Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Bullying berhubungan dengan kejadian gangguan cemas pada pelajar SMA Andini, Laras Sheila; Kurniasari, Kurniasari
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.99-105

Abstract

LATAR BELAKANGGangguan cemas di Indonesia menurut data Riskesdas 2018 untuk usia lebih dari 15 tahun sekitar 6.2%. Perempuan lebih cenderung mengalami gangguan cemas, salah satu faktor yang memengaruhi kecemasan pada remaja, yaitu bullying. Prevalensi bullying pada remaja yang cenderung meningkat setiap tahunnya menyebabkan bullying masih menjadi salah satu masalah kesehatan mental global. METODEStudi penelitian analitik observasional menggunakan desain cross-sectional untuk menilai hubungan kejadian bullying dengan gangguan cemas pada pelajar SMA. Pengambilan data melalui Google form dengan jumlah responden 252. Variabel yang akan diteliti, yaitu jenis kelamin, gangguan cemas, dan bullying. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan <0.05. HASILResponden perempuan sebanyak 160 responden (63%) dan laki-laki 92 responden (37%). Perempuan lebih banyak mengalami gangguan kecemasan, yaitu kecemasan ringan sebanyak 35 responden (22%), terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan gangguan cemas (p=0.002). Terdapat 97 responden menjadi korban bullying (38%) dengan kecemasan yang paling sering, yaitu kecemasan ringan. Sebanyak 30 responden (31%) terdapat hubungan antara kejadian bullying dengan gangguan cemas (p=0.000). KESIMPULANKejadian bullying dan jenis kelamin merupakan faktor yang berperan terhadap gangguan kecemasan yang terjadi pada remaja.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PAPAN PERMAINAN “JOURNEY OF PHYSICS” PADA POKOK BAHASAN MOMENTUM DAN IMPULS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X IPA 1 DAN X IPA 2 SMA HANG TUAH 4 SURABAYA Theresia Fransiska; Kurniasari Kurniasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.873 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.26

Abstract

Pengembangan media pembelajaran fisika berbasis papan permainan “Journey of Physics” pada pokok bahasan momentum dan impuls untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kualitas media pembelajaran berbasis papan permainan, media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, serta mengetahui media pembelajaran dapat terlaksana sesuai rencana pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, dan Evaluation). Subyek penelitian ini adalah peserta didik SMA Hang Tuah 4 Surabaya kelas X IPA 1 dan X IPA 2 yang terdiri dari 64 peserta didik. Media ini dilengkapi dengan perangkat perencanaan pembelajaran meliputi RPP dan RE yang dikategorikan valid oleh ahli. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan berada dalam kategori sangat baik oleh ahli media dan ahli materi serta didapatkan rata-rata penilaian yang berada dalam kategori sangat baik oleh peer reviewer. Media pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, diketahui dari N-Gain score sebesar 0,58 yang berada dalam kategori sedang. Keterlaksanaan RPP dikategorikan baik. Berdasarkan angket respon peserta didik media pembelajaran berada dalam kategori baik. The development of Game Board-based physics learning media "Journey of Physics" on the subject of momentum and impulse to improve senior high school student’s learning outcome is a research with the aims to know the quality of game board-based learning media, to improve student’s learning outcome, and knowing that learning media able to done according to lesson plan. Method used in this study is Research and Development (R&D) with the model of ADDIE development (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluation). The subjects of this research is 64 student’s X IPA 1 and X IPA 2 of Hang Tuah 4 Senior High School Surabaya. This media is equipped with lesson plan and evaluation plan, all of them considered valid by the expert. The results of the study showed that the learning media developed in a very good category by validation from media and material expert and the average assessment are consider good category by peer reviewer. This learning media can improve student learning outcome, it is known from the N-Gain score is 0,58 which is in the medium category. The implementation of lesson plan is categorized as good. Based on the questionnaire the student’s response of learning media is in a good category.
HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN, MASA KERJA DAN SIKAP TERHADAP SISTEM KERJA HYBRID DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Kurniasari Kurniasari; Rika Ibrahim
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.15108

