Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional Berbasis Narasi Musa: Sintesis Keluaran 18:13–27 dan Teori Burns-Bass dalam Pendidikan Kristen Mudak, Sherly; Silalahi, Edu Arto; Manao, Mukhlis; Sumarno, Sumarno; Gea, Leniwan Darmawati
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i1.229

Abstract

Kepemimpinan dalam pendidikan Kristen menuntut lebih dari sekadar kemampuan manajerial; ia memerlukan pendekatan yang membina, mentransformasi, dan berakar pada nilai-nilai rohani. Permasalahan umum yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum adanya kepemimpinan yang secara integratif menggabungkan teori kepemimpinan modern dengan narasi kepemimpinan Alkitabiah dalam konteks pendidikan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kepemimpinan transformasional yang berlandaskan teladan kepemimpinan Musa dalam Keluaran 18:13–27 serta teori Burns dan Bass. Teori kepemimpinan transformasional digunakan sebagai kerangka analisis utama, dengan empat dimensinya: inspirational motivation, idealized influence, individualized consideration, dan intellectual stimulation. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui analisis literatur akademik dan eksposisi teks Alkitabiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musa merefleksikan prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional melalui delegasi tugas yang bertanggung jawab, pembinaan rohani yang terarah, dan pewarisan nilai-nilai spiritual. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan penerapan kepemimpinan transformasional dalam pendidikan Kristen yang terdiri dari tiga komponen utama: delegasi yang bertanggung jawab, mentoring yang terarah, dan pembentukan karakter rohani. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teori modern dan narasi biblis dapat menghasilkan kepemimpinan yang kontekstual, aplikatif, dan relevan bagi pembinaan pemimpin pendidikan Kristen masa kini yang berorientasi pada transformasi iman, karakter, dan tanggung jawab pelayanan.
Hesed dan Attachment Theory dalam Pastoral Konseling: Integrasi Teologis dan Psikologis dari Kitab Rut Mudak, Sherly
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 1 (2025): Oktober 2025 (In Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i1.1595

Abstract

Abstract. Loving kindness (hesed) in the book of Ruth is a theological concept that reflects unconditional commitment, action, and loyalty that is relevant in the face of relational and spiritual challenges. Modern phenomena such as emotional isolation, trauma, and spiritual crisis demand a holistic pastoral approach. This study aims to integrate the value of hesed with John Bowlby's attachment theory to develop a pastoral counselling model based on faithful love. The result showed that the relationship between Ruth and Naomi reflected a secure attachment pattern, which became a transformative model for building healthy relationships. The conclusion of this study confirms that the integration of hesed theological values and attachment theory can be an effective pastoral counselling framework to support emotional, spiritual, and relational recovery in the modern era.Abstrak. Kasih setia (hesed) dalam kitab Rut merupakan konsep teologis yang mencerminkan komitmen tanpa syarat, tindakan nyata, dan kesetiaan yang relevan dalam menghadapi tantangan relasional dan spiritual. Fenomena modern seperti isolasi emosional, trauma, dan krisis spiritual menuntut pendekatan pastoral yang holistik. Tujuan kajian ini untuk mengintegrasikan nilai hesed dengan teori attachment John Bowlby dalam rangka mengembangkan model pastoral konseling berbasis kasih setia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara Rut dan Naomi mencerminkan pola secure attachment, yang menjadi model transformatif untuk membangun relasi yang sehat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai teologis hesed dan teori attachment dapat menjadi kerangka pastoral konseling yang efektif untuk mendukung pemulihan emosional, spiritual, dan relasional di era modern.
Pemulihan Citra Diri Remaja Madya: Integrasi Psikologi dan Teologi Mudak, Sherly; S. Manafe, Ferdinan
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.143

