Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Bagaimana Lingkungan Kota Memengaruhi Kebahagiaan Anak? Sebuah Tinjauan Pelingkupan Arlinkasari, Fitri; Kusristanti, Chandradewi; Putra, Johan Satria
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 40 No 1 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 1, 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v40i1.6844

Abstract

Child-Friendly City Initiatives (CFCI) emphasizes the importance of creating urban environments that support children’s health and well-being. This scoping review maps studies that examine the relationship between urban environmental characteristics and children’s happiness (well-being) with children as participants. Based on a systematic search of four databases (Web of Science [WoS], SAGE Journals, Scopus, and ProQuest), eight articles were identified that met the inclusion criteria, namely: (a) empirical studies involving children’s perspectives; (b) studies examining the relationship between urban environmental features and children’s happiness (well-being); and (c) studies published in peer-reviewed English-language journals between 2004-2024. This scoping review revealed that there are five main environmental features that influence children’s happiness (well-being), namely: (1) built environment; (2) natural environment; (3) play areas; (4) traffic conditions; and (5) cohesive social environment. These features influence children's happiness (well-being) through three underlying mechanisms, namely: (1) psychological; (2) social; and (3) physical activity. Moderating factors such as age, socioeconomic status, and gender identity were also identified as influencing the strength of the relationship between environmental features and children's happiness (well-being). This scoping review also produces recommendations for future study directions to enrich the understanding of the relationship between urban environments and children's happiness (well-being) in urban areas.
Program Penyuluhan Pra Nikah untuk Meningkatkan Pengetahuan mengenai Pernikahan Islami Karimulloh, Karimulloh; Listiyandini, Ratih Arruum; Kusristanti, Chandradewi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2893

Abstract

Islam mengatur cara memilih pasangan yang ideal dan menjelaskan hak dah kewajiban yang akan dilaksanakan setelah mereka berumah tangga. Namun meningkatnya perceraian di Indonesia adalah sebuah pertanda mengenai ketidaksiapan pasangan suami istri terhadap hak dan kewajiban mereka dalam melaksanakan tugasnya. Penyuluhan persiapan pranikah perpektif Islam ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah sehingga dapat mempersiapkan mereka dalam memilih pasangan hidup dan mengemban tanggung jawab dalam pernikahan. Penyuluhan ini memberikan tema-tema menarik seperti konsep memilih pasangan hidup, proses ta’aruf dan Khitbah, hak dan kewajiban suami istri, serta mempersiapkan keturunan yang sholih dari sisi Islam dan psikologi. Partisipan penyuluhan adalah remaja akhir dan dewasa muda yang belum menikah baik laki-laki maupun perempuan. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan partisipan mengenai persipan pranikah perspektif IslamKata kunci: pra-nikah; pernikahan; islam; penyuluhan Islamic Perspective Pre-Marriage Extension Program to Increase Knowledge of Islamic MarriageABSTRACT Islam regulates how to choose the ideal partner and explains the rights and obligations that will be carried out after they are married. However, the increasing rate of divorce in Indonesia is a sign of the unpreparedness of married couples towards their rights and obligations in carrying out their duties. Education of Islamic perspective premarital preparations has been done done to increase the knowledge of the late adolescents regarding the concept of sakinah, mawaddah, wa rahmah and also to prepare their readiness to choose partner based on Islamic criteria and for being more thoughtful about responsibility in marriage life. This program provides interesting themes such as the concept of choosing a spouse, the process of ta'aruf and khitbah, the rights and obligations of husband and wife, and offspring issues from the side of Islam and psychology. Participants are single late teenagers and young adult, both men and women. Outreach results indicate an increase in participants' knowledge regarding the concept of marriage in Islamic perspective.Key words: pre-marital; marriage; islam; education
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN DAN PERILAKU BERSEPEDA BERISIKO: ANALISIS PADA KOMUNITAS PESEPEDA JAKARTA Arif Triman; Chandradewi Kusristanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.54079

