Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

APLIKASI TASAWUF PADA DUNIA PENDIDIKAN DI ERA DISRUPSI (Telaah Kitab Siraj Al- Thalibin Karya Syeh Ihsan Jampes) Muchasan, Ali; Naufal, Moh.
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 11 No. 1 (2025): INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v11i1.1410

Abstract

Abstract: In the Qur'an, the term tasawuf is not explicitly mentioned. However, in substance, teachings related to tasawuf are implied within its verses. Etymologically, tasawuf is understood as a doctrine emphasizing self-purification and the closeness of a servant to the Most Holy. Education, on the other hand, can be defined as a conscious and planned effort to shape individuals into mature personalities, both in thought and action. In the modern era, many parents prioritize enrolling their children in educational institutions that focus on material success, such as securing stable jobs, while often neglecting the importance of character maturity and virtuous behavior. In this context, tasawuf emerges as a solution to balance worldly and spiritual needs. The success of education is not merely measured by how well graduates secure employment but also by their ability to develop mature thinking, strong character, and supportive skills. Although historically tasawuf has often been regarded as a cause of Islam's decline due to its perceived emphasis on the afterlife while neglecting worldly matters, this perspective warrants re-evaluation. In essence, the concept of tasawuf aligns with the Qur'anic values that emphasize a balance between worldly life and the afterlife, even though the term itself is not explicitly mentioned in the sacred text.
RUTINAN PEMBACAAN MAULID DAN TAHLIL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN INTERAKSI SOSIAL DAN KEAGAMAAN DI DUSUN REJOSARI Muchasan, Ali; Rohmawan, Dhuhaa
JIK-PkM: Jurnal Inovatif dan Kreatif hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): JIK-PkM
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/jik-pkm.v3i2.1543

Abstract

Kegiatan rutin pembacaan Maulid Diba' dan Tahlil merupakan tradisi keagamaan yang sudah berlangsung lama di Dusun Rejosari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan tersebut dalam memperkuat interaksi sosial dan nilai-nilai keagamaan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pelaksanaan melalui observasi, wawancara mendalam, pendekatan persuasif, dan sosialisasi. Observasi dilakukan untuk merekam dinamika pelaksanaan rutin, sedangkan wawancara mendalam melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan peserta rutin untuk menggali pandangan mereka. Pendekatan persuasif diterapkan melalui dialog dan ceramah yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, sedangkan sosialisasi dilakukan sebagai upaya untuk mendidik dan melestarikan tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Maulid dan Tahlil secara rutin memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat solidaritas sosial dan kerukunan antar warga. Wawancara mendalam mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menciptakan rasa kebersamaan yang lebih erat dan meningkatkan pemahaman nilai-nilai agama. Pendekatan persuasif yang digunakan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi lebih aktif, sedangkan sosialisasi memperkuat pentingnya tradisi ini sebagai sarana pewarisan nilai-nilai budaya Islam. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tradisi Maulid dan Tahlil tidak hanya berfungsi sebagai praktik keagamaan, tetapi juga sebagai media pemberdayaan sosial dan spiritual yang efektif. Dukungan berkelanjutan dari masyarakat dan pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Dimensi Multikulturalisme Dalam Lingkaran Kecerdasan Qur’ani Di pondok Pesantren Tahfidhil Qur’an Semanding Pare Muchasan, Ali; Rohmawan, Dhuhaa
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 11 No. 2 (2025): Inovatif September 2025
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v11i2.1555

Abstract

Pondok Pesantren Sirojul Ulum sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam didirikan untuk menciptakan kedamaian dan memberikan wawasan yang lebih luas tentang cakrawala pemikiran, keilmuan dan pengalaman bagi umat Islam. Lembaga ini merupakan wujud dan implementasi dari cita-cita dan harapan umat Islam Kediri untuk mewujudkan sebuah lembaga pendidikan yang mampu mencetak pemimpin umat, khususnya umat Islam Kediri yang berkualitas yang memiliki kecerdasan qur’ani khususnya dalam dimensi multikulturalisme yang akan dibahas dalam artikel ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data baik secara induktif, deduktif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Tahfidhil Qur’an Sirojul Ulum Pare telah menanamkan pendidikan multikultural kepada para santrinya. Hal ini tergambar dari nilai-nilai religius yang ditanamkan kepada para santri saat pembelajaran dan menghafal al-qur’an seperti persaudaraan (fraternity), kerjasama, perjuangan yang semuanya diajarkan persamaan hak asasi manusia sebagaimana tuntunan dalam Alquran.
Dimensi Multikulturalisme Dalam Lingkaran Kecerdasan Qur’ani Di pondok Pesantren Tahfidhil Qur’an Semanding Pare Muchasan, Ali; Rohmawan, Dhuhaa; Hidayat. HS, Dafid Fajar
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 11 No. 2 (2025): Inovatif, September 2025
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v11i2.1555