Abstract

The Covid-19 pandemic that has hit the world has had a major impact on Indonesia. One of them is the implementation of a hybrid work system that combines remote work and physical presence in order to achieve optimal employee work productivity. The attitude of employees to the work system can affect work productivity. The purpose of this study was to analyze the relationship between age, gender, length of service, and attitudes towards the hybrid work system with employee work productivity. This research is an analytical observational study with a cross-sectional approach. A total of 66 employees were selected as research projects using consecutive non-random sampling techniques. A valid questionnaire of attitudes towards hybrid work systems and work productivity is used to assess attitudes towards hybrid work systems and employee work productivity. The chi-square test with a meaningfulness level of 0.05 was used to assess the relationship between the two variables. The results of this study showed a relationship between age (p = 0.002), length of service (p = 0.001), and attitudes towards the hybrid work system with employee work productivity (p = 0.003). Gender is not related to work productivity (p=0.587). The implementation of a hybrid work system during a pandemic can be a good alternative to maintain high work productivity in employees.
Penyuluhan Hipertensi serta Pelayanan Kesehatan pada Lansia di Cengkareng Barat Dian Mediana; Magdalena Wartono; Purnamawati Tjhin; Lie Tanu Merijanti; Kartini; Joice Viladelphia Kalumpiu; Dewi Hastuty; Kurniasari
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TERPADU Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Kesehatan Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jakt.v2i1.16792

Abstract

Hypertension is a condition that is often found in primary health care, because the prevalence of hypertension in Indonesia is relatively high. According to RISKESDAS 2018, the prevalence of hypertension in Indonesia was 34.11%. Hypertension is a major public health problem, responsible for at least 45% of deaths from heart disease and 51% of deaths from stroke. The increasing prevalence of hypertension is caused by population growth, old age and risk factors for unhealthy dietary behavior. In addition to hypertension, through general health checks, other diseases can be found, especially degenerative diseases. In elderly it is important to carry out periodic checks because the higher the risk of degenerative diseases due to decreased the function of various organs of the body. The activities of Pengabdian Kepada Masyarakat are carried out by counseling and health care on 4th January 2023 to 42 participants aged ≥46 years (early elderly) at Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4. The results of the counseling get a 43% increase in knowledge about hypertension. The results of the health care get diagnosis of 23% hypertension, 17% stroke, 17% neuralgia, 9% osteoarthritis, 9% diabetes mellitus, 9% cephalalgia, 6% gastritis, 6% dermatitis, and 4% anemia. It is hoped that this activity can run continuously to achieve better elderly health.
INDUKSI OKSITOSIN SELAMA PERSALINAN BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATUS CUKUP BULAN Farhatussalihah , Nita; Kurniasari, Kurniasari
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 9, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v9i1.18407

Abstract

Di Indonesia, hampir separuh dari seluruh kematian bayi terjadi pada masa neonatal. Penyebab utama kematian bayi adalah asfiksia. Terdapat faktor risiko yang dapat menyebabkan asfiksia pada neonatus, diantaranya adalah pemberian oksitosin untuk induksi persalinan. Penelitian ini mengambil data dari rekam medis dengan sampel berjumlah 292 neonatus lahir cukup bulan per vaginam di Rumah Sakit Umum salah satu Kabupaten di Jawa Barat. Subjek dengan hipertensi pada kehamilan, berat badan lahir rendah, lahir per vaginam dengan alat bantu, ketuban pecah dini, induksi persalinan lainnya tidak diikutsertakan dalam penelitian. Data diuji menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan antara induksi oksitosin dan usia ibu dengan kejadian asfiksia pada neonatus. Penelitian ini menemukan prevalensi kejadian asfiksia pada neonatus dengan pemberian induksi oksitosin sebesar 63,3% dan adanya hubungan antara pemberian oksitosin dengan kejadian asfiksia pada neonatus (p=0,003), sedangkan usia ibu tidak berhubungan dengan kejadian asfiksia (p=0,128). Pemberian oksitosin untuk mempercepat proses persalinan sebaiknya hanya digunakan untuk kasus tertentu untuk menghindari kemungkinan terjadinya asfiksia neonatorum.
Blood Pressure, Total Cholesterol, and Triglycerides Associated with Cardiovascular Risk Score in Low 25-Hydroxy Vitamin D Level among Online Motorcycle Drivers, Jakarta, Indonesia Kalumpiu, Joice Viladelvia; Herwana, Elly; Yenny, Yenny; Kurniasari, Kurniasari
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v12i1.12363

