Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN MEMORI VERBAL JANGKA PENDEK PADA SISWA SMA Merijanti, Lie Tanu; Rahmatullah, Ilham Arief
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 10, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v10i2.20858

Abstract

Indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin merupakan hal yang dapat mempengaruhi kondisi fisiologis manusia, termasuk pada proses pengolahan informasi yang berkaitan dengan fisiologi otak dan kemudian akan mempengaruhi memori verbal jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin dengan memori verbal jangka pendek pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada siswa-siswi SMAS Tunas Mekar Indonesia yang berada di Kota Bandar Lampung dengan 75 responden yang dipilih melalui metode simple random sampling. Pengambilan data dilakkan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan, alat cek hemoglobin digital dan Digit Span Test. Analisis data menggunakan SPSS versi 23 dan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan < 0,05. Penelitian ini mendapatkan distribusi responden terbanyak 53,3 % berjenis kelamin perempuan, kelas 10 dan 12 masing-masing 38,6 %, nilai memori sedang-tinggi sebesar 74,7 %, indeks massa tubuh klasifikasi normal sebesar 42,7 %, dan 65,3 % dengan kadar hemoglobin rendah. Hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin dengan memori verbal jangka pendek berturut-turut p=0,321; p=0,908; p=0,995; p=0,149. Tidak terdapat hubungan yan bermakna antara indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin dengan memori verbal jangka pendek.
Pelatihan Relaksasi Nafas Dalam untuk Mengatasi Tekanan dari Potensi Bahaya Psikososial pada Pekerja Informal: Deep Breath Relaxation Training to Cope with Stresses from Potential Psychosocial Hazards in Informal Workers Merijanti, Lie Tanu; Pusparini, Pusparini; Mediana, Dian; Prasetyadi, Indiarto Nindyo
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 8 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i8.7003

Abstract

Informal workers have faced higher pressure in meeting performance demands, especially amidst financial stability that has not been constant. Sometimes there isn't even a clear line between personal life and work life. After the pandemic there has been a shift in workers from the formal sector to the informal sector, where the number of informal workers has increased by 15.6%, while the formal sector has contracted - 6%. Informal sector workers are dominated by self-employed activities with limited capital and low levels of education, wading through life in the capital. Jakarta is included in the top ten ranking as a city with a high level of stress, where one of the parameters for the assessment is based on reports of workers experiencing stress. Therefore it is necessary to provide education and training to overcome potential psychosocial hazards through deep breathing relaxation techniques. The activity was carried out in December 2022 in collaboration with the Indonesian Buddhist Clinic partners by inviting 22 informal sector workers who often interact with partners, around the location where the partners are located. The activity began with pre-testing, providing material as well as training, debriefing, and closing with filling in the post-test. From the results of the pre and post test assessments, it was found that there was an increase in knowledge and understanding of 63.6% related to the material presented.
Obesity and Diabetes Counseling for PPSU Officers in Kapuk Subdistrict, West Jakarta Alvina, Alvina; Pusparini, Pusparini; Mario, Mario; Mashabi, Yasmine; Merijanti, Lie Tanu
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i2.10125

Abstract

Good performance and productivity of public infrastructure and facilities (PPSU) officers will have a positive impact on public services. Work productivity is influenced by physical fitness, nutritional status, work capacity, and additional burdens imposed by the work environment. Each individual's work productivity may differ depending on their nutritional status. Poor dietary status generally affects health, activities, and work productivity. Nutritional status is also related to anthropometric conditions, which dietary habits may influence. The dietary intake of PPSU officers is sometimes not considered in terms of food portions. A dietary intake of too much carbohydrate may increase blood glucose levels, thereby potentially causing diabetes. Dietary intakes of high-fat and carbohydrate content may also cause obesity. Diabetes and obesity can affect work performance, reducing productivity. This can be a problem for the productivity of PPSU officers. The purpose of implementing Community Service (PKM) is to provide education on the concepts of blood glucose levels and obesity, and on prevention through blood glucose level and obesity control. This knowledge needs to be imparted to PPSU officers. such that they may pay more attention to food intake and control blood glucose levels and BMI, thereby preventing diabetes and obesity and increasing work productivity. The implementation of PKM was carried out through counseling and Q&A involving 52 PPSU officers in Kapuk subdistrict, West Jakarta. The counseling results showed an increase in knowledge of obesity and diabetes among PPSU officers. Continuous counseling is needed for PPSU officers to prevent obesity and DM and increase work productivity.
Penyuluhan Faktor Risiko, Gejala, Dan Tanda Stroke Pada Petugas Kebersihan Di Kelurahan Kapuk Jakarta Barat Kurniasari; Hastuty, Dewi; Khusfiani, Triasti; Merijanti, Lie Tanu; Adam, Elvara Fahza Oksia; Arofah, Vella Azhara Kusuma
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 7 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/x2zfew89

Abstract

Stroke adalah penyakit penyebab disabilitas terbanyak pertama dan kematian terbanyak kedua di dunia. Keterlambatan pengananan stroke dapat mengakibat kecacatan atau disabilitas fisik. Disabilitas fisik dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan. Petugas PPSU merupakan profesi yang mengandalkan kemampuan fisik dalam menjalankan setiap tugasnya. Petugas PPSU di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat termasuk yang memilki beban kerja yang lebih besar karena lokasi ini memiliki banyak penduduk, sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk memelihara sarana dan prasarana umum dibandingkan daerah yang minim penduduk. Selain itu, terdapat sistem kerja shift yang dapat mempengaruhi waktu dan kualitas tidur PPSU. Sebagian besar petugas PPSU juga memiliki kebiasaan merokok, yang merupakan salah satu faktor risiko stroke. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkatkan pengetahuan petugas PPSU mengenai faktor risko stroke dan mengenal gejala dan tanda stroke. Metode yang digunakan berupa peyuluhan dengan menggunakan media power point dan poster edukasi. Pengetahuan PPSU dinilai dengan menggunakan kuesioner pre-test untuk pengetahuan awal dan post-test untuk pengetahuan setelah penyuluhan. Perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dianalisis menggunakan Wilcoxon signed-rank test. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan petugas PPSU setelah penyuluhan dibandingkan sebelum penyuluhan (p=0,024). Kegiatan penyuluhan yang dilakukan kepada petugas PPSU telah meningkatkan pengetahuan petugas PPSU sehingga berperan pada pencegahan penyakit stroke dan penurunan kecacatan akibat stroke.