Abstract

Pondok Pesantren Sirojul Ulum sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam didirikan untuk menciptakan kedamaian dan memberikan wawasan yang lebih luas tentang cakrawala pemikiran, keilmuan dan pengalaman bagi umat Islam. Lembaga ini merupakan wujud dan implementasi dari cita-cita dan harapan umat Islam Kediri untuk mewujudkan sebuah lembaga pendidikan yang mampu mencetak pemimpin umat, khususnya umat Islam Kediri yang berkualitas yang memiliki kecerdasan qur’ani khususnya dalam dimensi multikulturalisme yang akan dibahas dalam artikel ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data baik secara induktif, deduktif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Tahfidhil Qur’an Sirojul Ulum Pare telah menanamkan pendidikan multikultural kepada para santrinya. Hal ini tergambar dari nilai-nilai religius yang ditanamkan kepada para santri saat pembelajaran dan menghafal al-qur’an seperti persaudaraan (fraternity), kerjasama, perjuangan yang semuanya diajarkan persamaan hak asasi manusia sebagaimana tuntunan dalam Alquran.
RUTINAN PEMBACAAN MAULID DAN TAHLIL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN INTERAKSI SOSIAL DAN KEAGAMAAN DI DUSUN REJOSARI Muchasan, Ali; Rohmawan, Dhuhaa
JIK-PkM: Jurnal Inovatif dan Kreatif hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): JIK-PkM
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/jik-pkm.v3i2.1543

Abstract

Kegiatan rutin pembacaan Maulid Diba' dan Tahlil merupakan tradisi keagamaan yang sudah berlangsung lama di Dusun Rejosari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan tersebut dalam memperkuat interaksi sosial dan nilai-nilai keagamaan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pelaksanaan melalui observasi, wawancara mendalam, pendekatan persuasif, dan sosialisasi. Observasi dilakukan untuk merekam dinamika pelaksanaan rutin, sedangkan wawancara mendalam melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan peserta rutin untuk menggali pandangan mereka. Pendekatan persuasif diterapkan melalui dialog dan ceramah yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, sedangkan sosialisasi dilakukan sebagai upaya untuk mendidik dan melestarikan tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Maulid dan Tahlil secara rutin memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat solidaritas sosial dan kerukunan antar warga. Wawancara mendalam mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menciptakan rasa kebersamaan yang lebih erat dan meningkatkan pemahaman nilai-nilai agama. Pendekatan persuasif yang digunakan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi lebih aktif, sedangkan sosialisasi memperkuat pentingnya tradisi ini sebagai sarana pewarisan nilai-nilai budaya Islam. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tradisi Maulid dan Tahlil tidak hanya berfungsi sebagai praktik keagamaan, tetapi juga sebagai media pemberdayaan sosial dan spiritual yang efektif. Dukungan berkelanjutan dari masyarakat dan pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
MAQĀṢID AL-SYARĪ’AH DALAM TINJAUAN PEMIKIRAN IBNU ‘ĀSYŪR Muchasan, Ali; Syarif, M.; Rohmawan, Dhuhaa
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2023): Inovatif, February 2023
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v9i1.500

Abstract

Maqāṣid Al-Syarī'ah from the perspective of Ibnu 'Āsyūr, a contemporary scholar who has contributed greatly to developing maqasidus sharia, not only from the point of view of how Islamic law becomes a means for individuals to get closer to God, but also how humans actually function as individual beings , social beings and Godly beings. Understanding and developing Maqasidus sharia knowledge becomes tenting for us to be able to feel the spirit of tasyri' so that our faith will increase. Maqasid al Sharia can be in the form of maqasid al'ammah sharia, which covers all aspects of sharia and Maqāṣid Al-Syarī'ah al khasah which is devoted to one of the chapters of sharia that has chapters, such as maqasid al sharia in economics, family law and others , or Maqāṣid Al-Syarī'ah al juz'iyyah which includes every syara' law such as the obligation to pray, forbidden adultery, and so on. In this paper, the discussion will be focused on the maqashid sharia theory according to Ibn 'Āsyūr. With the hope of knowing the characteristics and uniqueness of the theory. This research is a research that uses a qualitative descriptive approach using the literature study method, namely by searching for and studying literature related to the problem that is the object of this research study. Ibn 'Āsyur on maqashid al syar'iyyah.
METODOLOGI TEOLOGI AL ASY’ARY DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Muchasan, Ali; Syarif, M; Naufal, Mochammad
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 9 No. 2 (2023): INOVATIF September 2023
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v9i2.760