Abstract

Low 25-hydroxy vitamin D is associated with many chronic diseases, such as coronary heart disease. Online motorcycle drivers spend prolonged hours on the road and may face many stressors and occupational hazards that can create the development of cardiovascular disease. This study aims to determine factors contributing to cardiovascular risk among online motorcycle drivers. This study was an observational analytic with a cross-sectional design. Data were collected in September 2022  with consecutive random sampling methods for 114 subjects at Universitas Trisakti Jakarta. The ages of the subjects ranged from 25 to 62 years. Cardiovascular risk was assessed based on the Jakarta Cardiovascular Risk Score (JAKVAS). The data collection included physical examination and blood biochemistry (lipid profile, fasting blood glucose, and 25(OH)D). The data were analyzed using a chi-square test with p<0.05. The majority of subjects were male 83 (72.8%). On blood pressure examination, mean systolic blood pressure was 128.9±16.7 mmHg, and diastolic blood pressure was 86.7±11.9 mmHg. The mean cardiovascular risk was 4.4±2.8, and 52.6% had a high-risk score. All subjects had low 25(OH)D serum levels, with mean 25(OH)D serum levels of 18±5.7 ranging between 6.9 and 29.8. Among online motorcycle drivers, there was a significant association between blood pressure, total cholesterol, and triglyceride with cardiovascular risk scores in low 25-hydroxy vitamin D levels. Blood pressure, total cholesterol, and triglyceride could affect cardiovascular health in low 25-hydroxy vitamin D levels among online motorcycle drivers.
Hubungan Status Imunologis dengan Stadium Klinis pada Pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV) Viyani, Rio S. A.; Kurniasari, Kurniasari
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.55502

Abstract

Abstract: Human Immunodeficiency Virus (HIV) infection is still quite common in Indonesia. The clinical stage of HIV determines HIV prognosis. Opportunistic infections are one of the criteria for assessing the clinical stage of HIV. Level of CD4 influence the incidence of opportunistic infections. This study aimed to analyze the relationship between immunological status and HIV clinical stage. This was an descriptive and analytical study with a cross-sectional design using 73 medical records of HIV patients who sought treatment at one of the hospitals in Jakarta between January 2022 and May 2023. Data on sex, body mass index, CD4 levels, clinical stage, and opportunistic infections were collected from medical records. The sample selection technique was consecutive non-random sampling. HIV patients that received antiretroviral therapy (ARV) were included in this study. The chi-square test was used for analysis with a significance level of 5%. The results showed that the majority subjects were male (63.0%), underweight (49.3%), CD4 <200 cells/mm3 (46.6%), had opportunistic infection of pulmonary TB (23.3%), and clinical stage III (45.2%). The chi-square test obtained a p-value of <0.001 for the relation between CD4 level and clinical stage of HIV. In conclusion, immunological status based on CD4 levels can be one of the factors used to assess the severity of HIV disease clinically in patients receiving ARV therapy. Keywords: human immunodeficiency virus; CD4; clinical stage; opportunistic infection    Abstrak: Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih cukup banyak ditemukan di Indonesia. Prognosis HIV dipengaruhi oleh stadium klinis HIV. Infeksi oportunistik dinilai dalam penentuan stadium klinis HIV. Kejadian dan jenis infeksi oportunistik tergantung pada kadar CD4. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status imunologis dengan stadium klinis pada pasien HIV. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang dengan menggunakan 73 rekam medis pasien HIV yang berobat di salah satu RSUD di Jakarta antara Januari 2022 - Mei 2023. Data berupa jenis kelamin, indeks masa tubuh, kadar CD4, stadium klinis dan jenis infeksi oportunistik dikumpulkan dari rekam medis. Tehnik pemilihan sampel adalah consecutive non-random sampling. Penelitian ini hanya mengikutsertakan rekam medis dari pasien yang mendapatkan terapi antiretroviral (ARV). Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian mendapatkan mayoritas pasien HIV berjenis kelamin laki-laki (63,0%), memiliki IMT underweight (49,3%), CD4 <200 sel/mm3 (46,6%), infeksi oportunistik TB Paru (23,3%), dan berada pada stadium klinis III (45,2%). Analisis hubungan antara kadar CD4 dengan stadium klinis HIV memperoleh nilai p<0,001. Simpulan penelitian ini ialah status imunologis yang diukur berdasarkan kadar CD4 dapat menjadi salah satu faktor yang digunakan untuk menilai derajat beratnya penyakit HIV secara klinis pada pasien yang menerima terapi ARV. Kata kunci: human immunodeficiency virus; CD4; stadium klinis; infeksi oportunistik
TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN TENTANG KOMPLIKASIBERKORELASI DENGAN PENGENDALIAN GULA DARAH PADAPENDERITA MELITUS TIPE-2 Herwana, Elly; Yenny; Kurniasari; Kalumpiu, Joice Viladelvia; Hastuty, Dewi
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 5, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/ers4ae32