Abstract

This article aims to explain how the integration of psychology and theology can be used as a method of self-image restoration for middle-aged adolescents. This qualitative descriptive research aims to describe in words the purpose of integrating psychology and theology to help middle adolescents improve their self-image. This research was conducted by collecting data from scientific journals and other references in accordance with the topic of writing. The results show that the integration between psychology and theology can help middle adolescents to improve their self-image. This integration combines psychological theories and theological views that can help middle adolescents understand themselves and acquire strong moral and spiritual values to improve their self-image. Some techniques and strategies applied in the integration of psychology and theology can help middle adolescents overcome self-image problems and improve their quality of life. This research can be an important reference for professionals in the fields of psychology and theology, as well as parents and counselors who want to help middle adolescents improve their self-image. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana integrasi antara psikologi dan teologi dapat digunakan sebagai metode pemulihan citra diri remaja madya. Tujuan riset dengan metode penelitian kualitatif deskriptif ini untuk mengintegrasikan psikologi dan teologi guna menolong remaja madya memperbaiki citra diri. Penelitian ini dikakukan dengan mengumpulkan data dari jurnal ilmiah dan referensi lain sesuai dengan topik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara psikologi dan teologi dapat membantu remaja madya untuk memperbaiki citra diri mereka. Integrasi ini menggabungkan teori-teori psikologi dan pandangan-pandangan teologi yang dapat membantu remaja madya memahami diri mereka sendiri dan memperoleh nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat untuk memperbaiki citra diri mereka. Beberapa teknik dan strategi yang diterapkan dalam integrasi psikologi dan teologi dapat membantu remaja madya mengatasi masalah citra diri dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini dapat menjadi referensi penting bagi profesional di bidang psikologi dan teologi, serta orang tua dan konselor yang ingin membantu remaja madya dalam memperbaiki citra diri mereka.
Arrabon: Roh Kudus Jaminan Keselamatan Berdasarkan Efesus 1: 14 dan Implikasinya bagi Orang Percaya Manafe, Ferdinan Samuel; Tindage, Temmy Myson; Mudak, Sherly
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/teleios.v4i1.125

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to explain the meaning of the word "arrabon" in Ephesians 1:14, and the implications of the meaning of the word "arrabon" in Ephesians 1:14 for believers, with descriptive qualitative research methods. The results found show that a correct understanding of assurance will help one to live in sanctification day by day. The Holy Spirit guarantees believers to actively live to glorify Christ together in fellowship in unity as the body of Christ. Because they have been born-again, they experience a change of mind that is shown through their actions every day. Understanding the meaning of the word “arrabon” in Ephesians 1:14 correctly will encourage a person to believe in the certainty of his eternal salvation and also live in the salvation that God gives day by day.Abstraksi: Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna kata “arrabon” dalam Efesus 1:14 dan implikasinya bagi orang percaya, dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menyatakan subjek yang menjamin itu ialah Roh Kudus sendiri, objek yang dijamin ialah orang percaya, yakni mereka yang telah satu kali percaya secara aktif dimeteraikan dan dijamin oleh Roh Kudus, sifat dari jaminan ialah kekal hingga orang percaya memperoleh keselamatan kekal, Allah adalah Penjamin bagi orang percaya, maka tujuan dari jaminan itu ialah pujian bagi kemuliaan Allah. Pemahaman yang benar akan jaminan akan menolong seseorang untuk hidup dalam pengudusan hari demi hari. Roh Kudus menjamin orang percaya agar secara aktif hidup memuliakan Kristus bersama dalam persekutuan di dalam kesatuan sebagai tubuh Kristus. Karena telah dilahirbarukan sehingga mengalami perubahan pikiran yang ditunjukkan melalui tindakan hidupnya setiap hari. Pemahaman akan makna kata arrabon dalam Efesus 1:14 secara benar akan mendorong seseorang untuk meyakini kepastian keselamatan kekalnya dan juga hidup dalam keselamatan yang Tuhan berikan.
Peran Hamba Tuhan: Memaknai kata Menasihati dalam 1 Tesalonika 5:14 Prisilia Marode Tolip; Sherly Mudak; Ferdinan S. Manafe; Anre Rasi
Ra'ah: Journal of Sociology of Religion Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/r.v3i1.216

