatic Growth in Adolescent Girls with Dating Violence Experience Aqila Kerinina; Chandradewi Kusristanti
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2023): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v8i1.3656

Abstract

There are many cases of violence among adolescent girls who have experienced violence in dating in Indonesia. Even though dating violence is painful, adolescent girls can grow in a way called posttraumatic growth after the event. Spirituality can help people find meaning and purpose in their lives, which may help them recover from trauma. This study aims to determine the significance of the role of spirituality on posttraumatic growth in adolescent girls who have experienced dating violence. This study uses a quantitative approach with DSES to measure spirituality (α=0.932) and PTGI-SF to measure posttraumatic growth (α=0.812). Participants in this study were adolescent girls (15-25 years old) with dating violence experience (N = 309). The result shows that spirituality was crucial for posttraumatic development (R² = 0.156, p =.000). The results of this study can be helpful as a reference for conducting interventions targeted at adolescent girls to increase their spirituality and knowledge of healthy relationships.
Olah raga dan regulasi emosi: Sebuah studi korelasi pada taruna Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) Juandita Widowianti Permono; Chandradewi Kusristanti
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu52

Abstract

Taruna sebagai siswa pada Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) dihadapkan pada berbagai macam tuntutan, baik akademik maupun non-akademik, yang dapat memicu stres. Salah satu respons yang dihasilkan oleh stres yaitu respons emosional. Respons emosi dari stres tersebut perlu ditangani agar tidak memberikan efek yang lebih besar kepada para taruna. Oleh karena itu, para taruna perlu meregulasi emosinya. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan taruna terkait upaya regulasi emosi dan juga yang menjadi karakteristik dari PTK yaitu aktivitas fisik berupa olahraga wajib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara olahraga dengan regulasi emosi pada taruna PTK. Sampel penelitian berjumlah 270 orang taruna yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling (stratified random sampling). Penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi dari International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Emotion Regulation Questionnaire. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara olahraga dengan regulasi emosi reappraisal (r = .109, p = .074) maupun supresi (r = .031, p = .612).
Seberapa Berisiko Pesepeda di Jalan Raya? Studi Perilaku Pesepeda di DKI Jakarta Triman, Arif; Kusristanti, Chandradewi
Majalah Sainstekes Vol. 10 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v10i2.3798

Abstract

Bersepeda menjadi kegiatan yang paling populer dilakukan untuk berolahraga dan juga melepas kejenuhan. Selain memiliki dampak positif, peningkatan jumlah pengguna sepeda juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah kecelakaan. Kecelakaan ini bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti pengendara lain di jalan raya ataupun faktor internal seperti adanya eror, pelanggaran peraturan lalu lintas ataupun distraksi dijalan raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berkorelasi dengan kecelakaan sepeda.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner The Cycling Behavior Questionnaire (CBQ) (α = 0.7-0,85) dan Cyclist Risk Perception and Regulation Scale (CRPRS) (α = 0.68-0,77). Partisipan penelitian ini adalah 241 pesepeda di DKI Jakartayang diambil menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa violation dan error berkorelasi negatif dengan risk perception dan self-reported rule knowledge. Lalu, positive behavior berkorelasi positif dengan risk perception dan dan self-reported rule knowledge serta berkorelasi negatif dengan distraction. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa perilaku bersepeda yang aman akan berkaitan dengan seberapa banyak distraksi yang mengganggu konsentrasi pesepeda dan tingkat persepsi pesepeda terhadap suatu risiko. Selain itu, pengetahuan tentang peraturan bersepeda d jalan raya juga memiliki keterkaitan dengan perilaku berisiko pada pesepeda di jalan raya.