Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA RESORT DJATI LOUNGE & DJOGLO BUNGALOW Purbo, Fahri Gunar; Elviana, Eva; Maharani, Rizka Tiara
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 4 No 02 (2024): Volume 04 No. 02 (November) 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v4i02.6454

Abstract

Jawa Timur merupakan wilayah yang kaya akan budaya dan seni tradisional. Arsitektur tradisional Jawa Timur, seperti joglo, memiliki ciri khas yang unik dan mencerminkan nilai- nilai budaya yang kuat. Namun, dengan perkembangan zaman dan permintaan pasar yang berubah, beberapa resort mungkin cenderung mengadopsi desain yang lebih modern dan menghilangkan elemen-elemen tradisional tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penerapan arsitektur neo-vernakular pada resort Resort Djati Lounge & Djoglo Bungalow. Arsitektur neo-vernakular menggabungkan elemen-elemen desain tradisional dengan pendekatan kontemporer, menciptakan bangunan yang memadukan nilai-nilai budaya lokal dengan kebutuhan dan harapan masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan studi kasus terhadap resort tersebut dengan melihat bagian bagiannya. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan arsitek, pemilik resort, serta pengunjung resort. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur yang relevan, termasuk buku, jurnal, dan artikel terkait arsitektur neo-vernakular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur neo-vernakular pada Resort Djati Lounge & Djoglo Bungalow telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam menghadirkan pengalaman yang unik dan menggugah di antara pengunjung. Melalui penggunaan elemen-elemen desain tradisional seperti material lokal, ornamen, tata letak, dan pola ruang, resort ini berhasil menciptakan atmosfer yang terkait erat dengan budaya lokal dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, arsitektur neovernakular juga memberikan manfaat dalam hal keberlanjutan dan konservasi lingkungan. Penggunaan material lokal dan metode konstruksi yang ramah lingkungan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan alam sekitar dan mendorong praktek yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang penerapan arsitektur neovernakular pada Resort Djati Lounge & Djoglo Bungalow
Analisis penerapan arsitektur neo-vernakular pada Resort Djati Lounge & Djoglo Bungalow Purbo, Fahri Gunar; Elviana, Eva; Maharani, Rizka Tiara
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v7i2.1433

Abstract

Jawa Timur merupakan wilayah yang kaya akan budaya dan seni tradisional. Arsitektur tradisional Jawa Timur, seperti Joglo, memiliki ciri khas yang  unik dan mencerminkan nilai-nilai budaya yang kuat. Namun, seiring perkembangan zaman dan permintaan pasar yang berubah, beberapa resort mungkin cenderung mengadopsi desain yang lebih modern dan menghilangkan elemen-elemen tradisional tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penerapan arsitektur neo-vernakular pada Resort Djati Lounge & Djoglo Bungalow. Arsitektur neo-vernakular menggabungkan elemen-elemen desain tradisional dengan pendekatan kontemporer, menciptakan bangunan yang memadukan nilai-nilai budaya lokal dengan kebutuhan dan harapan masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan studi kasus terhadap resort tersebut dengan melihat bagian bagiannya. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan arsitek, pemilik resort, serta pengunjung resort. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur yang relevan, termasuk buku, jurnal, dan artikel terkait arsitektur neo-vernakular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur neo-vernakular pada Resort Djati Lounge & Djoglo Bungalow telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam menghadirkan pengalaman yang unik dan menggugah di antara pengunjung. Melalui penggunaan elemen-elemen desain tradisional seperti material lokal, ornamen, tata letak, dan pola ruang, resort ini berhasil menciptakan atmosfer yang terkait erat dengan budaya lokal dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, arsitektur neovernakular juga memberikan manfaat dalam hal keberlanjutan dan konservasi lingkungan. Penggunaan material lokal dan metode konstruksi yang ramah lingkungan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan alam sekitar dan mendorong praktek yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan  dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang penerapan arsitektur neovernakular pada Resort Djati Lounge & Djoglo Bungalow.
PELESTARIAN KAMPUNG LAWANG SEKETENG SURABAYA SEBAGAI WISATA HERITAGE Elviana, Eva; Al Ghifari, M. Nu'man
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 23 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v23i1.6058