Abstract

The Indonesian understanding of Ahlus Sunnah Islam rests on the understanding of Asyariyah theology which is the basis for building the religious beliefs of the majority of Indonesian Muslims. This understanding of kalam or theology that was taught by Imam Ash'ari has given birth to a methodology of thinking that has a strong influence on various fields of Islamic religion, especially in the field of education. Al Asy'ari's moderate thinking style in translating the core teachings of Islam has influenced how traditional Islamic education in Indonesia takes an elastic and moderate form in responding to various social religious religious issues that are developing in Indonesia. Al Asyari's moderate style of thinking in time will also influence the development of educational institutions in Indonesia, especially madrasas which seek to eclecticly combine the Islamic scientific approach which is "turats al qadim" or old scientific traditions with western scientific approaches which are "turats al hadith" or a new scientific tradition. This study is intended to discuss the influence of the methodology of Islamic thought or Asyari theology in the field of education, especially its effect on traditional Islamic education in Indonesia, both in terms of teaching materials on aqeedah which are the subject matter of religious teachings and in terms of its institutional development in adapting to changing times in the present.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DI PESANTREN ( DAMPAK DAN SOLUSI DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ) Muchasan, Ali; Rohmawan, Dhuhaa
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 10 No. 1 (2024): INOVATIF
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v10i1.849

Abstract

Abstrack: Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang berfungsi untuk memberikan pendidikan agama kepada santri atau peserta didik. Pesantren tradisional cenderung mempertahankan nilai-nilai dan metode pembelajaran yang telah ada sejak lama, dengan fokus pada pembelajaran Al-Quran, Hadis, Fiqih, dan lainnya. Namun, dengan perkembangan teknologi di era modern, pesantren juga mulai mengadopsi teknologi untuk meningkatkan proses pembelajaran dan manajemen pesantren. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode library research (Studi Kepustakaan) dimana pengumpulan data dilakukan dengan mencari beberapa sumber teori dari beberapa literatur yang kemudian disesuaikan dengan kondisi lingkungan (pondok pesantren). Pemanfaatan teknologi di pesantren memiliki dampak signifikan dalam konteks Pendidikan. Dampak tersebut meliputi peningkatan aksebilitas Pendidikan, diversifikasi sumber belajar, keterlibatan aktif siswa, monitoring dan evaluasi yang lebih evisien, serta pelatihan dan pengembangan guru.
APLIKASI TASAWUF PADA DUNIA PENDIDIKAN DI ERA DISRUPSI (Telaah Kitab Siraj Al- Thalibin Karya Syeh Ihsan Jampes) Muchasan, Ali; Naufal, Moh.
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 11 No. 1 (2025): INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v11i1.1410

Abstract

Abstract: In the Qur'an, the term tasawuf is not explicitly mentioned. However, in substance, teachings related to tasawuf are implied within its verses. Etymologically, tasawuf is understood as a doctrine emphasizing self-purification and the closeness of a servant to the Most Holy. Education, on the other hand, can be defined as a conscious and planned effort to shape individuals into mature personalities, both in thought and action. In the modern era, many parents prioritize enrolling their children in educational institutions that focus on material success, such as securing stable jobs, while often neglecting the importance of character maturity and virtuous behavior. In this context, tasawuf emerges as a solution to balance worldly and spiritual needs. The success of education is not merely measured by how well graduates secure employment but also by their ability to develop mature thinking, strong character, and supportive skills. Although historically tasawuf has often been regarded as a cause of Islam's decline due to its perceived emphasis on the afterlife while neglecting worldly matters, this perspective warrants re-evaluation. In essence, the concept of tasawuf aligns with the Qur'anic values that emphasize a balance between worldly life and the afterlife, even though the term itself is not explicitly mentioned in the sacred text.
IMPLEMENTATION OF THE DIRECT METHOD IN OVERCOMING THE LEARNING DIFFICULTIES OF ADHD IN STUDENTS AT PUTERA ASIH SLB KEDIRI CITY Syahrul Munir, Muhammad; Akhsanul Muhtadin, Muhammad; Muchasan, Ali
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2024): MARCH
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v6i1.1562

Abstract

ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) is characterized by persistent attention deficit and hyperactivity-intensive disorder. ADHD behaviors are often seen as not being able to pay attention. Easily distracted, cannot sit  still, often leaves the seat, often runs, and his body keeps wanting to move. This research aims to find out suitable learning methods in overcoming ADHD (Attention Dificit/Hyperactivity Disorder) students. This research was conducted at SLB Putera Asih Kota Kediri. This research, the type of research used is qualitative. The data collection method used to determine the learning method is field observation. Field observations are conducted with interviews in order to obtain oral or written information from all information obtained from respondents. Analysis is carried out before the researcher collects data and continues throughout the research until all data is collected. Based on the data analysis conducted, it can be concluded that the direct method learning method can overcome the learning difficulties of ADHD (Attention Dificit/Hyperactivity Disorder) children.