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menelaah buku-buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis isi kualitatif sebagai metode utama dengan pendekatan interpretatif eksegetis terhadap 1 Tesalonika 5:14, yang menekankan pentingnya menasihati orang yang kurang beruntung, menguatkan yang lemah hati, dan bersabar terhadap semua orang. Penulis menyimpulkan bahwa ajaran "menasihati" dalam surat tersebut tidak hanya berkaitan dengan memberikan nasehat, tetapi juga mengandung makna yang lebih luas, yaitu saling membantu dan menguatkan satu sama lain dalam kehidupan iman dan keseharian. Kontribusi yang dapat diberikan kepada pembaca untuk memperoleh pemahaman tentang prinsip pengajaran yang berlandaskan pada iman Kristen, khususnya dalam konteks hubungan antara hamba Tuhan dan jemaatnya serta memberikan inspirasi dan panduan dalam mengembangkan kepekaan dan empati terhadap sesama serta menerapkan prinsip-prinsip ajaran yang terkandung dalam surat 1 Tesalonika 5:14.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA BERDASARKAN AMSAL 4:10-15 BAGI PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA 7-12 TAHUN Inri Serliani Fallo; Terah Yohanes Manu; Sherly Mudak; Yerni Talan; Katania
Ra'ah: Journal of Sociology of Religion Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/r.v3i1.267

Abstract

Kualitas pendidikan seseorang memiliki pengaruh yang kuat terhadap mutu hidupnya. Pendidikan secara intelektual tentunya tidak cukup, melainkan harus diperlengkapi dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang baik dapat menolong seseorang untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan hasil pendidikan secara intelektual. Karakter yang bermutu harus dibentuk atau dilatih sejak dini. Dalam pendidikan karakter tersebut orang tua memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan mendasar. Orang tua bertanggung jawab untuk mendidik dan membentuk karakter anak sehingga anak hidup sebagaimana yang dikehendaki Allah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dimana setiap data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan beberapa data literatur. Berdasarkan penelitian tersebut, ditemumkan bahwa terdapat orang tua yang belum efektif dalam mendidik atau membentuk karakter seorang anak. Misalnya memberikan kebebasan yang berlebihan kepada anak, selalu mengikuti keinginan anak, mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh di depan atau kepada anak, minimnya waktu bersama anak, bahkan bersikap tidak peduli ketika mengetahui anak melakukan kesalahan. Orang tua bertanggung jawab sebagai pendidik atau guru yang mengajar dan juga sebagai pemimpin yang memimpin dan mengarahkan seorang anak kepada jalan kebenaran, sehingga hidup berkarakter Kristus.
Pelayanan Pendampingan Remaja di Gereja Bethel Sepat Kalimantan Barat Sherly Mudak; Engse Mbura
Ra'ah: Journal of Sociology of Religion Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/r.v4i1.310

Abstract

Pendampingan remaja merupakan suatu usaha dalam membentuk remaja menjadi warga gereja yang baik dan menghadapi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Dampak yang diharapkan dari pendampingan remaja adalah remaja dapat bertumbuh dan mengembangkan nilai-nilai Kristiani sehingga menghasilkan buah yang diinginkan Kristus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelayanan pendampingan kepada remaja usia 18-21 di Gereja Bethel Indonesia Sepat Kalimantan Barat dan mendeskripsikan signifikansi pelayanan pendampingannya supaya dapat memberikan kontribusi kepada gereja tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pendampingan dapat dilakukan melalui pengajaran Firman Tuhan dan motivasi yang mengarahkan pada perubahan karaktek, pemulihan relasi antara remaja dengan Tuhan, sesame dan diri sendiri.