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota tua di Indonesia yang banyak menyimpan nilai-nilai historis. Adanya bangunan peninggalan maupun kawasan bersejarah, berupa kampung-kampung lama di kawasan pusat kota Surabaya menjadi saksi perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah kawasan Kampung Peneleh, yang terdapat pemakaman Belanda, turut menjadi cikal bakal pertumbuhan dan perkembangan kampung-kampung lama kota Surabaya. Diantaranya adalah kampung Lawang Seketeng, yang menyimpan riwayat kesejarahan perjuangan Bangsa Indonesia. Di kampung ini banyak menyisakan bangunan peninggalan yang sarat dengan peristiwa sejarah, diantaranya adalah keberadaan Langgar Dukur Kayu, Rumah Gaya Kolonial, Makam Mbah Pitono dan Mbah Dimo, Makam Syekh Al Habib Zaini, Rumah Singgah Bung Karno dan Bung Tomo, Rumah Puing dan Rumah Jengki, serta masih banyak lagi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bangunan peninggalan tersebut dari aspek makna cultural dan potensinya sebagai salah satu tujuan wisata heritage yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif-komparatif, dengan cara menganalisa bangunan peninggalan menggunakan kriteria penilaian makna cultural dengan teknik skoring. Dari hasil penilaian tersebut, akan dapat dipetakan potensi pelestariannya. Hasil penelitian menunjukkan tingginya nilai makna cultural bangunan peninggalan, sehingga hal ini dapat menjadi peluang untuk dapat diwujudkannya wisata heritage guna menjaga nilai-nilai historis yang terkandung didalamnya.The city of Surabaya is one of the old cities in Indonesia which has a lot of historical values. The existence of heritage buildings and historic areas, in the form of old villages in the downtown area of Surabaya, is a witness to the struggle of the people in defending Indonesia's independence. One of them is the Peneleh Village area, which has a Dutch cemetery, which became the forerunner of the growth and development of the old villages of Surabaya. Among them is the village of Lawang Seketeng, which holds a historical history of the struggle of the Indonesian nation. In this village, there are many heritage buildings that are full of historical events, including the existence of Langgar Dukur Kayu, Colonial Style House, Tomb of Mbah Pitono and Mbah Dimo, Tomb of Sheikh Al Habib Zaini, Shelter House of Bung Karno and Bung Tomo, Rubble House and Jengki House, and many others. This study aims to identify the existence of these heritage buildings from the aspect of cultural meaning and their potential as one of the heritage tourism destinations launched by the Surabaya City Government. The research method used is descriptive qualitative-comparative, by analyzing heritage buildings using cultural meaning assessment criteria with scoring techniques. From the results of the assessment, it will be possible to map its conservation potential. The results show the high value of the cultural significance of heritage buildings, so that this can be an opportunity for the realization of heritage tourism in order to maintain the historical values contained therein
KAJIAN TATANAN RUANG DAN SIRKULASI PADA GALERI SUPERLATIVE SECRET SOCIETY DI BALI Nurfadhila, Adinda Solinaputri; Elviana, Eva
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Non-fungible tokens (NFTs) are digital assets that use online buying and selling methods such as cryptocurrencies and generally use code with basic software. NFTs use galleries as a space to perform activities. NFT galleries serve as a means and infrastructure for artists to show their virtual works to the public non-virtually. In NFT galleries, the order of space and circulation are things that need attention. The temporary conjecture of the arrangement of this gallery space is more to the function of the space and its circulation that forms a round. The purpose of this study is to find out how the order of space and circulation in the NFT gallery is still unfamiliar to the public. The method used in this study uses descriptive qualitative by visiting objects as a data collection method. Keyword: gallery non-fungible token; circulation; room layout.Abstrak: Non-fungible token (NFT) merupakan aset digital yang menggunakan metode jual-beli secara online seperti cryptocurrency dan umumnya menggunakan kode dengan perangkat lunak dasar. NFT menggunakan galeri sebagai ruang dalam melakukan aktivitas. Galeri NFT berfungsi sebagai sarana dan prasarana seniman untuk menunjukkan karya-karya virtual mereka kepada masyarakat secara non-virtual. Pada galeri NFT, tatanan ruang dan sirkulasi adalah hal-hal yang perlu diperhatikan. Dugaan sementara dari tatanan ruang galeri ini lebih ke fungsi ruangnya dan sirkulasinya yang membentuk round. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tatanan ruang dan sirkulasi di dalam galeri NFT yang masih asing di mata masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan mengunjungi objek sebagai metode pengumpulan data.Kata Kunci: galeri non-fungible token; sirkulasi; tatanan ruang.
Penerapan Arsitektur Ekologi pada Bangunan Kamikatsu Zero Waste Center di Jepang Tarra, Bintang Mahendra; Elviana, Eva
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 8 No. 2 (2025): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v8i2.12723