Abstract

 Bersepeda telah muncul sebagai salah satu bentuk mobilitas yang menonjol dan dapat meningkatkan kesehatan individu. Namun, peningkatan jumlah pesepeda ini juga diikuti oleh meningkatnya jumlah kecelakaan yang melibatkan pesepeda di jalan. Penelitian-penelitian sebelumnya dalam bidang psikologi lalu lintas menunjukkan adanya korelasi antara tingkat kecelakaan dengan perilaku berkendara berisiko di jalan. Kecelakaan di jalan dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan sosial, serta faktor individu seperti kepribadian pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara dimensi kepribadian pesepeda dan perilaku bersepeda berisiko di Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Sebanyak 241 pesepeda berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik snowball sampling. Perilaku bersepeda berisiko diukur menggunakan Cycling Behavior Questionnaire (CBQ) (α = 0,7–0,85), sedangkan kepribadian diukur menggunakan Big Five Inventory (BFI) (α = 0,7–0,87). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif dan signifikan antara dimensi agreeableness dan conscientiousness pada BFI dengan dimensi error dan violation pada CBQ (r = -0,224 – -0,300, p < 0,05). Selain itu, ditemukan pula korelasi positif dan signifikan antara dimensi neuroticism pada BFI dengan dimensi error (r = 0,292, p < 0,05) dan violation (r = 0,331, p < 0,05) pada CBQ. Temuan ini menunjukkan faktor kepribadian perlu dipertimbangkan dalam upaya meningkatkan keselamatan bersepeda.
Locus of Control pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wilayah DKI Jakarta Andi Khairunnisa Putri; Chandradewi Kusristanti
Journal Psikologi Forensik Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): Volume 1, No. 1. Tahun 2021
Publisher : Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71088/jpfi.v1i1.6

Abstract

Literatur menunjukkan apabila dibandingkan dengan populasi non-narapidana, narapidana memiliki kecenderungan memiliki locus of control (LoC) eksternal. Literatur juga menunjukkan bahwa dibandingkan LoC internal, keberadaan LoC eksternal pada narapidana lebih banyak diasosiasikan dengan dampak negatif, terutama saat mereka menjalani masa penahanan dan setelah menjalani masa penahanan. Di sisi lain, terdapat penelitian yang mengemukakan pentingnya keseimbangan antara LoC internal dan eksternal, karena LoC juga memiliki dampak positif bagi narapidana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kecenderungan LoC yang dimiliki oleh narapidana di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian noneksperimental dengan desain deskriptif. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah narapidana yang berada di beberapa lembaga pemasyarakatan wilayah DKI Jakarta (N=152). Alat ukur yang digunakan adalah LoC Scale yang disusun oleh Huntley, Palmer, dan Wakeling (2012). Alat ukur tersebut memiliki tiga dimensi, yaitu Internal (α = 0.510), Powerful Others (α = 0.647), dan Chance (α =0.757). Setelah data diolah melalui analisis statistik deskriptif dengan menggunakan software statistik SPSS,ditemukan bahwa mayoritas partisipan (93.4%) memiliki kecenderungan LoC eksternal. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi awal dalam mengembangkan intervensi yang bertujuan untuk menyeimbangkanLoC pada narapidana.
DIGITAL-BASED GRATITUDE INTERVENTION IN ADOLESCENCE AT THE RUMAH PIATU MUSLIMIN FOUNDATION ORPHANAGE Johan Satria Putra; Ratih Arruum Listiyandini; Chandradewi Kusristanti
As-Sidanah Vol 8 No 1 (2026): APRIL
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/assidanah.v8i1.72-84

Abstract

As a vulnerable group, adolescents living in orphanages tend to experience various psychological issues, such as difficult regulating emotions, a lack of self-acceptance, and low life satisfaction. It has been observed among foster children and adolescence at the Yayasan Rumah Piatu Muslimin Orphanage in Jakarta. The assessment results showed that obstacles to life satisfaction triggered negative emotions and anxiety about the future. Therefore, a digital gratitude intervention was developed to increase positive emotions and life satisfaction. This intervention involved two stages, with 10 children aged 12–17 participating. The first stage focused on gratitude education, while the second stage used a digital visual and reflective approach involving photography, writing, and verbal expression. Evaluations measured using the Skala Syukur, Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), and the Satisfaction With Life Scale, conducted through pre-test and two post-tests, revealed an increase in positive emotions and life satisfaction, as well as a decrease in negative emotions, following the intervention. Participants emphasized the need for better time management and more engaging material to optimize program outcomes.