Abstract

Diabetes melitus (DM) termasuk gejala  sindroma metabolik yang menunjukkan prevalensi morbiditas yang tinggi. Kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) pada penderita DM meningkatkan risiko komplikasi sebagai penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan sehingga menurunkan kualitas hidupnya. Komplikasi penyakit kronis ini juga membawa dampak pada beban anggaran kesehatan yang tinggi sehingga perlu dilakukan intervensi untuk menurunkan risiko komplikasinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk skrining penderita DM dan mengevaluasi tingkat pendidikan dan pengetahuan penderita tentang komplikasi dalam kaitannya dengan pengendalian hiperglikemia. Managemen diri pengendalian hiperglikemi meliputi modifikasi gaya hidup dengan melakukan aktivitas fisik, diet rendah karbohidrat dan minum obat antidiabetes secara teratur terbukti efektif memperbaiki hiperglikemi pada penderita DM. Sebanyak 45 responden penderita DM berpartisipasi, 60% responden tergolong pada tingkat pendidikan rendah, kepatuhan minum obat yang buruk masih ada 48,9%, tingkat pengetahuan mengenai risiko komplikasi  telah diketahui oleh 75,6% responden. Hiperglikemia tidak terkontrol didapatkan dengan frekuensi yang masih tinggi yaitu sebanyak  71,1%. Edukasi tentang managemen diri pengendalian hiperglikemia masih sangat dibutuhkan dan mememberikan manfaat untuk menurunkan risiko komplikasi pada penderita DM. 
Penyuluhan Hipertensi dan Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Obat untuk Mengontrol Tekanan Darah pada Masyarakat Nagrak dan Ciangsana Kurniasari, Kurniasari; Kalumpiu, Joice Viladelvia; Herwana, Elly; Kosasih, Adrianus
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.7296

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases with a high prevalence in Indonesia. This disease can cause various complications that lead to the death of the sufferer. Consumption of medicinal plants is one of the simple ways that ordinary people can do to control blood pressure. In this activity, counseling on hypertension and training on how to recognize and process native Indonesian medicinal plants so that they can be used to control blood pressure. Activity’s evaluation is carried out using questionnaires before (pre-test) and after (post-test) counseling and evaluation of the overall implementation. The results of the Wilcoxon signed rank test showed that the post-test results were significantly higher than the pre-test (p=0.046). After the training, participants became skilled in recognizing medicinal plants that are useful for controlling blood pressure as well as understanding how to process medicinal plant parts and the amount that must be consumed.
Hubungan antara Jenis Kelamin, Asupan Serat, Asupan Cairan, Aktivitas Fisik dan Konstipasi Fungsional pada Karyawan Falasiva, Rezyta; Kurniasari, Kurniasari
An Idea Health Journal Vol 5 No 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i02.429

Abstract

Constipation is a health problem that affects the quality of life of individuals. Gender, fiber intake, fluid intake and physical activity are factors that affect the incidence of constipation. Employees with busy or irregular working hours often have unhealthy lifestyles, including a low-fiber diet, low drinking water consumption and high sedentary behavior. This study aims to analyze the relationship between fiber intake, fluid intake, and physical activity with the incidence of constipation in employees. A total of 130 employees aged 20 – 60 years, who had no history of illness and medication that can cause constipation and were not pregnant, were included in this study. Fiber and fluid intake data were collected using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) while data on physical activity was assessed using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). The diagnosis of functional constipation was determined using the diagnostic criteria from ROME III. The analysis was carried out using the Chi-square test and the significance level was 95%. This study found a relationship between fiber intake, fluid intake, and physical activity with the incidence of functional constipation (p=0.03; p=0.05; p<0.001), but did not find a relationship between sex and the incidence of functional constipation (p=0.18). Functional constipation in employees can be affected by fiber intake, fluid intake and physical activity of the employee, but not by gender