Abstract

Since 1990, the community of Kamikatsu, Japan, has recognized the negative environmental and resource impacts of burning waste, leading them to adopt a zero waste culture and declare themselves the first zero waste city in Japan in 2003. The Kamikatsu Zero Waste Center exemplifies the successful application of ecological architecture principles, responding to local climate conditions, creating energy efficiency, and integrating with the community's zero waste culture. This study aims to identify the success of the Kamikatsu Zero Waste Center in creating an ecological and sustainable community-based public space. The research method used is deductive, reviewing the general concept of ecological architecture and specifically examining its implementation in the Kamikatsu Zero Waste Center building. The findings demonstrate how the Kamikatsu Zero Waste Center addresses relevant issues through ecological architecture principles, such as building form and insulation in response to climate conditions, building openings for sunlight needs, and the use of local resources and recycled materials.
KAJIAN ADAPTIVE REUSE PADA BANGUNAN PIZZA HUT KOTABARU YOGYAKARTA SEBAGAI BANGUNAN KOMERSIAL (Adaptive Reuse Study On Pizza Hut Kotabaru Yogyakarta As A Commercial Building) Jasmin, Kamila Jastisia; Elviana, Eva
Tesa Arsitektur Vol 23, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v23i1.13714

Abstract

Bangunan pada Kawasan Cagar Budaya (KCB) di Yogyakarta diatur agar sesuai dengan gaya arsitektur setiap kawasan. Pada KCB Kotabaru, gaya arsitektur yang digunakan adalah Indis atau Kolonial. Adaptive reuse merupakan salah satu strategi yang diterapkan pada bangunan agar memiliki fungsi relevan di era modern tanpa mengubah ciri khas arsitekturnya. Objek penelitian ini berfokus pada bangunan Pizza Hut bergaya Arsitektur Indis di Jl. Jenderal Sudirman No. 65, Yogyakarta, yang termasuk cagar budaya tingkat provinsi (kelas C), dimana adaptive reuse yang dilakukan harus mengacu pada kebijakan dan regulasi pemerintah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pendekatan adaptive reuse diterapkan pada bangunan Pizza Hut dengan pertimbangan regulasi kawasan dan peraturan penggunaan bangunan cagar budaya tingkat provinsi (kelas C). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pengambilan data melalui observasi lapangan dan analisis dokumen regulasi serta kebijakan pemerintah, menggunakan variabel penelitian berdasarkan teori Shearing Layers of Change. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan adaptive reuse pada bangunan Pizza Hut sebagai bangunan komersial di KCB Kotabaru dilakukan secara selektif tanpa mengubah karakter utama bangunan. Elemen site, structure, dan sebagian skin dipertahankan, sedangkan penyesuaian dilakukan pada services, space plan, dan stuff untuk mendukung operasional restoran modern.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL UNTUK MENGATASI KECANDUAN GAME ONLINE ( STUDI KASUS ANAK-ANAK DESA TEMUAN SARI) Elviana, Eva; Seplyana, Desy
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2021): November 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i1.549

Abstract

Game online mulai meningkat pesat dimasa milenial sekarang ini dengan didukung oleh perkembangan indusrti teknologi moderen yang selalu memberikan produk-produk game terbaru dan lebih seru. Kecanduan game online merupakan perilaku berlebihan untuk memainkan permainan secara online yang berdampak terhadap pembentukan perilaku maladaktif, tidak sesuai norma yang berlaku dimasyarakat. Salah satu jenis kecanduan game online adalah mendapatkan rasa senang saat bermain game online.maka dari itu Perlu adanya suatu bimbingan untuk mencegah kecanduan game online, salah satunya menggunakan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral untuk mencegah kecanduan game online pada anak-anak desa temuan sari dapat berjalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Penelitan deskriptif yaitu penelitian berusaha untuk mendeskripsikan suatu kondisi atau keadaan yang ada secara objektif berdasarkan data-data yang ada. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa bimbingan kelompok memberikan andil besar dalam mengurangi kecanduan game online di Desa Temuan Sari walaupun masih belum optimal. Dan pelaksanaan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral untuk mengatasi kecanduan game online di desa temuan sari belum maksimal akan tetapi sudah ada peningkatan bagi anak-anak
Penerapan Arsitektur Ekologis Pada Desain Revitalisasi Kasawan Wisata Alam Gunung Beruk Ponorogo Elviana, Eva; Maharani, Rizka Tiara; lesmana, diyan
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4863

Abstract

Kawasan wisata alam Gunung Beruk Ponorogo, mengalami degradasi semenjak adanya pandemic Covid 19, yang mengharuskan kawasan ini ditutup sementara waktu untuk kunjungan wisata. Dengan tidak adanya kegiatan dalam kawasan, menjadikan beberapa fasilitas menjadi rusak, tanaman tumbuh liar tanpa pemeliharaan, sehingga menjadikan kawasan disini menurun kualitasnya. Arsitektur Ekologis merupakan arsitektur yang berwawasan lingkungan, sangat mempertimbangkan hubungan antara manusia dengan lingkungannya dengan meminimalisir kerusakan lingkungannya. Dengan mengandalkan unsur pokok pada udara, air, tanah (bumi) dan energy (api), akan digunakan sebagai pertimbangan dalam mendisain kembali kawasan wisatanya melalui upaya revitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan arsitektur ekologis dalam mendisain fasilitas dan merevitalisasi kawasan, agar tidak hanya diperoleh peningkatan ekonomi namun juga peningkatan kualitas visualnya. Metode penelitian digunakan teknik observasi lapangan pada kawasan Gunung Beruk, dan dianalisis secara kualitatif. Selanjutnya digunakan metode pragmatic dalam menghasilkan desain kawasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan arsitektur ekologis dapat diselaraskan dengan alam sekitarnya, serta dapat mengurangi efek kerusakan lingkungannya.
FASHION OUTLET DESIGN WITH THE THEME OF LOCAL PRIDE AS AN EFFORT TO DEFEND NATIONAL PRODUCTS Pahlawan, Muhammad Reiza; Elviana, Eva
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v2i2.56

Abstract

The economic improvement in the fashion sub-sector was contributed by local small and medium business (SME) brand owners engaged in the fashion sector. Local Pride Movement is a movement to support local brands that will foster the interest of Indonesian people to look at domestic fashion brands. Bandung as Parijs Van Java in Indonesia, produces many local fashion brands, known as the founders of fashion factory outlets (FOF), which are fashion tourism destinations. However, this FOF began to decline with the 4.0 industrial revolution, where shopping was done online, so many home industries did not have a place to display their merchandise. To keep up with online shopping trends, Fashion Outlets are needed that specialize in local brands, with the aim of promoting and increasing the sale and purchase of local industries. The design of this Fashion Outlet uses the theme of Local Pride with the approach of Contemporary Architecture, which elevates the Art Deco style in the current era. Contextualism design method, namely aligning the appearance of the building with the context of the surrounding environment, with the International Style style. The results of the design concept are containers with a variety of atmosphere and local fashion brand shopping experience, such as Shopping Street, Thrifting Market (buying and selling used goods), Indoor Retail, Event and Food Market Floor which is equipped with Local Culinary Stand, auction room and temporary gallery, and Rooftop Retail which is outdoor space on the upper floor.
QUESTIONING THE BENEFITS OF ARCHITECTURE WITH A USE AND IMAGE APPROACH Susanti, Wiwik Dwi; Mutia, Fairuz; Elviana, Eva
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v3i2.71

Abstract

The basic concepts of use and image introduced by Romo Mangun became the basis for harmonization in architecture that collaborated contextually with gatra elements. The phenomenon that occurs at this time is that many architectures are oriented to the image aspect, one of which is the emergence of thematic villages that have been transformed into tourist areas. It's like an oasis in the hustle and bustle of city life. The beautification carried out focuses on the physical aspect (image), the local character of the urban village is removed. Colorful thematic village in Malang City, the image aspect is more highlighted, while the use aspect is still questionable. The new facilities that have sprung up seem to eliminate the character of the urban village which is synonymous with heterogeneity. In this study, attempts to explore colorful villages with an image and use approach, because the village is identical with various kinds of problems that can be solved by architecture. The method used in this research is descriptive qualitative method. It is hoped that this research will be able to provide an illustration that in architecture it is not only emphasized on the image aspect but also with the use aspect.